
Pagi harinya meisya terbangun dari tidur nya.
Meisya menatap sekeliling nya. Dan meisya dapat melihat mex yang masih terlelap di atas ranjang. Ya meisya sekarang sedang berada di sofa. Meisya memutuskan untuk tidur di sofa karena sedari semalam mex terus saja meledek nya.
Meisya segera berdiri dari duduk nya. Meisya berjalan menuju bathroom. Meisya hanya mencuci muka dan menggosok giginya.
Karena hari ini hati minggu dan itu artinya meisya sedang libur. Maka dari itu meisya memutuskan untuk tidak mandi.
Meisya berjalan keluar dari kamar nya. Meisya segera menuju dapur. Kali ini meisya bertekad untuk memasak makan untuk nya dan juga mex. Karena selama ini mex yang memasak makanan untuk nya. Jadi hari ini gantian meisya yang memasak.
Sementara itu Mex mulai terbangun dari tidur nya. Mex mulai mengumpulkan seluruh nyawanya. Setelah itu mex segera berdiri dari tidur nya.Mex menatap sekeliling tapi dia tidak menemukan keberadaan meisya. Mex berjalan masuk ke dalam bath room.
Sekitar sepuluh menit kemudian mex berjalan keluar dari kamar nya. Mex mulai berjalan menuju dapur. Mex dapat melihat Meisya yang sedang sibuk dengan masakan nya.
Mex duduk menghadap ke arah meisya. "Suami ku sayang buka kan pintu nya di sini dingin sayang ".Ucap mex yang lagi lagi mengikuti gaya bicara meisya.
Meisya segera membalikkan badan nya dan menatap tajam ke arah mex. " Mex sudah lah aku sedang masak. Jangan sampai panci pink panas ini melayang ke kepala kau ".Ucap meisya dengan tatapan tajam nya .
" Suami ku sayang tolong buka kan pintu nya. Diluar dingin sayang ".Lagi lagi mex meledek meisya sambil tertawa.
" Mex sudah lah. Aku geli mendengar nya!!. Sekali lagi kau mengucapkan kata kata itu maka bersiap lah aku akan melempar mu dengan ulekan ini".Ucap meisya sambil menunjukkan ulekan yang sedang ia pegang. Kedua mata meisya terlihat berair.
"Kenapa kau menangis?? ".Tanya mex sambil menatap meisya dengan mata yang sedang berair. " Pertanyaan bodoh macam apa itu. Kau tidak liat aku sedang mengupas bawang ".Ucap meisya. Dan lagi lagi mex tertawa menatap meisya. " Aku kira kau menangis karena aku ledek ".Ucap mex sambil tertawa.
__ADS_1
" Mex dari pada kau terus meledek ku. Lebih baik kau bantu aku masak. Mata ku perih banget lagi. Kau itu seperti tidak ada pekerjaan saja ".Kesal meisya . " Apa yang bisa aku
bantu ?? ".Tanya mex.
" Kau tolong ulek cabe dan bawang nya ".Ucap meisya sambil memberikan ulekan di tangan nya kepada mex ." Kenapa harus mengulek bukan kah sudah ada Blender untuk menghaluskan nya".Ucap mex sambil menatap ulekan yang ada di depan nya. Ulekan itu terlihat masih baru. Namun seingat mex tidak tidak pernah membeli ulekan.
"Tidak mama ku kalau masak di rumah jarang menggunakan blend karena katanya Kalau menggunakan ulekan rasanya lebih enak ".Ucap meisya. Dan mex mulai mengulek cabe dan juga bawang.
Mex berhenti mengulek saat cabe dan bawang nya sudah halus. Kedua mata mex sudah berair dan terasa perih. Meisya menatap ke arah mex sambil tertawa mengejek.
" La kok nangis?? ".Tanya dengan senyuman mengejek.
Tiba tiba ponsel mex yang berada di atas meja bergetar . Mex segera mengangkat panggilan telpon nya. Setelah mengangkat panggilan telpon nya mex segera berjalan menuju pintu keluar apartemen nya.
" Sedang apa anda di sini nona?? ".Tanya mex sambil menatap ke arah dinda. " Apa kau tidak mau menawari ku masuk?? ".Dan tanpa di suruh dinda segera berjalan masuk ke dalam apartemen mex sambil membawa sesuatu di tangan nya.
" Mex aku membawakan mu makan. Ini aku masak sendiri, Jadi kau harus mencoba nya ".Ucap dinda. " Kenapa anda kesini nona?? ".Tanya mex sekali lagi . Karena pertanyaan nya yang tadi belum di jawab oleh dinda.
" Mex hari ini hari libur kakak dan kakak ipar ku sedang pergi bersama alan.Dan aku di tinggal sendirian ".Ucap dinda berbohong. Padahal dinda sudah di ajak Namun dinda lah yang menolak ajakan kakak nya.
Dinda segera berjalan menuju dapur sambil membawa rantang di tangan nya. Sementara itu kini semua masakan meisya sudah terhidang rapi di atas meja.
" Hai ".Sapa Dinda. Meisya segera membalikkan badan nya. Meisya begitu terkejut melihat dinda. " Sedang apa kau di sini?? ".Tanya meisya dengan tatapan sinis nya.
__ADS_1
" Aku bawakan ini untuk mex".Ucap dinda .
"Kau tidak perlu repot repot. Karena aku sudah memasak untuk suami ku ".Ucap meisya .
Mex kembali menuju dapur. " Suami ku ".Meisya segera berjalan menghampiri mex. Meisya segera menggandeng tangan mex menuju meja makan.
Dinda menatap meisya dengan tatapan tidak suka . Kini mereka bertiga sedang memakan hidangan yang ada di depan nya. " Mex coba kau rasa ini ".Ucap dinda sambil menyendok kan tumis cumi yang Ia buat ke arah mex.
Mex merasa segan untuk menolak nya. Dan mau tidak mau mex menerima suapan dari dinda. sementara meisya menatap tajam ke arah mex.
Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu. " Suami ku mau aku buatkan teh ?? ".Tanya meisya. " Tidak perlu. Dan kau tetaplah di sini ".Ucap mex. " Baik sayang ".Meisya kembali duduk di samping mex. Tidak ada jarak di antara meisya dan mex.
Lagi lagi dinda hanya bisa menahan rasa cemburu nya. " Aku tidak akan menyerah sampai aku mendapat kan mu mex ".Batin dinda. "Ohh ya mex kau bisa bantu aku. Aku mau ke rumah sakit. Dari semalam kepala ku terasa pusing. Tapi tidak ada yang menemani ku ".Ucap dinda sambil menatap sendu ke arah mex.
" Kalau pusing tinggal beli aja obat . Kenapa harus ke rumah sakit ".Sinis meisya.
" Aku sudah minum obat tapi pusing nya belum juga hilang. Apa kau kau bisa mengantar ku ke rumah sakit sebentar saja ".Ucap meisya yang lagi lagi menatap sendu mex.
" Kau kesini naik apa?? ".Tanya meisya. " Naik taksi ".Jawab dinda. " Kenapa kau tidak langsung ke rumah sakit?? ".Tanya meisya.
Dinda terdiam dan tidak menjawab ucapan mex.
"Baik lah saya akan mengantar anda ".Ucap mex. Dengan refleks meisya mencubit pinggang mex karena rasa kesal nya. " Suami ku kau bilang kau ingin menemani ku belanja".Ucap meisya dengan tatapan tajam nya.
__ADS_1