Love Yourself

Love Yourself
Episode 56


__ADS_3

Pulang sekolah Tiara diajak oleh Yuda ke cafe mamahnya Yuda.


[Cafe]


Belum juga masuk kedalam cafe, Tiara sudah melihat ada balon-balon didalam cafe. Cuma ia pura-pura saja tidak tahu, agar tidak membuat Yuda kecewa.


"Ayo masuk, Ra!" ajak Yuda sambil menarik tangan Tiara.


Pada saat kedalam cafe, tiba-tiba lagu selamat ulang tahun disetelkan.


"Selamat ulang tahun, Tiara" ucap Tegar, Teguh dan karyawan cewek yang baru.


"Makasih"


"Ya udah ayo duduk disana, Ra" tunjuk Yuda.


Akhirnya Tiara duduk di kursi yang ditunjuk Yuda.


"Yud, kan aku tadi udah dikasih kue. Kok sekarang dikasih kue lagi sih"


"Ya gak apa-apa lah"


Tiara merasa tidak enak dengan Yuda karena Yuda selalu memberikan sesuatu kepada Tiara, sedangkan Tiara tidak.


Ia berpikir ulang tentang ucapan Karin yang sepertinya Karin salah menilai Yuda. Kayaknya Yuda memang benar pernah diselingkuhi oleh Rindu.


"Ayo tiup dong lilinnya" ucap bang Teguh, lalu Tiara segera meniup lilin tersebut.


"Makasih ya semuanya"


"Iya sama-sama"


Setelah itu, Tegar, Teguh dan karyawan yang baru kembali bekerja.


Tiara memotong kue beberapa bagian, karena akan dibagikan kepada Yuda, bang Teguh, bang Tegar dan karyawan baru.


Tiara memberikan kue ke Yuda. "Yud, ini kue nya"


"Aku kan udah dikasih tadi"


"Ya gak apa-apa, lagian siapa suruh beli dua kue"


"Kue yang tadi udah habis kan?" tanya Yuda memastikan.


"Udah, soalnya tadi aku bagiin ke anak-anak kelas"


"Syukur deh, soalnya takut mubazir kalau gak dihabiskan"


Yuda mengambil sesuatu didalam tas nya. "Oh iya, ini kado buat kamu"


Tiara mengambil kado tersebut. "Makasih"


"Iya sama-sama"


"Aku buka ya kadonya"


Yuda hanya mengangguk.


Tiara membuka kado tersebut dan ternyata isinya aksesoris seperti bando, ikat rambut, jepit rambut, kalung serta anting-anting yang sangat cantik.


"Lucu banget"


"Suka gak sama kadonya?"


Tiara mengangguk. "Suka banget"


"Yud, maaf ya aku gak bisa ngasih sesuatu kayak kamu ngasih ke aku"

__ADS_1


"Gak apa-apa, lagian aku ngasih karena emang aku pingin ngasih, bukan karena aku pingin timbal balik"


"Tapi kan masa kamu terus yang ngasih"


"Ya udah gini deh, gimana kalau kamu turutin apa yang aku mau"


"Emang kamu mau apa?"


Belum juga menjawab, Yuda sudah senyum-senyum sendiri.


Tiara yakin sekali, pasti Yuda akan jawab yang aneh-aneh.


"Mau apa sih?" tanya Tiara lagi.


"Aku pingin dipanggil sayang" ucapnya sambil salah tingkah.


Tiara memikirkan tentang kemauan Yuda. Rasanya sangat tidak mudah bagi Tiara untuk mengucapkan kata sayang, sebab ia malu mengatakannya.


"Ya udah kalau gak mau gak apa-apa" ucap Yuda dengan nada kecewa.


"Ya udah aku mau. Cuma itu doang kan?"


Yuda mengangguk sambil tersenyum.


Keduanya saling bertatapan dan mereka berdua salah tingkah. Karena yang satu harus mengucapkan kata sayang, sedangkan yang satunya membayangkan Tiara memanggilnya dengan sebutan sayang setiap hari.


Padahal sebenarnya Yuda sering sekali dipanggil sayang oleh pacar-pacarnya yang terdahulu, alias mantannya. Tapi entah kenapa ia sulit mendengar kata sayang dari Tiara, mungkin juga karena Tiara baru pertama kali pacaran, jadi ia pasti sedikit canggung jika memanggil cowok dengan sebutan sayang.


"Ya udah ini makan kue nya, sayang soalnya kalau gak dimakan"


Akhirnya Yuda memakan kue tersebut. Lalu Tiara juga ikut memakan kue nya, karena mubazir kalau gak habis.


Saat memakan kue, Tiara salah tingkah karena Yuda yang terus-menerus menatapnya.


"Yud, jangan lihatin aku mulu"


"Aku kan punya mata. Jadi wajar aku lihatin kamu, lagian masa aku lihatin lantai"


"Kamu salting ya?"


"Dikit" ucap Tiara yang terus-terusan melihat kearah kue.


"Lucu banget" ujar Yuda sambil mengelus-elus rambut Tiara.


ARGHH


Rasanya jantung Tiara akan meledak saat ini juga. Kayaknya Yuda emang jago dalam hal membuat cewek salah tingkah.


Yuda yang tahu kalau Tiara sedang salah tingkah malah semakin menampilkan senyuman manisnya. Sehingga membuat Tiara tersipu malu, sampai-sampai pipinya merona seperti memakai blush on.


Tiara berdiri. "Aku mau ke toilet" ucapnya sambil berlari kearah toilet.


Yuda tertawa kecil. Baru kali ini dia berpacaran dengan orang se-gemas Tiara. Ia melihat Tiara seperti anak kecil, tapi dengan sikap dewasa.


Dibandingkan dengan Yuda, memang sikap Tiara ini lebih dewasa. Walaupun Tiara cengeng, tapi dia tidak manja seperti kebanyakan cewek. Dan cengengnya dia juga cuma karena dia menceritakan masa lalunya.


Sedangkan kalau Yuda sendiri, ia memang anak yang sangat manja. Bahkan ia masih saja merengek minta uang kepada kedua orang tuanya.


Selagi Tiara masih di toilet, Yuda memikirkan kemana ia harus pergi. Karena kalau cukup sampai disini, mungkin hari spesial Tiara kurang bermakna kalau hanya dirayakan setengah hari.


"Yud, mau minum gak?"


Ucapan bang Tegar membuyarkan lamunan Yuda.


"Boleh, bang"


"Mau minum apa?"

__ADS_1


"Ice americano"


"Kalau Tiara mau apa?"


"Jus strawberry aja"


Tak lama Tiara kembali menghampiri Yuda dan ia duduk ditempat semula.


"Tiara mau jus strawberry?" tanya bang Tegar memastikan.


Tiara hanya mengangguk. Kemudian bang Tegar pergi untuk membuat pesanan.


"Ra, malam jalan-jalan yuk!"


"Malam?"


"Iya"


"Kayaknya gak bisa deh, soalnya kan besok sekolah. Takutnya kalau jalan-jalan malem, nanti besoknya kesiangan"


"Tapi kan pulangnya paling jam 9"


"Aku takut dimarahin sama ibu"


"Emang ibu suka marah?"


"Enggak sih"


"Ya udah aku minta nomer ibu kamu dong, biar nanti aku bisa ijin kalau mau ajak kamu main"


Tiara memperlihatkan layar ponselnya kepada Yuda. Dan Yuda langsung menyimpan nomer ibunya Tiara pada kontaknya.


"Nanti aku bakal ngomong ke ibu kamu"


"Tapi nanti kalau ibu aku gak ngebolehin, kamu jangan marah ya"


"Iya, aku gak akan marah. Masa cuma gara-gara gak dibolehin, aku jadi marah"


"Siapa tahu kamu jadi kesel gitu karena gak dibolehin"


"Aku orangnya gak gampang kesel kok"


Tiara tertawa kecil mendengar ucapan Yuda.


"Aku beneran gak gampang kesel, Ra"


"Iya...iya"


"Terus kenapa kamu ketawa?"


"Pingin aja"


"Bilang aja ketawa kamu itu buat ngeledek aku"


"Ih aku gak ngeledek kok, kamu kan orangnya emang gak gampang kesel" ucap Tiara sambil tertawa.


"Tuh kan! kamu ketawa lagi"


Tiara menahan tawanya. "Maaf deh"


"Jarang-jarang loh kamu ketawa ngakak kayak gini"


"Emang jarang ya?"


"Iya. Biasanya ketawanya kalem gitu"


"Ketawa kalem emang kayak gimana?"

__ADS_1


"Ketawanya sambil nutup mulut" jelas Yuda.


Entah kenapa Yuda merasa akhir-akhir ini Tiara tidak terlalu canggung seperti sejak awal ia mengenalnya. Mungkin juga karena sudah lumayan lama mengenal, hingga akhirnya Tiara menjadi nyaman dengan Yuda.


__ADS_2