Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Pertunangan


__ADS_3

Dua hari kemudian..


Meisya sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memainkan ponsel nya.


"Mei kamu nggak ke kampus?? ".Tanya mama meisya. " Nggak ma. Kan Mei libur ".Jawab meisya.


"Oh iya kok nggak ada kabar dari tante bila ya. Gimana ya kesepakatan perjodohan kalian ".Ucap mama meisya. " Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Aku sangat bersyukur karena tidak ada kabar dari tante Bila, Itu artinya si dingin itu sudah menolak perjodohan nya".Batin meisya . Meisya tersenyum dengan puas.


Drrttt.. Drttt.. Ponsel mama meisya bergetar..


Mama meisya tersenyum bahagia saat melihat siapa yang menelfon nya.


"Assalamualaikum jeng".Ucap Nabila.


"Waalaikumsalam Jeng ".Jawab mama meisya.


" Jadi saya mau nyampai kalau anak saya sudah sepakat dan menerima perjodohan nya".


" Jadi anak Jeng bila juga udah sepakat dengan perjodohan nya ".Ucap mama meisya dengan tersenyum bahagia.


" Jadi secepatnya kami akan datang ke rumah jeng untuk melamar meisya .Hanya itu yang ingin saya sampai kan.Oh iya jeng jaga calon mantu ku baik baik ya.Assalamualaikum ".


" Ya baik jeng. Waalaikumsalam ".Jawab mama meisya.


Sementara itu meisya terdiam dengan mulut yang terbuka lebar. " Gue kagak salah dengar kan ".Guman meisya sambil menatap sendu mamanya.


Mama meisya segera berjalan ke arah meisya.


" Mei. Kamu dengar kan yang di bilang sama tante Bila tadi. Dia bakal datang buat lamar kamu".Ucap mama meisya sambil tersenyum menatap anak nya.


Sementara itu meisya masih saja terdiam mematung. "Mei tutup mulut kamu nanti masuk lala loh ".Ucap mama meisya.


Meisya segera menutup mulut nya. " Ma Mei mau keluar bentar ya ".Ucap meisya. Meisya segera berdiri dari duduk nya. Namun dengan mama meisya menarik tangan meisya. " Mei nggak boleh. Calon pengantin nggak boleh keluyuran. Orang bilang famali ".Ucap mama meisya. " Tapi Mei cuma mau ke rumah Ais ".Ucap meisya. " Pokok nya kalau mama bilang nggak boleh ya nggak boleh ".Ucap mama meisya sambil terus memegang tangan meisya.

__ADS_1


" Ya ampun Apes bener de idup gue. Masak gue harus nikah sama si dingin itu. Adu Rein tolongin gue. Gue masih nyaman menjomblo. Kalau gini caranya, Lebih baik gue jadi jomblo seumur hidup dari pada harus nikah sama si dingin itu".Batin meisya.


"Kalau gitu mei mau ke taman belakang rumah. Bentar aja ma nggak lama kok ".Ucap meisya. Dan mama meisya mengizinkan kan meisya pergi ke taman belakang rumah nya.


Kini meisya sedang duduk di salah satu bangku yang ada di taman itu. Meisya mulai menatap bunga bunga yang sudah bermekaran.


" Dasar Mex si dingin. Dia bilang udah sepakat mau nolak perjodohan nya. Tapi apa??, Dia malah menerima perjodohan nya. Apa yang dia mau dari gue?? . Gue ni kagak cantik.Otak gue juga pas pasan ".Guman meisya sambil menatap sendu ke arah bunga yang ada di taman itu.


" Mak pengen nangis. Masak iya gue harus nikah muda. Gue masih pengen ngehaluin Bangtan".Ucap meisya.


"Ehh tapi tunggu dulu. Kalau di pikir pikir Si dingin itu tampan juga ".Guman meisya sambil tersenyum. " Hah sudahlah mungkin ini udah takdir gue ".Ucap meisya..


Setelah puas berbicara sendiri. Meisya kembali masuk ke dalam rumah nya.


🍁


🍁


🍁


Dua hari kemudian..


" Adu ma Mei mau di apain si??. Mei capek ".Ucap meisya. " Sabar sebentar. Kamu tau kan kalau hari ini calon suami dan mertua kamu bakal datang. Jadi kamu harus tampil cantik ".Ucap mama meisya .


" Ma Mei tu udah cantik dari lahir, Jadi Mei nggak perlu lagi pake make up ".Ucap meisya.


Meisya begitu bosan karena sudah hampir tiga jam dia melakukan perawatan bersama mama nya.


" Ranjang mana ranjang ??. Gue pengen rebahan ".Guman meisya.


" Oke selesai. Wahh Anak mama cantik banget ".Ucap mama meisya sambil tersenyum.


Meisya terlihat begitu cantik dengan make up yang tidak terlalu tebal Di tambah lagi balutan dress kembang dan juga rambut hitam panjang yang terurai.Namun tidak ada senyuman di wajah meisya.

__ADS_1



Wajah meisya sepertinya sangat tertekan. Bagaimana tidak biasanya ini adalah jadwal tidur siang meisya. Namun kali ini meisya tidak bisa tidur siang.


" Ayo sayang kita turun ".Ucap mama meisya sambil menggandeng tangan meisya.


Sementara itu keluarga besar mex sudah berkumpul di taman belakang rumah meisya.


Taman itu sudah di dekorasi secantik mungkin.


Mama meisya segera membawa meisya ke taman. Bukan hanya keluarga besar mex yang ada di sana tapi teman teman papa dan mama meisya juga ada di sana.


" Wahh cantik banget calon menantu ku ".Guman mama Mex sambil tersenyum menatap meisya.


Seketika semua orang menatap ke arah Meisya. Bahkan mex tidak berkedip sama sekali saat menatap meisya.


Lain hal nya dengan meisya. Meisya menatap mex dengan tatapan tajam nya. Tidak ada senyuman sama sekali di wajah meisya.


Setelah kurang lebih dari 2 Akhirnya acara pertunangan meisya dan mex selesain. Dan selama itu pula meisya terus menatap mex dengan tajam...


" Ma kepala Mei pusing. Mei ke kamar dulu ya".Ucap Mei. "Sayang kamu kenapa . Kamu sakit ya. Sini biar mama antar ke kamar ".Ucap mama mex sambil menatap khawatir ke arah meisya.


" Nggak kok tante, Mei cuma pusing aja ".Ucap meisya. Mei segera berjalan meninggalkan taman yang masih ramai dengan orang itu.


" Ais ke mana ya. Kok Ais nggak datang?? ".Guman meisya. " Nona Ais sedang pergi bersama tuan Alif ".Jawab seorang pria dari belakang meisya.


Meisya segera membalikkan badan nya. " Kau. Ngapain kau di sini ".Sinis meisya dengan tatapan tajam nya.Mex tidak menjawab pertanyaan meisya.


" Kau sudah sepakat mau menolak perjodohan ini. Tapi apa??. Dasar ".Ucap meisya dengan tatapan tajam nya.


" Mex orang terpercaya dari perusahaan Wijaya merupakan Asisten Tuan Alif Wijaya. Namun omongan nya tidak dapat di percaya".Ucap meisya sambil menatap sinis mex.


Meisya segera berjalan memasuki rumah nya .

__ADS_1


__ADS_2