
"Kamu bohongin aku ya?" tanya Tiara.
Yuda hanya cengengesan tanpa merasa bersalah.
"Nyebelin banget! rambut aku jadi berantakan tahu" ucap Tiara.
Yuda merapihkan rambut Tiara.
"Jangan pacaran dikelas woy!!" teriak Randy.
"Kita gak pacaran!" teriak Tiara dan Yuda bersamaan.
"Selamat siang anak-anak" ucap guru yang baru datang.
"Siang, pak" ucap murid-murid.
"Oh iya! Minggu lalu kan bapak sudah ngasih materi tentang alat musik beserta contohnya. Jadi hari ini bapak akan membagi kelompok" ucap pak Givan.
"Untuk kelompok 1 yaitu Kezia, Andin, Ayu, Dendi. Kelompok 2 yaitu Dira, Randy, Tari dan Rizky. Kelompok 3 yaitu Anya, Tasya, Haikal dan Risa. Kelompok 4 yaitu Yuda, Revan, Dinda dan Tiara. Kelompok 5 yaitu Bayu, Galang, Alifa dan Jessica"
"Kita sekelompok" bisik Yuda kepada Tiara.
"Iya, aku tahu" ucap Tiara.
"Tugasnya apa, pak?" tanya Revan.
"Tugasnya nanti kalian bikin video saat kalian memainkan alat musik" ucap pak Givan.
"Alat musiknya bebas, pak?" tanya Randy.
"Iya bebas" ucap pak Givan.
"Dikumpulkannya kapan, pak?" tanya Kezia.
"Minggu depan" ucap pak Givan.
Skip
Bel pulang berbunyi
Semua murid membereskan barang-barangnya kedalam tas.
"Ara!" panggil Revan.
Sontak Tiara dan Yuda melihat kearah Revan.
"Iya, kenapa?" tanya Tiara.
"Besok bisa kerja kelompok gak?" tanya Revan.
"Kalau Sabtu sama Minggu gak bisa" ucap Tiara.
"Gue juga gak bisa kalau besok" sahut Yuda.
"Terus kerja kelompoknya mau kapan?" tanya Revan.
"Gimana kalau hari Senin pas pulang sekolah?" usul Tiara.
"Senin aku gak bisa, soalnya pulangnya aku mau langsung ke rumah sakit" ucap Dinda.
"Oh gitu ya" ucap Tiara.
"Udah hari Selasa aja" ucap Yuda.
"Emang keburu kalau hari Selasa?" tanya Revan.
"Ya keburu lah! orang dikumpulkannya juga hari Jumat" ucap Yuda.
"Emang kalian udah bisa main alat musiknya?" tanya Revan.
"Enggak" ucap Tiara dan Dinda bersamaan.
"Gue sih bisanya cuma gitar doang" ucap Yuda.
"Alat musik berapaan sih? soalnya aku gak punya, jadi harus beli dulu" ucap Tiara.
"Aku punya pianika. Mau pinjam gak?" tanya Revan.
"Emang aku boleh pinjam?" tanya Tiara.
"Boleh" ucap Revan.
"Ya udah nanti aku pinjam ya" ucap Tiara.
"Iya" ucap Revan.
"Oh iya! rumah kamu dimana? nanti biar aku yang ambil kesana" ucap Tiara.
"Kerja kelompoknya di rumah aku aja, jadi nanti kamu gak perlu ambil alat musiknya" ucap Revan.
__ADS_1
"Oh ya udah" ucap Tiara.
"Guys, aku pulang duluan ya. Soalnya udah dijemput" ucap Dinda.
"Dijemput siapa?" tanya Tiara.
"Dijemput supir" ucap Dinda.
"Emang gak bareng sama Revan?" tanya Tiara.
"Enggak" ucap Dinda.
"Ya udah aku duluan ya" ucap Dinda.
"Iya" ucap Tiara.
Lalu Dinda segera pergi.
"Ara, kamu pulang sama siapa?" tanya Revan.
"Sama tukang ojek" ucap Tiara.
"Enak aja aku disebut tukang ojek!" kesal Yuda.
"Lah! aku kan pulangnya emang mau naik ojek" ucap Tiara.
"Oh..kirain tadi kamu ngeledek aku" ucap Yuda.
"Pulangnya bareng aku aja" ucap Revan.
"Van, lo apa-apaan sih! lo kan udah punya pacar, jadi harusnya lo jangan deket-deket cewek lain" ucap Yuda dengan nada tinggi.
"Ara, ayo kita pulang!" ucap Yuda sambil menarik tangan Tiara.
Mereka berdua segera pergi menuju parkiran.
"Yud, kamu kayaknya punya dendam pribadi ya sama Revan?" tanya Tiara.
"Enggak kok" ucap Yuda.
"Terus kenapa emosi gitu" ucap Tiara.
"Ya emosi lah. Dia kan udah punya pacar, jadi harusnya dia hargai pacarnya" ucap Yuda.
"Iya gue tahu, tapi harusnya luh bicaranya jangan keras-keras kayak tadi" ucap Tiara.
"Ya udah cepet naik!" suruh Yuda.
Akhirnya Tiara naik ke motor Yuda.
Setelah itu, Yuda melajukan motornya.
(Diperjalanan)
"Besok masuk kerjanya jam berapa sih?" tanya Tiara.
"Jam 3 sore" ucap Yuda.
"Datangnya jangan telat" perintah Yuda.
"Iya siap, bos!" ucap Tiara.
"Oh iya...berarti aku harus manggil kamu bos dong" ucap Tiara.
"Jangan lah! aneh banget manggil bos" ucap Yuda.
"Kan kamu anak pemilik cafe" ucap Tiara.
"Udah manggil nama aja" suruh Yuda.
"Jadi aku harus manggil kamu Kuda?" ucap Tiara sambil tertawa.
"Yuda bukan kuda" ucap Yuda sedikit kesal.
"Ya gak apa-apa, biar beda dari yang lain" ucap Tiara.
"Aku kan manusia bukan hewan, Ara" ucap Yuda.
"Iya...sorry" ucap Tiara.
Sesampainya di rumah, Tiara langsung turun dari motor Yuda.
"Makasih ya udah antar jemput aku" ucap Tiara.
"Iya sama-sama" ucap Yuda.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Yuda.
"Iya" ucap Tiara.
__ADS_1
Yuda segera melajukan motornya dan ia pun pergi menuju rumahnya.
Setelah Yuda pergi, Tiara masuk kedalam rumahnya.
...****...
Keesokan harinya, Tiara bekerja di cafe milik mamahnya Yuda.
"Ra, tolong kasihin minuman ini ke meja yang sebelah sana ya" tunjuk Tegar.
"Oke" ucap Tiara sambil mengambil nampan berisi dua minuman dan makanan.
Tiara berjalan menuju meja yang ditunjuk bang Tegar.
"Ini pesanannya" ucap Tiara sambil meletakkan minuman dan makanan dimeja.
"Tiara!"
Sontak Tiara menoleh kearah orang yang memanggilnya.
"Revan!"
"Kamu kerja disini?" tanya Revan.
Tiara mengangguk.
"Loh! kamu selingkuh ya, Van?" ucap Tiara dengan polosnya.
"Selingkuh?" bingung cewek yang bersama Revan.
"Tega banget kamu selingkuhin Dinda" ucap Tiara.
"Aku bukan selingkuhannya Revan, aku itu kakaknya Revan" ucap cewek itu.
Tiara menjadi panik karena ia salah menuduh. Sedangkan Revan hanya tertawa saat dituduh oleh Tiara.
"Maaf ya, kak. Kirain aku Revan selingkuh dari Dinda" ucap Tiara.
"Selingkuh dari mana coba? Revan kan gak pacaran sama Dinda" ucap kakak Revan.
"Gak pacaran?" bingung Tiara.
"Ada apa ini?" tanya bang Teguh sambil menghampiri mereka bertiga.
"Gak ada apa-apa kok, bang" ucap Tiara.
"Ya udah kamu kerja lagi sana" ucap bang Teguh.
"Iya, bang" ucap Tiara sambil pergi.
Skip
Jam 19.00 wib
"Mba, saya pesen ice americano ya" ucap seseorang.
"Loh! kok kamu kesini sih" ucap Tiara.
"Emang aku gak boleh ya kesini?" tanya Yuda.
"Ya boleh lah, kan ini cafe kamu" ucap Tiara.
"Yud, kamu kenal sama Tiara?" tanya bang Tegar.
"Ya kenal lah, kan dia temen Yuda" ucap Yuda.
"Bukan temen tapi pacar" sahut bang Teguh.
"Kita gak pacaran kok" ucap Tiara.
"Ra, bikinin aku kopi dong! aku pingin coba kopi buatan kamu" ucap Yuda.
"Tapi jam kerja aku udah habis" ucap Tiara.
"Yaelah! cuma bikin satu kopi doang" ucap Yuda.
"Ya udah iya" ucap Tiara sambil membuatkan kopi untuk Yuda.
"Yud, ini kunci cafe" ucap bang Teguh sambil memberikan kunci kepada Yuda.
"Ya udah bang Teguh pulang dulu ya" ucap bang Teguh.
"Iya" ucap Yuda.
"Bang Tegar juga pulang ya" ucap bang Tegar.
"Iya" ucap Yuda.
Tegar dan Teguh segera meninggalkan Yuda dan Tiara.
__ADS_1