Love Yourself

Love Yourself
Episode 27


__ADS_3

[Rumah Yuda]


Yuda berjalan menghampiri mamahnya.


"Mah, Yuda mau main sama Randy ya" ucap Yuda.


"Mau main kemana?" tanya mamah.


"Hmm...kesana"


"Kesana kemana?"


"Pokoknya kita mau nongkrong, mah"


"Yakin cuma nongkrong?"


"Iya, mah"


"Awas ya kalau main jauh-jauh"


"Enggak kok, mah"


Yuda tersenyum penuh arti kearah mamahnya.


"Kenapa senyum-senyum?"


"Minta uang dong, mah"


"Kemarin perasaan papah ngasih kamu uang. Emang udah habis lagi ya?"


"Iya udah habis"


"Ya udah ini" ucap mamah sambil memberikan uang kepada Yuda.


"Makasih, mah" ucap Yuda sambil mencium pipi mamahnya.


Trining...trining


Yuda mengambil ponselnya yang berada di saku celananya.


"Bang Tegar?"


"Kenapa?" tanya mamah.


"Enggak tahu, mah. Ini bang Tegar tiba-tiba telepon"


Yuda segera menjawab panggilan telepon dari Tegar.


"Hallo, bang"


"Yud, pacar kamu kayaknya lagi sedih deh" ucap bang Tegar.


"Pacar?"


"Maksudnya Tiara"


"Tiara kerja?"


"Iya"


"Dia sedih kenapa?"


"Ya gak tahu"


"Tapi kayaknya dia lagi ada masalah deh"


"Ya udah Yuda ke cafe sekarang"


Yuda mematikan panggilan teleponnya.


"Mah, Yuda pergi ke cafe dulu ya"


"Loh! katanya mau main sama Randy"


"Gak jadi, mah"


"Ya udah kembalikan lagi uang mamah"


Yuda langsung berlari agar mamahnya tidak mengambil uang yang telah diberikan kepadanya.


"YUDA!!!" teriak mamahnya.


...****...


Skip


Sesampainya di cafe, Yuda turun dari motornya.


Trining...trining


Yuda mengangkat panggilan teleponnya.


"Hallo, Ran"


"Yuda, jadi gak ke curug nya?"


"Gak jadi, Ran"


"Loh! katanya mau ikut"


"Sorry, soalnya mamah gue gak ngijinin"


"Yaelah udah gede juga masa gak diijinin"


"Ya udah gue tutup dulu ya teleponnya, soalnya ada masalah penting" ucap Yuda.


Lalu Yuda segera mematikan panggilan teleponnya.


Yuda masuk kedalam cafe milik mamahnya.


Ketika masuk ia melihat kearah Tiara yang sedang mengantarkan pesanan.


Yuda duduk dikursi sambil fokus melihat Tiara yang sedang bekerja.


Tegar menghampiri Yuda. "Dia ada masalah ya?"


Yuda hanya mengangguk karena ia tahu betul ekspresi Tiara kalau sedang ada masalah.


"Masalah apa?"


"Kepo banget sih bang Tegar"


"Udah sana kerja!" usir Yuda.

__ADS_1


Tegar menatap datar kearah Yuda. "Iya siap, bos"


Tegar kembali melayani pelanggan.


Saat menatap kearah Tiara, ternyata Tiara juga menatap kearahnya.


Tiara berjalan kearah Yuda. "Kapan kesini, Yud?"


"Barusan"


"Mau minum?"


"Boleh"


"Ice americano?"


Yuda hanya mengangguk.


"Tunggu sebentar ya" ucap Tiara sambil pergi membuatkan ice americano.


Pada saat melihat Tiara, Yuda merasakan kesedihan. Sebab Yuda tahu betul bahwa jika dirinya diposisi Tiara, mungkin Yuda tidak sanggup menjalani hidup.


Tidak lama, Tiara kembali menghampiri Yuda.


"Ini, Yud" ucap Tiara sambil meletakkan ice americano di meja.


"Oh iya, Ra! mamah pingin ketemu sama kamu"


"Ketemu sama aku?"


"Iya"


"Ada apa ya?"


"Dia katanya mau ngomong sesuatu yang penting" ucap Yuda dengan nada bicara yang serius.


"Mau ngomong apa?" tanya Tiara.


"Katanya kamu mau gak jadi menantunya?" canda Yuda.


"Ih Yuda!" kesal Tiara.


"Aku kira mamah kamu mau pecat aku"


Yuda tertawa setelah melihat ekspresi panik Tiara.


"Rese banget jadi orang"


"Bercanda, Ra"


"Ya udah aku kesana dulu ya" ucap Tiara.


"Udah disini dulu aja, lagian belum ada pelanggan lagi"


Tiara duduk dikursi. "Yud, kamu mau kemana? kok pakai jaket"


"Tadinya aku mau pergi jalan-jalan, tapi gak jadi"


"Jalan-jalan sama cewek ya?" tanya Tiara.


Yuda terdiam sejenak.


"Iya, sama cewek" bohong Yuda.


"Enggak" kata Tiara.


"Ngapain juga aku cemburu" sambungnya.


"Oh iya, kenapa jalan-jalannya gak jadi?"


"Soalnya ada urusan yang penting, makanya jalan-jalannya gak jadi"


"Yang ada urusan penting kamunya atau ceweknya?"


"Ya ceweknya"


"Ada urusan apa?"


"Hmm...dia lagi kerja kelompok sama temennya"


Ceweknya anak SMA kenanga juga?"


"Iya"


"Hmm...udah jadian?"


"Belum, masih pdkt" bohong Yuda.


"Ra, gak apa-apa kan kalau aku jadian sama cewek lain?"


"Ya gak apa-apa lah!" ujar Tiara.


"Lagian kamu ngapain nanya ke aku tentang itu" sambung Tiara.


"Soalnya takut kamu marah aja, karena kan waktu itu aku ngungkapin perasaan ke kamu"


"Aku gak marah kok"


"Yud, aku kesana dulu ya. Soalnya ada pelanggan yang baru datang"


Tiara segera pergi menghampiri pelanggan.


Yuda menghela nafasnya. "Kayaknya dia emang gak ada rasa sedikitpun deh ke gue"


"Permisi, kak"


Yuda menoleh kearah orang yang memanggilnya.


"Iya, ada apa?"


"Kakak punya Instagram gak?" tanya orang itu.


"Punya. Emang kenapa?"


"Teman aku yang itu suka sama kakak, katanya dia pingin minta ig kakak tapi dia malu bilangnya" ucapnya sambil menunjuk temannya.


"Maaf tadi aku udah punya pacar" bohong Yuda.


"Oh kakak udah punya pacar ya"


"Iya"


"Itu pacar aku" ucap Yuda sambil menunjuk kearah Tiara.

__ADS_1


"Oh pantesan aja kakak nunggu disini, ternyata nungguin pacarnya"


"Iya" ucap Yuda sambil tersenyum.


"Ya udah kak minta ig nya aja, soalnya kasihan temen aku"


"Nanti kalau misalnya dia chat, jangan dibales aja"


Dengan terpaksa Yuda memberitahu ig nya kepada orang itu.


"Makasih ya, kak"


"Iya sama-sama"


Orang itu segera pergi menghampiri temannya.


"Ada-ada aja bocil jaman sekarang" ucap Yuda.


...*****...


"Yud!"


Yuda membuka kedua matanya.


"Udah jam 6 sore" ucap bang Teguh


Yuda berdiri sambil mengucek kedua matanya.


"Tiara mana?" tanya Yuda.


"Udah pulang" sahut bang Tegar


"Kenapa gak ngebangunin Yuda sih" keluh Yuda.


Pada saat Yuda akan pergi tiba-tiba bang Teguh berteriak. "Tiara masih disini!!"


Yuda menoleh kearah bang Teguh.


"Dia lagi di toilet" kata bang Teguh.


"Beneran masih disini?" tanya Yuda.


"Iya"


Yuda kembali duduk dikursi.


Tidak lama Tiara muncul dan menghampiri mereka.


"Ada apa?" tanya Tiara karena mereka bertiga melihat kearahnya.


"Ra, lebih baik kamu pulang duluan aja. Lagian udah mau malam" ucap bang Teguh.


"Gak apa-apa, Tiara masih mau disini. Lagian bosen banget kalau di rumah" ucap Tiara.


"Oh iya! kamu gak pulang, Yud?"


"Enggak, soalnya aku mau nungguin kamu"


"Cie!!!" ucap bang Teguh dan bang Tegar bersamaan.


"Ih apaan sih"


"Ra, emang kamu gak suka sama Yuda ya?" ucap bang Teguh.


"Enggak"


"Kenapa gak suka?" tanya bang Teguh.


"Padahal Yuda orangnya romantis loh, terus dia juga kaya raya"


"Soalnya Yuda bukan tipenya Ara, bang" ujar Yuda.


"Emang tipenya Tiara yang kayak gimana?" tanya bang Teguh.


Yuda malah bertanya kepada Tiara. "Kayak siapa, Ra?"


"Gak tahu"


"Kok gak tahu sih"


"Udah jangan nanya-nanya"


"Udah punya gebetan juga, masih aja ngegodain cewek lain"


Yuda tertawa mendengar perkataan Tiara.


"Yuda punya gebetan?" tanya bang Tegar.


Yuda melirik sekilas kearah Tiara. "Iya punya"


"Siapa?" tanya bang Tegar


Tiara, bang Teguh dan bang Tegar menatap kearah Yuda karena penasaran.


"Kepo banget sih jadi orang"


"Kalau punya gebetan kenapa masih ngejar-ngejar Tiara?" tanya bang Teguh.


"Yuda gak ngejar-ngejar Tiara kok"


"Terus kenapa datang kesini?" tanya bang Tegar.


"Mau Yuda kesini atau enggak ya terserah Yuda dong"


Trining...trining


(Ponsel Tiara berdering)


Lalu Tiara pergi keluar.


"Yud, kelihatannya Tiara ada rasa deh sama kamu" ujar bang Teguh.


"Emang iya?"


"Iya. Soalnya tadi waktu dia bilang kalau kamu punya gebetan, nada bicaranya kayak yang lagi cemburu"


"Serius dia cemburu?"


"Kelihatannya sih gitu" ujar bang Teguh.


"Berarti ada kesempatan dong buat Yuda"


"Katanya punya gebetan, tapi kok masih ngarep sama Tiara" ujar bang Tegar.

__ADS_1


"Yuda tadi bohong. Soalnya pingin lihat aja reaksi dia kalau Yuda punya gebetan"


__ADS_2