Love Yourself

Love Yourself
Episode 76


__ADS_3

Karena guru jam pelajaran terakhir tidak masuk dan tidak memberi tugas, akhirnya anak-anak kelas XI MIPA 1 pergi menuju lapangan sepak bola.


Anak-anak lelaki bermain bola. Sedangkan anak-anak perempuan asik berfoto-foto.


Bugh!


Tiba-tiba kepala Tiara terkena bola.


"WOI!!! HATI-HATI DONG!!" teriak anak-anak cewek.


Yuda menghampiri Tiara karena memang dia yang tadi menendang bola.


Lalu Yuda mengelus-elus rambut Tiara agar kepalanya tidak terlalu sakit. Spontan Tiara langsung mundur satu langkah kebelakang.


"Hayo loh pacarnya marah" ujar Ayu.


"Enggak marah kok" ujar Tiara sambil mengambil bola, lalu ia kembali mengembalikan bola itu ke Yuda.


"Sakit gak, Ra?"


"Enggak kok"


"Maafin aku ya, aku gak sengaja sumpah"


"Iya gak apa-apa. Ya udah sana main lagi"


Yuda kembali bermain bola dengan teman-temannya.


"Ra, Yuda punya salah ya ke kamu?" ujar Ayu.


"Enggak kok"


"Tapi kamu tadi kok malah ngejauh waktu Yuda ngelus kepala kamu"


"Hmm...soalnya aku takut dilihat sama guru-guru"


"Oh gitu, kirain kalian berdua lagi berantem"


"Enggak kok, kita gak berantem"


30 menit kemudian, bel pulang berbunyi. Menandakan bahwa semua siswa dan siswi diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.


Anak-anak kelas XI MIPA 1 yang sedang berada di lapangan sepakbola bola langsung bergegas menuju kelasnya untuk mengambil tas masing-masing.


Sesampainya di kelas, semuanya mengambil tas mereka.


"DOMPET GUE KEMANA??!!" teriak Kezia.


Spontan semuanya melihat kearah Kezia.


"Dompet kamu hilang?" ujar Revan.


"Iya" kata Kezia.


"Emang tadi disimpan dimana?" ujar Revan.


"Didalam tas" jelas Kezia.


"Mungkin jatuh kali di lapangan" ujar Anya.


"Aku gak bawa dompet waktu ke lapangan. Aku nyimpen dompetnya didalam tas kok" jelas Kezia.


"Guys! coba letakan tas kalian diatas meja" ujar Revan.


"Anak-anak kelas gak mungkin ngambil lah, Van! orang semuanya tadi ada di lapangan sepakbola" kata Randy.


"Iya aku tahu. Tapi letakan aja di meja, siapa tahu tadi ada yang ke kelas" kata Revan.


Semuanya meletakkan tas masing-masing di meja. Lalu Revan menggeledah tas teman-temannya.


Pada saat Revan menggeledah tas Tiara, cokelat-cokelat Tiara juga hilang.


"Coklat aku kemana? kok gak ada didalam tas" bingung Tiara.


Yuda memeriksa tas Tiara. "Loh! coklat juga diambil?"


"Ya ampun sayang banget cokelatnya. Padahal dua puluh coklat loh itu" ucap Ayu.


Semuanya langsung melongo saat Ayu menyebutkan dua puluh cokelat.


"Ra, kamu ngapain beli cokelat sebanyak itu" heran Haikal.


"Itu coklat pemberian Yuda, Ayu sama Randy" jelas Tiara yang mukanya seketika menjadi bete.


"Udah jangan bete gitu, nanti aku beliin cokelat lagi"


Setelah selesai menggeledah semua isi tas anak-anak kelas, semuanya kebingungan sebab tidak ada dompet Kezia dan coklat Tiara.


"Kayaknya yang maling anak kelas sebelah deh" ujar Bayu.


"Jangan nuduh dulu, takutnya salah orang" ujar Ayu.


"Van, lebih baik lo cari sana ke kelas sebelah. Siapa tahu emang bener lagi anak sebelah yang nyuri"


Sebagai ketua kelas, Revan menuruti perintah anak-anak kelas. Ia pergi menuju kelas sebelah.


"Ra, ayo pulang! nanti kita beli coklat lagi" kata Yuda.


"Gak usah deh, Yud"


"Kenapa gak usah?"


"Sayang uangnya"


"Itu kan uang aku, jadi gak sayang uang dong"


"Iya, tapi sebaiknya uangnya kamu tabung"


"Tabungan aku masih ada kok, jadi gak apa-apa kalau dibeliin coklat. Lagian coklatnya kan buat dimakan"


"Ya udah ayo, Ra"


Akhirnya Tiara dan Yuda pergi menuju parkiran.


Sepanjang perjalanan menuju parkiran, keduanya bertanya-tanya mengenai siapa yang mencuri dompet Kezia dan coklat-coklat Tiara. Yuda mengira bahwa pencuri itu perempuan, karena mana mungkin lelaki suka coklat. Tapi kalau Tiara, ia mengira pencuri itu lelaki, karena siapa tahu lelaki itu butuh uang dan kalau soal coklat kemungkinan itu buat ceweknya. Tapi mungkin lelaki itu juga menyukai coklat.


...****...


Tiba di rumah, Tiara turun dari motor Yuda.


"Yud, makasih banyak coklatnya"

__ADS_1


"Iya sama-sama"


Yuda diam sejenak, ia bingung harus bertanya atau tidak kepada Tiara.


"Kenapa diem, Yud?" heran Tiara karena Yuda tidak melajukan motornya.


"Oh iya, Ra. Maaf nih, aku cuma pingin tanya sesuatu sama kamu. Tapi kamu jangan marah ya, karena aku emang gak tahu"


"Maksudnya, Yud?"


"Aku gak tahu aku salah apa sama kamu"


"Kamu gak salah apa-apa kok"


"Tapi kok waktu aku bilang maaf, kamu malah bilang gak apa-apa" heran Yuda.


Tiara bingung harus jawab apa, ia kira tadi Yuda meminta maaf karena waktu itu Yuda mencium Tiara.


Jika Tiara bilang kalau ia takut Yuda melewati batas, nanti Tiara takut kalau Yuda kecewa terhadap Tiara karena menuduhnya seperti itu.


"Kenapa, Ra?"


"Hmm...aku kira kamu minta maaf karena waktu itu kamu cium aku"


"Jadi karena itu ya kamu menghindar?"


Tiara hanya mengangguk. "Aku sebenarnya canggung, makanya aku menghindar" ujar Tiara agar Yuda tidak sakit hati.


"Oh jadi kamu canggung"


"Iya"


"Ya udah nanti aku gak akan kayak gitu lagi kok"


"Kamu gak sakit hati kan, Yud?"


"Enggak, aku gak sakit hati"


"Beneran gak sakit hati?"


"Iya, aku gak sakit hati"


"Hmm...kamu boleh kok peluk aku, tapi kalau cium jangan ya. Soalnya kalau cium, aku jadi ngerasa dosa banget"


Yuda hanya tersenyum. "Iya, nanti aku bakal peluk aja"


"Ya udah sana pulang"


Yuda turun dari motornya. "Peluk boleh kan?"


Tiara mengangguk. "Boleh"


Yuda memeluk Tiara dan Tiara membalas pelukan Yuda.


Tak lama, Yuda kembali melepaskan pelukannya. "Aku pulang ya" ujarnya sambil menaiki motor.


"Jangan ngebut bawa motornya"


"Iya, siap"


Yuda segera melajukan motornya. Setelah Yuda pergi, Tiara masuk kedalam rumahnya.


...****...


Saat diperjalanan menuju rumahnya, Yuda terus memikirkan ucapan Tiara. Ia takut Tiara berbohong soal alasan ia tidak ingin dicium lagi. Yuda takut kalau Tiara tidak mau dicium karena mulut Yuda bau.


Ia sangat insecure sekarang. Walaupun tadi Tiara memberitahu alasannya, tapi Yuda tidak yakin kalau Tiara tidak mau dicium karena takut dosa.


Apakah Tiara sengaja berkata seperti itu agar Yuda tidak sakit hati?


Karena terus memikirkan ucapan Tiara, tidak terasa kini Yuda telah sampai rumah.


Ia turun dari motornya, lalu ia masuk kedalam rumah. Pada saat masuk, Yuda berpapasan dengan mamahnya.


"Kenapa kamu? kok kayak gelisah gitu" ujar mamah.


"Gak kenapa-napa kok, mah"


"Berantem ya sama Tiara?"


"Enggak"


"Terus berantem sama siapa?"


"Gak berantem sama siapa-siapa kok"


"Ada masalah apa sih? bilang dong ke mamah"


"Gak kenapa-napa, mah" Yuda berjalan menuju kamarnya.


"Yud, mau nitip makanan gak?" teriak mamah.


"GAK!" ujar Yuda sambil menutup pintu kamarnya.


Saat berada di kamar, Yuda terus melamun. Andai saja waktu itu Yuda tidak mencium Tiara, mungkin saat ini Yuda tidak akan insecure seperti ini.


Yuda menyesali perbuatannya dan ia berjanji mulai saat ini dan seterusnya ia tidak akan mencium Tiara lagi.


Sebenarnya Yuda tidak sakit hati kepada Tiara, tapi ia sangat malu kepada Tiara. Ia takut kalau saat ini Tiara sedang menertawakannya.


Yuda berpikir, apakah setelah ini hubungannya akan berakhir?


Sepertinya Yuda akan pasrah jika nantinya Tiara ingin mengakhiri hubungan.


Yuda membayangkan bagaimana nantinya jika mereka putus.


"Enggak...enggak! masa cuma gitu doang mutusin gue" gumamnya.


Yuda berusaha positif thinking kalau memang yang dikatakan oleh Tiara benar.


Trining! Trining!


Yuda mengambil ponselnya dan ia melihat ke layar ponselnya. Dan ternyata orang yang menelponnya adalah Randy. Lalu Yuda menjawab panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ran"


"Yud, tadi kan Revan sama gue lihat rekaman CCTV. Dan lo tahu gak siapa pelakunya?"


"Emang siapa malingnya?"


"Anak kelas XII IPS 1"

__ADS_1


"Serius lo?"


"Iya. Dan mungkin besok dia bakal dipanggil ke ruang BK"


"Emang tadi gak langsung dilaporin ke guru BK?"


"Enggak, soalnya orangnya udah pulang"


"Emang didalam dompet Kezia ada berapa duit sih?"


"Sekitar tiga ratus ribu katanya"


"Di CCTV nya dia ambil cokelat Tiara gak?"


"Kayaknya sih diambil, soalnya orang itu bawa kantong plastik hitam"


"Cuma cokelat Tiara sama uang Kezia doang kan yang diambil?"


"Bukan cuma mereka doang, tapi katanya uang kas juga hilang"


"Bendaharanya yang sekarang siapa?"


"Tari"


"Kenapa waktu diperiksa sama Revan gak nyadar kalau uangnya hilang" heran Yuda.


"Soalnya Tari kan nyimpen uangnya didalam buku, jadi dia kira masih ada disitu"


"Beg* banget malingnya, udah tahu ada CCTV"


"Tapi kasihan juga ya kalau malingnya cewek"


"Ngapain kasihan?" heran Yuda.


"Ya kasihan aja. Pasti dia maling karena dia gak punya uang"


"Tapi kan kalau gak punya uang setidaknya dia kerja, bukan malah maling"


"Iya juga sih"


"Oh iya, Ran! gue pingin ngomong dong sama lo"


"Pingin ngomong apa?"


"Apa tanggapan lo kalau pacar lo tiba-tiba minta putus dengan alasan yang aneh"


"Ya biasa aja. Soalnya kan waktu itu juga gue diputusin Putri dengan alasan yang aneh"


"Tapi kalau alasannya karena lama bales chat itu masih wajar"


"Lo kenapa nanya kayak gini sih? emang Tiara mau putusin lo ya?"


"Kayaknya sih iya"


"Emang lo sama Tiara ada masalah apa sih?"


"Gue gak mau cerita, nanti bisa-bisa lo ngetawain gue"


"Lo gak sengaja kentut didepan Tiara ya?"


"Kaga anjir!"


"Terus kenapa?"


"Udah gue bilang kalau gue gak mau cerita"


"Kalau gitu nanti saat Tiara putusin lo, lo pura-pura cool aja gitu. Seolah-olah lo juga udah gak butuh dia"


"Oke, makasih sarannya"


"Oh iya! seminggu setelah putus, lo harus cepet-cepet punya gebetan, supaya Tiara tahu bahwa lo udah move on"


"Ngomong-ngomong kenapa lo gak lakukan hal itu ke Putri?" heran Yuda.


"Gue gak cari gebetan karena gue belum mau pacaran dulu"


"Bilang aja belum move on dari Putri"


Setelah berbicara seperti itu, Yuda langsung mematikan panggilan teleponnya. Karena ia tahu pasti Randy akan menyangkal omongan Yuda.


*Ketika mengingat saran dari Randy, Yuda jadi membayangkan jika nanti dia bersikap cool saat Tiara meminta putus. Pasti saat dia bersikap cool, Tiara tidak akan jadi memutuskan Yuda. Karena orang-orang bilang kalau Yuda sangat tampan jika bersikap cool.


Waktu dulu sikap Yuda sangat cuek, tak heran jika banyak cewek yang menyukainya secara diam-diam. Tapi saat Yuda cuek, orang-orang mulai tidak tertarik lagi dengannya.


Yuda juga bingung terhadap cewek-cewek. Kenapa cewek-cewek zaman sekarang lebih tertarik kepada cowok cuek. Tapi giliran sudah dapat cowok cuek, eh malah minta putus dengan alasan si cowoknya sangat cuek kepadanya.


Memang benar ya bahwa cewek itu makhluk paling aneh. Bahkan jika cewek salah, selalu saja cowok yang disalahkan.


Sepertinya dunia memang tidak berpihak kepada cowok.


Trining! Trining!


Lagi-lagi telepon Yuda berdering.


"Ngapain telepon lagi sih itu bocah" gumam Yuda.


Pada saat Yuda akan mematikan menolak teleponnya, tiba-tiba ekspresi wajahnya menjadi berubah. Ternyata orang yang menelpon Yuda adalah Tiara.


Dengan cepat Yuda menjawab telepon tersebut.


"Yud, nanti jam 4 ke cafe yuk!"


Yuda semakin curiga, sepertinya Tiara akan memutuskannya di cafe.


"Maaf, Ra. Tapi aku gak bisa"


"Kamu sibuk ya, Yud?"


"Iya. Aku sibuk bantuin mamah" bohong Yuda, padahal sebenarnya ia tidak ingin Tiara mengakhiri hubungan dengannya.


"Oh ya udah, kapan-kapan lagi aja deh"


"Maaf ya, Ra"


"Iya, gak apa-apa kok, Yud"


"Ra, aku matiin ya teleponnya soalnya aku mau mandi" bohong Yuda.


"Oh iya"


Yuda mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


__ADS_2