
"Kau mau kemana?? ".Meisya menatap mex . Cairan bening kembali mengalir dari sudut mata meisya. Mex segera membalikkan badan nya. Mex begitu terkejut saat melihat air mata meisya yang mengalir dari sudut mata meisya.
Dengan cepat mex kembali berjalan ke arah meisya. " Kau kenapa?? ".Tanya mex dengan panik. " Apa kepala mu sakit sekali ".Mex menatap serius ke arah meisya.
Namun meisya menggeleng kan kepala nya dengan cepat. " Lalu kenapa kau menangis?? ".Tanya mex lagi. Mex kembali mengambil tangan meisya dan menggenggam nya dengan erat. Meisya mengalihkan pandangan nya ke arah tangan nya yang kini di genggam erat oleh mex.
Kemudian meisya kembali menatap wajah mex.
" Apa kau benar benar akan meninggalkan aku??".Lirih meisya. "Meninggalkan mu... ".Mex bingung dengan pertanyaan meisya. Kenapa meisya tiba tiba saja bertanya hal seperti itu.
Namun kebingungan mex tidak bertahan lama karena saat ini mex kembali teringat dengan ucapan nya beberapa waktu lalu.
" Ya.. Aku akan meninggalkan mu , kalau hari ini kau belum juga sadar ".Ucap mex sambil tersenyum. Meisya terdiam mendengarkan ucapan mex. Kemudian tatapan meisya beralih menatap langit langit kamar tempat nya dirawat.
Meisya begitu kaget saat mex tiba tiba saja memeluk nya dengan erat. " Aku berjanji aku tidak akan pernah meninggalkan mu.Dan kau jangan pernah berbuat seperti ini lagi. Aku tidak akan bisa memaafkan diri ku jika aku sampai kehilangan mu ".Ucap mex yang masih saja memeluk istrinya itu dengan erat.
" Memang nya aku kenapa?? ".Tanya meisya. Meisya benar benar tidak mengingat kejadian nya. Dan kenapa dia bisa berada di rumah sakit itu. Mex pun menceritakan kejadian yang sudah meisya alami.
" Seminggu.. Kau bilang aku sudah seminggu tidak sadarkan diri?? ".Tanya meisya dengan raut wajah terkejut. " Ya ".Jawab mex.
__ADS_1
" Sekarang jawab dengan jujur apa kepala mu masih sakit ?? ".Tanya mex sambil menatap meisya dengan penuh khawatir.
Meisya menggeleng kan kepala nya . " Tidak.. Aku tidak merasakan apa pun ".Ucap meisya dengan santai nya. Padahal beberapa waktu lalu ia berkata kalau kepalanya sakit. Entah ini efek dari benturan dari kepala nya.
Mex menghela nafas nya. " Lalu kenapa tadi kau bilang kepala mu sakit. Kau membuat aku khawatir ".Ucap mex sambil mencubit pipi meisya dengan gemes. " Kepala aku sakit??. Kapan aku mengatakan nya?? ".Ucap meisya.
" Kau benar benar?? ".Mex kembali memeluk meisya dengan erat.
" Aduhhh"... Ringis meisya. Hal itu membuat mex segera menatap ke arah meisya.. "Kenapa??. Apa kepala mu sakit?? ".Mex mengusap dengan perlahan kepala meisya.
" Bukan kepala aku yang sakit. Tapi badan aku yang sakit. Kau tidak sadar ya tangan mu itu besar. Dan kau memeluk badan aku yang kecil ini dengan kuat".Ucap meisya dengan wajah yang di tekuk.
" Ohh iya kau mau makan apa?? ".Tanya mex sambil menatap meisya. " Tidak mau.. Aku tidak mau makan apa apa?? ".Jawab meisya tanpa menatap ke arah mex.
Cup... Tiba tiba kecupan singkat mendarat di bibir meisya . Kedua mata meisya terbelalak saat ia tiba tiba merasakan sesuatu yang kenyal mendarat di bibir nya.
Meisya langsung menatap tajam ke arah mex.
Plakk.. Meisya memukul mex dengan keras.
__ADS_1
" Aduhh".Ringis meisya..Bukan mex meringis kesakitan tapi meisya lah yang meringis karena tangan nya yang belum terlalu kuat ia layangkan dengan kuat untuk memukul mex. Pergelangan tangan meisya teras nyeri serta telapak tangan nya terasa panas.
"Makanya kalau belum kuat diam aja. Jangan banyak gerak. Kan sakit kan jadinya?? ".Mex perlahan menarik tangan meisya. Kemudian mex mengelus dengan lembut telapak tangan yang terlihat agak merah itu. " Kurang ajar.. Kau mengambil ciuman pertama ku tanpa izin!!. Aku tidak akan pernah memaafkan mu. Liat aja setelah aku sembuh habis kau ".Tegas meisya sambil menatap tajam ke arah mex .
" Benarkah itu ciuman pertama mu.. Wah ternyata aku sangat beruntung bisa mendapatkan ciuman pertama milik seorang meisya ".Ucap mex sambil terkekeh menatap meisya.
Meisya hanya diam dengan wajah yang di tekuk. Pandangan meisya lurus ke depan meisya tidak ingin lagi menatap mex. Karena melihat wajah mex akan membuat ke kesal meisya bertambah.
" Mex aku mau pulang.. Aku tidak nyaman berada di sini ".Ucap meisya.. Meisya paling tidak suka dengan bau rumah sakit. Di dalam ruangan itu hanya bau obat yang bisa meisya cium. "Nggak... Kau belum sembuh sepenuh nya jadi kau harus tetap di disini sampai kau benar benar sembuh ".Ucap mex sambil menekan kan kata demi kata yang dia ucapkan.
" Sekarang kau mau makan apa?? ".Tanya mex sekali lagi. " Aku sudah bilang aku tidak mau makan apa apa.. Aku tidak lapar ".Jawab meisya. Meisya memang tidak merasa lapar sama sekali. " Mau makan atau mau aku cium ?? ".Tanya mex sambil tersenyum penuh arti.
" Mex kalau aku tidak mau ya tidak mau.. Aku sudah bilang aku tidak lapar jadi jangan memaksa ku.. Sekarang lebih baik kau keluar karena aku mau tidur ".Ucap meisya. Meisya segera menarik selimut hingga menutup sebagian dada nya.
" Ya sudah tidur lah aku tidak akan menganggu mu".. Ucap mex. Mex segera berdiri dari duduk nya. "Tidur yang nyenyak sayang ".Bisik mex di telinga meisya. Meisya hanya bisa terdiam mendengar ucapan mex.
Dengan perlahan meisya kembali memejamkan kedua matanya. Sementara mex mengikuti keinginan meisya. Mex segera berjalan keluar dari ruangan meisya. Entah kemana tujuan mex, Yang jelas sekarang mex berjalan keluar dari rumah sakit itu...
__ADS_1
Sambil nunggu othor up. Mampir yuk di cerita ANAK DARI KAKAK IPAR.