Love Yourself

Love Yourself
Episode 31


__ADS_3

Pagi hari


Tiara dan ibu sambungnya sedang menikmati sarapan pagi


"Ara, nanti malam kamu ikut ibu ya"


"Kemana, bu?"


"Restoran"


"Hmm...orang yang mau ngelamar ibu ngajak makan malam"


"Iya nanti Tiara ikut kok"


"Ra, beneran gak apa-apa kalau ibu nikah lagi?"


"Iya, Ara gak apa-apa kok"


"Tadinya kalau kamu gak setuju, ibu bakal nolak lamarannya"


"Ara setuju kok, bu"


"Oh iya, bu! kayaknya Ara pulangnya agak sorean"


"Kamu pasti mau main bareng temen-temen kamu lagi ya?"


"Enggak main sih, bu. Tapi Ara mau beli kado bareng Yuda"


"Kalian udah jadian?"


"Udah Ara bilang kalau Ara sama Yuda temenan, bu"


"Yuda tulus loh kelihatannya sama kamu"


"Iya, Ara tahu"


"Terus kenapa gak nerima dia?"


"Soalnya Ara takut kalau dia cuma main-main sama Ara"


"Main-main?"


Tiara mengangguk. "Lagian masa ada cowok yang terus terang sama orang-orang bahwa dia suka Ara padahal kan dia udah ditolak sama Ara"


"Mungkin Yuda orangnya terbuka kali"


...****...


* Sekolah


[Kelas X MIPA 1]


Tiara melihat Yuda yang berjalan menuju tempat duduknya.


"Yud, tangan kamu kenapa?" tanya Tiara saat melihat siku Yuda yang diplester.


"Oh..ini kemarin jatuh dari motor"


"Tapi cuma siku doang kan yang luka?"


"Sama lutut sih" ucap Yuda sambil duduk dikursinya.


"Pasti sakit banget ya"


"Sakit sih, cuma lebih saat ditolak kamu"


"Ih bercanda mulu"


"Oh iya! jadi kan pulang sekolah?"


"Jadi sih, cuma kayaknya aku lebih baik pergi sendiri aja"


"Kenapa?"


"Soalnya aku takut dibonceng kamu"


"Aku jamin bakal aman kok. Lagipula waktu kemarin itu jalanannya basah, makanya aku jatuh"


"Ya udah tapi nanti bawa motornya hati-hati ya"


"Iya, aku pasti hati-hati kok"


"Yud, tangan kamu kenapa?" tanya Ayu yang baru datang.


"Biasalah jatuh dari motor"


"Jatuhnya kapan?"


"Kemarin"


"Ra, aku mau nanya dong sama kamu" ucap Ayu sambil duduk dikursinya.


"Mau nanya apa?"


Ayu berbisik ke telinga Tiara. "Kalau misalnya aku mimpiin cowok, itu berarti cowok itu suka atau enggak?"


"Oh kalau itu aku gak tahu"


"Pada ngomongin apa sih?" kepo Yuda.

__ADS_1


"Ih kepo banget" kata Ayu.


"Emang cowoknya siapa?"


"Bang Tegar" bisik Ayu.


"Hah?! serius?"


Ayu hanya mengangguk.


"Cie!!!"


"Berisik" ujar Ayu sambil tersipu malu.


"Cie Ayu" ujar Yuda.


"Apaan lagi ikut-ikutan" kesal Ayu.


"Oh iya, Ra! cowok yang kemarin di cafe ngelihatin kearah kamu loh" ucap Ayu agar Yuda merasa kesal.


"Cowok yang mana?"


"Yang pernah kamu suka"


Ayu melirik kearah Yuda. "Kayaknya dia juga ada perasaan deh sama kamu"


"Ngapain lihat-lihat?" sinis Yuda.


Ayu menahan tawanya. "Kamu kenapa, Yud? sensi banget"


Tiara melihat kearah Yuda dan ia hanya tersenyum.


"Tiara!" panggil Tari sambil menghampiri Tiara.


"Iya, kenapa?"


"Kamu kemarin kenapa gak kumpulan PMR?" ujar Tari.


"Ya ampun! aku lupa"


"Kakak kelas yang cewek ngomongin kamu loh. Katanya masa baru aja masuk sekali, eh udah gak kumpulan lagi"


Tiara merasa bersalah. "Aduh gimana dong"


"Ra, maafin aku ya. Aku gak tahu kalau kamu latihan"


"Iya gak apa-apa kok, lagian ini salah aku. Harusnya aku ingat kalau kemarin itu latihan"


"Ya udah Minggu depan harus latihan ya" ujar Tari.


"Iya, aku pasti latihan kok"


...****...


"Yu, katanya hari Senin bakal ada razia, tapi kok gak ada sih" heran Tiara.


"Biasanya guru-guru bilang kayak gitu biar nakut-nakutin murid. Padahal sebenarnya razia itu gak ditentukan waktunya kapan"


"Oh gitu"


"Btw, Yuda sama Randy kemana sih?"


"Gak tahu" ujar Ayu.


"Hai guys!" ucap Kezia, lalu ia duduk disebelah Tiara.


"Hai"


"Oh iya! dua pengawal kalian mana?" tanya Kezia.


"Pengawal?"


"Maksudnya Yuda sama Randy"


"Gak tahu. Mungkin mereka lagi sama temen ceweknya kali" ujar Tiara.


"Cie cemburu ya?" kata Kezia.


"Enggak kok"


"Zia, kamu udah tahu belum soal Tasya?" tanya Ayu.


"Hmm...soal yang tentang Tasya selingkuhannya Bayu?"


"Iya"


"Kira-kira siapa ya yang ngasih tahu Alifa kalau ternyata Tasya selingkuhannya Bayu"


"Ya mana aku tahu"


"Pasti kamu ya yang bilang" tuduh Ayu.


"Enggak kok"


...****...


* Rooftop


"Ngapain sih Amanda nyuruh kesini?"

__ADS_1


"Gak tahu. Katanya sih pingin ngasih sesuatu" ujar Randy.


"Oh iya, Ran! kayaknya Tiara mulai suka deh sama gue"


"Pede banget lo"


"Ih serius!"


"Kayaknya lo terlalu berharap deh sama dia, makanya jadi kayak gini"


"Serius, Ran!"


"Buktinya apa kalau dia mulai suka sama lo?"


"Buktinya pipi dia merona waktu gue tatap dia, selain itu dia juga kelihatan cemburu waktu gue bilang soal gebetan"


"Wah! kalau gitu berarti lo harus nembak Tiara lagi"


"Nembak lagi?"


"Iya"


"Gak mau! kan udah gue bilang waktu itu kalau Tiara gak mau pacaran"


"Terus percuma dong kalau lo ngejar-ngejar dia, tapi dianya gak mau pacaran"


"Gak percuma sih, lagian kan sekarang udah kebukti bahwa Tiara suka gue"


"Ya percuma lah! untuk apa hubungan tanpa status"


"Gak apa-apa. Walaupun tanpa status, tapi kan kita kayak orang yang pacaran"


"Guys!"


Yuda dan Randy menoleh kebelakang.


"Ini buat kalian" ucap Amanda sambil memberikan kue kepada mereka berdua.


"Makasih" ucap Yuda dan Randy bersamaan.


"Iya sama-sama"


"Oh iya! kalian udah istirahat belum?" tanya Amanda.


"Ya belum lah! kan dari tadi kita nungguin lo" ucap Randy.


"Ya udah ayo ke kantin" ujar Amanda.


"Manda, aku boleh minta bantuan gak?"


"Bantuan apa?"


"Aku mau ngetes Tiara"


"Ngetes? maksudnya?"


"Bikin dia cemburu"


"Oh oke"


"Ran, nanti lo lihat ekspresi nya ya biar ngebuktiin bahwa gue gak bohong sama lo"


"Iya...iya" ucap Randy.


Akhirnya mereka bertiga segera pergi menuju kantin.


Skip


"Hai guys!" sapa Randy.


Lalu Yuda, Randy dan Amanda bergabung bersama Tiara, Ayu dan Kezia.


"Oh iya, Amanda! kenalin ini Tiara dan ini Kezia" ujar Yuda.


"Oh iya, aku tahu Kezia kok. Tapi kalau Tiara belum tahu"


"Ran, pesenin makanan dong" suruh Yuda.


"Kok gue?"


"Biar aku aja yang pesenin" ucap Amanda.


"Makasih beb"


"Beb?!" Kezia dan Ayu terkejut mendengar Yuda memanggil Amanda dengan sebutan itu.


"Kenapa? ada yang salah ya?"


"Kalian pacaran?" tanya Ayu.


"Enggak"


"Terus kenapa manggil beb?"


"Ya emang kenapa? lagian kita udah biasa manggil kayak gitu satu sama lain. Iya gak beb?"


"Iya" ucap Amanda sambil menahan tawanya.


"Ya udah aku pesenin makanan sama minuman dulu ya" ucap Amanda.

__ADS_1


"Iya"


Amanda segera pergi untuk memesankan makanan dan minuman yang biasa ia, Yuda dan Randy pesan.


__ADS_2