
Yuda seperti biasa datang ke rumah Tiara, karena mereka akan berangkat sekolah.
Sambil menunggu, Yuda melihat ke kaca spion dan ia merapihkan rambutnya.
"Ganteng banget gue" ucapnya dengan percaya diri.
"Siapa yang ganteng?" Tiara menahan tawanya saat melihat tingkah Yuda yang sangat percaya diri.
Yuda baru sadar, ternyata Tiara memperhatikannya. "Udah siap, Ra?"
"Udah"
"Yud, turun dulu" suruh Tiara.
"Ngapain turun?"
"Pokoknya cepet turun dulu"
"Ya udah iya" Yuda menuruti perkataan Tiara.
Sontak Yuda terkejut saat Tiara tiba-tiba memeluknya.
Ia merasa aneh dengan sikap Tiara. "Kamu baik-baik aja kan, Ra?"
"Aku baik-baik aja kok" ucap Tiara sambil tersenyum.
Lalu Tiara melepaskan pelukannya.p
"Tumben banget kamu peluk aku"
"Kan katanya kamu pingin aku nunjukin rasa sayang ke kamu"
"Oh iya, aku lupa"
"Ya udah ayo berangkat" Tiara memakai helmnya.
Mereka menaiki motor. Kemudian Yuda melajukan motornya ke sekolah.
Yuda tidak bisa berhenti tersenyum. Karena selama perjalanan, Tiara terus memeluknya dari belakang.
"Cuacanya bagus banget ya, Ra?"
Tiara melihat ke langit. "Perasaan cuacanya sedikit mendung deh"
Yuda melihat sekilas ke langit dan ternyata memang sedikit mendung.
Lalu Yuda mempercepat laju motornya karena takut ia dan Tiara akan kehujanan.
...****...
Saat tiba diparkiran sekolah, mereka buru-buru turun dan langsung bergegas ke kelasnya karena hujan mulai turun.
[Kelas]
Sampai di kelas, mereka berdua duduk dikursinya masing-masing.
"Yud, kalau hujan upacara gak?"
"Enggak lah, soalnya kan lapangannya terbuka. Nanti kehujanan dong kalau upacara"
Tiara mengambil sesuatu di tasnya. "Ini jaket kamu. Makasih ya udah dipinjemin" ucapnya sambil memberikan jaket kepada Yuda.
"Iya sama-sama"
Yuda mencium jaketnya karena wangi jaketnya mirip seperti wangi Tiara.
"Ini kamu tuang berapa botol parfum? kok bisa wangi banget"
"Gak pakai parfum kok. Itu wanginya dari pelembut pakaian"
Tiba-tiba Ayu datang dengan ekspresi wajah seperti masih mengantuk. Dan benar saja saat Ayu duduk dikursinya, ia langsung tidur.
"Itu orang begadang apa gimana sih"
Tiara tertawa kecil karena mendengar ucapan Yuda.
"Ra, aku mau ke kantin dulu. Kamu mau ikut gak?"
"Enggak"
Karena sedang hujan, jadi Yuda memakai jaket biar tidak kedinginan. Lalu ia segera pergi menuju kantin.
__ADS_1
Setelah sampai di kantin, Yuda membeli air mineral untuk dirinya dan juga susu strawberry untuk Tiara.
BRUK!
Seseorang terpeleset, mungkin karena lantainya licin.
Karena kasihan, Yuda menghampiri cewek itu. Pada saat mendekat ternyata cewek itu adalah anaknya om Arifin.
"Kamu gak apa-apa kan?"
"Sakit" ucapnya.
Akhirnya Yuda membantunya agar duduk di kursi kantin.
"Aww" cewek itu meringis sambil memegang pergelangan kakinya.
"Sakit banget ya?"
"Iya, sakit banget"
"Ya udah ayo ke UKS"
"Kan kaki aku sakit"
Yuda bingung karena ia tidak bisa membantu apa-apa.
"Mau digendong?"
Cewek itu mengangguk pelan.
"Haikal" panggil Yuda, lalu Haikal menghampiri Yuda.
"Ada apa?" tanya Haikal.
"Tolong gendong dia ke UKS ya, soalnya kakinya sakit"
"Kok gue yang gendong"
"Ya iyalah, masa gue yang gendong. Nanti kalau gue gendong, pacar gue bisa marah" ujar Yuda.
Kemudian Yuda buru-buru pergi ke kelasnya.
...****...
"Ini buat aku?"
"Iya"
"Makasih"
"Iya sama-sama" ujar Yuda sambil duduk di kursi.
"Guys, katanya Bu Vera gak akan masuk" ujar Revan.
"YEAY!!!" teriak beberapa siswa dan siswi.
Yuda menepuk pundak Tiara, lalu Tiara menengok kebelakang.
"Kenapa?"
"Aku bosen, Ra"
"Kalau bosen terus kenapa?"
"Kamu duduk disini dong, temenin aku ngobrol"
Karena Ayu masih tidur, akhirnya Tiara pindah ke kursi sebelah Yuda.
"Aku kesel deh, dia curi-curi pandang mulu sama kamu"
"Siapa yang curi-curi pandang?"
"Revan lah"
Saat Tiara mau melihat kearah Revan, dengan cepat Yuda mencegahnya. Ia arahkan wajah Tiara kearahnya. "Jangan dilihat, nanti kamu suka"
"Kamu posesif banget ya"
"Bukan posesif, tapi ini namanya jaga-jaga"
"Jaga-jaga?" ujar Tiara sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Iya jaga-jaga, biar kamu gak terpikat oleh Revan"
"Dasar si cemburuan"
"Aku cemburu karena aku cinta sama kamu. Makanya aku gak mau kehilangan kamu"
Tiara menahan tawanya. "Pasti kamu ngomong gini bukan cuma ke aku doang kan? pasti ke mantan-mantan kamu juga pernah ngomong gini kan?"
"Jangan bahas masa lalu, bahas nya masa depan aja"
"Tuh kan! kamu gak ngaku, jadi malah ngalihin pembicaraan"
"Iya aku jujur deh, aku dulu emang pernah ngomong kayak gitu juga ke 4 mantan aku"
"Yang satu lagi enggak?"
"Enggak, soalnya kan mantan pertama itu jadiannya waktu SD. Jadi aku gak ngomong kayak gitu"
"Kamu emang bener-bener jago banget ngerayu cewek ya. Sampai-sampai SD juga udah punya pacar"
Mau dibantah, tapi tidak bisa. Karena memang Yuda ini suka banget ngerayu cewek. Lebih tepatnya ngerayu cewek yang jadi pacarnya.
"Ra, itu si Ayu bener-bener ngantuk banget ya kayaknya" Yuda mengalihkan pembicaraan.
"Iya, kayaknya semalam dia begadang deh. Makanya sekarang dia jadi ngantuk"
"Apa jangan-jangan dia semalam teleponan sama gebetannya"
"Mungkin aja sih"
"Aku jadi penasaran deh sama gebetannya"
"Aku juga penasaran"
"Kamu beneran gak tahu gebetan Ayu, Ra?"
"Aku beneran gak tahu"
"Tapi kalau dia punya gebetan, kenapa kemarin dia minta cariin gebetan ya ke aku" heran Yuda.
"Mungkin Ayu pikir baru jadi gebetan. Jadi pasti Ayu pilih-pilih dulu untuk menentukan siapa yang jadi pacarnya"
"Tapi harusnya kalau udah ada gebetan, jangan cari gebetan lain dong. Berarti itu sama aja selingkuh"
"Kan belum jadi pacar, Yud"
"Tapi kalau aku jadi gebetannya Ayu, mungkin aku bakal cari gebetan lain juga. Soalnya aku pingin gebetan aku ini sukanya cuma ke aku doang"
"Aku juga sependapat sih sama kamu"
"Enggak! kamu tadi ngedukung Ayu loh"
"Emang iya?"
"Tadi kan katanya baru gebetan bukan pacar, jadi gak apa-apa kalau gebetannya banyak"
"Tadi kan aku bilang mungkin aja pendapat Ayu seperti yang aku omongin tadi"
"Ngeles aja"
"Ih enggak. Lagian ngapain juga ngoleksi gebetan. Kamu juga kan tahu kalau dulu aku gak mau pacaran, jadi aku gak banyak gebetannya"
"Oh iya! gebetan kamu yang waktu itu di cafe, itu gebetan yang ke berapa?"
"Ke satu"
"Selain dia, siapa lagi?"
"Gak ada. Soalnya gebetan aku cuma dia doang"
"Jadi dia cinta pertama kamu?"
"Udah aku bilang, kalau cinta pertama aku itu ayah aku"
"Kalau gitu berarti aku cinta terakhir kamu ya?"
"Untuk sekarang iya, tapi gak tahu kalau nanti. Soalnya kan belum tentu juga kita berjodoh"
"Kalau kamu sama aku berjodoh gimana?"
"Ya berarti kamu cinta terakhir aku"
__ADS_1