Love Yourself

Love Yourself
Episode 49


__ADS_3

Tiara, Kezia, Tasya dan Anya mengantri di toilet.


"Ih lama banget sih" keluh Kezia.


"Guys, gimana kalau kita masuk ke toilet nya berempat supaya cepet" usul Tasya.


"Enggak deh, tapi kalau kalian mau bareng silahkan aja"


Kezia menerobos antrian.


"Ih apaan sih lo!" ujar seseorang.


"Apa? mau ngajak ribut?" ujar Kezia.


Tiara hanya bisa pasrah melihat kelakuan temannya.


"Anya” panggil Tiara.


"Kenapa?" kata Anya.


"Kok kalian bisa berani sih sama kakak kelas" heran Tiara.


"Ya harus berani dong! soalnya kan kita sama-sama manusia, jadi gak perlu takut walaupun dia usianya jauh lebih tua dari kita"


"Btw, kalian sering ngelabrak ya?"


"Iya, kita sering ngelabrak orang. Mulai dari anak SMP sampai SMA"


"Kok bisa sih ngelabrak anak SMP. Emang anak SMP itu salah apa"


"Dia gangguin cowok aku, makanya aku labrak. Selain itu aku juga pernah malak"


"Kenapa sampai malak segala?"


"Sebenarnya ya waktu itu aku terpaksa malak karena aku kehabisan ongkos. Nah aku akhirnya malak dia deh dengan ancaman kalau dia gak ngasih uang, teman-temannya dia akan tahu kalau dia pho. Terus akhirnya dia ngasih, mungkin karena takut teman-temannya tahu" jelas Anya.


"Katanya kalian malak kakak kelas juga ya?"


Anya tertawa kecil. "Kamu pasti denger dari orang-orang ya?"


Tiara hanya mengangguk.


"Itu bohong. Waktu itu Kezia minta uang ke kakak kelas karena kakak kelas itu masih saudaraan sama dia"


"Terus kenapa sampai masuk ruang BK segala?"


"Ya karena kita dilaporin sama orang, tapi karena kita udah ngejelasin yang sebenarnya, kita jadi gak dihukum"


"Oh gitu"


"Kita bertiga itu sebenarnya kalau dihukum paling karena sering bolos, gak ngerjain tugas atau karena penampilan kita yang beda dari yang lain"


"Beda dari yang lain?"


"Maksudnya rambutnya berwarna dan juga kita sering pake makeup"


"Oh gitu"


"Sumpah baru kali ini loh ada orang yang berani bicara kayak gini" kata Anya.


"Sorry ya"


"Gak apa-apa, malah aku lebih suka orang kayak kamu. Langsung bertanya kepada orangnya, bukan cuma denger omongan dari orang lain"


"Guys! ayo masuk!" kata Kezia.


"Ra, mau ikut gak?" tanya Anya.


"Enggak. Kalian aja duluan"


Anya dan Tasya segera masuk kedalam toilet bersama Kezia.


...****...


SKIP


[Lapangan]


Acara api unggun dimulai.

__ADS_1


"Oh iya anak-anak, biar gak bosen gimana kalau beberapa orang dari kalian maju dan menyanyikan lagu"


"Pak, katanya Yuda pingin nyanyi!!" teriak Randy.


Yuda memukul lengan Randy. "Apaan sih! gue gak mau"


"Yuda ayo maju kedepan!" ujar guru-guru.


"AYO MAJU!!!" teriak murid-murid lain.


"Gak bisa nyanyi, pak!" teriak Yuda.


"Bohong, pak! dia bisa nyanyi kok" teriak Randy.


Tiba-tiba seorang guru menghampiri Yuda dan menariknya ke depan.


"Pak, Yuda gak bisa nyanyi" keluh Yuda.


"Tadi temen kamu bilang katanya bisa" ujar pak Sonny.


"Ya udah kalau gitu saya pingin ajak dia nyanyi bareng" kata Yuda.


"Randy cepet maju!" suruh pak Sonny.


"Yuda nyanyinya sama pacar nya aja, pak" ujar Randy.


"Siapa pacar nya?"


"Tiara, pak!" ucap beberapa orang sambil menunjuk Tiara.


"Ih gak mau"


Pak Sonny menghampiri Tiara. "Tiara ayo kedepan"


Tiara memasang wajah memelas. "Pak, gak mau"


"Kamu gak usah nyanyi. Cuma temenin Yuda doang" kata pak Sonny.


"Udah kedepan aja, Ra. Siapa tahu dikasih hadiah" kata Ayu.


Lalu Yuda menghampiri Tiara. "Ayo" ucapnya sambil memegang tangan Tiara.


Sontak semua orang berteriak heboh saat melihat Yuda yang memegang tangan Tiara. Rasanya seperti pangeran yang sedang mengajak tuan putrinya untuk berdansa bersama.


"Tepuk tangannya mana dong!" perintah bu Ajeng.


Semua siswa dan siswi hingga guru-guru bertepuk tangan.


Lalu Yuda menyanyikan lagu Kaleb J yang berjudul it's only me.


Saat Yuda menyanyikan lagu tersebut, Tiara hanya menunduk. Sebab ia bingung, jika ia menatap kedepan nanti ia merasa malu sebab ia tidak terbiasa dilihat oleh banyak orang. Sedangkan kalau melihat kearah Yuda, ia takut menjadi salah tingkah.


Setelah menyelesaikan lagunya, semua orang bertepuk tangan.


"Sebelumnya bapak mau tanya, kalian beneran pacaran kan?" kata pak Sonny.


"Iya, pak" ujar Yuda.


"Kok cuma Yuda yang jawab" heran pak Sonny.


"Beneran pacaran kan?" tanya pak Sonny kepada Tiara.


"Iya, pak"


"Kamu kayaknya pemalu banget ya orangnya" kata pak Sonny.


"Dia emang pemalu, pak. Apalagi kalau dilihatin banyak orang kayak gini" ujar Yuda.


"Ya sudah kalau gitu ini hadiah buat kalian karena telah berani maju kedepan" ucap pak Sonny sambil memberikan hadiah kepada Yuda dan Tiara.


"Makasih, pak" ujar Tiara dan Yuda bersamaan.


"Iya sama-sama" pak Sonny.


"Silahkan kembali lagi ketempat nya"


Tiara dan Yuda kembali duduk bersama yang lainnya.


Karena kelompok 1 dan 2 berdekatan, akhirnya Yuda mendekati Tiara yang duduk dibelakang barisan kelompok 2.

__ADS_1


Tiara melihat kearah Yuda. "Yud, ini" ucapnya sambil memberikan hadiahnya kepada Yuda.


"Mau dibukain?" tanya Yuda.


"Ini buat kamu"


"Kok buat aku sih" heran Yuda.


"Kan kamu yang nyanyi"


"Tapi kan aku juga udah dapat hadiahnya dan hadiah yang itu buat kamu"


"Masa cuma diam aja dapat hadiah"


"Kan tadi kata pak Sonny bilang kalau yang dapat hadiah yang berani kedepan, jadi kamu berhak dapat dong"


Tiara menatap kotak hadiahnya. "Ini apa ya isinya?"


"Kayaknya sih makanan"


Selanjutnya beberapa siswa lain menunjukkan berbagai penampilan. Mulai dari menyanyi, menari, membaca puisi serta menunjukkan seni bela diri.


Disaat orang-orang melihat penampilan orang yang didepan, Yuda justru malah mengajak Tiara mengobrol.


"Yud, tadi kamu marah ya?" tanya Tiara dengan hati-hati.


"Kapan aku marah?"


"Tadi waktu main games"


"Enggak, aku gak marah"


"Syukur deh kalau gak marah, aku jadi lega"


"Kalau emang aku marah gimana?"


"Jadi kamu beneran marah?"


"Misalnya"


"Kalau misalnya marah, aku mau minta maaf"


"Kenapa kamu yang minta maaf?"


"Soalnya aku gak langsung ngelepasin tangan Revan"


"Nyaman ya makanya gak dilepasin?" sindir Yuda, padahal sebenarnya ia hanya ingin mengerjai pacarnya.


"Enggak kok"


"Oh enggak ya" sarkas Yuda.


Karena Tiara tidak ingin memperpanjang masalah, ia lebih memilih untuk diam saja.


"Kenapa diam?"


"Aku tahu kalau aku salah, makanya aku lebih baik diam aja" ucap Tiara sambil menatap orang yang tampil didepan.


Yuda tersenyum dan ia mengusap-usap rambut Tiara. "Bercanda sayang"


"Kamu gak salah kok" ujar Yuda.


Tubuh Tiara seketika membeku karena Yuda memanggilnya dengan sebutan sayang.


Lalu Yuda bangun dari posisi duduknya.


"Mau kemana, Yud?"


"Kesana"


"Kesana kemana?"


"Ke toilet"


"Oh ke toilet" gumam Tiara.


"Kenapa? kamu mau ikut ke toilet juga?" tanya Yuda.


"Ih enggak!"

__ADS_1


Yuda menahan tawanya. "Ya udah kalau gitu aku ke toilet dulu ya"


"Iya"


__ADS_2