Love Yourself

Love Yourself
Episode 52


__ADS_3

Karena semua sudah berkumpul di lapangan, jadi pak Ridwan segera memberikan informasi kepada semua siswa dan siswi.


"Selamat siang semuanya!" seru pak Ridwan.


"Siang, pak" sahut murid-murid.


"Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada guru-guru yang telah mengadakan acara ini, dan semua murid yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Saya harapkan dengan diadakannya acara ini dapat membuat hubungan baik antara guru dan murid"


"Dan juga saya selaku perwakilan guru ingin menyampaikan informasi bahwa mulai hari Senin sampai Rabu, kalian dipersilahkan untuk belajar di rumah"


"Berarti libur, pak?"


"Iya libur"


Semua murid bersorak gembira. "YEAYY!!"


"Untuk menutup acara ini alangkah baiknya jika kita berdoa terlebih dahulu"


"Berdoa dimulai"


Mereka berdoa bersama.


Sesudah itu, mereka diperbolehkan untuk pulang.


Tiara berjalan menghampiri Yuda. "Ayo pulang"


"Sebentar" ucap Yuda sambil mengikat tali sepatunya.


Setelah itu, Yuda berdiri dan ia merangkul pundak Tiara.


Tiara melepaskan rangkulan Yuda. "Jangan dirangkul"


Yuda menatap Tiara. "Maaf"


Mereka berdua berjalan menuju parkiran.


Tiara merasa bersalah karena ucapannya yang tadi. "Yud, tadi aku gak mau dirangkul karena aku malu dilihat guru-guru"


"Iya, tahu"


"Jangan marah ya"


"Aku gak marah kok, cuma nyesek dikit aja"


"Maaf"


"Iya gak apa-apa"


Setibanya di parkiran, mereka berdua menaiki motor. Lalu Yuda melajukan motornya menuju rumah Tiara.


Sepanjang perjalanan, Tiara maupun Yuda tidak berbicara sama sekali.


Karena Tiara merasa bersalah, akhirnya ia membuka pembicaraan. "Yud, kamu suka warna apa?"


Yuda terdiam sejenak saat Tiara bertanya seperti itu.


Mungkin karena pertanyaan Tiara yang aneh, tiba-tiba menanyakan warna kesukaan Yuda.


"Aku suka biru" ucapnya.


Tiara memikirkan pertanyaan yang lain. "Kalau tinggi sama berat badan kamu berapa?"


"Emang kenapa sih nanya kayak gitu?" ujar Yuda.


"Aku pingin tahu aja" ujar Tiara, padahal sebenarnya ia bertanya seperti itu biar tidak canggung.


"Kalau gak salah tinggi aku sekitar 180 cm dan berat badan aku 62 kg"


"Oh gitu"


Yuda bertanya balik ke Tiara. "Kalau kamu?"


"Tinggi 165 cm"


"Kalau berat badannya?"


"Rahasia"


Yuda tertawa saat mendengar ucapan Tiara. "Emang ya cewek itu kalau ditanya soal berat badan pasti gak mau dijawab"


"Berarti mantan kamu juga gak jawab ya"


"Loh! kok jadi bahas mantan"


"Kan tadi katanya cewek"


"Maksudnya mamah bukan mantan aku"


"Oh mamah"


"Iya mamah"


"Ara, inget gak waktu jerit malam?"


"Emang kenapa?"

__ADS_1


"Kamu kayak bocil tahu gak, pakai acara ngumpet dibelakang aku" ucap Yuda sambil tertawa kecil.


"Kan aku takut"


"Tapi kan itu bukan hantu beneran, Ra"


"Tapi kan tetap seram"


Yuda semakin tertawa. "Lucu bukan seram"


"Terserah kamu aja deh"


Ketika sampai di rumah, Tiara langsung turun dari motor Yuda.


"Ini" ujar Tiara sambil memberikan helm kepada Yuda.


"Itu kan buat kamu"


"Jadi beneran buat aku?"


"Iya"


"Makasih"


"Iya sama-sama"


"Ya udah kalau gitu aku pulang ya" kata Yuda.


"Iya"


Lalu Yuda melajukan motornya.


Tiara tersenyum melihat Yuda yang pergi menjauh. Ia berpikir bahwa dirinya beruntung memiliki pacar yang tidak pemarah.


Tin...tin


"Eh ibu, baru juga Ara mau telepon"


"Ra, tolong bukain pagarnya dong" suruh ibu.


Tiara segera membukakan pagar rumahnya. Dan ibu memasukkan motornya kedalam.


Ibu turun dari motor dan ia langsung membukakan pintu. "Pulangnya diantar Yuda ya?


"Iya, bu"


Kemudian Tiara dan ibunya masuk kedalam rumah.


"Udah makan belum?"


"Bu, Ara mau mandi dulu ya soalnya belum mandi dari kemarin"


"Jadi kamu gak mandi waktu disini?"


"Enggak. Soalnya kalau mandi nanti kasihan yang lain, masa harus nunggu Tiara mandi"


"Kalau yang lainnya mandi gak?"


"Yang lain juga gak mandi kok"


"Ya udah Ara ke kamar dulu ya, bu"


"Iya"


Tiara segera pergi menuju kamarnya.


[Kamar]


Sesampainya di kamar ia segera mengambil pakaian dan handuknya. Setelah itu ia pergi menuju kamar mandi.


Skip


Selesai mandi, Tiara mencuci pakaian-pakaian kotornya.


"Biar ibu aja yang cuci, soalnya kamu pasti capek"


"Gak capek kok, bu"


"Biar ibu aja yang cuci pakaiannya. Kamu lebih baik cuci piring aja"


"Ya udah deh" ujar Tiara sambil pergi menuju dapur.


Pada saat di dapur, ia tidak melihat piring atau gelas yang kotor.


"Bu, kok gak ada piring dan gelas yang kotor" ucap Tiara sambil menghampiri ibunya.


"Emang gak ada?"


"Iya gak ada"


"Ya udah berarti kamu gak usah cuci piring"


"Kalau gitu Ara aja yang cuci baju"


"Gak usah! kamu lebih baik istirahat aja sana" suruh ibu.

__ADS_1


"Tiara jadi enak kalau gitu"


"Iya makanya istirahat"


"Gak apa-apa Ara istirahat?"


"Iya gak apa-apa, lagian cuciannya juga sedikit"


"Ya udah deh, makasih ya bu"


"Makasih buat apa?"


"Udah mau cuci baju"


"Gak usah bilang makasih, lagian cuma cuci baju"


"Ya udah Tiara ke kamar ya"


"Iya"


Tiara segera pergi ke kamarnya.


...****...


Yuda POV


Yuda sedang menonton televisi sambil menunggu makanan yang ia pesan.


Tak lama bibi datang menghampiri Yuda. "Den, itu ada pengantar makanan"


"Oh iya, ini tolong kasihin uangnya" ujar Yuda sambil memberikan uang kepada bibi, dan bibi pergi keluar untuk menemui pengantar makanan.


Bibi kembali menghampiri Yuda. "Den, ini makanan sama minumannya" ujar bibi sambil menaruh makanan dan minuman itu di meja.


"Makasih, bi"


"Iya sama-sama"


"Bibi mau pizza gak?"


"Enggak, bibi gak suka"


"Enak tahu, bi"


"Kan tiap orang beda-beda selera. Jadi kata bibi itu gak enak"


"Terus bibi sukanya apa?"


"Bibi sukanya ikan bakar"


Yuda segera memesankan ikan bakar melalui aplikasi.


"Oh iya, bi! kira-kira kado buat cewek apa ya, bi?"


"Pasti buat neng Tiara ya?"


"Ya iyalah, bi. Masa buat cewek lain"


"Menurut bibi sih beli kado yang berguna, misalnya alat tulis atau tas sekolah"


Yuda hanya menatap datar saat mendengar ucapan bibi.


"Jangan yang itu dong, bi"


"Kan itu berguna, den"


"Tapi kan kalau itu Tiara udah punya"


"Kan buat nanti waktu naik ke kelas sebelas"


"Pokoknya jangan itu"


"Kalau gitu kado aksesoris, kayak bando, jepit rambut"


"Masalahnya Tiara gak pakai kayak gitu, bi"


"Justru bagus kalau gitu. Berarti den Yuda satu-satunya orang yang kadonya kayak gitu" ujar bibi.


"Pasti neng Tiara lebih cantik deh kalau pakai bando atau jepit rambut" ujar bibi lagi.


"Ya udah nanti bibi tolong beliin bando sama jepit rambut ya. Nanti uangnya Yuda transfer"


"Sama den Yuda lah belinya, nanti takut salah lagi kalau bibi yang beli"


"Kalau Yuda yang beli, nanti Yuda disangka banci"


Bibi tertawa. "Iya juga ya"


"Pokoknya nanti tolong beliin ya sama bibi"


"Iya siap"


"Nanti belinya warna biru"


"Kenapa gak warna pink aja, den?"

__ADS_1


"Soalnya Tiara sukanya warna biru"


__ADS_2