
Keesokan paginya
Tiara masuk kedalam kelas.
"Pagi" sapanya pada Ayu.
Ayu kembali menyapa Tiara "Pagi juga"
"Ada tugas gak?" tanya Tiara sambil duduk dikursi.
"Gak ada" ucap Ayu.
"Syukur deh kalau gitu" ucap Tiara.
"Ara!" panggil Kezia.
"Iya, kenapa?" tanya Tiara.
"Semalam kamu sama Yuda ya?" tanya Kezia memastikan.
"Enggak kok" ucap Tiara.
"Oh berarti semalam aku salah lihat" ucap Kezia.
"Oh iya! kamu ikutan ekskul PMR kan?" tanya Kezia.
"Iya" ucap Tiara.
"Ya udah kalau gitu anterin aku yuk ke UKS" ucap Kezia.
"Yaelah ke UKS aja sampe minta dianter" heran Ayu.
"Ya udah ayo" ucap Tiara.
Lalu Tiara segera mengantar Kezia ke UKS.
* UKS
"Kamu butuh apa?" tanya Tiara.
"Aku minta minyak kayu putih dong" ucap Kezia.
Tiara segera mengambil kayu putih yang berada di lemari kecil.
"Ini" ucap Tiara sambil memberikan minyak kayu putih kepada Kezia.
"Oh iya! Aku gak dikasih minum gitu?" tanya Kezia.
"Kalau mau minum ambil aja, lagian kamu masih bisa jalan kan?" kata Tiara.
"Aku tuh kan pasien! jadi harus dilayani" ketus Kezia.
"Zia, kamu kan udah besar ya jadi harusnya kamu bisa mandiri. Jangan selalu nyuruh-nyuruh orang"
"Kamu tahu gak? aku waktu itu denger ada beberapa orang yang ngomongin kamu, dan mereka gak suka sama kamu karena kamu nyuruh-nyuruh mereka terus"
"Sebenernya aku sih ngomong kayak gini supaya kamu sadar aja dan agar kamu lebih bisa mandiri lagi jadi orang"
"Siapa yang ngomongin aku?" tanya Kezia sedikit kesal.
Tiara segera membuatkan teh manis. "Ada lah pokoknya"
"Kamu lagi ngapain?" tanya Kezia.
"Bikin teh manis" ucap Tiara.
Tiara memberikan teh manis tersebut kepada Kezia.
"Ambil! kok malah diem" ucap Tiara.
"Katanya nyuruh aku mandiri" heran Kezia.
"Iya, aku emang nyuruh mandiri" ucap Tiara.
"Terus kenapa bikinin teh manis buat aku?" tanya Kezia.
"Ya karena ini sebagai ucapan terima kasih aja, soalnya kamu kayaknya bakal ngikutin saran aku" ucap Tiara.
__ADS_1
"Pede banget kamu" ucap Kezia.
"Ya udah cepet ambil! kalau gak nanti aku minum" ucap Tiara.
Kezia mengambil teh manis tersebut. "Thanks"
Tiara hanya tersenyum.
"Kamu cantik loh" ucap Tiara.
"Iya, aku tahu" ucap Kezia tanpa melihat kearah Tiara.
"Karena kamu cantik, harusnya kamu bisa ubah sikap kamu. Mungkin kalau kamu bisa ubah sikap, banyak cowok yang naksir sama kamu" ucap Tiara.
"Gak jaga sikap juga, banyak kok cowok yang suka sama aku" ucap Kezia.
"Nah! sikap kayak sekarang aja banyak yang suka. Apalagi kalau kamu ubah sikap kamu, pasti makin banyak lagi tuh yang suka, bahkan kayaknya cowok yang kamu suka bakal tertarik sama kamu" ucap Tiara.
"Serius?" tanya Kezia.
Tiara hanya mengangguk. "Iya, serius"
"Ya udah kalau gitu aku pergi ke kelas dulu ya" ucap Tiara.
"Iya" ucap Kezia.
Lalu Tiara segera pergi menuju kelasnya.
...****...
* Kelas
"Ara kemana?" tanya Yuda.
"Ke UKS" jawab Ayu.
"Dia sakit?" tanya Yuda.
"Enggak, dia tadi cuma nganter Kezia" ucap Ayu.
"Syukur deh kalau dia gak kenapa-napa. Soalnya takut dia sakit akibat semalam keluar sama aku" ucap Yuda.
"Iya, emang kenapa?" tanya Yuda.
"Tadi kan Kezia nanya ke Tiara kalau dia lihat kamu sama Tiara semalam. Tapi Tiara bilang dia gak keluar bareng kamu" ucap Ayu.
"Oh gitu ya" ucap Yuda.
"Kasihan banget sih saudaraku yang satu ini" ucap Ayu sambil menatap Yuda.
Tidak lama, Tiara datang menghampiri mereka berdua.
"Yud, kamu kenapa cemberut gitu?" tanya Tiara.
"Itu loh, gebetan dia gak peka orangnya. Jadi Yuda nya sedih" sindir Ayu.
"Kasihan banget kamu" ucap Tiara.
"Yang sabar ya, gebetan kamu emang gak peka orangnya" ucap Ayu sambil menahan tawanya.
"Gebetan dia emang siapa sih, Yu?" tanya Ayu.
Ayu melihat kearah Yuda dan ia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Yuda.
"Tanya langsung aja ke Yuda" suruh Ayu.
"Yuda nya gak mau ngasih tahu ke aku" ucap Tiara.
"Ya udah berarti kamu gak boleh tahu" ucap Ayu.
Skip
Murid-murid memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru.
Tiba-tiba speaker berbunyi. "Panggilan untuk siswi bernama Tiara Aqilla, diharapkan segera menuju ruang TU"
"Ra, dipanggil tuh" ucap Ayu.
__ADS_1
"Iya, aku juga tahu" ucap Tiara.
Tiara berjalan menghampiri guru. "Pak, saya ijin keluar ya soalnya tadi dipanggil"
"Iya" ucap pak Sonny.
Tiara segera pergi menuju ruang TU.
Sepanjang perjalanan Tiara merasa gugup karena ia bingung kenapa dirinya dipanggil.
Sesampainya di ruang TU, Tiara memberhentikan langkahnya dan tubuhnya mematung.
"Tiara!" panggil seseorang sambil berjalan menghampiri Tiara.
"Ibu kangen banget sama kamu" ucap ibu sambil memeluk Tiara.
Tiara hanya terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ra, ikut ibu ya. Kamu kan anak ibu, masa kamu tinggal sama orang lain sih" ucap ibu.
"Ara gak mau!" tolak Tiara.
"Kenapa? kamu masih marah ya sama ibu?" tanya ibu.
Tiara mengalihkan pandangannya karena ia ingin menangis.
"Ra, maafin ibu ya" ucap ibu.
"Ibu tahu dari mana kalau aku sekolah disini?" tanya Tiara.
"Ibu tahu dari temen kamu yang sekolah di SMA Merah Putih" ucap ibu.
"Terus ibu mau apa kesini?" tanya Tiara.
"Ibu kesini karena ibu kangen kamu" ucap ibu.
"Kamu pasti gak mau ketemu ibu karena orang itu udah jelek-jelekin ibu didepan kamu kan?" tuduh ibu.
"Bu, udah ya jangan jelek-jelekin ibu sambung Ara. Dia itu baik banget loh sama Tiara" ucap Tiara.
"Kalau ibu terus-terusan jelek-jelekin dia, Tiara jadi semakin benci sama sifat ibu" sambung Tiara.
"Ibu lebih baik pergi aja dari sini, Tiara mau belajar dengan tenang" ucap Tiara.
Tiara berlari menuju kelasnya.
Sesampainya dikelas, Tiara langsung duduk dikursinya.
"Ra, kamu kenapa nangis?" tanya Ayu.
Tiara menghapus air matanya. "Aku gak apa-apa kok"
...****...
Krining...krining
Bel istirahat berbunyi.
"Ra, ayo ke kantin" ucap Ayu.
"Enggak, aku lagi gak pingin jajan" ucap Tiara.
"Ya udah kalau gitu aku ke kantin ya" ucap Ayu.
"Iya" ucap Tiara.
"Yud, ayo!" ajak Ayu.
"Kamu ke kantin duluan aja" ucap Yuda.
Akhirnya Ayu pergi ke kantin sendirian.
Yuda duduk di kursi Ayu. "Ada masalah apa?"
Tiara menoleh kearah Yuda. "Gak ada masalah kok"
Yuda mendekatkan kursi yang ia duduki agar mendekat ke Tiara. "Kalau mau nangis, nangis aja! gak usah ditahan"
__ADS_1
Tiara langsung menangis karena ucapan Yuda.
Lalu Yuda memeluk Tiara sambil mengelus rambutnya.