
Setelah berlari dan menguras tenaga yang cukup banyak akhir nya mex sampai di depan ruang UGD. Mex dapat melihat seorang wanita cantik dengan rambut panjang tengah berjalan mondar mandir di depan ruangan itu.
Wanita itu terus berjalan mondar mandir di depan ruangan UGD sambil terus menangis. Dia adalah haessu
"Bagaimana keadaan meisya?? ".Lirih mex sambil menatap haessu . Haessu segera membalikkan badan nya. " Meisya.. Meisya.. hiks.. hiks.. Dia masih di dalam ".Ucap haessu sambil terisak. Haessu benar benar sedih bercampur takut melihat keadaan meisya.
Flashback on
Malam ini haessu dan meisya sudah berjanji ingin bertemu di cafe tempat meisya bekerja.
Haessu dan meisya ingin membahas tentang materi presentasi nya. Karena kebetulan meisya kurang paham dengan materi yang akan dia bahas, Maka dari itu mereka ingin membahas nya bersama. Haessu dan meisya berjanji ingin bertemu jam sembilan malam.
Namun haessu pergi lebih awal. Saat di perjalanan menuju cafe tersebut. Haessu melihat jalanan yang di ke rumuni oleh banyak orang. Karena rasa penasaran haessu pun mendekat ke arah kerumunan tersebut.
Haessu benar benar terkejut saat melihat seorang wanita yang sangat ia kenal tergeletak di pinggir jalan dengan darah segar yang terus mengalir dari kepala nya. Dan dengan perlahan darah yang mengalir itu mulai membeku karena cuaca yang dingin.
Haessu tidak bisa berkata kata lagi. Air mata mulai mengalir dari sudut matanya saat melihat kondisi meisya. Kaki haessu bergetar dengan hebat saat melihat darah segar dari kepala meisya. Dan haessu juga ikut ke dalam mobil ambulan bersama meisya.
Setelah sampai di rumah sakit meisya pun segera di tangani oleh dokter.
Flashback off
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan nya ??".Lirih mex lagi. Rasanya mulut mex sangat sulit untuk berbicara seluruh badan nya bergetar dengan hebat. Kedua matanya nya kembali terasa panas. Namun dengan sekuat tenaga mex berusaha agar tidak menangis.
" Meisya di tabrak.. Dan.. Dan di kepalanya terus saja keluar darah".Jawab haessu dengan Air mata yang terus saja mengalir. Haessu tidak bisa membayangkan jika ia harus kehilangan teman terbaiknya itu.
Mex tidak bisa berkata kata lagi. Karena sekarang dari kedua sudut matanya sudah mulai keluar cairan bening.
"Sudah satu jam dokter menangani meisya.. Tapi sampai sekarang dokter nya belum keluar juga ".Ucap haessu lagi. Haessu menatap ke arah mex. Haessu dapat melihat dengan jelas dari sudut mata mex keluar cairan bening.
Seorang dokter cantik keluar dari dalam ruangan itu. Dengan cepat haessu menghampiri dokter wanita itu.
"Geunyeoui sangtaeneun eotteohseubnikka?? (Bagaimana kondisinya)??".Tanya haessu sambil menatap lekat wajah dokter cantik itu.
"hyeonjae uisig-i eobsneun sangtaeimyeo
ib-wonssilo idonghagessseubnida (Saat ini dia belum sadarkan diri dan kami akan memindahkan nya ke ruang rawat ) ".Ucap dokter itu . Setelah itu dokter cantik itu kembali masuk ke dalam ruangan tempat meisya di tangani.
Mex hanya terdiam sambil menatap serius interaksi antara haessu dan dokter cantik itu.
Mex sama sekali tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan. Haessu mengerti dengan tatapan mex. Mex menatap nya seakan bertanya. " Dokter berkata dia sudah berhasil menangani meisya. Namun saat ini meisya belum sadarkan diri dan dia akan di pindahkan ke ruang rawat ".Ucap haessu.
Mex hanya diam mendengar semua yang di katakan haessu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian pintu ruangan itu segera di buka. Empat orang perawat mendorong hospital bed keluar dari ruangan itu. Dan terlihat lah meisya yang berada di atas hospital bed itu dengan selang oksigen yang menempel di hidung nya. Meisya terlihat sangat pucat.
Haessu pun mengikuti ke empat perawat yang membawa meisya begitu juga dengan mex.
*
*
Kini meisya sudah berada di ruang rawat.Setelah melihat kondisi meisya haessu pun berlalu keluar dari ruangan itu. Haessu ingin memberikan ruang untuk mex dan juga meisya. Haessu mengira kalau mex adalah pacar meisya. Karena tadi haessu melihat mex yang menangis.
Kini di dalam ruangan itu hanya ada mex dan juga meisya. Perlahan mex duduk di samping meisya. Mex menatap wajah meisya. Kemudian dengan perlahan mex menggenggam tangan meisya.Mex terdiam dia bingung mau mengucapkan apa. Karena sekarang mulut nya sangat sulit untuk berbicara hanya kedua matanya saja lah yang bisa mengeluarkan cairan bening melihat orang yang ia cintai terbaring lemah dengan selang oksigen yang menempel di hidung nya.
"Hei kau. Apa yang kau lakukan ha?? ".Ucap mex sambil menatap lekat wajah meisya.
" Kau tau aku menyesal sudah membiarkan mu pergi sendirian. Aku benar benar menyesal ".Ucap mex lagi. Sementara cairan bening terus keluar dari sudut mata mex.
" Meisya bangun lah. Aku tidak ingin kehilangan mu. Aku mencintai mu. sangat sangat mencintai mu".Lirih mex sambil menggenggam erat tangan meisya. "Aku minta maaf atas semua perkataan ku . Aku tidak bermaksud untuk melakukan nya, Aku tidak bermaksud untuk menjadikan mu pelampiasan ku . Tapi aku bersyukur dengan pernikahan konyol itu aku bisa mengenalmu lebih dalam lagi ".Ucap mex sambil tersenyum menatap meisya. Sudah sepanjang itu mex berbicara namun tidak ada respon sama sekali dari meisya.
Meisya hanya diam seakan tak berniat untuk membalas ucapan mex. " Meisya aku mencintai mu. Meisya bangun lah!!. Aku ingin melihat sikap mu yang kasar. Aku ingin mendengar kau memarahi ku.. Hiks.. hiks.. "Ucap mex sambil terisak...
Hai kak maaf ya kalau up nya lama banget..
__ADS_1