
Sekitar dua jam berlalu..
Akhir nya mex kembali ke rumah sakit itu.. Mex segera berjalan masuk ke dalam ruangan meisya. Mex berjalan membawa sesuatu di tangan nya.
Mex kembali duduk di samping meisya. Sementara Meisya masih saja tertidur dengan pulas . Mex hanya terdiam sambil terus menatap wajah tenang meisya yang masih tertidur pulas.
Lama mex menunggu meisya bangun dari tidur nya. Dan tanpa terasa kini hari sudah siang namun meisya belum juga terbangun. Meisya masih saja tertidur dengan pulas.
Mex perlahan mendekat ke arah meisya. Mex menatap wajah meisya dengan jarak yang sangat dekat. Tiba tiba saja meisya terganggu dengan tidur nya.. Saat merasakan sesuatu menarik hidung nya.
Dan dengan perlahan meisya pun membuka kedua matanya. Pemandangan pertama yang meisya lihat adalah wajah tampan mex yang jarak nya sangat dekat dengan wajah nya. Kemudian pandangan meisya beralih menatap ke arah hidung nya. Ternyata mex lah yang menarik hidung meisya. Terbukti bahwa saat ini kedua jari mex masih menjadi hidung mungil meisya.
"Lepasin!! ".Teriak meisya dengan kesal. Dan teriakan meisya berhasil membuat mex kembali menarik kedua jarinya dari hidung meisya. Namun wajah mex semakin mendekat ke arah wajah meisya.
Cupp... Mex kembali mengecup singkat bibir meisya. " Selamat siang ".Ucap mex sambil tersenyum. " Mexxxx".. Teriak meisya dengan kesal. "Iya sayang aku sudah di samping mu sekarang.. Jadi kau tidak perlu berteriak memanggil ku ".Ucap mex yang kembali tersenyum menatap meisya.
" Kau sangat menyebabkan..".Teriak meisya lagi. "Maaf kalau aku menganggu tidur mu.. ".Ucap mex lagi. Meisya memalingkan wajah nya. Dia tidak ingin lagi menatap wajah mex.
Cuppp.. Mex kembali mengambil kesempatan saat meisya sedang melamun. Mex mencium pipi kiri meisya. " Mexxx..dasar brengsek ".Meisya memukul mex dengan keras. Namun lagi lagi meisya kembali merasakan nyeri di pergelangan tangan nya.
"Dasar bar bar..Makanya jangan durhaka sama suami ".Mex tertawa menatap meisya kemudian mex mengambil tangan meisya dan mengusap nya dengan pelan.
__ADS_1
" Aduhhh..".Meisya memegang kepala nya sambil meringis kesakitan. "Aduh.. Mex kepala aku sakit sekali ".Ucap meisya sambil terus memegang kepala nya.
" Meisya.. Kepala mu kenapa?? ".Mex begitu panik saat melihat meisya memegang kepalanya sambil terus meringis kesakitan.
" Kepala aku sakit.. Aduhhh".Meisya semakin meringis sambil memegang kepalanya.
"Kau tunggu sebentar aku akan panggilan dokter ".Wajah mex terlihat sangat panik. Kemudian mex segera berdiri dari duduk nya.
" Hahaha.. Yuhuu berhasil".Ucap meisya sambil tertawa keras. Mex kembali membalikan badan nya saat mendengar suara tawa meisya. "Kau... apa yang kau lakukan?? ".Mex baru menyadari nya kalau meisya hanya berpura pura.
" Aku nggak ngapa ngapain.. Aku sedang berlatih ekting kayak di film sinetron".Ucap meisya yang kembali tertawa dengan keras.
Dan ekting meisya berhasil membuat mex panik.
Namun hal itu tidak berlangsung lama . "Kau lapar?? ".Tanya mex sambil menatap wajah meisya. Meisya hanya diam sambil menelisik wajah tampan mex. " Kenapa dia tidak marah. Padahal aku ingin sekali melihat nya marah ".Batin meisya. Kemudian meisya tersadar kalau mex sedang bertanya kepala nya.
" Nggak.. Aku nggak lapar.. ".Meisya menggeleng kan kepala nya. " Lapar ataupun tidak kau harus makan!! ".Tegas mex. Kemudian mex mengambil paper bag yang ia bawa tadi. " Jadi apa gimana nya kau bertanya aku lapar atau tidak??, Kalau ujung ujung nya kau memaksa aku buat makan ".Kesal meisya.
Mex mengambil bubur yang sudah agak dingin. Kemudian dengan perlahan mex menyendok kan bubur nya ke mulut meisya. Namun meisya tidak mau membuka mulut nya. " Kau mau aku suapi pake sendok atau pake.. ".Ucapan mex terpotong. " Pake apa?? .. Aku sudah bilang aku tidak mau makan ... Aku tidak lapar ".Ucap meisya . Memang benar adanya meisya sedikit pun tidak merasa lapar.
" Ayolah sedikit saja.. Kau sudah satu minggu tidak makan... Badan mu itu sudah sangat kurus".Ucap mex. "Aku beri kau pilihan kau mau aku suapi menggunakan sendok, Atau aku suapi menggunakan ini ".Ucap mex sambil menunjuk ke arah bibir nya. Dan mau tidak mau meisya pun menuruti keinginan mex.
__ADS_1
Meisya terus saja memakan suapan demi suapan bubur yang masuk ke dalam mulut nya. Hingga bubur itu habis." Mau nambah lagi ?? ".Tanya mex.
" Nggak...!! ".Jawab meisya. " Ohh iya hp ku mana?? ".Tanya meisya sambil menatap mex. Meisya sangat merindukan ponsel kesayangan nya itu. " Ponsel mu sudah hancur ".Jawab mex jujur karena ponsel meisya memang sudah hancur saat kecelakaan itu.
" Benarkah?? ".Tanya meisya sambil menatap sendu ke arah mex. Ia tidak menyangka kalau ponsel kesayangan nya itu bisa rusak. " Ahhh padahal aku baru beli.. Mana aku beli nya mahal lagi".Lirih meisya.
"Ya sudah sekarang pinjam hp mu ".Meisya menyodorkan tangan nya ke arah mex. " Tidak.. Kau tidak boleh bermain ponsel .. Karena kau belum sembuh ".Tegas mex.
Meisya menatap tajam ke arah mex.. " Aku sudah sembuh.. Pinjam hp nya.. Sebentar aja plesss!! ".Ucap meisya. Mex menghela nafas nya.. Kemudian mex pun memberikan ponsel nya kepada meisya..
Meisya begitu bahagia saat mex meminjam kan ponsel nya. " Wah ternyata hp mu nggak di kunci".Gumam meisya sambil tersenyum.
"Aku kangen liat abs.. abs abs.. ".Guman meisya dengan pelan. Dan untung nya hal itu tidak di dengar oleh mex.
Lama mex menunggu ponsel nya di kembalikan meisya. Tapi sampai sekarang meisya belum juga mengembalikan ponsel nya. Sementara itu meisya sedari tadi terus tersenyum menatap layar ponsel itu. Bahkan sesekali meisya tertawa dengan lepas.
Mex begitu penasaran dengan apa yang meisya lihat. Dan dengan perlahan mex pun mendekat ke arah meisya. Mex begitu terkejut dengan apa yang ia lihat.
Ternyata sedari tadi meisya sedang melihat oppa oppa korea yang memperlihatkan abs alias roti sobek nya. Dengan cepat mex merebut ponsel nya dari tangan meisya.
" Ehh aku belum selesai ".Ucap meisya. Meisya benar benar tidak menyadari kalau sedari tadi mex melihat apa yang ia lihat. "Kau meminjam ponsel ku hanya untuk melihat hal seperti
__ADS_1
itu.. ".Mex kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku.