
Kini Ais meisya dan juga Reina sudah berdiri di depan sebuah perusahaan. Mereka sangat takjub melihat pemandangan yang ada di depan mata nya. "Gila gedek amat.. Guman meisya. " Gue nggak nyangka Aslinya kayak gini... Keren banget.. Ucap meisya tanpa mengalihkan pandangan mata nya yang terus saja menatap ke depan.
"Mey lo ngapain. lo mau sampai kapan berdiri di sini.. ucap Reina.. Meisya tersadar dari lamunan nya. Meisya segera mengedarkan pandangan nya. Terlihat Ais yang sedang berdiri di belakang Al dan mex.
" Kenapa nggak bilang dari tadi sih.. Kesal meisya.. Meisya segera mengikuti langkah Reina menuju Ais..
Al dan Mex segera memasuki lift khusus. Namun Ais menghentikan langkah nya tepat di depan pintu lift. Ais terlihat ragu..
"Mari masuk nona.. Ucap mex.. Ais mulai melangkah masuk kedalam lift di ikuti oleh meisya dan Reina.. Keheningan mulai datang menghampiri tidak Ada seorang pun dari mereka yang membuka suara.
Tingg.. Lift pun terbuka..
Al segera berjalan menuju ruangan nya di ikuti oleh mex Ais meisya dan juga Reina . " Mex antar mereka ke ruang Reya... Ucap Al sambil melihat kearah meisya dan Reina..
__ADS_1
Mex berjalan keluar dari ruangan Al di ikuti oleh meisya dan Reina. Mereka bertanya tanya kenapa Ais tidak ikut..
Mex kembali memasuki lift begitu juga dengan meisya dan Reina..Mereka akan menuju Ruangan manejer . Reya adalah nama manejer di perusahaan Wijaya . Dan Reya yang bertugas menangani mahasiswa yang sedang magang.
Kini mereka sudah sampai di depan sebuah ruangan. Mex mulai membuka pintu ruangan Reya. "Kak Ais kok nggak ikut sihh..???.. Tanya meisya kepada mex. Namun tak mendapat jawaban sama sekali.
" Budeg kali ya.. Ucap meisya pelan namun masih bisa di dengar oleh mex. "Tuan Alif ada urusan dengan nona Ais... Ucap mex datar.
Setelah mengantar meisya dan Reina Mex kembali menuju ruangan nya yang berada di samping ruangan Al.
Di sisi lain..
" Kak Ais mau ikut meisya dan Reina.. Ucap Ais sambil menundukkan kepala nya..
__ADS_1
"Sebelum lo ngikut mereka lo harus bersin dulu ruangan gue.. ucap Al yang fokus pada laptop nya.." Kok..ucapan Ais terpotong. "Kalau nggak mau ya sudah lo bisa pergi dari sini.. Ucap Al..Ais mulai mengedarkan pandangan nya ruangan Al terlihat bersih dan rapi.. " Tapi kak ruangan nya udah bersih.. Ucap Ais.. "Jangan membantah.. Tegas Al..Ais tidak berani membantah ucapan Al lagi dan Ais mulai membersihkan ruangan Al..
Sementara itu..
Kini dua tumpuk berkas sudah Ada di depan meisya dan Reina. " Tugas kalian cuma men stempel berkas berkas ini.. Ucap Reya ketus..
"Saya beri waktu 1 jam kalau tidak selesai saya akan tambah kan tugas yang lain.. Ucap Reya dengan tatapan tajam nya.. Setelah itu Reya kembali ke tempat duduk nya..
" Cuma dia bilang..Gila bener masa berkas sebanyak harus selesai dalam 1 jam.. Ucap meisya.. "Iya ni si Ais kemana lagi.. guman Reina..
Dan dengan perasaan kesal mereka mulai mengerjakan tugas yang di berikan Reya. "Mana tatapan nya tajam lagi. Kayak pengen makan orang.. Ucap Meisya dengan pelan.. Sedangkan Reina hanya tersenyum mendengar ocehan sahabat nya itu..
" Padahal tadi dia senyum senyum sama kak Mex. Ehh sekarang malah marah marah.. Batin meisya..
__ADS_1