
Keesokan harinya
Ketika masuk kedalam kelas, Yuda langsung berjalan menghampiri Tiara.
"Ara"
Tiara menoleh kearah Yuda.
"Ini buat kamu" ucap Yuda sambil memberikan surat dan susu strawberry.
"Surat?"
Yuda hanya mengangguk.
"Makasih" ucap Tiara.
"Surat cinta untuk Tiara" ucap Randy yang tiba-tiba muncul.
"Berisik!" ucap Yuda sambil duduk.
Randy duduk disebelah Yuda.
"Tiara" panggil Randy.
Tiara menoleh kebelakang. "Kenapa?"
"Kamu habis nangis ya, Ra?" tanya Randy saat melihat mata Tiara yang sembab.
"Enggak kok"
"Oh jangan-jangan kamu nangis gara-gara Yuda ya. Makanya Yuda ngasih surat karena dia merasa bersalah" tebak Randy.
"Enggak kok"
"Coba baca dong suratnya, aku pingin tahu gombalan apa yang ditulis sama Yuda"
"Jangan dibaca sekarang! nanti aja bacanya di rumah"
"Ih! pelit banget lo" kata Randy.
"Jadi orang gak usah kepo"
Tiara hanya tersenyum melihat kelakuan Yuda dan Randy.
...****...
Skip
Bel istirahat berbunyi.
Krining...krining
"Ra, ayo istirahat!" ajak Ayu.
"Kamu istirahat bareng Yuda aja, soalnya aku bawa bekal" ucap Tiara sambil mengeluarkan bekalnya.
"Yud, ayo ke kantin"
"Ra, aku sama Ayu ke kantin dulu ya" ucap Yuda.
"Iya"
Yuda dan Ayu pergi menuju kantin.
Setelah Yuda dan Ayu pergi, Tiara mengambil surat pemberian Yuda.
Lalu ia membaca surat tersebut.
Tiara terharu saat membaca surat tersebut.
"Tiara!" panggil Kezia sambil berjalan menghampiri Tiara.
Sontak Tiara langsung memasukan surat tersebut kedalam tas.
"Ada apa?"
"Gak ada apa-apa sih, aku cuma mau nyamperin kamu aja" ucap Kezia.
"Kamu gak istirahat?"
"Enggak. Soalnya aku lagi diet"
"Aku makan dulu ya" ucap Tiara.
"Iya silahkan makan aja"
Tiara segera memakan bekalnya.
"Ra, kemarin kan kamu pulang bareng Revan"
"Iya"
"Selama diperjalanan dia ngomong apa aja?"
"Gak tahu. Soalnya aku lupa"
"Dia gak ngomong aku gitu?"
Tiara hanya menggelengkan kepalanya.
"Kata kamu kalau aku ngerubah sikap, katanya dia bakal suka sama aku. Tapi kok sampai sekarang belum ada tanda-tanda bahwa dia suka sama aku sih" ujar Kezia.
Tiara terdiam sejenak.
"Walaupun kamu udah ngerubah sikap kamu, sebenarnya aku juga gak yakin seratus persen bahwa Revan akan suka balik"
"Maaf ya udah bikin kamu berharap"
Kezia hanya diam saja.
"Kamu marah ya sama aku?"
"Enggak kok"
__ADS_1
"Ra, apa Revan masih suka ya sama Dinda?" tanya Kezia.
"Aku gak tahu"
"Oh iya, Ra. Kamu habis nangis ya?" tanya Kezia.
"Enggak kok"
"Jangan bohong"
"Aku gak nangis"
"Terus kenapa matanya bengkak kayak gitu?"
"Ini gara-gara dikencingi kecoa"
...****...
[Di kantin]
"Yud, kamu ngasih surat apa ke Ara?" tanya Ayu.
"Surat cinta" sahut Randy.
"Beneran?" tanya Ayu.
"Kalian kepo banget sih"
"Ya kan kita penasaran" ucap Ayu.
"Salut sih sama perjuangan Yuda, walaupun ditolak masih terus mengejar cinta Tiara" ucap Randy.
"Kapan ya aku dikasih surat sama cowok" ucap Ayu.
"Kamu mau dikasih surat?" tanya Randy.
Ayu hanya mengangguk.
"Kamu harus melanggar aturan sekolah dulu, nanti pasti kamu dikasih surat deh" ujar Randy.
Ayu hanya menatap datar kearah Randy.
"Oh iya, tumben gak sama Kezia"
"Soalnya kan Kezia deketnya sama Tiara bukan sama aku" ucap Ayu.
"Oh iya, Yud! nanti bilangin dong sama kamu, suruh Tiara jangan terlalu deket sama Kezia. Soalnya aku takut Kezia cuma manfaatin Tiara doang"
"Gak mau! lagian aku gak berhak ngatur Tiara"
"Oh iya, Ran! gimana kemarin? seru gak?"
"Seru kok" ujar Randy.
"Apanya yang seru?" tanya Ayu.
"Ih kepo" ucap Yuda dan Randy bersamaan.
Skip
[Kelas]
"Loh! Ara mana?"
"Tadi dia mau ke perpustakaan katanya" sahut Kezia.
Yuda segera pergi menuju perpustakaan.
Sesampainya di perpustakaan, ia menghampiri Tiara.
Yuda duduk di kursi sambil menatap Tiara yang fokus membaca buku.
Tiara menatap balik Yuda. "Kenapa?"
"Gak kenapa-napa"
"Ngapain kesini?"
"Mau baca buku"
"Mau baca buku tapi kok gak pinjem buku"
"Iya kan nanti bacanya"
"Ngomong-ngomong kenapa gak dikelas bacanya?"
"Emangnya gak boleh ya kalau baca disini?"
"Ya boleh. Tapi kan sebentar lagi masuk"
"Tapi kan gurunya gak ada"
"Oh ya?"
"Iya. Lihat aja di grup"
Yuda melihat chat grup dan memang benar bahwa hari ini gurunya tidak masuk.
"Hmm...Yuda" panggil Tiara.
"Kenapa?"
"Aku udah baca suratnya"
"Makasih ya"
"Iya sama-sama" ucap Yuda sambil tersenyum.
"Btw, tanda tangan kamu aneh" ucap Tiara sambil menahan tawanya.
"Aneh gimana?"
__ADS_1
"Tanda tangan kayak ada emoticon senyum"
"Tapi lucu kan?"
Tiara hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Oh iya! aku boleh tanya sesuatu gak?"
"Boleh" ucap Tiara.
"Yang semalam itu siapa?"
"Itu saudaranya ibu"
"Semalam kamu kenapa malah ngehalangin aku sih? padahal aku belum puas nonjok dia"
"Soalnya aku gak mau kalau kamu terbawa kedalam masalah aku"
"Ra, nanti kalau kamu mau cerita ke aku aja ya. Aku siap kok dengerin cerita kamu"
Tiara hanya tersenyum. "Makasih ya, Yud"
"Jangan nangis dong!"
"Aku gak nangis kok"
"Terus itu matanya kenapa berkaca-kaca?"
"Aku cuma terharu aja"
Yuda menatap Tiara dengan tatapan kasihan.
"Udah jangan natap kayak gitu! aku gak suka lihat orang menatap aku dengan tatapan iba kayak gitu" ujar Tiara.
"Aku gak menatap dengan tatapan iba kok, tapi aku menatap dengan tatapan cinta" ucap Yuda sambil tersenyum.
"Dasar playboy"
"Kenapa sih bilang playboy mulu?" heran Yuda.
"Kan kamu emang playboy"
"Apa buktinya?"
"Kamu kan udah punya gebetan, masa masih godain aku"
"Ra, mau aku kenalin gak ke gebetan aku?"
"Hmm...boleh"
"Nanti ya aku kenalin kalau aku sama dia udah jadian"
Tiara hanya mengangguk
"Gak cemburu?"
"Hah?"
"Kamu gak cemburu kan?"
"Enggak"
"Yakin?"
Tiara mengangguk.
"Udah jangan nanya mulu. Soalnya aku mau melanjutkan baca novel" ucap Tiara sambil membaca novel.
"Ra, nanti tolong bangunin ya" ucap Yuda.
"Kamu mau tidur?"
"Iya"
"Katanya mau baca buku"
"Nanti Minggu depan baca bukunya"
Tiara hanya tersenyum mendengar ucapan Yuda.
Kemudian Yuda tertidur dengan kepala yang diletakkan diatas meja.
"Yud, bangun" usil Tiara.
Yuda membuka kedua matanya. "Baru juga nutup mata, udah disuruh bangun lagi"
"Yud, aku ke kelas ya" ucap Tiara.
"Loh! katanya mau baca novel?" tanya Yuda.
"Kan udah baca tadi" ucap Tiara.
"Ya udah aku juga ke kelas deh"
"Ngikutin mulu"
"Kamu yang ngikutin"
"Ih! aku duluan yang bilang pingin ke kelas"
"Sebelum kamu ngomong, kan aku dulu yang ngomong mau ke kelas"
"Perasaan kamu gak bilang mau ke kelas"
"Aku bilang, tapi bilangnya didalam hati"
"Ya udah aku pergi ya" ucap Tiara sambil keluar dari perpustakaan.
Yuda segera mengejar Tiara.
"Oh iya! suratnya jangan dibuang, soalnya aku sampai begadang loh cuma buat bikin surat itu"
"Cuma buat ini sampai begadang?"
"Iya. Jadi jangan dibuang ya suratnya"
__ADS_1
"Iya, aku gak akan buang. Lagian aku gak mau ngebuang sesuatu pemberian dari orang"