Love Yourself

Love Yourself
Episode 34


__ADS_3

"Ra, cowok itu ganteng banget ya" ucap Ayu.


"Cowok yang mana?"


"Yang itu"


Pada saat Tiara ingin melihat orang itu, tiba-tiba Yuda menghalanginya.


"Yang ini" tunjuk Yuda pada dirinya sendiri.


"Ih apaan sih, Yud! ngehalangin aja" ujar Ayu.


Yuda segera menggeser ke sebelah Randy.


"Oh iya, mau pulang kapan, Ra?" tanya Yuda.


"Terserah Ayu sama Randy aja"


"Kalian mau pulang kapan?" tanya Yuda kepada Ayu dan Randy.


"Pulang sekarang aja deh, soalnya gue mau malam Minggu-an dulu" ujar Randy.


"Malam Minggu-an sama siapa, Ran?" tanya Ayu.


"Ya sama gebetan aku lah" ujar Randy.


"Emang kamu punya gebetan, Ran?" tanya Ayu.


"Ya punya lah! masa seorang Randy gak punya gebetan" ujar Randy.


"Gebetan kamu siapa?" tanya Ayu.


"Ih kepo" ujar Randy.


Ayu menatap datar kearah Randy.


"Ya udah ayo pulang" ucap Yuda.


Lalu Tiara, Yuda, Ayu dan Randy menghampiri Kezia.


Sebelum pulang, mereka berempat berfoto bersama dengan Kezia.


...****...


[Diperjalanan]


"Duduknya gak nyaman ya?" ujar Yuda.


"Iya, gak nyaman. Soalnya kan aku pakai dress"


"Oh iya, Ra! jalan-jalan dulu yuk!" ajak Yuda.


"Gak mau"


"Malam Minggu loh ini" ucap Yuda.


"Emang kalau malam Minggu kenapa?"


"Ya kan biasanya orang-orang suka malam Minggu-an" kata Yuda.


"Yang malam Minggu-an itu orang yang pacaran"


"Kata siapa?" ucap Yuda.


"Kata aku"


"Malam Minggu-an bukan cuma untuk orang yang pacaran kali" ujar Yuda.


"Tapi kan kebanyakan orang yang pacaran"


"Jadi mau gak?"


"Gak mau"


"Mau aja deh" ujar Yuda.


"Gak"


"Oke let's go" teriak Yuda.


"Ih Yuda! aku gak mau, lagian masa malam Minggu pake dress"


"Ya udah kita ke rumah kamu dulu biar kamu ganti pakaian, habis itu baru kita jalan-jalan" ucap Yuda.


Karena Yuda terus-menerus memaksa, akhirnya Tiara mengiyakan ajakannya.


Sesampainya di rumah, Tiara dan Yuda langsung turun dari motor.


"Ya udah aku masuk dulu"


"Aku ikut" ujar Yuda.


"Ikut?"


"Iya, aku mau ijin sama ibu kamu" ujar Yuda.


"Udah kamu disini aja"


"Kamu gimana sih. Kan aku yang ajak kamu, jadi seharusnya aku yang minta ijin" kata Yuda.


"Ya udah ayo"


Mereka berdua segera masuk kedalam rumah.


"Ibu" panggil Tiara.


Ibu menghampiri Tiara dan Yuda.


"Eh! ada Yuda" ujar ibu.

__ADS_1


"Malam, bu" sapa Yuda.


"Iya, malam"


Yuda salam ke ibu Tiara.


"Ibu, Yuda boleh ajak Tiara jalan-jalan gak?" ujar Yuda.


"Jalan-jalan kemana?"


"Ke alun-alun"


"Ya udah boleh, tapi jangan terlalu malam ya pulangnya"


"Iya"


"Ya udah kalau gitu aku ganti pakaian dulu ya, Yud"


"Iya"


Tiara segera pergi ke kamarnya.


Ketika berada di kamar, ia segera mengganti pakaiannya.


Trining...trining


Tiara melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari nomer tidak dikenal.


"Siapa ya?"


Ia mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo"


"Ra, ini ibu"


Tiara langsung terdiam.


"Hallo, Ra"


Tiara buru-buru mematikan panggilan teleponnya karena jujur ia masih belum memaafkan ibunya.


Entah kenapa setiap melihat atau mendengar suara ibu kandungnya, kenangan di masa lalu selalu muncul. Dan itu yang membuat Tiara semakin sakit hati.


Ia menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian menghembuskannya.


Kemudian Tiara segera pergi menghampiri Yuda.


"Ayo, Yud!"


"Bu, kita pamit ya" ujar Yuda.


"Iya"


Lalu Tiara dan Yuda segera pergi.


...****...


"Beli makanan dulu yuk!" ucap Yuda.


"Ayo"


Mereka berdua membeli jajanan yang ada di alun-alun.


Sesudah membeli makanan dan minuman, mereka berdua segera mencari tempat untuk duduk.


Mereka memakan jajanan yang telah mereka beli.


"Yud, jadinya berapa?"


"Apanya?"


"Itu makanan sama minumannya"


"Gak usah dibayar"


"Ih! berapa?"


"Udah dibilang gak usah"


"Ya udah berarti nanti aku yang traktir kamu ya"


"Itu paham. Jadi besok mau kemana?"


Tiara menatap datar kearah Yuda. "Aku mau traktirnya sekarang, bukan besok"


"Besok aja"


"Besok kan aku kerja"


"Iya juga ya"


"Oh iya, Yud! makasih ya udah ngijinin aku libur hari ini"


"Yang ngijinin mamah bukan aku"


"Tapi kan kamu yang bilang"


Yuda melihat Randy yang sedang bersama seorang cewek.


"Loh! itu kan Randy"


"Mana?"


"Itu" tunjuk Yuda.


Tiara melihat kearah yang ditunjuk Yuda.


"RANDY!!!" teriak Yuda.

__ADS_1


Tiara dengan cepat membungkam mulut Yuda dengan tangannya.


"Jangan berisik! nanti dia kesini" ujar Tiara.


Yuda tersenyum. "Jadi kamu gak mau ada yang ganggu kita berdua ya?"


"Ih! bukan itu"


"Terus kenapa?"


"Nanti kalau dia kesini, dia bakal ngira kita pacaran"


"Ya gak apa-apa"


Tiara menatap Yuda. "Yud, kamu bener-bener suka sama aku ya?"


"Aku udah berkali-kali bilang loh, masa kamu gak percaya"


"Sakit tahu di php-in tuh" ucap Yuda dramatis.


"Hmm...kalau misalnya aku terima kamu gimana?"


"Ya aku bakal seneng lah"


"Eh! bentar deh. Emang kamu mau terima aku?" ucap Yuda.


"Hmm...gak tahu sih"


"Kok gak tahu"


"Soalnya aku masih ragu sama kamu" ucap Tiara.


"Ragu?"


"Iya. Aku takut diselingkuhin" jelas Tiara.


"Aku janji gak akan selingkuhin kamu kok"


"Beneran?"


"Iya beneran"


"Ya udah" ucap Tiara sambil tersenyum.


Yuda tersenyum. "Jadi kita jadian nih?"


"Menurut kamu?"


"Iya"


Keduanya menjadi salah tingkah.


"Hmm...Yuda"


"Iya, kenapa?"


"Nanti jangan dulu ngasih tahu Ayu atau Randy ya"


"Emang kenapa?"


"Aku kan waktu itu bilangnya gak mau pacaran dulu, jadi aku takut mereka ngeledekin aku"


"Ya udah iya, aku gak akan bilang"


"Tapi aku boleh kan bilang ke orang tua aku?" tanya Yuda.


"Jangan! nanti bisa-bisa mamah kamu pecat aku"


"Pecat kamu?"


"Iya. Soalnya masa anak pemilik cafe pacaran sama karyawannya"


"Kamu tenang aja, lagian mamah setuju kok kalau aku pacaran sama kamu" ujar Yuda.


"Sejak awal juga dia udah tahu kalau aku suka sama kamu. Bahkan papah aku juga udah tahu" ujar Yuda.


"Keluarga kamu kayaknya harmonis banget ya"


"Aku jadi iri deh"


Yuda terdiam karena ia bingung harus menjawab apa.


"Ra, kamu mau jalan-jalan ketempat lain atau mau tetep disini?"


"Disini aja"


"Yud"


"Apa?"


"Aku kan gak pernah pacaran"


"Iya, terus kenapa?"


"Aku gak tahu caranya pacaran gimana"


Yuda tertawa mendengar ucapan Tiara.


"Aku serius, Yud"


"Gak ada caranya kok, Ra. Cukup jalanin aja kayak biasa"


"Kalau pacaran itu emang harus pegangan tangan, pelukan sama ciuman ya?" tanya Tiara dengan polosnya.


Yuda menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Gak harus juga sih, Ra"


"Terus yang harus apa?"


"Biasanya sih panggil sayang"

__ADS_1


"Sayang"


Yuda menjadi salah tingkah mendengar ucapan Tiara.


__ADS_2