Love Yourself

Love Yourself
Episode 36


__ADS_3

YUDA POV


"Yu, gue pergi dulu ya"


"Mau kemana?"


"Mau main ke rumah Randy"


Yuda segera menghampiri Tiara.


"Ra, aku pergi dulu ya. Nanti jam 7 aku kesini lagi buat anter kamu pulang"


"Gak usah. Aku nanti pulang naik ojek"


"Oh ya udah"


"Kalau gitu aku pergi dulu ya"


"Iya" ujar Tiara.


Yuda segera pergi menuju rumah Randy.


Skip


[Rumah Randy]


Sekarang Yuda berada didepan rumah Randy.


Lalu ia segera menekan bel rumah Randy


Tidak menunggu lama, Randy menghampiri Yuda.


"Ada apa, Yud?" tanya Randy sambil membuka pagar.


"Gue mau main aja kesini, soalnya gue bosen banget"


"Ya udah ayo masuk"


Mereka berdua masuk kedalam rumah.


"Selamat sore, tante" sapa Yuda sambil salam kepada mamahnya Randy.


"Eh Yuda! makin ganteng aja kamu" ucap mamah Randy.


Yuda tersipu malu. "Makasih, tan"


"Perasaan ke anaknya gak pernah muji ganteng deh" sindir Randy.


Yuda hanya bisa menahan tawanya.


"Ya udah ayo ke kamar, Yud" ajak Randy.


"Hayo kalian ngapain ke kamar"


"Mau main PS, mah! mamah suudzon mulu deh pikirannya"


"Bercanda kali"


Mereka berdua segera pergi ke kamar.


[Kamar Randy]


"Yud, mau minum gak?"


"Mau"


"Mau amer atau beer?" canda Randy.


"Kopi sianida aja"


"Oke air putih ya"


"Terserah lo deh"


Randy segera pergi ke dapur.


Beberapa menit kemudian, ia kembali menghampiri Yuda.


Randy meletakkan air minum dan cemilan dilantai.


"Oh iya! gue mau cerita nih" ujar Randy.


"Cerita apa?"


"Malam kemarin gue baru jadian sama Putri"


Yuda terkejut karena dirinya juga sudah jadian dengan Tiara. "Serius?"


"Ya serius lah"


"Gue tebak pasti lo nembak dia di alun-alun kan?"


"Kok lo tahu sih" heran Randy.


"Ya tahu lah"


"Lo malam Minggu ada di alun-alun ya?"


"Iya"


"Sama siapa?"


"Sendiri"


Randy tidak percaya kepada Yuda. "Pasti sama cewek ya lo?"


"Gue bilang sendiri"


"Siapa ceweknya?"


"Gue gak bareng cewek"


"Gak percaya gue"


"Ya udah kalau gak percaya"


"Berarti lo udah move on ya dari Tiara"


"Belum move on kok"


"Atau jangan-jangan lo kesana sama Tiara ya? soalnya kan lo yang nganterin Tiara kemarin"


"Habis gue nganterin Tiara pulang, gue ke alun-alun sendiri"


"Kenapa kesana sendiri?"


"Gak kenapa-napa, gue pingin sendirian aja"


"Lo lagi ada masalah ya?"


"Enggak kok"


"Oh iya, Ran. Pernah gak lo pacaran sama cewek yang gak peka?"


"Enggak sih. Mantan gue peka semua, bahkan kayaknya gue nya deh yang gak peka"


"Kalau cara supaya cewek peka gimana ya?"


"Jangan tanya gue, gue kan cowok bukan cewek" ujar Randy.


"Eh! tapi kan Tiara udah tahu kalau lo suka dia"


"Ya emang"


"Terus maksud lo peka dalam hal apa lagi nih?"


"Gue kan kesel nih sama Tiara. Harusnya kan dia langsung minta maaf, eh ini malah pergi"


"Ya walaupun beberapa menit kemudian dia datangin gue dan minta maaf, tetep aja dia kurang peka. Kan gue tuh maunya dibujuk langsung biar gak marah, eh ini malah pergi dulu"


"Emang tadi lo bareng Tiara?"


"Iya, tadi gue samperin Tiara di cafe"


"Ya dia pergi karena ada pelanggan kali"


"Tapi kan masih ada bang Tegar sama bang Teguh. Jadi harusnya dia samperin gue dan bujuk gue langsung"


"Emang dia salah apa sama lo?"


"Jadi tadi di cafe ada yang minta nomer telepon dia, terus dia hampir kasih nomer teleponnya"


"Ya gak apa-apa lah. Lagian lo kan gak berhak ngelarang dia, kalau dia mau kasih nomer teleponnya ya itu hak dia"


Yuda terdiam.


"Btw, lo bilang kan tadi Tiara minta maaf. Kok dia jadi minta maaf ke lo sih" heran Randy.


"Ya dia merasa bersalah, makanya dia minta maaf"


"Tiara aneh deh. Harusnya dia gak usah minta maaf ke lo"


"Ya harus dong"


"Lo mentang-mentang yang punya cafe, jadi seenaknya sama Tiara"


"Bukan gitu, Ran"


"Tiara kayaknya takut banget dipecat sama lo"


"Dia minta maaf bukan karena takut dipecat"


"Terus takut apa dong?"


"Gak tahu ah!" ucap Yuda, lalu ia meminum air yang tadi dibawakan oleh Randy.


"Ngomong-ngomong lo suka Tiara karena dia cantik ya? makanya lo ngebet banget sama dia"


"Bukan karena itu sih"


"Terus karena apa?"


"Karena menurut gue dia kayak yang nyaman sama gue, makanya gue juga jadi ngerasa nyaman sama dia"


"Nyaman dalam hal apa?"


"Dia selalu curhat ke gue dan itu yang membuat gue jadi mikir, kok ada ya cewek yang baru kenal terus tiba-tiba cerita tentang keluarganya ke gue"


"Emang keluarganya kenapa sih?"


"Sorry, gue gak mau cerita"


"Orang tua dia masih lengkap kan?" tanya Randy.


"Ayahnya udah meninggal"


"Berarti dia tinggal sama ibunya?"


Yuda terdiam sejenak, lalu mengangguk.


"Pasti ibunya nikah lagi ya?"


"Udah jangan nanya-nanya mulu!"


...****...


TIARA POV


Jam 19.00


Sebelum pulang Tiara merapihkan kursi dan meja.


"Tiara" panggil bang Tegar.


"Iya"


"Nanti Yuda bakal kesini, jadi nanti tolong kasihin kuncinya ke dia ya"


"Iya"


Tegar memberikan kunci kepada Tiara. "Kalau gitu bang Tegar pulang dulu ya"


"Iya"


Tegar pergi meninggalkan Tiara.


Tiara segera keluar dan ia langsung mengunci pintu cafe.


Ia duduk didepan cafe sambil menunggu Yuda datang.


Sudah lima menit berlalu namun Yuda tidak datang juga.

__ADS_1


Akhirnya Tiara memutuskan untuk tidur sambil menyender ke tembok.


10 menit kemudian...


Tin...tin


Yuda datang dan ia langsung turun dari motor.


Yuda berjalan mendekati Tiara. "Ya ampun kasihan banget pacar gue"


Yuda duduk disebelah Tiara, ia merasa bersalah karena membuatnya menunggu.


"Ra" panggil Yuda sambil menepuk pundak Tiara.


Tiara membuka matanya.


"Maaf ya aku lama datangnya"


"Enggak kok"


"Oh iya, ini kuncinya"


Yuda mengambil kunci tersebut.


"Ya udah ayo pulang" ajak Yuda sambil membangunkan Tiara.


"Sekali lagi maaf ya"


"Iya gak apa-apa kok"


Mereka berdua segera menaiki motor.


[Diperjalanan]


"Ra, jangan tidur!"


"Aku gak tidur kok"


"Terus kenapa diem?"


"Aku cuma ngantuk aja"


"Yud, kamu habis main dari rumah Randy ya?"


"Iya"


"Sama Amanda juga?"


"Kok Amanda sih"


"Kalian bertiga sahabatan kan?"


"Iya. Tapi tadi kita gak main sama Amanda"


"Oh gitu"


"Kamu cemburu ya?"


"Enggak, aku cuma nanya doang"


"Ra, kamu beneran cinta sama aku kan?"


"Iya"


"Emangnya kenapa nanya kayak gitu?"


"Aku takut aja kalau kamu terima aku karena kamu kasihan ke aku"


"Enggak lah, Yud"


"Sebenarnya aku waktu itu pernah ngeraguin kamu, aku kira kamu main-main doang. Tapi setelah aku baca surat yang kamu kasih, aku ngerasa kalau kamu bener-bener serius sama aku"


"Oh jadi karena surat itu ya"


"Iya"


Skip


Tiba di rumah, Tiara segera turun dari motor.


"Yud, kamu mau aku ajarin matematika?"


"Iya, tapi besok aja"


"Kamu udah ngerjain pr belum?"


"Belum"


"Ya udah nanti aku foto terus kirim ke kamu ya"


"Boleh?"


"Iya, boleh"


"Makasih ya"


"Iya sama-sama"


"Ya udah kalau gitu aku masuk ya"


"Iya"


Tiara segera masuk kedalam rumahnya.


Saat masuk kedalam rumah, ia disambut oleh ibu sambungnya.


"Ra, ibu mau ngomong sesuatu" ujar ibu.


"Mau ngomong apa, bu?"


"Kamu kenapa sih ada setiap hari Sabtu sama Minggu suka pergi?"


"Kan Tiara udah bilang ke ibu, kalau Tiara main sama temen"


"Kamu kerja ya?"


Tiara hanya diam saja.


"Iya kan?"


Tiara mengangguk. "Iya, bu"


"Ra, gaji ibu juga cukup kok buat biaya kamu"


"Ibu gak anggap kamu beban kok"


"Jadi nanti kamu keluar aja ya dari pekerjaan kamu"


"Tapi, bu..."


"Gak usah tapi-tapian. Ibu gak mau kamu kerja, kamu kan masih anak sekolah"


"Ibu takut kalau nanti ibu atau saudara kamu lihat kamu kerja. Nanti ibu pasti dimarahin sama mereka karena pasti mereka ngira kalau kamu kerja karena disuruh ibu"


"Ya udah iya, nanti Ara bakal keluar" ujar Tiara, lalu ia segera pergi menuju kamarnya.


...****...


Keesokan paginya


"Makannya yang banyak" suruh ibu.


"Iya, bu"


"Kamu gak marah kan soal ibu yang nyuruh kamu berhenti kerja?"


"Ara gak marah kok"


"Terus kamu kenapa langsung ke kamar?"


"Soalnya Ara ngantuk banget, bu"


"Oh gitu, kirain kamu marah"


"Enggak kok, bu"


Skip


Setelah selesai makan, Tiara pergi keluar untuk menunggu Yuda.


"Tiara, mau ibu anter gak?" tanya ibu sambil mengunci pintu.


"Gak usah, bu! soalnya Ara mau berangkat bareng sama Yuda.


"Udah terima aja Yuda nya, Ra. Dia baik loh sama kamu, masa kamu gak ngehargain usahanya"


"Hmm...udah Ara terima"


"Jadi udah pacaran?"


"Iya udah, waktu malam"


"Oh iya! kalau gitu ibu berangkat ke sekolah duluan ya"


"Iya. Hati-hati ya, bu"


"Iya" ujar ibu, lalu ibu pergi dengan mengendarai motornya.


7 menit kemudian....


Tin...tin


Yuda memberhentikan motornya. "Lama gak nunggunya?"


"Enggak kok"


"Oh iya nih pakai dulu helmnya" ucap Yuda sambil memberikan helm kepada Tiara.


Tiara memakai helm tersebut. Lalu ia segera naik ke motor Yuda.


Setelah itu, Yuda segera melajukan motornya menuju sekolah.


[Diperjalanan]


"Ini helm siapa, Yud?"


"Helm punya mamah"


"Berat ya helmnya?" tanya Yuda.


"Iya lumayan"


"Ya udah nanti aku beliin buat kamu"


"Eh! gak usah"


"Aku mau beliin kamu helm karena kan pasti setiap ke sekolah aku berangkat bareng sama kamu"


"Gak usah berangkat bareng. Soalnya nanti ngerepotin"


"Gak ngerepotin kok, malah aku seneng"


"Oh iya, Yud. Aku mau bicara sesuatu"


Perasaan Yuda menjadi tidak enak. "Mau bicara apa?"


"Nanti aja ya waktu di sekolah bilangnya"


"Kamu mau putusin aku ya?"


Tiara tertawa kecil. "Enggak kok"


...****...


[Kelas]


Tiara dan Yuda segera menyimpan tas nya dikursinya masing-masing.


"Yang lain udah ke lapangan ya kayaknya?"


"Iya" ujar Yuda.


"Oh iya! kamu mau ngomong apa?" tanya Yuda.


"Nanti aja ngomongnya setelah selesai upacara"


"Oh ya udah"


"Ya udah ayo ke lapang!" ajak Tiara.


Mereka berdua segera pergi ke lapangan.

__ADS_1


Skip


Seluruh siswa dan siswi beserta guru-guru melaksanakan upacara dengan khidmat.


Saat berjaga dibelakang, tiba-tiba Yuda melihat kearah Tiara.


Tiara bingung karena tiba-tiba Yuda mengisyaratkan agar Tiara datang menghampirinya.


Lalu Tiara berjalan kearah Yuda.


"Kenapa?" ucapnya dengan pelan.


"Aku gak enak badan" ujar Yuda.


"Loh! perasaan tadi gak kenapa-napa"


"Beneran, Ra"


"Bohong, Ra! dia pingin modus sama kamu" ujar Randy yang berada disamping Yuda.


"Ishh dasar" ucap Tiara, lalu ia kembali kebelakang.


Disisi lain, Yuda langsung menatap tajam kearah Randy.


...****...


Selesai upacara, Tiara tidak langsung pergi ke kelas melainkan ia disuruh ke UKS karena masih ada beberapa murid yang pingsan.


[UKS]


"Ra, minyak angin yang tadi dikasih ke kamu mana?"


"Tadi aku kasih ke kak Naufan, tapi belum dibalikin"


"Ih padahal itu punya aku, bukan punya PMR" ucap Tari.


"Oh gitu ya, maaf ya aku gak tahu. Kirain itu punya PMR"


"Sekarang kak Naufan nya mana?"


"Kayaknya di kelasnya deh"


"Aduh gimana dong"


"Ya udah biar aku aja yang ambil"


"Gak ngerepotin kan?"


"Enggak kok"


"Btw, dia kelas apa?"


"Kelas XII MIPA 1"


"Kelasnya disebelah mana?"


"Kelasnya yang menghadap lapangan"


"Ya udah kalau gitu aku kesana dulu ya"


"Iya"


Tiara segera pergi ke kelas kak Naufan.


Sesampainya di kelas XII MIPA 1, Tiara melihat kak Naufan yang sedang mengobrol dengan temannya didekat pintu.


Tiara berjalan menghampirinya. "Kak Naufan"


"Eh, Tiara. Ada apa?" ujar kak Naufan.


"Tiara mau ambil minyak angin yang tadi Tiara kasih ke kak Naufan"


"Oh nanti aja biar kak Naufan yang simpan ke UKS"


"Anjay kakak" sahut temannya.


"Berisik lo!" ucap kak Naufan kepada temannya.


"Masalahnya itu punya Tari, kak. Bukan punya PMR"


"Oh gitu ya. Ya udah bentar ya, aku mau ambil dulu" ucap kak Naufan, lalu ia segera masuk kedalam kelasnya.


"Kamu anak baru ya?" ujar temannya kak Naufan.


"Udah agak lama sih kak"


"Iya maksudnya kamu anak pindahan kan?"


"Iya, kak"


"Nama kamu siapa?"


"Tiara, kak"


"Oh Tiara. Namanya cantik kayak orangnya"


"EKHEM!!"


Tiba-tiba seseorang menghampiri Tiara dan teman kak Naufan.


Spontan Tiara dan temannya kak Naufan melihat kearah orang itu.


Yuda menatap Tiara sambil tersenyum. "Ay, lagi ngapain disini?"


Tiara tidak bisa berkata-kata sebab ia merasa salah tingkah saat Yuda memanggilnya dengan sebutan itu.


"Tiara ini minyak anginnya" ucap kak Naufan sambil memberikan minyak angin kepada Tiara.


"Oh jadi kamu lagi beli minyak angin, Ra"


"Enak aja lo! gue gak jualan minyak angin" ucap kak Naufan sedikit kesal.


"Maafin temen Tiara, kak" ucap Tiara, lalu Tiara segera menarik tangan Yuda.


"Oh jadi cuma temen ya?" sarkas Yuda.


"Maaf" ucap Tiara sambil menatap Yuda.


"Tahu ah!" ucap Yuda sambil berjalan mendahului Tiara.


Tiara segera menyusul Yuda.


[Kelas]


Tiba di kelas, Tiara langsung mengembalikan minyak angin milik Tari. Setelah itu, ia segera duduk dikursinya.


"Yud, maaf"


Yuda tidak merespon ucapan Tiara.


"Dia kenapa, Ra?"


"Hmm...gak apa-apa"


"Kalau gak kenapa-napa, kenapa kamu minta maaf ke dia" heran Ayu.


"Pagi anak-anak!" seru Bu Vera yang baru datang.


"Pagi, bu" ucap semua anak kelas X MIPA 1.


"Minggu lalu ada PR kan?"


"Iya ada, bu"


"Ya sudah kalau gitu kumpulkan tugasnya didepan!"


"Kalau yang tidak mengerjakan silahkan kerjakan di perpustakaan"


Tiara membuka tas nya. "Loh! kok gak ada ya bukunya"


"Gak dibawa?"


Tiara mengingat kembali. "Ya ampun! bukunya ketinggalan di meja belajar"


"Ya terus gimana? masa aku kumpulin, tapi kamu enggak sih"


"Ya udah kamu kumpulin aja"


"Terus kamu gimana?"


"Aku ngerjain di perpustakaan aja"


"Gak apa-apa, Ra?"


"Iya, gak apa-apa"


Ayu segera mengumpulkan tugasnya.


"Siapa yang belum mengumpulkan?" tanya Bu Vera.


"Saya, bu" ucap Tiara dan Yuda bersamaan.


Tiara menengok kearah Yuda.


"Kamu gak bawa?" ucap Tiara namun tidak dijawab oleh Yuda.


"Ya sudah silahkan kerjakan di perpustakaan!" perintah Bu Vera.


"Baik, bu" ujar Tiara.


Tiara segera mengambil buku catatan. Kemudian ia segera menyusul Yuda.


...****...


[Perpustakaan]


Tiara melihat kearah Yuda yang sedang memainkan ponselnya.


"Yud, kenapa gak dikerjain?"


"Aku gak bisa" ucapnya tanpa melihat kearah Tiara.


Tiara sebenarnya ingin tertawa, namun ia tahan karena takutnya Yuda semakin kesal dengannya.


"Oh iya! bukannya fotonya udah aku kirim ya semalam?"


"Iya emang udah"


"Terus kenapa gak di copy paste aja?"


"Udah dihapus fotonya"


"Ya udah aku kirim lagi ya, soalnya fotonya belum aku hapus"


"Gak usah!" tolak Yuda.


"Kenapa gak usah?"


"Sebenarnya aku bawa kok buku tugasnya"


"Terus kenapa gak dikumpulkan tugasnya?"


"Biar kamu ada temennya"


"Padahal kumpulkan aja, aku gak apa-apa kok sendirian juga"


Yuda hanya diam saja.


"Yud, sekali lagi maafin aku ya"


"Hmm"


"Jangan hmm doang dong"


"Iya"


"Jangan marah lagi ya" ucap Tiara sambil tersenyum.


"Jangan senyum kayak gitu"


"Emang kenapa kalau aku senyum"


"Kalau kamu senyum, aku jadi susah buat marah ke kamu"


"Ya udah berarti aku senyum terus ya, biar kamu gak marah"


"Jangan senyum! kamu kan temen aku, bukan pacar aku"


"Tuh kan! masih aja dibahas"


"Habisnya kesel aja cuma dianggap temen"

__ADS_1


"Ya udah maaf sayang" ucap Tiara malu-malu.


Tanpa sadar Yuda tersenyum saat Tiara memanggilnya dengan sebutan sayang.


__ADS_2