Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Rencana dinda


__ADS_3

Di sisi lain tepat nya di sebuah kamar. Dinda sedang duduk sambil bersandar di ranjang nya.Hari ini dinda izin kepada Al tidak masuk kerja Ia berasalan kalau sakit nya sedang kambuh. Tentu saja Al mempercayai adik nya.


"Aku harus cepat bertindak sebelum mex benar benar menyukai istrinya".Guman dinda. Dinda kembali teringat saat mex menatap meisya. Tatapan itu adalah sebuah tatapan yang sulit di artikan.


" Tidak ada cara lain. Aku harus secepat nya menjalan kan rencana ini. Kalau tidak aku khawatir kalau aku tidak akan bisa untuk memiliki mex ".Ucap dinda sambil mengepal kan tangan nya. Pikiran dinda terus saja di penuhi dengan rasa cemburu. Dinda terus saja membayangkan apa yang sedang di lakukan mex dan meisya di kamar nya. " Apa mex dan istrinya sudah pernah... ".Dinda menghentikan ucapan nya.


" Aku tidak peduli. Aku yang lebih dulu mengenal mex. Dan wanita itulah yang sudah merebut mex dari ku. Aku tidak peduli pandangan orang orang kepada ku. Dan aku tau kalau mex juga menyukai ku. Tapi sepertinya rasa suka mex kepada ku mulai berkurang karena kehadiran wanita itu. Maka dari itu aku harus merebut kembali hati mex ".Guman dinda.


Tok.. Tok..


" Nona ".Panggil bik Rina dari luar kamar dinda.


"Iya ada apa bik ".Jawab dinda dengan nada suara lirih. " Non ini makan siang non. Non dinda belum makan dari pagi ".Ucap bik Rina.


" Nanti aja bik dinda belum lapar ".Lirih dinda lagi." Tapi Non, Non dinda dari pagi belum makan. Nanti mag kambuh lagi Non ".Ucap bik Rina mencoba membujuk dinda . " Nanti aja ya bik dinda bener bener nggak nafsu makan ".Lirih dinda. Bik Rina pun kehabisan akal untuk membujuk dinda makan. Dan mau tidak mau bik Rina kembali membawa nampan yang ia pegang menuju dapur.


" Bik itu nasi buat siapa?? ".Tanya Ais saat melihat bik Rina membawa nampan yang berisi sepiring nasi dan juga segelas Air putih.


" Ini tadi bibik mau kasih ke Non dinda. Non dinda dari pagi belum makan. Bibik takut kalau sakit mag nya Non dinda kambuh".Ucap bik Rina dengan raut wajah khawatir.


"Ya udah bibik bantu Ais kasih makan Alan ya. Biar Ais yang bujuk dinda buat makan".Ucap Ais sambil tersenyum menatap bik Rina. Ais segera mengambil nampan nya dari tangan bik Rina. Ais segera berjalan menuju kamar dinda.


Tok.. tok..


" Bik dinda udah bilang. Dinda nggak selera makan ".Ucap dinda dari dalam kamar nya.


" Dinda buka pintu nya ini kakak ".Ucap Ais.


Dinda segera berdiri membuka pintu kamar nya. " Iya ada apa kak?? ".Tanya dinda.


Ais segera berjalan masuk ke kamar dinda sambil membawa nampan di tangan nya.


" Dek kamu harus makan. Kakak nggak mau liat kamu sakit. Kamu dari pagi belum makan".Ucap Ais sambil tersenyum menatap dinda.

__ADS_1


"Tapi kak dinda nggak lapar ".Lirih dinda. " Sedikit aja. Nanti sakit mag kamu tambah parah lo. Biar kakak suapin ya".Ais mulai menyuapi dinda makan. Dinda sudah tidak dapat lagi menolak kemauan kakak iparnya.


*


*


*


Malam harinya kini meisya dan mex sedang makan malam sambil di temani keheningan.


Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar di dalam ruangan itu.


Kali ini meisya memberanikan diri untuk menatap wajah tampan mex. Untuk pertama kalinya meisya menatap lekat wajah mex. Dan tatapan itu sulit untuk di artikan.


Bertepatan dengan itu mex juga menatap sekilas ke arah meisya. Sehingga tatapan mata mereka bertemu. Dengan cepat meisya menundukkan kepalanya.


Setelah selesai makan seperti biasa meisya langsung menuju kamar. Meisya segera menuju meja belajar nya. Meisya mulai menghidupkan laptop nya.


Meisya kembali memeriksa file file yang akan di print dan di kumpulkan ke dosen nya besok.


Drrtt.. Drrtt..


Ponsel mex bergetar...


Dan tertera nama dinda di layar ponsel mex.


Mex menghela nafas nya sambil mengangkat panggilan dari dinda.


"Halo mex ".Lirih dinda.


" Ya " . Jawab mex singkat .


"Mex apa kau bisa membantu ku. Sakit mag ku kambuh. Kak Al sibuk dan dia tidak bisa menemaniku ke rumah sakit " .Ucap dinda dengan lirih sambil meringis.

__ADS_1


"Aku juga sibuk ".


" Mex tolong lah. Aku sudah tidak tahan lagi ".Lirih dinda . Dinda terus saja meringis kesakitan.


" Ya sudah tunggu sebentar ".Mex segera menutup telpon nya.


" Meisya aku pergi keluar sebentar. Hanya sebentar ".Ucap mex sambil menatap meisya.


Meisya begitu kaget saat mex menyebut nama nya. Meisya segera menatap ke arah mex.


" Hanya sebentar ".Ucap mex lagi.


Mex segera mengambil kunci mobil nya.


Mex berjalan keluar dari apartemen nya.Ia segera menuju lantai dasar.


Sekitar tiga puluh menit kemudian mex pun sampai di depan rumah Al. Dinda sudah menunggu mex sedari tadi. Dinda terus saja memegang dada nya.


" Untuk aja kak Al lagi sibuk. Jadi aku bisa pergi diam diam ".Batin dinda .


Akhirnya mereka sampai di rumah sakit internasional. Mex menunggu dinda di luar ruangan tempat pengecekan dinda.


Sekitar dua puluh menit kemudian dinda keluar dari ruangan itu.


Dan kini mereka sudah dalam perjalanan kembali. " Mex berhenti sebentar. Aku harus aku mau beli minum sebentar ".Ucap dinda.


Mex pun mengikuti kemauan dinda. Sekitar lima menit menunggu akhirnya dinda kembali dengan membawa dua botol minuman dingin.


Dinda memberikan satu botol minuman nya kepada mex. " Ini. Kau pasti haus ".Ucap dinda sambil tersenyum . Dan tanpa pikir panjang mex segera meminum air itu.Mex tidak tau kalau di dalam air yang ia minum tercampur sesuatu.


Dinda tersenyum bahagia saat melihat mex meminum Air yang ada di dalam botol itu.


Sementara itu Meisya sedari tadi merasa tidak enak . " Mex bilang dia hanya pergi sebentar. Ini sudah hampir satu jam tapi kenapa mex belum juga kembali?? ".

__ADS_1


**MAAF YA KALAU AKHIR AKHIR INI AUTHOR SERING TELAT UP. HARI INI AUTHOR KASIH DUA EPS YA 😊😊.


LIKEE**.


__ADS_2