Love Me Please Hubby

Love Me Please Hubby
S2 Meisya dan Mex


__ADS_3

Seminggu telah berlalu. Dan mex masih tetap berusaha untuk kembali bersama meisya. Namun beberapa hari terakhir meisya tidak pernah lagi lewat di jalanan itu. Namun dengan bersemangat mex terus menunggu meisya.


Hari ini adalah hari minggu dan hari ini lah waktu bagi meisya untuk beristirahat. Meisya masih saja berada di dalam selimut nya.


Hari ini meisya sudah berniat ingin tidur hingga siang hari.


Di sisi lain mex kembali berdiri di jalanan yang akan di lalui meisya. Mex tidak ingin menyerah begitu saja.Walaupun ia tahu kalau kecil kemungkinan kalau meisya akan lewat di jalanan itu.


Sudah tiga jam mex berdiri di jalanan itu. Namun tidak ada tanda tanda meisya akan lewat di dekat jalanan itu. "Dimana dia?? ".Mex menatap arloji yang melingkar di tangan nya.


Akhirnya mex memutuskan untuk langsung datang ke kosan meisya. Mex mulai menyusuri jalanan yang terlihat ramai karena hari ini adalah hari libur.


Setelah beberapa menit menyusuri jalanan akhirnya mex sampai di depan sebuah kosan yang tidak terlalu besar. Mex pun berdiri di depan kosan itu berharap ia dapat bertemu dengan meisya.


*


*

__ADS_1


Satu jam kemudian. Meisya perlahan membuka kedua matanya. " Jam berapa sekarang ".Ucap meisya sambil menatap layar ponsel nya . " Udah jam sebelas aja. Padahal aku baru aja tidur. Huuu kenapa waktu cepat banget berlalu nya?? ".Meisya menghela nafas nya.


Meisya membuka satu persatu jendelanya yang terdiri dari empat lapisan. Di pintu jendela terakhir meisya dapat melihat butiran butiran putih berukuran kecil. " Udah turun salju aja ".Ucap meisya sambil mengambil butiran salju yang menempel di jendela nya. Ya hari ini sudah di perkirakan kalau salju pertama akan turun.


Meisya segera berdiri dari duduk nya. Dan perlahan meisya mulai masuk ke dalam kamar mandi. Seperti biasa meisya hanya membersihkan muka dan menggosok gigi tanpa mandi. " Hari ini nggak usah mandi de".Guman meisya. Meisya memakai jaket tebal dan juga syel yang dililitkan di leher nya.


Tidak lupa meisya juga memasukan ponsel ke dalam saku jaket nya. Meisya ingin segera mencari makan untuk mengganjal perut nya yang sudah lapar.


Meisya perlahan menuruni anak tangga menuju lantai dasar. "Wait.. wait.. bukan kah itu mex??. Ngapain dia di sini??".Meisya menghentikan langkah nya. " Ehh ngapain juga aku ngindarin dia".Ucap meisya. Meisya mulai berjalan dengan gaya cool nya keluar dari dalam kosan itu.


Mex tersenyum saat melihat wanita yang selama seminggu ini tidak ia jumpai. Mex mulai berjalan mendekat ke arah meisya. Sementara meisya terus berjalan tanpa menghiraukan mex yang terus saja mengikutinya. "Dingin juga yak. Mana lupa pake sarung tangan lagi".Ucap meisya pelan sambil menggosok gosokkan kedua tangan nya agar terasa sedikit hangat.


Meisya terus berjalan tanpa menghiraukan keberadaan mex. Dan di sepanjang perjalanan meisya terus saja berusaha menghangatkan tangan nya. " Ahh dingin banget ".Guman meisya pelan.


Mex melangkah lebih cepat mendahului langkah meisya. Setelah itu mex berhenti tepat di depan meisya. Hampir saja meisya menabrak punggung mex . Mex segera membalikkan badan nya. Setelah itu mex mengeluarkan sesuatu dari saku jaket nya. Kemudian mex menarik kedua tangan meisya.


Mex menggenggam jari jari halus meisya kemudian mex memakai kan sarung tangan yang ia ambil dari saku jaket nya . " Sudah tau musim dingin tapi kau malah tidak pakai sarung tangan ".Ucap mex sambil memasangkan sarung tangan nya kepada meisya.

__ADS_1


Meisya hanya bisa terdiam sambil menatap wajah tampan mex. Ehemm... " Apa yang kau lihat?? ".Mex menatap wajah meisya. " Tidak ada. Apa ini?? ".Tanya meisya sambil melihat ke arah sarung tangan yang kini sudah terpasang di kedua tangan meisya. " Kenapa besar sekali?? ".Tanya meisya sambil menatap mex.


" Kenapa aku berbicara padanya. Kan aku sedang marah padanya. Dasar kau ini meisya".Batin meisya berusaha untuk tidak berinteraksi dengan mex.


"Itu sarung tangan punya ku ".Ucap mex sambil memperlihatkan tangan nya yang tidak memakai sarung tangan.


Meisya segera melepaskan sarung tangan yang sudah terpasang di tangan nya. " Aku tidak ingin memakai sesuatu yang sudah bekas dari kau ".Meisya segera memberikan sarung tangan nya kepada mex.


Meisya kembali berjalan meninggalkan mex.


Hingga meisya kini sampai di sebuah kedai di pinggiran jalan. Meisya memesan beberapa tusuk odeng jujur perut meisya saat ini benar benar lapar.


Setelah beberapa menit kemudian odeng yang meisya pesan pun sudah siap. Sementara mex hanya bisa diam sambil melihat interaksi meisya dan sang penjual odeng. Mex benar benar tidak mengerti dengan bahasa yang sedang di gunakan meisya.


Meisya membawa cup berisikan tiga tusuk odeng beserta kuah nya.Asap panas mengepul dari dalam cup itu. " Dingin dingin makan yang panas " . Guman meisya. Meisya segera duduk di bangku yang berada di depan tempat penjual odeng itu.


Meisya perlahan mulai mengambil satu tusuk odeng nya. Meisya segera memasukkan odeng panas itu ke dalam mulut nya . "Emm enak banget".Guman meisya. Sementara itu mex yang duduk di samping meisya hanya terdiam melihat meisya makan. Meisya menatap ke arah mex sambil mengunyah odeng yang ada di dalam mulut nya. " Kenapa kau terus mengikuti ku?? . Kau mau ini rasanya enak banget ".Ucap meisya sambil menyodorkan cup yang berisikan dua tusuk odeng.

__ADS_1


Di saat mex ingin mengambil nya meisya segera menarik cup nya kembali. " Ohh iya aku lupa kau kan banyak uang. Beli sendiri lah ".Ucap meisya sambil tersenyum karena sudah berhasil membuat mex kesal


__ADS_2