Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Permintaan mex


__ADS_3

Pagi harinya...


Mex perlahan membuka kedua matanya nya. Mex beberapa kali Mengerjapkan kedua matanya hingga pandangan nya jelas. Perlahan mex mulai mengedarkan pandangan nya. Menatap ke seluruh ruangan yang berukuran kecil itu.


Tempat itu terasa sangat asing bagi mex. Dan perlahan mex pun mendudukkan badan nya di atas ranjang kecil itu. Dan mex kembali mengedarkan pandangan nya. Ruangan itu terlihat sangat kecil dan sepi. Bahkan tidak ada siapa pun di sana.


Pandangan mex tiba tiba saja terhenti saat melihat seseorang yang sedang tertidur di atas lantai yang hanya beralaskan selimut tebal.


Sebuah senyuman muncul dari wajah mex saat melihat wajah tenang meisya yang sedang tertidur pulas. Mex perlahan turun dari atas ranjang itu. Mex segera berbaring di samping meisya sambil menopang kepala dengan salah satu tangan nya. Mex terus saja menatap lekat wajah meisya.


Bahkan kini jarak antara wajah mex dan wajah meisya sanga lah dekat. Meisya merasa terganggu dengan tidur nya saat merasakan hembusan nafas tepat di wajah nya. Dan perlahan meisya pun membuka kedua matanya.


Dan pandangan yang ada di depan mata meisya benar benar membuat meisya terkejut. "Ahhkkk".. Plakk...Meisya berteriak dan tentu saja tangan nya tidak ikut diam. Sebuah pukulan keras mendarat tepat di wajah tampan mex . Mex hanya bisa meringis saat wajah nya terasa sakit dan agak panas.


" Apa yang kau lakukan?? ".Bentak meisya. Bahkan rasa kantuk meisya hilang seketika. Meisya segera berdiri . "Maaf aku tidak bermaksud untuk menganggu tidur mu ".Ucap mex sambil tersenyum menatap meisya.


"Huuuhh sudah lah, aku malas berdebat dengan mu . Apa kau sudah sehat??".Tanya meisya sambil menatap mex.

__ADS_1


" Memang nya aku kenapa?? ".Mex menatap bingung ke arah Indonesia. "Kau tidak ingat. Jika aku tidak menyelamat kan mu semalam. Aku rasa pagi ini kau sudah berada di alam yang berbeda ".Ucap meisya sambil menggeleng kan kepala nya.


" Apa maksud mu?? ".Mex masih belum mengerti dengan apa yang sedang meisya bicara kan. " Kau berdiri di depan kosan ini hingga larut malam. Dan salju turun dengan deras. Kau mau cari mati ya??".Ucap meisya lagi.


"Ya sebenar nya itu tujuan ku. Tapi kenapa kau malah menyelamat kan ku?? ".Ucap mex. Mex ingin mendengar jawaban kalau meisya masih menyukai nya. " Karena aku masi punya rasa kemanusiaan ".Jawab meisya. " Asal kau tau karena kau malam tadi aku harus tidur di lantai ".Kesal meisya.


"Sekarang kau kan sudah kembali sehat. Lebih baik kau kembali ke tempat asal mu. Karena sebentar lagi aku mau pergi ke kampus ".Ucap meisya sambil tersenyum. " Apa kau mengusir ku?? " . Tanya mex. "Ya aku mengusir mu ".Jawab meisya.


" Izin kan aku untuk menginap di sini selama beberapa malam. Badan ku masih terasa


sakit .Dan kepala ku juga masih pusing ".Guman mex sambil memegang kepala nya.


"Kalau aku benar benar sakit apa kau mau mengizinkan aku tinggal di sini ?? ".Tanya mex sambil tersenyum menatap meisya.


" Tentu saja... "..


" Benarkah??. Wah Terima kasih ".Ucap mex dengan senyuman yang mengembang. Mex benar benar berubah 180Β°.Bahkan sikap dingin mex tidak terlihat sama sekali. Apakah sikap dingin mex sudah di ambil oleh salju semalam??.

__ADS_1


" Tentu saja tidak.. Ini kosan bukan penginapan. Di sini cuma bisa satu orang. Jadi lebih baik sekarang kau pergi cari tempat penginapan.Di dekat sini banyak tempat penginapan . Karena aku mau mandi ".Guman meisya.


" Ya aku tau.. Tapi aku tidak punya uang ".Ucap mex berbohong. " Haa.. Yang benar aja. Kau itu kaya dan banyak uang. Bisa bisa nya kau bilang tidak punya uang. Nanti kalau semua kekayaan mu di ambil kembali oleh yang maha Kuasa baru tau rasa ".Ucap meisya. " Aku serius".Guman mex lagi.


"Ya sudah kalau begitu kau pulang saja ke Indonesia ".Ucap meisya sambil tersenyum penuh arti. Meisya segera mengambil baju ganti dan juga handuk nya. Setelah itu meisya berjalan menuju kamar mandi.


" Jadi selama ini dia tinggal di tempat seperti ini??".Guman mex . Mex kembali mengedarkan pandangan nya menatap sekeliling ruangan yang berukuran kecil itu. Mungkin ruangan itu hanya berukuran setengah dari kamar hotel nya . Namun kamar itu tertata dengan rapi. Walaupun sempit mex merasa nyaman berada di dalam kamar itu. Di tambah lagi di dalam kamar itu tercium bau parfum khas yang selalu meisya gunakan.


Sekitar empat puluh menit berlaku tapi posisi mex masih sama seperti tadi. Mex duduk di atas ranjang berukuran kecil itu.Namun tatapan mex kini terhenti tepat di dekat meja belajar meisya. Mex menatap buku buku yang berada di atas nya.Mex melihat ke arah sebuah binder yang berukuran agak kecil dan di penuhi dengan stiker animasi animasi. Mex segera berdiri dan berjalan menuju meja itu. Tangan mex terulur memegang binder itu.


"Kau mau apa?? ".Meisya segera merebut binder itu. " Jangan berani beraninya menyentuh barang milik ku. Aku tidak suka ".Ucap meisya lagi. " Memang nya kenapa kau kan istri ku. Aku hanya ingin tau apa isi di dalam binder itu ".Ucap mex yang masih saja menatap binder yang di pegang meisya.


" Kepo banget. Sekarang lebih baik kau keluar dan kembali ke tempat asal mu.Karena sebentar lagi mau berangkat ".Ucap meisya. Meisya memasukkan beberapa buku dan juga binder yang ia pegang ke dalam tas nya. Tidak lupa meisya juga memasukkan ponsel ke dalam saku jaket tebal nya.


Meisya juga mengambil jaket mex yang sudah ia keringkan semalam. Setelah itu meisya memberikan jaket tebal itu kepada mex.


Setelah mex memakai jaket nya, Meisya pun menarik tangan mex keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Setelah itu meisya mengunci kamar kos nya menggunakan password. " Aku pergi dulu. Baii".Ucap meisya sambil melambaikan tangan nya.


Setelah itu meisya segera berjalan menuruni anak tangga satu persatu.


__ADS_2