
Waktu berlalu begitu cepat..
Tak terasa kini sudah hampir satu berlalu hubungan adel , Della serta mama tirinya semakin baik.. Bahkan mereka sering bertemu..
Kini usia kandungan adel sudah masuk sembilan bulan.. Rey selalu berada di samping adel, Menemani istri tercintanya itu..
Namun hari ini Rey benar benar harus pergi ke perusahaan nya karena ada hal yang benar benar penting dan harus Rey sendiri yang turun tangan.. Mau tidak mau Rey pun meninggalkan adel.. Namun adel tidak sendirian.. Rey meninggalkan adel bersama sepuluh orang bodyguard beserta art yang selalu ada di samping adel..
"Rey nggak jadi pergi?? ".Tanya adel sambil menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya..
" Jadi.. Nanti aja ".. Jawab Rey.. Rey menatap lekat wajah istri nya itu.. " Kenapa dengan wajah ku??.. Wajah ku semakin gemuk ya?? ".Ucap adel sambil memegang kedua pipi nya..
" Tidak kau sekarang tambah cantik ".. Ucap Rey sambil mengusap pelan kepala adel..
" Kamu tunggu di rumah ya.. Aku janji nggak akan lama.. Setelah urusan nya selesai aku janji aku akan langsung pulang ".Ucap rey sambil tersenyum..
" Iya suami ku tersayang.. Aku bakal tunggu kamu di kamar ini sampai kamu pulang ".. Adel tersenyum menatap rey.. " Ya udah aku pergi
ya ".. Rey memeluk adel dengan erat.. Kemudian rey mencium kening adel..
" Ingat ya.. Sampai aku pulang kau harus tetap di sini.. Kalau tidak kau akan dapat hukuman dari ku ".. Ucap rey.. " Iya aku janji ".Ucap adel..
Rey pun berjalan keluar dari kamar itu..Kali ini langkah rey benar benar terasa berat.. Rasanya rey tidak ingin meninggalkan istrinya itu.. Namun membawa adel ke perusahaan juga bukan jalan satu satu nya.. Karena di usia kandungan adel yang sudah sebesar itu adel butuh tempat yang nyaman untuk beristirahat..
Sedangkan kamar yang ada di ruangan rey sangat kecil ..
__ADS_1
*
*
Tanpa Rey sadari sedari tadi ada orang yang terus mengawasi gerak gerik di pekarangan rumah mewah itu..
" Ingat kalian nggak boleh gagal.. Kalau sampai kalian gagal tamat lah riwayat kalian ".Ucap seseorang dari seberang sana..
" Siap.. Kami akan menjalan kan perintah anda dengan baik ".Jawab nya.. Kemudian sambungan telpon nya pun terputus..
Mereka kembali mengintai dan melihat situasi di rumah itu.. " Bagaimana??.. Apa sudah aman?? ".Tanya nya.. " Sudah boss".Jawab nya..
"Baik lah kita bergerak sekarang juga.. Ingat kalian semua berpencar !! ".Perintah pria itu.. Dia memakai setelan jas berwarna hitam beserta kaca mata hitam..
*
*
Tanpa terasa kini jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang tepat tengah hari.. Dan akhirnya semua urusan rey selesai...
Rey menarik nafas dalam kemudian ia tersenyum .. Ia ingin segera pulang bertemu dengan adel..
"Ada apa Van?? ".Tanya Rey saat melihat devan masuk ke dalam ruangan nya.. " Maaf mengganggu tuan.. Saya ingin memberi tahu setelah ini ada pertemuan penting bersama klien penting dan saya tidak bisa meng-handle nya tuan.. Pertemuan ini harus di hadiri oleh pemimpin perusahaan ".. Ucap Devan..
" Setelah itu apa ada lagi hal penting yang harus aku handle?? ".Tanya Rey pada Devan..
__ADS_1
" Tidak ada tuan ini pertemuan terakhir hari
ini ".Jawab Devan.." Baiklah ".. Jawab Rey..
Devan kembali berjalan keluar dari ruangan Rey..
" Huhh.. Kenapa lama sekali ".Guman Rey sambil menghela nafas dalam..
Di dalam sebuah Ruangan..
Acara pertemuan penting sedang di adakan ..
Dan klien penting yang di maksud Devan tidak lain adalah Tuan jiminez..
" Hai tuan Rey ".Sapa nya sambil tersenyum menatap Rey.. Rey hanya diam sambil menatap datar ke arah pria yang ada di depan nya..
Entah kenapa saat melihat jiminez bayang bayang bibir adel yang sobek akibat tamparan dari pria itu selalu terlintas di benak Rey..
Kalau saja bukan karena urusan pekerjaan Rey tidak sudi bertemu dengan jiminez..
Dan di sini Rey harus tetap bersikap profesional..
Lama mereka membahas tentang pekerjaan.. Setelah melewati sekitar satu jam akhirnya pertemuan mereka pun berakhir..
Rey berlari menuju parkiran.. Kemudian Rey mulai menjalan kan mobil nya menuju rumah nya.. " Ayolah kenapa jalan mu lambat sekali ".Ucap Rey dengan kesal.. Padahal Rey susah melajukan kecepatan nya..
__ADS_1
Setelah menempuh sekitar dua puluh menit di perjalanan akhir nya Rey pun sampai di depan rumah mewah itu.. Dan aneh nya gerbang rumah itu terlihat terbuka.. Padahal saat pergi tadi jelas jelas Rey memerintahkan kepada orang suruhan nya untuk menutup gerbang nya..
" Padahal mereka ada sepuluh orang.. Tapi kenapa tidak ada satu pun dari mereka yang ingat pada pesan ku tadi ".. Guman Rey.. Rey kembali menjalan kan mobil nya masuk ke dalam gerbang itu..