Love Yourself

Love Yourself
Episode 38


__ADS_3

Skip


Tiara menghampiri Yuda yang sedang berada di parkiran. "Maaf ya lama"


"Iya gak apa-apa" ujar Yuda.


"Ya udah ayo naik" suruh Yuda, dan Tiara naik ke motor Yuda.


Habis itu Yuda langsung melajukan motornya.


"Mau main dulu atau mau langsung ke rumah aku?"


"Ya ke rumah kamu lah"


"Gak mau main dulu?"


"Emang mau main kemana?"


"Jalan-jalan aja gitu sambil beli jajanan"


"Enggak deh, aku mau ke rumah kamu aja habis itu pulang"


...****...


[Rumah Yuda]


"Mah" panggil Yuda.


Tak lama seseorang datang menghampiri Tiara dan Yuda.


"Nyonya lagi pergi ke cafe, den"


"Oh gitu ya"


"Oh iya, bi. Tolong ambilin cemilan sama minuman ya" suruh Yuda.


"Baik, den" ucap bibi, lalu ia pergi menuju dapur.


"Ra, aku mau ganti pakaian dulu ya" ujar Yuda.


"Iya"


"Kamu mau disini atau mau ikut aku ke kamar?"


"Ya disini lah, masa aku ikut sih"


"Ya siapa tahu aja pingin ikut"


"Ya udah sana ganti baju!"


Yuda segera pergi menuju kamarnya.


Beberapa menit kemudian bibi dan Yuda datang bersamaan menghampiri Tiara.


"Ini" ujar bibi sambil menaruh cemilan dan minuman di meja.


"Makasih, bi"


"Iya sama-sama"


"Ini neng Tiara ya?" tanya bibi.


"Iya, bi. Kok bibi bisa tahu sih"


"Soalnya den Yuda cerita ke semua orang yang ada di rumah"


"Oh gitu ya"


"Ya uda kalau gitu bibi kesana dulu ya"


"Iya" ucap Tiara dan Yuda bersamaan.


Yuda duduk disebelah Tiara. "Ayo diminum"


"Iya" ucap Tiara sambil meminum jus yang dibuat oleh bibi.


"Yud, mamah kamu lama gak datangnya?"


"Gak tahu"


"Atau aku ke cafe aja ya"


"Jangan! udah tunggu aja disini, nanti juga mamah datang"


Tiba-tiba seseorang datang membawa anak kecil.


"Yuda"


"Iya, tante" ujar Yuda.


"Tante titip Cinta ya" ujar tantenya Yuda.


"Gak mau! udah tahu lagi ada tamu"


"Siapa tuh, Yud? pacar kamu ya?"


"Iya"


"Hallo, tante" sapa Tiara.


"Iya hallo juga"


"Tiara kamu mau gak jagain anak tante dulu, soalnya tante mau ke supermarket sebentar"


"Boleh, tante"


"Eh, enggak...enggak!"


"Cuma sebentar kok, Yud"


"Udah tahu ada tamu, pake dititipin kesini lagi"


"Gak apa-apa, Yud" ujar Tiara.


"Cinta, mamah pergi dulu ya. Kamu sama tunggu disini dulu sama om Yuda dan pacarnya ya" ujar tante Yuda.


Lalu tante Yuda segera pergi.


"Cinta sini" suruh


"Iya" ucap Cinta sambil mendekati Tiara.


"Kakak mau itu" tunjuk Cinta pada cemilan yang ada dimeja.


"Jangan!" usil Yuda sambil menyembunyikan makanannya.


"Cinta mau itu" rengek Cinta.


"Yud, kasihin"


"Cium dulu om nya, baru nanti dikasih" kata Yuda sambil menunjuk pipinya.


Cinta mencium pipi Yuda. Setelah itu, Yuda memberikan cemilannya kepada Cinta.


"Cinta berapa tahun?"


"5 tahun"


"Rumah Cinta dimana?"


"Didepan"


"Oh didepan"


"Emang iya, Yud?"


"Iya" ucap Yuda.


"Yang tinggal disekitar sini kebanyakan saudara" kata Yuda.


"Oh gitu"


"Seru ya kayaknya rumahnya deket sama saudara" ucap Tiara sambil tersenyum namun hatinya terasa sedih.


"Iya"


"Om Yuda" panggil Cinta.


"Iya kenapa?"


"Cinta mau buang air besar"


"Ya ampun! pake pingin buang air besar segala lagi" ujar Yuda.


Tiara hanya tertawa melihat reaksi Yuda.


"Bibi!" teriak Yuda.


Tidak lama bibi datang menghampiri Yuda.


"Ada apa, den?"


"Bi, Cinta katanya pingin bab"


"Ya udah ayo neng" ucap bibi.


Cinta segera ke toilet bersama bibi.


"Ada-ada aja tuh bocil" ujar Yuda.


"Eh! ada Tiara" ucap mamah Yuda yang baru datang.


Tiara salam kepada mamahnya Yuda.


"Mah, Tiara dari tadi loh nunggu mamah"


"Oh maaf ya" ujar mamah Yuda.


"Iya gak apa-apa, tante"


Mamah Yuda duduk di sofa. "Oh iya, ada apa?"


"Hmm...Tiara mau ngundurin diri, tante. Soalnya ibu Tiara gak ngebolehin Tiara kerja"


"Jadi ibu kamu udah tahu ya?"


"Iya"


"Boleh gak, tante?"


"Boleh. Tapi dengan satu syarat"


"Syarat?"


"Iya"


"Syaratnya apa, tante?"


"Sebagai gantinya kamu harus sering main kesini"


"Nah! setuju...setuju" sahut Yuda.


"Ya udah iya, tante"


"Kalian udah makan siang belum?"

__ADS_1


"Belum, mah" ujar Yuda.


"Ya udah kalau gitu kita makan di restoran yuk!" ajak mamah Yuda.


"Gak usah, tante! Tiara mau pulang aja"


"Ayo ikut aja, Ra" ucap Yuda.


"Kalau orang lain ngajak gak boleh nolak loh, apalagi tante kan mamahnya pacar kamu" ujar mamah Yuda.


"Tapi Tiara gak bawa uang banyak, tante"


"Kamu gak usah khawatir, kan tante yang traktir"


"Tiara jadi gak enak, tante"


"Gak apa-apa"


"Ikut ya?"


"Ya udah deh Tiara ikut"


"Ya udah ayo pergi!" seru mamah Yuda.


"Tapi Cinta nya gimana?"


"Cintanya gimana?" bingung mamah Yuda.


"Maksud Tiara itu Cinta anaknya tante Sari" sahut Yuda.


"Oh ada cinta?"


"Iya ada" kata Yuda.


"Dia nya kemana?"


"Lagi ditoilet sama bibi"


Mamah Yuda pergi menuju toilet.


"Yud, aku jadi gak enak nih"


"Gak enak kenapa?"


"Ya karena mamah kamu traktir aku"


"Gak apa-apa kali, lagi pula jarang-jarang kan mamah traktir kamu"


"Yuda, Tiara, ayo kita pergi" ajak mamah Yuda.


"Cinta nya gak diajak, mah?"


"Enggak. Dia disini aja sama bibi"


"Ya udah ayo berangkat"


Tiara, Yuda dan mamah Yuda segera pergi menuju restoran.


(Diperjalanan)


"Tiara" panggil mamah Yuda yang sedang menyetir.


"Iya, tante"


"Yuda selalu cerita tentang kamu loh. Katanya kamu waktu itu pernah nolak Yuda ya?"


"Hmm...iya, tante"


"Dia nangis tahu waktu ditolak kamu"


"Ih! siapa yang nangis" sahut Yuda.


"Emang iya, tante?"


"Iya, dia sedih gara-gara ditolak kamu"


"Bohong, Ra! jangan percaya ucapan mamah"


"Ngomong-ngomong waktu itu kenapa kamu nolak Yuda?"


"Soalnya Tiara kira Yuda cuma main-main doang kalau dia suka sama Tiara"


"Kalau dilihat dari mukanya sih dia emang kelihatan playboy, tapi aslinya enggak kok. Malah kalau serius sama orang, dia bakal terus-terusan dapetin cewek yang dia sukai"


"Oh iya! tante mau ngasih tahu sesuatu sama kamu"


"Mau ngasih tahu apa, tante?"


"Jadi Yuda itu orangnya cemburuan banget, Ra. Terus dia itu manja banget" jelas mamah Yuda.


"Mamah kenapa sih jelek-jelekin Yuda mulu"


"Tapi itu kan fakta, Yud"


Tiara hanya tersenyum. "Tiara udah tahu kok, tante"


"Oh udah tahu ya"


"Iya, udah tahu"


"Maklumin aja ya, soalnya dari kecil dia suka dimanja"


"Iya, tante" ucap Tiara sedikit cemburu sebab dari kecil ia tidak pernah dimanja oleh ibunya.


"Mah, nanti Yuda mau liburan ya" ucap Yuda tiba-tiba.


"Liburan kemana?"


"Ke vila nya orang tuanya Amanda"


"Sama Randy?"


"Boleh kan, mah?"


"Boleh tapi inget ya jangan macem-macem"


"Macem-macem gimana, mah?"


"Ya takutnya kamu ngelakuin hal yang tidak semestinya, apalagi bareng cewek kesananya"


"Tenang aja, mah. Yuda gak akan macem-macem"


"Ya udah mamah ijinin, tapi nanti kamu harus ijin ke papah ya"


"Iya, nanti Yuda juga akan ijin ke papah kok"


"Kapan kesananya?"


"Hari Jumat setelah pulang sekolah"


"Kesananya naik motor?"


"Iya"


"Nanti jangan ngebut bawa motornya, nanti kamu jatuh lagi kayak kemarin"


"Iya, Yuda gak akan ngebut"


"Udah kering belum luka yang kemarin?"


"Udah kok"


Tiara merasa iri saat mendengar percakapan antara Yuda dan tante Sisilia. Karena sejak dulu ibunya tidak pernah memberikan perhatian padanya. Bahkan saat Tiara sakit, ibunya malah pergi dengan lelaki lain yang tidak lain yaitu suaminya yang sekarang, padahal waktu itu ibu dan ayahnya masih dalam status suami istri.


"Tiara" panggil mamah Yuda.


"Iya kenapa, tante?"


"Jangan panggil tante dong"


"Terus Tiara harus panggil apa?"


"Panggil mamah aja ya"


"Mamah?"


"Iya"


"Waktu dulu itu sebenarnya mamah pingin punya anak perempuan, tapi dikasihnya lelaki"


"Jadi mamah gak mau punya anak cowok?'


"Mau sih, cuma ya mamah lebih suka anak cewek. Soalnya anak cewek bisa di makeup-in terus pakaian anak cewek lucu-lucu"


"Kamu mau gak panggil tante dengan sebutan mamah?"


"Iya mau, tante"


"Mamah" ucap mamah Yuda mempertegas.


"Iya mau, mah" ucap Tiara sambil tersenyum.


"Ra, kamu kayaknya pendiem ya?"


"Belum kelihatan aslinya aja, mah. Nanti lama-kelamaan dia pasti bawel banget" kata Yuda.


"Enggak kok"


"Oh iya, Yud! kemarin mamah lihat mantan kamu yang selingkuhin kamu loh"


"Rindu?"


"Iya"


"Kok bisa ya dia selingkuhin kamu, padahal kan kamu lebih ganteng dari cowok yang jadi selingkuhannya"


"Mah, jangan bahas mantan dong. Lagian itu udah masa lalu"


"Ya udah maaf"


"Nanti kalau bahas mantan bisa-bisa Tiara cemburu"


"Ih enggak! yang ada kamu yang cemburuan. Ada kakak kelas muji aku juga kamu langsung marah" ujar Tiara.


"Tuh kan! tante udah bilang kalau Yuda itu cemburuan" ucap mamah Yuda.


"Yuda punya sifat cemburuan karena itu turunan dari mamah" kata Yuda.


"Bukan dari mamah, tapi dari papah"


"Udah jelas-jelas dari mamah"


Tiara hanya tersenyum melihat perdebatan mereka.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai disebuah restoran. Lalu mereka segera masuk dan memesan makanan serta minuman yang ada di restoran tersebut.


"Tiara, lucu gak?" tanya mamah Yuda sambil menunjukkan foto tas.


"Lucu, mah"


Yuda yang mendengar Tiara menyebut mamahnya dengan sebutan seperti itu merasa aneh. Ia merasa menjadi kakaknya Tiara.


"Lucu yang warna apa?"


"Semuanya lucu kok, mah"

__ADS_1


"Pilih satu"


"Yang warna biru"


"Oke, nanti mamah beliin yang warna biru buat kamu dan warna pink buat mamah"


"Gak usah, mah"


"Ih gak apa-apa"


"Tiara jadi gak enak sama mamah"


"Gak apa-apa, Ra. Mamah udah anggap kamu jadi anak, jadi kamu gak usah sungkan sama mamah"


Tanpa sadar mata Tiara berkaca-kaca. "Makasih, mah"


"Iya sama-sama"


"Ih kamu kenapa nangis?"


"Gak apa-apa kok, mah" ucap Tiara sambil menyeka air matanya.


Yuda menatap Tiara sambil mengelus pelan rambut Tiara.


"Jangan romantis didepan mamah deh"


"Maaf" ujar Yuda.


Entah kenapa Tiara merasa nyaman saat bersama Yuda dan mamahnya Yuda. Ia merasakan keharmonisan keluarga yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Tiara, baru kamu loh pacar yang diajak Yuda ke rumah. Biasanya ya Yuda paling cuma ngasih lihat fotonya aja ke tante"


"Soalnya mereka gak mau datang ke rumah"


"Kenapa gak mau?"


"Malu katanya"


"Masa gak mau ketemu orang tua pacar" heran mamah Yuda.


"Iya serius, mah. Mereka emang gak pernah mau kalau diajak ke rumah"


Pelayan restoran datang dan ia langsung meletakkan pesanan di meja. Sesudah itu, ia kembali pergi.


Tiara, Yuda dan mamahnya Yuda menikmati makanan dan minuman pesanan masing-masing.


"Mah, makasih ya udah baik sama Tiara"


"Iya sama-sama" ucap mamah Yuda.


"Ra, mamah idaman gak sih kalau jadi mertua?"


"Idaman banget, mah"


"Kamu mau gak jadi menantu mamah?"


Yuda tersenyum, sedangkan Tiara bingung harus menjawab apa.


"Udah jangan dipikirin, Ra. Mamah emang orangnya suka nanya-nanya tentang hal random" kata Yuda.


"Oh iya, Yud! Ayu kenapa sih jarang main ke rumah?"


"Gak tahu, mah. Mungkin dia sibuk kali"


"Sibuk pacaran?"


"Enggak. Boro-boro sibuk pacaran, orang dia aja gak punya pacar"


"Ya udah kalau gitu jodohin aja sama Randy"


"Dia udah punya pacar, mah"


"Katanya jomblo"


"Udah kok. Bahkan kayaknya jadiannya bareng sama Yuda dan Tiara"


"Nembaknya barengan?"


"Ya enggak lah, mah. Itu cuma kebetulan aja"


"Randy udah tahu kalau kalian pacaran?"


"Belum, mah. Soalnya Tiara gak boleh ngasih tahu ke Randy sama Ayu"


"Kenapa gak dikasih tahu, Ra?"


"Soalnya Tiara malu" ujar Tiara.


"Malu kenapa?"


"Dia malu karena kan awalnya dia bilang ke Randy sama Ayu kalau dia gak mau pacaran, tapi ternyata dia pacaran juga sama Yuda"


"Gak usah malu lah. Semua orang pasti kan pernah menelan ludahnya sendiri"


"Tuh dengerin!" kata Yuda.


"Oh iya, mah! masa Ara bilang ke kakak kelas katanya Yuda itu temennya. Padahal bilang aja ya mah, lagian kan itu bukan Randy atau Ayu" adu Yuda pada mamahnya.


Mamah Yuda tertawa. "Kasihan banget anak mamah, cuma dianggap temen sama pacarnya"


"Maaf" ujar Tiara.


"Ya udah nanti gak apa-apa kok kasih tahu ke Ayu sama Randy juga"


"Serius gak apa-apa?" tanya Yuda memastikan.


"Iya gak apa-apa deh"


"Ngomong-ngomong ibu kamu udah tahu belum kalau kalian pacaran?" tanya mamah Yuda.


"Udah tahu kok, tante"


"Kok tante lagi sih"


"Eh! maksudnya mah"


"Ibu kamu setuju gak kalau kalian pacaran?"


"Setuju kok, mah. Soalnya Yuda anak baik-baik, makanya ibu setuju"


"Kok bisa tahu kalau Yuda anak baik-baik" heran mamah Yuda.


"Soalnya Yuda kalau mau ajak Tiara jalan-jalan suka ijin dulu ke ibu, makanya ibu mikirnya bahwa Yuda anak baik-baik"


"Sebenarnya ya waktu dulu dia bukan anak baik-baik tahu. Soalnya dia dulu suka ngerokok"


"Mentang-mentang ngerokok masa di cap anak gak baik sih" heran Yuda.


"Ya iyalah! kamu kan masih sekolah, masa udah ngerokok"


"Udah lah jangan dibahas lagi, lagian sekarang Yuda udah gak ngerokok" ucap Yuda sedikit kesal karena mamahnya terus-menerus jelek-jelekin dia didepan Tiara.


"Orang tua yang lain gak ada tuh yang jelek-jelekin anaknya didepan pacar anaknya sendiri" sindir Yuda.


"Mamah ngasih tahu kejelekan kamu karena mamah pingin lihat reaksi pacar kamu. Kalau dia nerima kamu ya syukur. Sedangkan kalau dia gak nerima kekurangan kamu, berarti dia gak menerima kamu apa adanya"


...****...


Setelah makanan dan minumannya habis, mamah Yuda mengantarkan Tiara pulang ke rumah.


"Mah, makasih ya"


"Iya sama-sama"


"Ra, ketinggalan sesuatu gak?" tanya Yuda.


"Enggak"


"Yakin?"


Tiara mengecek barang-barangnya dan semuanya lengkap tidak ada yang tertinggal.


"Iya, aku gak ketinggalan sesuatu kok"


"Ya udah kalau gitu Tiara pulang dulu ya, mah"


"Iya"


Tiara segera turun dari mobil.


"Ra, kita pulang dulu ya" ujar Yuda.


"Iya"


Lalu mereka segera pergi.


Tiara masuk kedalam rumahnya dan saat masuk ia disambut oleh ibu.


"Dari mana?" ujar ibu.


"Dari restoran, bu. Tadi Tiara diajak makan siang sama mamahnya Yuda.


"Baik banget ya mamahnya Yuda"


"Iya, mamahnya Yuda emang baik banget"


"Oh iya, bu! Tiara boleh liburan gak, bu?"


"Liburan kemana?"


"Ke vila nya Amanda"


"Temen kamu?"


Tiara hanya mengangguk padahal sebenarnya Yuda yang berteman dengan Amanda.


"Sama siapa aja kesananya?"


"Sama Ayu"


"Bertiga doang?"


"Iya" bohong Tiara karena jika ia menyebut Yuda dan Randy pasti ibunya tidak akan mengijinkannya sebab mereka berdua cowok.


"Kapan kesananya?"


"Hari Jumat setelah pulang sekolah"


"Kalau pulang dari sananya kapan?"


"Hmm...kayaknya hari Minggu kita pulangnya"


"Ya ibu ijinin deh, tapi jangan bercanda yang terlalu berlebihan atau teriak-teriak ya kalau di vila"


"Emang kenapa, bu?"


"Soalnya biasanya vila itu ada penunggunya"


"Maksudnya hantu?"


"Iya"


"Ya udah nanti Tiara gak akan teriak-teriak atau bercanda berlebihan kok"


"Oh iya, bu! kalau gitu Tiara ke kamar dulu ya soalnya Tiara mau mandi"

__ADS_1


"Oh ya udah sana"


Lalu Tiara segera pergi menuju kamarnya.


__ADS_2