
Al segera menatap ke arah mobil sport hitam yang baru saja tiba di depan rumah nya.
Al menatap tajam ke arah mex yang keluar dari dalam mobil sport itu.
"Dari mana saja kau??. Kenapa lama sekali??. Bukan kan aku meminta mu untuk datang jam tujuh. Sekarang sudah hampir jam delapan. Kenapa kau baru tiba???".Sederetan pertanyaan keluar dari mulut Al. Al menatap mex dengan tatapan tajam nya.
"Maaf ".Hanya satu kata yang keluar dari mulut mex. " Kau mau gaji mu aku potong?? ".Al segera berjalan menuju mobil nya.
" Kak Al tunggu aku!!! ".Teriak dinda sambil berlari keluar dari rumah Al. " Kau bilang kau sedang sakit. Kalau kau masih sakit lebih baik tidak usah bekerja ".Al menatap datar ke arah dinda.
" Nggak kok aku cuma sedikit pusing aja".Ucap dinda sambil tersenyum menatap kakak nya.
Dinda segera berjalan menuju mobil mex. Dinda segera membuka pintu bagian depan mobil nya. "Kau mau apa?? ".Ucap Al sambil menahan tangan dinda. " Aku mau masuk ".Dinda kembali tersenyum menatap kakak nya.
" Kau duduk di belakang bersama ku ".Al segera menarik tangan dinda dan membawa dinda masuk ke dalam mobil.Dinda hanya bisa pasrah. Dari pada dirinya tidak di perbolehkan pergi maka lebih baik dia menurut kemauan kakak nya. Mex mulai menjalankan mobil nya menuju perusahaan Wijaya.
" Iss kenapa aku punya kakak yang sikap nya sangat menjengkelkan??. Aku ingin duduk di depan bersama mex. Tapi malah gagal karena kak Al ".Dinda menatap jengkel ke arah Al.
" Kenapa kau menatap aku seperti itu??". Al menatap tajam ke arah dinda. "Tidak aku lihat lihat selama beberapa hari ini kak Al bertambah tampan saja .Kak Al mirip aktor cina yang membintangi film meteor garden yang berperan sebagai do Ming se.Siapa nama aslinya ya??.Ohh iya kak Al mirip sama DYLAN WANG ".Ucap dinda sambil tersenyum manis menatap Al.
" Baru tau kalau aku ini tampan. Kau tidak tau kalau aku ini memang tampan sedari lahir ".Ucap Al dengan percaya dirinya. " Aku menyesal sudah memuji kakak yang kepedean nya tingkat dewa ".Dinda berucap dengan suara pelan. Namun Al masih bisa mendengar nya.
__ADS_1
" Kau buka orang pertama yang memuji ku tampan karena sudah banyak orang yang menyebut ku tampan. Dan aku sudah terbiasa mendengar pujian orang orang tentang diri ku".Al tersenyum menatap adik nya itu.
Dinda segera memalingkan wajah nya menatap keluar jendela. Ia merasa bosan mendengar ucapan Al. "Kenapa aku bisa mendapatkan kakak yang tingkat kepedean nya sangat tinggi. Aku hanya bilang dia tampan dan aku menyesal sudah memuji nya ".Batin dinda.
" Tapi kalau di banding kan dengan mex jauh lebih tampan mex dari kak Al".Ucap dinda sambil tersenyum sinis menatap Al.
Al menatap tajam dinda .Bukan karena Al tidak suka jika dirinya di bandingkan dengan mex. Tapi Al tidak suka melihat dinda yang selalu berusaha menggoda mex. Bahkan dua hari yang lalu Al merasa menyesal telah meninggal kan dinda sendirian di rumah nya . Karena dari yang Al dengar dari orang suruhan nya yang bertugas menjaga dinda bahwa dinda nekat untuk pergi ke apartemen Al.
Bahkan setelah Al mengetahui hal itu Al tidak pernah lagi membiarkan dinda pergi sendiri. Dan selama satu harian dinda tidak di perbolehkan keluar kamar nya.
Bukan tanpa alasan Al melakukan semua itu. Al sudah mendengar langsung dari mulut dinda bahwa adiknya itu akan berusaha merebut mex dari meisya. Maka dari itu Al kini bersikap posesif pada adiknya itu. Al tidak mau kalau dinda menjadi perusak hubungan mex. Dan tentu saja kalau hal itu terjadi akan berdampak pada nama baik keluarga Wijaya.
Sekitar dua puluh menit akhirnya mereka pun sampai di depan sebuah bangunan yang menjulang tinggi. Itu adalah perusahaan Wijaya.
Mereka sudah sampai di depan ruangan Al. Dinda membalikkan badan dinda ingin segera masuk ke dalam ruangan nya. Baru saja ingin melangkah Al langsung menghentikan langkah dinda. "Kau mau kemana?? ".
" Aku mau ke ruangan ku ".Dinda menatap Al dengan tatapan penuh tanya. Kenapa kakak nya itu tiba tiba menghentikan nya. " Mulai sekarang kau satu ruangan dengan ku. Semua barang barang milik mu sudah di pindahkan ke dalam ruangan ku ".Ucap Al sambil menatap dinda dengan senyuman penuh Arti.
" What???. Kak Al jangan bercanda. Aku tidak mau se ruangan dengan kak Al.Aku mau semua nya kembali di pindahkan ke ruangan
ku ".Dinda kembali menatap kesal ke arah Al. Bisa nya Al memindahkan semuanya tanpa sepengetahuan nya. " Aku tidak suka mendengar bantahan".Al segera menarik tangan dinda masuk ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
Sementara itu mex segera berjalan menuju ruangan nya yang berada di sebelah ruangan Al.
"Ehh tapi nggak apa juga lah. Ruangan kak Al bersebelahan dengan ruangan mex. Dan aku akan semakin bebas untuk bertemu dengan mex".Batin dinda sambil menatap dinding pembatas antara ruangan Al dan juga ruang mex. Namun dinda salah besar karena tujuan Al memindahkan ruangan dinda supaya Ia bisa lebih leluasa untuk mengawasi gerak gerik dinda.
*
*
*
Sekitar pukul 14:50 ..
Dinda merasa sangat kesal dengan Al karena sedari tadi Al tidak memperbolehkan kan nya untuk keluar dari ruangan nya. Bahkan saat jam makan siang Al menyuruh karyawan nya memesan makan siang untuk dirinya dan juga dinda.
Sementara itu mex meminta izin kepada Al untuk pergi menjemput meisya karena sekitar sepuluh menit lagi meisya pulang.
Dinda dapat melihat jelas dari pintu kaca mex yang keluar dari ruangan nya. " Mex mau kemana?? ".Guman dinda.Dinda mulai menatap sekeliling ruangan Al. " Dimana kak Al ".Dinda tidak menemukan di mana Al.
Dinda tersenyum lebar sambil berdiri dari duduk nya. Dinda segera berjalan keluar dari ruangan Al. Ai mulai mengejar langkah mex.
KIRA KIRA APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA??.
__ADS_1
LIKE KOMEN DAN VOTE ππ.