
Mex menarik tangan meisya dan membawa meisya ke dalam kamar nya.Namun dengan cepat meisya menarik kembali tangan nya dan menghempas tangan mex. "Kau itu kenapa??. Jangan menghalangi aku . Regi sudah menunggu aku di depan.Dan aku tidak ingin membuat nya menunggu ".Ucap meisya dengan tatapan kesal nya.
Meisya kembali berjalan keluar dari kamar mex. Dengan cepat mex mendahului langkah meisya. Mex segera menutup pintu kamar nya. Setelah itu mex memasukan kunci nya ke dalam saku celana nya. " Apa kau tuli. Kau tidak mendengar perkataan ku??. Sekarang aku minta ganti pakaian mu!!".
" Mex aku tidak peduli lagi dengan mu. Mulai sekarang terserah pada mu kau mau jalan bersama dinda terserah mu aku tidak akan menghalangi mu".Ucap meisya.
"Dan juga jangan pernah menghalangi ku untuk pergi bersama pria lain. Satu lagi kita terikat dalam pernikahan hanya karena perjodohan.Jadi sekarang berikan kunci nya aku ingin keluar ".Ucap meisya lagi.
" Ya ampun ternyata berdrama itu seru juga ya. Apalagi saat melihat wajah si Dingin ini kesal. Rasanya aku tidak ingin mengakhiri drama ini ".Batin meisya. Ingin rasanya meisya tertawa saat melihat raut wajah mex.
" Aku tidak menghalangi mu untuk pergi. Tapi aku cuma mau kau mengganti pakaian mu".Ucap mex dengan tatapan tajam nya.
"Kenapa aku harus menuruti mu??. Lagian yang mau pergi dinner aku. Kenapa malah kau yang mengatur pakaian ku??".Ucap meisya sambil tersenyum sinis.
" Apa kau tidak punya malu??. Kau mau pergi dengan pakaian seperti ini. Apa kau sudah
gila ".Tegas mex.
" Memang nya kenapa. Aku hanya ingin mencoba nya sekali saja".Ucap meisya. Rasanya meisya sudah tidak bisa lagi menahan tawa nya. Namun dengan sekuat tenaga meisya berusaha menahan tawa nya.
Namun rasa ingin tertawa meisya berubah seketika saat melihat mex yang berjalan mendekat ke arah nya sambil menatap nya dengan tatapan tajam. Meisya mulai memundurkan langkah nya perlahan lahan.
"Ganti pakaian mu sekarang juga atau... ".Ucapan mex terpotong. " Atau apa?? ".Tanya meisya. Mex semakin mendekat ke arah meisya. Hingga akhirnya tubuh meisya sudah mencapai dinding. Meisya sudah tidak bisa lagi memundurkan langkah nya.
Mex terus saja berjalan mendekat ke arah meisya. Kini jarak antara mex dan meisya begitu dekat. Bahkan meisya dapat merasakan hembusan nafas mex. Mex segera mengurung meisya dengan tangan nya.
" Kalau kau tidak mau menggantinya biar aku yang membantu mu mengganti pakaian mu ".Ucap mex sambil tersenyum penuh Arti.
" Kalau aku tidak mau kau mau apa?? ".Ucap meisya dengan senyuman nya yang seakan akan sedang menantang mex.
Mex berfikir ingin mengerjai meisya. Mex mulai mendekatkan wajah nya ke arah meisya. " Kalau kau masih tidak mau sekarang juga bersiap lah untuk bercinta dengan ku ".Bisik mex di telinga meisya .
__ADS_1
Mex mulai mendekat kan bibir nya ke bibir meisya. Namun dengan cepat meisya segera berjongkok di atas lantai sehingga mex hanya dapat mencium tembok yang ada di depan nya.
Meisya perlahan mulai menjauh dari mex setelah itu meisya segera berdiri dari duduk nya .
" Bhuaahahaa".Meisya sudah tidak bisa lagi menahan tawa nya saat melihat bibir mex mencium tembok.
"Astaga tembok nya udah nggak suci lagi".Ucap meisya yang terus saja tertawa dengan keras . Mex membelalakkan kedua matanya saat ia tersadar kalau ia sedang mencium tembok. Dengan cepat mex menarik bibir nya kembali .
" Makanya jadi manusia jangan mesum ".Ucap meisya dengan senyuman mengejek .Meisya segera menuju lemari meisya segera mengambil pakaian yang sudah ia siapkan untuk dinner bersama Aan. Meisya segera membawa pakaian nya ke ruang ganti karena sebentar lagi Aan akan datang menjemput nya.
" Puas banget gue liat si dingin itu mencium tembok. Kira kira gimana rasanya ya ".Guman meisya kembali tertawa saat mengingat mex mencium tembok.
Meisya keluar dari ruang ganti.Terlihat meisya sudah berpakaian seperti biasanya.
Meisya menatap ke arah mex yang sedang duduk di atas sofa. " Ciss Dulu buat si dingin yang sudah menodai tembok ".Tawa meisya kembali pecah saat melihat raut wajah kesal mex. Mex melihat ke arah meisya. Mex menatap meisya dengan tajam.
" Kenapa kau mengganti pakaian mu?? ".Mex tersenyum sinis menatap meisya.
" Apa kau benar benar menginginkan kunci nya?? ".Mex tersenyum penuh arti. " Tentu saja".Jawab meisya singkat. "Kalau begitu silah kan ambil ".Mex menunduk ke saku kanan celana nya.
" Apa kau sudah gila !!! ".Meisya tida bisa membayangkan diri nya yang memasukkan tangan ke dalam saku celana mex. " Kau mau tidak??? . Aku sudah memberikan mu kesempatan untuk mengambil nya sendiri. Atau kau takut ".Mex menatap meisya sambil tersenyum sinis.
Dan tanpa banyak bicara meisya berjalan mendekat ke arah mex.Meisya segera memasukkan tangan nya ke dalam saku celana mex. " Dapat ".Setelah mendapatkan kuncinya meisya segera membuka pintu kamar nya.
Sementara itu Regi sudah menunggu meisya di basemen apartemen xx.
Sekitar lima menit kemudian meisya sampai di lantai dasar. Meisya segera berjalan keluar dari apartemen itu.Ia mulai mengedarkan pandangan nya. Dan pandangan meisya terhenti di salah satu mobil sport hitam yang sedang terparkir di depan apartemen itu. Dan juga terlihat seorang pria tampan yang sedang berdiri di samping mobil sport itu.
" Hai Gi. Lo udah lama nunggu ya?? ".Tanya meisya. "Nggak kok aku baru juga sampai ".Jawab Regi sambil tersenyum.
" Ya udah kita berangkat sekarang entar kemalaman lagi ".Ucap Regi. Regi segera membukakan pintu mobil nya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Meisya dan Regi sudah sampai di salah satu restoran tempat biasa mereka makan. Meisya dan Regi duduk di salah satu meja yang ada di dalam restoran itu. " Kau mau pesan apa Me?? ".Tanya Regi.
" Gue pesan yang kayak biasa aja. Ayam crispy pedas sama jus jeruk ".Jawab meisya.
Sekitar sepuluh menit menunggu akhir nya pesanan mereka sayang juga. Dan mereka pun memulai makan malam nya.
" Oh Ya mei kok aku nggak pernah liat Reina. Reina kemana biasa nya di selalu bersama kau".
"Reina pergi ke paris karena orang tua nya sedang bertugas di sana. Jadi dia ikut bersama kedua orang tua nya".Jawab meisya.
" Paris?? ".
" Iya kalau nggak salah. Dia bilang dia tinggal di kota Raffles Paris".
"Benarkah?? . Aku juga tinggal di sana. Tapi aku lagi pengen makan makanan Indonesia jadi aku pulang ke Indonesia. Nggak lama palingan cuma seminggu. Habis itu aku bakal balik lagi ke Paris ".
" Cepat amat si. Lo tau nggak gue nggak punya teman yang bisa di ajak pergi pergi lagi. Jadi sekarang kalau gue mau pergi palingan ya sendiri. Ais udah punya anak jadi nggak bisa di ajak pergi pergi lagi".
"Ohh ya gi si Reina jomblo tu. Lo nggak mau sama dia secara kan lo juga jomblo ".Ucap meisya sambil tersenyum.
" Nyadar diri mei. Kau juga jomblo ".Ucap Regi sambil tersenyum mengejek.
" Sorry ya sekarang gue udah nggak jomblo
lagi ".Ucap meisya.
Sementara itu di luar restoran seorang pria tampan sedang memperhatikan interaksi antara meisya dan juga Regi.
LIKE KOMEN DAN VOTE...
TERIMA KASIH...
__ADS_1