Love Yourself

Love Yourself
Episode 58


__ADS_3

Angin malam hari menyentuh kulit Tiara, hingga membuatnya merasa kedinginan.


Andai saja tadi ia tidak mengiyakan ajakan Yuda, mungkin saat ini ia tidak akan berada disini.


Tapi karena tidak ada tempat tujuan lain, makanya ia terpaksa harus kesini.


"Enak banget ya udaranya" ujar Yuda, yang membuat Tiara menatapnya datar kearahnya.


Bagaimana bisa dia berkata seperti itu, udah jelas-jelas udaranya sangat dingin. Tapi Yuda malah bilang udaranya sangat enak.


Oh iya, Tiara lupa. Yuda kan setiap hari berada di ruangan ber-AC, pantas saja dia tidak merasa kedinginan.


"Kok jagungnya gak dimakan, Ra"


"Soalnya masih panas, Yud"


"Tiup lah biar gak panas"


Yuda tersenyum saat melihat Tiara sedang meniup-niup jagung tersebut.


"Udah lama gak makan jagung bakar" ucap Tiara sambil mengunyah jagung.


"Emang terakhir makan jagung bakar kapan?"


"Terakhir makan kayaknya waktu kelas delapan"


"Oh iya, Ra! besok berangkat ke sekolah bareng aku ya"


"Iya"


"Awas loh kalau berangkat duluan kayak tadi"


"Habisnya tadi pagi kamu gak biasa lama, makanya aku berangkat duluan"


"Aku lama karena aku lagi bungkus kado kamu"


"Oh gitu"


"Eh! ini kalung dari aku kan?" tanya Yuda sambil memegang kalung yang dipakai Tiara.


"Iya"


"Cocok banget dipakai sama kamu" ucap Yuda sambil tersenyum.


"Yud, makasih ya atas semuanya"


"Makasih kembali"


"Kalau kamu gak perlu bilang makasih, karena kan aku gak pernah ngelakuin apapun buat kamu"


"Kata siapa? justru karena kamu, aku jadi lebih bahagia. Jadi aku berterimakasih banget sama kamu"


"Bohong banget"


"Kok bohong sih" bingung Yuda.


"Sebelum ada aku, kamu udah bahagia"


"Aku gak bahagia"


"Emang gak bahagia kenapa?"


"Kamu gak perlu tahu"


"Rahasia ya?"


"Iya rahasia"


Yuda mengatakan bahwa ia tidak bahagia itu bohong. Faktanya, Yuda emang manusia yang cukup beruntung karena diberikan kebahagiaan, mulai dari keluarga yang harmonis, ekonomi yang cukup, dan teman-teman yang selalu ada untuknya, walaupun teman Yuda tidak banyak namun ia sangat beruntung karena teman-temannya selalu mensupport dirinya.


Tetapi jika Yuda mengatakan kepada Tiara bahwa dirinya bahagia, nanti Tiara akan merasa bahwa hidup tidak berpihak kepadanya. Maka dengan itu, Yuda mengatakan kepada Tiara bahwa dirinya tidak bahagia.


"Yuda, aku boleh tanya sesuatu?"


"Boleh"


"Tapi kamu jawab jujur ya"


"Iya. Emang mau tanya apa?"


"Soal Rindu yang selingkuh dari kamu, itu bener gak?"


"Bener. Emang kenapa? kamu gak percaya?"

__ADS_1


"Tadinya emang aku kurang percaya" ucap Tiara terus terang.


"Gak apa-apa, wajar juga kamu gak percaya. Soalnya kan kamu ngiranya aku playboy"


"Maaf ya udah ngeraguin kamu"


"Iya gak apa-apa. Lagian aku juga pernah kok ngeraguin kamu"


"Ngeraguin aku?"


"Iya. Aku pernah ngira kalau kamu terpaksa terima aku"


"Kalau emang aku terpaksa gimana?" ujar Tiara sambil menahan tawanya.


"Jadi kamu emang terpaksa pacaran sama aku?"


Tiara tersenyum. "Enggak lah. Aku emang beneran suka sama kamu"


"Yang bener?"


"Iya bener" Tiara tersenyum tulus kepada Yuda.


"Oh iya, surat yang waktu itu aku kasih masih ada kan?"


"Masih ada kok"


"Ra, aku pingin liburan lagi deh sama kamu dan temen-temen yang lain"


"Kalau aku sih gak mau"


"Kenapa gak mau?"


"Aku takut ada hantu lagi kayak waktu itu"


"Ya jangan nginep kayak kemarin"


"Emang liburannya mau kemana?"


"Gimana kalau liburan ke Dufan? nanti kita naik wahana-wahana yang ekstrim"


"Aku gak mau kalau naik wahana ekstrim"


"Dasar penakut"


"Emang" ucap Tiara sambil tertawa kecil.


"Makin dingin ya udaranya" ujar Yuda.


"Dari tadi juga dingin, Yud"


"Ya ampun, kamu kedinginan?"


Tiara mengangguk pelan.


Yuda membuka jaketnya dan ia memakaikan jaket miliknya ke Tiara.


"Kamu juga pasti dingin kan?"


"Hmm...dinginnya masih biasa kok, gak dingin-dingin banget"


Yuda heran dengan dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia sangat tidak peka terhadap Tiara yang dari tadi kedinginan. Biasanya ia sosok yang peka terhadap sesuatu, tapi kali ini ia akui bahwa dirinya tidak se-peka itu.


"Ra, mau pulang jam berapa?"


"Sekarang aja deh" ujar Tiara, karena sepertinya ibu kandungnya sudah tidak ada di rumah ibu sambungnya.


"Ya udah ayo"


Yuda segera mengantarkan Tiara pulang.


...****...


Skip


Sesampainya di rumah, Tiara menghampiri ibu sambungnya.


"Bu, maaf ya pulangnya kemalaman"


"Kamu sengaja ya pulang jam segini, supaya gak ketemu ibu kamu"


Tiara mengiyakan ucapan ibu sambungnya.


"Kenapa gak mau ketemu, Ra?"

__ADS_1


"Gak kenapa-napa"


"Kamu masih belum memaafkan ibu kamu ya?"


"Bu, Tiara pingin tidur" ujar Tiara sambil pergi menuju kamarnya.


Ia sengaja mengalihkan pembicaraan, karena memang benar ia masih belum memaafkan ibunya.


Banyak orang yang bilang "Bagaimanapun juga itu ibu kamu"


Memang benar itu ibu kandungku, namun orang yang bilang seperti itu tidak pernah merasakan diposisi Tiara. Jika mereka diposisi Tiara mungkin mereka juga akan merasa sakit hati jika tahu ibunya selingkuh dari ayahnya.


[Kamar]


Tiara jadi tidak bisa tidur sebab ia teringat kembali masa lalunya. Karena baginya masa lalunya itu membuat ia trauma. Jujur saja Tiara sulit menghilangkan trauma itu.


Sebagian orang mungkin ada yang bisa berdamai dengan masa lalunya. Tapi untuk Tiara, ia tidak bisa memaafkan dengan semudah itu.


Anggap saja hati Tiara itu seperti kertas. Jika kertas itu dirobek. Apakah bisa kembali utuh?


Tentunya tidak, begitupun dengan hati Tiara.


...****...


[Rumah Yuda]


"Yud, kamu habis dari mana sih? kok pulangnya malam terus" heran papah.


"Lah! perasaan Yuda baru keluar malam sekarang deh, kok papah seakan-akan sering nuduh Yuda pulang malam"


"Kemarin kamu juga pulang malam kan?"


"Itu Minggu kemarin, pah"


"Ya sama aja kemarin"


"Beda lah, pah"


"Dari mana sih kamu?"


"Habis main sama pacar"


"Kok mainnya malam"


"Soalnya dia lagi ulang tahun, pah. Makanya seharian ini Yuda mau ngabisin waktu sama dia"


"Main kemana?"


"Ya jalan-jalan lah pokoknya"


"Awas ya kalau kamu macem-macemin anak orang"


"Enggak lah, pah!"


"Oh iya! papah udah ketemu belum sih sama Tiara?"


"Belum"


"Mau lihat gak fotonya, pah?"


"Mana coba, papah pingin lihat"


Yuda memperlihatkan foto Tiara kepada papahnya.


"Cantik kan, pah?"


"Cantik sih, tapi cantikan mamah kamu"


Yuda hanya bisa tersenyum saat mendengar ucapan papahnya.


"Pah, jangan selingkuh dari mamah ya"


"Kamu nuduh papah selingkuh ya?"


"Enggak kok, Yuda cuma memperingati papah aja"


"Gak lah, papah orangnya setia. Lagipula mamah kamu cantik, mana mungkin papah selingkuh dari mamah kamu"


"Bagus deh kalau gitu"


"Kamu tidur sana! udah malam loh ini"


"Papah juga kenapa gak tidur"

__ADS_1


"Ini juga papah mau tidur kok" papah mematikan televisi.


Karena papah pergi ke kamar, akhirnya Yuda juga pergi menuju kamarnya.


__ADS_2