
Tiara memberikan kopi kepada Yuda "Ini kopinya"
"Makasih" ucap Yuda sambil mengambil kopi tersebut.
"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Tiara.
"Tunggu! temenin aku minum dulu" ucap Yuda sambil duduk dikursi.
"Tapi ini udah malam" ucap Tiara.
"Baru juga jam 7 malam" ucap Yuda.
"Ya udah iya" ucap Tiara sambil duduk dihadapan Yuda.
"Oh iya...tadi sore aku ketemu sama Revan" ucap Tiara.
"Revan kesini?" tanya Yuda.
"Iya, sama kakaknya juga" ucap Tiara.
"Sumpah aku malu banget" ucap Tiara.
"Malu kenapa?" tanya Yuda.
"Aku tadi nuduh Revan selingkuh, eh tahunya yang sama Revan itu kakaknya" ucap Tiara.
Yuda tertawa, bukan karena cerita Tiara tapi karena ekspresi Tiara yang menurutnya sangat lucu.
"Oh iya...kata kakaknya, Dinda itu bukan pacarnya Revan katanya" ucap Tiara.
"Parah banget ya Revan, masa gak ngenalin Dinda ke keluarganya" ucap sambung Tiara.
Trining...trining
Ponsel Tiara berdering.
"Mamah kamu ya yang telepon?" tanya Yuda.
"Bukan. Ini nomer yang dikenal" ucap Tiara.
"Ya udah jangan diangkat" ucap Yuda.
"Aku angkat ah! takutnya penting" ucap Tiara.
Akhirnya Tiara mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo" ucap seseorang.
"Iya hallo. Ini siapa ya?" tanya Tiara.
"Ini aku, Revan"
"Oh Revan" ucap Tiara.
Yuda merebut ponsel Tiara, lalu ia segera mengaktifkan loud speaker. Setelah itu Yuda meletakkan ponsel Tiara di meja.
"Kamu apa-apaan sih" ucap Tiara pelan.
"Hallo, Ra" panggil Revan.
"Iya kenapa?" tanya Tiara.
"Gue mau bicara tentang omongan kakak aku yang tadi sore" ucap Revan.
"Omongan yang mana?" tanya Tiara.
"Yang Dinda bukan pacar aku" ucap Revan.
"Sebenernya aku sama Dinda itu emang gak pacaran. Waktu itu aku ngelihat Dinda dibully sama Kezia dan temennya, terus aku bantu dia dengan pura-pura nyebut Dinda sebagai pacar aku. Akhirnya dari situ aku sama Dinda jadi pacar pura-pura, biar saling bantu gitu soalnya aku gak mau dikejar-kejar lagi sama Kezia" jelas Revan.
"Oh gitu ya. Padahal gak usah dijelasin ke aku juga kali" ucap Tiara.
"Ra, ayo pulang! aku mau tutup cafe" ucap Yuda.
"Van, aku matiin ya teleponnya soalnya aku mau pulang" ucap Tiara.
"Oh iya" ucap Revan.
Tiara segera mematikan panggilan teleponnya.
Lalu mereka berdua segera keluar dari cafe.
__ADS_1
"Aku anterin kamu pulang ya" ucap Yuda sambil mengunci pintu cafe.
"Gak usah" ucap Tiara.
"Bahaya kalau pulang malam-malam" ucap Yuda.
"Gak bahaya, lagian aku sering kok pulang malam-malam" ucap Tiara.
"Emang kamu sering keluar malam?" tanya Yuda.
"Iya" ucap Tiara.
"Pergi kemana?" tanya Yuda.
"Ke cafe" ucap Tiara.
"Bareng temen-temen kamu?" ucap Yuda.
"Enggak, aku pergi sendiri" ucap Tiara.
"Kenapa sendiri?" tanya Yuda.
"Soalnya aku gak punya temen" ucap Tiara.
"Dulu aku anti sosial banget makanya gak punya temen. Tapi semenjak pindah sekolah, aku berusaha buat gak nutup diri" ucap Tiara.
"Kenapa dulu kamu anti sosial?" tanya Yuda.
"Soalnya dulu aku gak suka keramaian, karena aku ngerasa cape aja kalau lihat banyak orang" ucap Tiara.
"Tapi kok kamu pergi ke cafe? bukannya cafe rame ya" heran Yuda.
"Aku kan duduknya dipojokan dan juga aku pake earphone. Jadi aku merasa berada dalam dunia aku sendiri" ucap Tiara.
"Emang kamj gak kesepian gitu? kenapa pake jauhin diri dari orang-orang?" heran Yuda.
"Aku gak kesepian kok, soalnya dari kecil aku udah biasa sendiri" ucap Tiara dengan nada seperti yang ingin menangis.
"Udah lah jangan nanya mulu, aku jadi pingin nangis nih"
Yuda mendekat kearah Tiara, lalu ia memeluk Tiara.
"Hiks...hiks"
Tiara melepaskan pelukan Yuda karena ia merasa malu sebab baru kali ini ia dipeluk cowok. "Ayo pulang"
Yuda tersenyum. "Ya udah ayo"
Akhirnya Yuda segera mengantarkan Tiara pulang.
...****...
Setelah mengantar Tiara, Yuda segera pulang ke rumahnya.
Skip
[Rumah]
"Habis dari mana kamu?" tanya papah.
"Tadi Yuda habis dari cafe, pah" ucap Yuda.
"Oh iya, mah! Ini kuncinya" ucap Yuda sambil memberikan kunci kepada mamahnya.
"Yud, kamu kayaknya lagi bahagia ya" ucap mamah.
"Enggak kok, biasa aja" ucap Yuda.
"Pah, Yuda naksir sama karyawan mamah" ucap mamah.
"Astaghfirullah Yuda! masa kamu suka sama cowok" kaget papah.
"Yuda gak suka cowok, pah!" Yuda juga terkejut dengan ucapan papahnya.
"Yuda sukanya sama karyawan cewek" ucap mamah.
"Bukannya karyawan mamah cowok ya?" ucap papah.
"Kan nambah lagi satu" ucap mamah.
"Dia tuh temennya Yuda loh, pah" sambung mamah.
__ADS_1
"Masih anak SMA?" tanya papah.
"Iya" ucap mamah.
"Mandiri banget ya, pah. Kecil-kecil udah kerja" ucap mamah.
"Jadi kamu suka sama temen kamu yang kerja dicafe?" tanya papah.
"Enggak, pah. Mamah cuma bercanda doang tadi" ucap Yuda.
"Yud, mamah tahu loh kalau kamu suka sama dia" ucap mamah.
"Udah ah! Yuda pingin tidur" ucap Yuda sambil pergi menuju kamarnya.
* Kamar
Sesampainya dikamar, Yuda melamun sambil membayangkan saat ia memeluk Tiara.
"Ini gue kayaknya beneran suka deh sama Ara" batin Yuda.
Tok...tok...tok
"Buka aja! gak dikunci kok" ucap Yuda.
Mamah masuk kedalam kamar.
"Yud, mamah minta nomer Tiara dong" ucap mamah.
"Mau ngapain minta nomer Tiara?" tanya Yuda.
"Ya kan dia karyawan mamah, masa iya mamah gak punya nomer teleponnya" ucap mamah.
"Eh iya juga ya" ucap Yuda.
Yuda segera mengirim nomer telepon Tiara.
"Udah dikirim, mah" ucap Yuda.
"Yud, Tiara udah punya pacar belum?" tanya mamah.
"Belum. Emang kenapa?" tanya Yuda.
"Tadinya mamah mau jodohin sama Teguh atau Tegar" canda mamah.
"Jangan lah, mah!" larang Yuda.
"Kamu cemburu ya" ucap mamah sambil tersenyum.
"Enggak" ucap Yuda.
"Terus kenapa pake ngelarang segala?" tanya mamah.
"Ya karena..."
"Karena apa?" tanya mamah.
"Karena...bang Teguh sama bang Tegar udah tua" ucap Yuda.
"Enggak tua kok, paling mereka berdua beda lima tahun sama Tiara" ucap mamah.
"Ara gak suka yang tua, dia sukanya yang seumuran" ucap Yuda ngasal.
"Ya udah nanti mamah bilang deh ke Tiara, siapa tahu dia naksir salah satu dari mereka" ucap mamah.
"Jangan, mah" cegah Yuda.
"Kamu kenapa sih, Yud?" tanya mamah sambil menahan tawa.
Yuda mengalihkan pandangannya "Hmm...kayaknya Yuda emang suka deh sama dia" ucapnya pelan.
"Kenapa, Yud?" tanya mamahnya.
"Yuda suka sama Ara, mah" ucap Yuda terus terang.
"Akhirnya ngaku juga kamu" ucap mamah sambil mengelus rambut Yuda.
"Ya udah kalau gitu mamah keluar dulu ya" ucap mamah.
"Mah, jangan dijodohin sama bang Tegar atau bang Teguh" ucap Yuda.
"Iya, mamah gak akan jodohin Tiara sama mereka kok. Tadi tuh mamah cuma bercanda doang" ucap mamah.
__ADS_1
"Ya udah mamah keluar ya" ucap mamah.
"Iya" ucap Yuda.