
Malam harinya..
Seperti yang sudah meisya janjikan bersama yoenjun kalau malam ini mereka akan pergi ke tempat tempat yang selama ini ingin meisya kunjungi.
Sementara mex terus saja menunggu meisya di depan kosan nya. Meisya beberapa kali mengintip lewat jendela hanya untuk mengetahui kondisi mex. "Dia itu sebenarnya mau apa sih??. Aku tau kalau dia hanya mengikuti kemauan mama Bila. Tapi tidak seharusnya dia seperti itu ".Guman meisya. Cuaca begitu dingin. Cuaca saat ini mencapai -6Β°Celcius .
Meisya segera turun dari kosan nya. Tapi kali ini meisya tidak melewati pintu depan. Meisya mencari cari jalan lain agar mex tidak melihat nya. Karena kalau sampai mex melihat nya bisa bisa malam ini dia gagal untuk pergi.
Kini meisya sedang berjalan menuju tempat nya dan yoenjun berjanji untuk bertemu. Apakah meisya hanya pergi berdua dengan yoenjun??. Jawaban nya tentu saja Karena meisya juga mengajak haessu bersama nya.
Sekitar tiga puluh menit menyusuri jalanan akhirnya meisya sampai di depan cafe tempatnya bekerja. Dan meisya dapat melihat seorang pria dan wanita yang sedang duduk di dalam cafe itu.
" Sedang apa kau di sini ".Ucap yoenjun sambil menatap datar haessu. " Aku??. Aku di suruh meisya untuk datang dan duduk di meja nomor xx".Jawab haessu . "Lalu di mana meisya sekarang?? ".Tanya yoenjun lagi. Padahal yoenjun hanya ingin berdua dengan meisya tapi entah kenapa haessu tiba tiba saja datang dan mengacaukan semua nya .
" Kau mencari ku?? ".Ucap meisya dari arah belakang yoenjun. Yoenjun segera membalikkan badan nya. " Kau sudah datang. Kenapa kau menyuruh nya untuk datang ke sini ".Tanya yoenjun yang kembali menatap datar ke arah haessu.
" Kita pergi bersama haessu ".Ucap meisya sambil tersenyum menatap haessu.Meisya segera menarik salah satu kursi dan meisya segera duduk di samping haessu.
*
*
Kini mereka sudah berada di dalam bus. Tujuan utama mereka adalah gedung binghit meisya benar benar ingin melihat gedung itu. Walaupun hanya melewati nya saja. Tapi setidak nya meisya sudah melihat nya secara langsung.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di dekat gedung binghit . Meisya hanya bisa menatap takjub bangunan yang ada di depan nya tanpa bisa berkata kata. Meisya meminta haessu untuk mengambil beberapa fotonya di depan bangunan itu.
" Yeah akhirnya ".Ucap meisya sambil tersenyum menatap beberapa foto dirinya.
" Selanjutnya kau mau ke cafe papa nya jimin kan?? ".Tanya yoenjun sambil menatap meisya.
__ADS_1
" Tidak ,selanjutnya kita langsung saja ke menara gangnam ".Jawab meisya
" Wahh".Meisya kembali menatap takjub pada apa yang dilihat nya.Di depan meisya sudah ada menara yang menjulang tinggi . "Wah tinggi banget ".Ucap meisya lagi sambil mengarahkan pandangan nya ke atas menara itu. Di puncak menatap itu terlihat ramai pengunjung.
" Kau tidak mau naik?? ".Tanya yoenjun sambil menatap meisya. " Tentu saja aku mau ".Ucap meisya. Meisya segera berjalan menaiki menara itu begitu juga dengan yoenjun dan juga haessu .
Sementara itu butiran butiran berwarna putih kembali turun dari langit. Pemandangan kota seoul dari atas menara itu terlihat sangat indah. Di tambah lagi butiran butiran salju yang membuat pemandangan di kota itu semakin indah.
" Aku tidak pernah menyangka kalau aku benar benar akan pergi ke tempat impian ku selama ini ".Ucap meisya sambil menatap suasana kota seoul dari atas menara gangnam atau menara cinta itu.
Meisya menatap ke arah haessu yang sedari tadi hanya diam sambil menundukkan kepala nya. " Hae ".Panggil meisya. " Ya ".Jawab haessu sambil menegakkan kepala nya. Jujur haessu merasa sangat gugup saat berdekatan dengan yoenjun. " Kau kenapa?? ".Tanya meisya sambil menelisik wajah haessu. " T.. tidak apa ".Jawab haessu sambil tersenyum menatap meisya.
Sekitar satu jam sudah mereka berada di atas menara itu. " Yoenjun haessu kalian tunggu sebentar di sini ".Ucap meisya sambil menatap yoenjun dan haessu secara bergantian . " Kau mau kemana?? ".Tanya yoenjun dan haessu secara serentak. " Ya ampun kalian berdua kompak sekali. Aku cuma mau beli minum sebentar ".Jawab meisya sambil tersenyum menatap yoenjun dan haessu.
" Aku ikut ".Lagi lagi yoenjun dan haessu serentak berucap. " Sepertinya kalian memang jodoh ".Guman meisya yang kembali tersenyum. " Hei aku hanya sebentar jadi kalian tidak perlu ikut ".Ucap meisya. Dan perlahan meisya mulai berjalan meninggalkan yoenjun dan haessu.
Tanpa mereka sadari sebenarnya secara diam diam meisya sudah pergi menaiki bus meninggalkan mereka berdua di atas menara itu.
" Haessu kau tunggu sebentar di sini. Dan jangan kemana mana sampai aku kembali ".Ucap yoenjun setelah itu yoenun segera berlari turun dari menara itu. Yoenjun takut kalau meisya tersesat secara meisya belum terlalu tau tentang kota seoul. Yoenjun juga beberapa kali mencoba menghubungi ponsel meisya namun tidak di angkat oleh meisya .
Yoenjun benar benar panik. Yoenjun segera berkeliling mencari cari meisya dan meninggalkan haessu sendirian di atas menara itu. Sudah tiga puluh menit pula yoenjun berkeliling mencari meisya namun yoenjun tidak menemukan meisya.
Sementara itu kini meisya sudah berada di dalam kosan nya. Meisya segera mengirim pesan kepada yoenjun. Meisya takut kalau yoenjun mencari nya.
Tring.. Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel yoenjun.
Yoenjun segera membuka ponsel nya. Berharap notifikasi yang masuk itu berasa dari meisya. Ternyata dugaan yoenjun benar itu adalah pesan dari meisya.
" Yoenjun maaf aku lupa mengatakan kalau aku ada keperluan mendadak jadi aku pulang duluan. Selamat bersenang senang ".Satu pesan dari meisya. Yoenjun pun tersenyum. Kini dia sudah merasa lega karena ternyata meisya sudah pulang.
__ADS_1
Yoenjun pun berjalan pergi meninggalkan menara itu. Yoenun tidak tau kalau dia meninggalkan sesuatu di atas menara itu.
Meisya sekarang dapat tidur dengan tenang. Meisya juga melupakan kalau seseorang sedang menunggu nya di depan kosan meisya.
Wajah mex mulai terlihat pucat karena sedari tadi dia berdiri di sana. Dan mex sedari tadi terus saja di guyur oleh butiran butiran salju.
Mex berharap kalau perjuangan nya ini membuahkan hasil. Namun sepertinya perjuangan mex kali ini akan kembali gagal karena saat ini meisya sudah tertidur pulas.
*
*
Tengah malam nya seorang wanita dan pria tiba tiba saja terbangun dari tidur nya...
Meisya yang berada di kamar nya tiba tiba saja terbangun. Begitu juga dengan yoenjun..
Mereka mencoba mengumpul nyawa sepenuh nya.
Tiba tiba saja meisya ingin membuka jendela kamar nya. Dan perlahan meisya membuka jendela nya yang terdiri dari empat lapis.
" Ya ampun mex ".Ucap meisya saat melihat seorang yang berdiri di depan kosan nya. Entah kenapa meisya bisa melupakan keberadaan mex.
" Aku seperti nya melupakan sesuatu. Apakah aku meninggalkan sesuatu di menara gangnam?? ".Yoenjun mencoba mengingat sesuatu. " Ya ampun haessu ".Yoenjun segera berlari keluar dari kamar nya. Yoenjun juga memakai jaket tebal nya. Karena seperti yang sedang ia lihat salju saat ini turun dengan deras.
Begitu juga dengan meisya. Meisya segera berlari menuruni kosan nya. " Apa yang kau lakukan di sini?? ".Tanya meisya sambil menatap ke arah mex.
Pandangan mex tiba tiba saja buram. Dan Bugg..Mex sudah tidak bisa lagi menahan bobot tubuh nya.
" Mex.. mex ".Meisya memanggil mex namun tidak ada sahutan." Ya dia pingsan ".Guman meisya. Meisya segera membawa memapah tubuh mex dan membawa mex masuk ke dalam kosan nya. Saat menaiki tangga meisya hampir saja terjatuh karena badan mex yang sangat berat.
__ADS_1
SAMBIL MENUNGGU AUTHOR UP MAMPIR DULU YUK DI CERITA TEMAN AUTHOR. CERITANYA BAGUS LO. MAMPIR YA KAKAK KAKAK ππ.