
Tiara merasa tidak enak terhadap Kezia. Walaupun ia memang tidak pernah menjelek-jelekkan Kezia didepan Revan, tapi hatinya merasa tidak tenang.
Ia berjalan menghampiri Kezia. Lalu, Tiara kembali menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menjelek-jelekkan Kezia. Bahkan Tiara sampai bersumpah, agar Kezia yakin bahwa Tiara tidak menjelek-jelekkannya. Karena Tiara bersumpah tidak pernah melakukannya, akhirnya Kezia memaafkan Tiara.
Tiba-tiba Yuda menghampiri Tiara dan Kezia. "Kalian pada ngomongin apa sih? perasaan dari kemarin kayaknya serius banget obrolannya"
"Zia, masalahnya kan udah beres? jadi aku masuk duluan ya"
Yuda menjadi penasaran. "Masalah apa nih?"
Tiara buru-buru menarik tangan Yuda, lalu mereka masuk kedalam kelas.
"Masalah apa, Ra?"
"Cuma masalah kecil kok"
"Iya masalahnya apa?"
"Kamu kok jadi kepo gini"
"Cepet jelasin!"
"Masalah yang kemarin, Yud"
"Bohong"
"Beneran!"
Yuda mencubit pelan kedua pipi Tiara. "Cepat jelasin!"
"Woi!!! jangan kdrt!!!" ujar Randy.
"Kalau aku jadi Tiara, mungkin aku udah jitak kepala Yuda"
Tiara melepaskan tangan Yuda yang mencubit pipinya. Lalu Tiara berbisik ditelinga Yuda tentang masalahnya dengan Kezia. Dan Tiara juga bilang sepertinya ada yang mengadu domba Kezia, sehingga Kezia marah kepada Tiara.
"Kamu jangan marah ke Kezia, lagian dia juga pasti denger dari orang" ujar Tiara.
"Iya, aku gak akan marah ke Kezia. Tapi seharusnya dia juga minta maaf dong ke kamu, jangan cuma kamu yang minta maaf"
"Udah biarin aja, lagian masalahnya udah selesai"
"Ra, katanya ya anak baru itu pindah gara-gara dia ada kasus di sekolah lamanya"
"Kasus apa?"
Yuda berbisik ke telinga Tiara. "Katanya dia anak geng motor. Dia keluar karena mukulin orang"
"Ih serem banget"
"Tenang aja. Lagian kalau kita gak macam-macam, kita gak akan diapa-apain kok"
"Tetap aja takut"
Yuda merangkul Tiara. "Pacar aku takut ya?" ledeknya.
Tiara melepaskan rangkulan Yuda. "Jangan romantis-romantisan di sekolah"
"Oh iya, maaf"
"Yud, di parkiran ada CCTV gak?"
"Ya ada lah"
"Terus gimana dong? kan kemarin kamu cium aku?" bisik Tiara.
"Ya biarin aja"
"Nanti kalau kita dihukum gimana?"
"Ya gak apa-apa" jawab Yuda dengan santai.
"Ih kok kamu malah santai gitu sih"
"Kan udah terjadi, jadi ya mau gimana lagi?"
"Semoga aja guru-guru gak lihat rekaman cctv nya"
"Kamu takut banget ya kayaknya?"
"Ya iyalah! kalau ketahuan nanti ibu aku bisa dipanggil ke sekolah"
"Eh! iya juga ya"
Sebenarnya Yuda tidak takut jika orang tuanya dipanggil, karena dulu juga orang tuanya sering dipanggil. Tapi karena ia baru sadar kalau misalnya ibu Tiara dipanggil, mungkin bisa-bisa nanti ibu Tiara menyuruhnya putus karena Yuda sudah mencium Tiara.
"Aduh! gimana dong, Ra?" sekarang Yuda yang sangat panik.
"Kok malah nanya aku sih"
"Kalau gitu aku pergi dulu ya"
"Mau pergi kemana?"
"Ke pos satpam" Yuda buru-buru pergi ke pos satpam, karena ia tidak mau sampai rekamannya sampai ke tangan guru.
"Ra!" panggil Ayu.
__ADS_1
Tiara menengok kebelakang. "Ada apa, Yu?"
"Yuda mau kemana? kok dia buru-buru gitu"
"Katanya dia kebelet buang air besar, Yu" bohong Tiara.
"Pantes aja buru-buru"
...****...
Yuda POV
Saat sampai di pos satpam, Yuda menghampiri pak Andi.
"Pak, apa kabar?" tanya Yuda.
"Baik, kok" ujar pak Andi.
"Bapak kenal sama saya gak?"
"Enggak"
"Masa gak kenal saya sih, pak. Padahal saya udah mengharumkan nama sekolah loh, pak"
"Emang kamu siapa?"
"Yuda, anak kelas XI MIPA 1"
"Kamu pernah ikutan lomba ya?" ujar pak Andi karena katanya Yuda telah mengharumkan nama sekolah"
"Iya pernah, waktu itu" ujar Yuda, padahal tim nya kalah.
"Lomba apa?"
"Lomba basket"
"Ngomong-ngomong kamu kenapa kesini? mau bolos ya?"
"Gurunya gak ada, pak. Makanya saja nongkrong disini"
"Oh gitu"
"Oh iya, pak! waktu itu saya kehilangan barang di parkiran, sampai sekarang belum ketemu"
"Barang apa?"
"Pokoknya barangnya mahal deh, pak"
"Mungkin diambil orang kali"
"Kalau gitu saya boleh lihat rekaman cctv kemarin gak, pak?"
Karena diperbolehkan, akhirnya Yuda masuk kedalam pos satpam. Ia segera mencari rekaman cctv kemarin. Setelah ketemu, ia langsung menghapus videonya.
Kini perasaannya menjadi lega, karena video tersebut sudah terhapus.
Kemudian, Yuda kembali menghampiri pak Andi. "Pak, kalau gitu saya pergi dulu ya"
"Udah ketemu belum orang yang nyuri barang kamu?"
"Udah kok, pak"
"Siapa orangnya? biar nanti saya laporkan ke guru"
"Gak usah, pak! lagian saya udah ikhlasin barangnya kok"
"Terus kamu kenapa lihat cctv kalau udah ikhlasin barangnya?"
"Ya saya cuma mau tahu siapa orangnya"
"Ya udah kalau gitu saya pergi ke kelas dulu ya, pak"
"Iya" ujar pak Andi.
Lalu Yuda segera pergi menuju kelas.
Setibanya di kelas, ia langsung duduk dikursinya.
"Yud, gimana?" ujar Tiara sedikit cemas.
Ayu yang memperhatikan mereka berdua merasa bingung dengan apa yang Tiara bicarakan. "Gimana apanya, Ra?"
"Hmm...itu"
"Itu apa?" bingung Ayu.
"BAB nya udah atau belum" ujar Tiara.
Ayu tertawa mendengar ucapan Tiara, ia kira kenapa, eh ternyata Tiara panik gara-gara Yuda udah BAB atau belum.
Disisi lain Yuda bingung dengan Tiara. Mengapa dia membicarakan tentang buang air besar.
"Ada apa sih?"
Tiara mengarahkan kepala Yuda agar tidak melihat ke Ayu. "Gak ada apa-apa kok"
"Tadi BAB maksudnya apa?"
__ADS_1
Tiara berbisik dan menjelaskan bahwa tadi Ayu bertanya kalau Yuda kemana dan Tiara malah menjawab bahwa Yuda sedang buru-buru pergi ke toilet karena Yuda kebelet.
"Oh iya! udah dihapus belum?" bisik Tiara.
"Udah kok. Pokoknya semuanya aman"
"Syukur deh kalau udah dihapus. Aku jadi lega dengernya"
"Kamu pasti takut ibu kamu marah ya?"
"Ya iyalah!"
"Aku juga sebenarnya lebih takut kalau ibu kamu marah. Kalau ibu kamu tahu, bisa-bisa aku dipecat jadi pacar kamu"
"Dipecat? kayak kerja aja"
"Ibu kamu pernah marah gak sih?"
"Ya pernah lah"
"Marah gara-gara apa?"
"Sebenarnya marahnya gara-gara panik sih. Soalnya dulu aku pernah keluar malam tanpa ijin"
"Emang keluar kemana?"
"Nongkrong di cafe"
"Sama siapa?"
"Kan waktu itu aku udah pernah bilang, kalau aku suka nongkrong sendirian"
"Oh iya, aku baru inget"
"Oh iya, Yud! kalau misalnya orang tua kamu tahu, kira-kira bakal nyuruh kita putus gak ya?"
"Ya enggak lah! lagian kan yang nyium kamu itu aku"
"Kalau yang nyium itu aku gimana?"
"Kayaknya sih orang tua aku bakal langsung nikahin kita"
"Apaan sih, masih kecil udah bahas nikah-nikah segala"
"Aku bercanda, Ra. Serius banget kayaknya"
"Iya, aku juga tahu kalau kamu lagi bercanda"
"Terus kenapa sewot gitu?"
"Siapa juga yang sewot"
"Ya kamu lah, tadi kamu kayak yang sewot"
"Aku gak sewot"
"Ada apa ini ribut-ribut?" ujar Randy sambil duduk di meja Yuda dan Tiara.
"Gak ribut kok, cuma debat dikit"
"Ran, jangan duduk di meja! nanti bisulan" ujar Tiara.
"Itu cuma mitos" kata Randy.
"Berarti itu bohong?" ujar Tiara.
"Iya bohong"
"Yud, pacar lo kayaknya percaya banget sama mitos" heran Randy.
"Iya, gue juga heran. Mungkin terlalu polos, makanya mudah dibohongi"
Tiara hanya menatap datar kearah Yuda.
"Lo pasti sering bohongin Tiara ya, Yud?" ujar Randy.
Tiara memicingkan matanya sambil menatap Yuda.
"Aku gak pernah bohong sama kamu"
"Kamu pasti pernah bohong"
"Enggak, serius deh"
"Pasti pernah. Soalnya kan cowok suka bohong"
"Gak semua cowok suka bohong"
"Tapi kan kebanyakan cowok suka bohong"
"Tapi sebagian gak suka bohong"
Mereka terus berdebat, hingga membuat Randy menggaruk kepalanya karena ternyata Tiara dan Yuda saling egois, tidak mau mengalah.
"STOP!" teriak Randy, lalu Tiara dan Yuda jadi terdiam sambil menatap kearah Randy.
"Kau mencuri hatiku...hatiku"
__ADS_1
Tiara dan Yuda mengira bahwa Randy akan berbicara sesuatu. Eh ternyata Randy malah bernyanyi.