
Setiap pagi,.Tiara melakukan aktivitas sehari-harinya yaitu membereskan rumah. Dimulai dari menyapu, mengepel dan mencuci piring. Sedangkan tugas ibu memesak, mencuci pakaian dan menyetrika pakaian.
"Ra, ayo sarapan dulu!"
"Iya tunggu sebentar, Bu!"
Selesai mengepel, Tiara segera menghampiri ibu di ruang makan.
Hari ini, ibu memasak ayam goreng serundeng kesukaan Tiara. Karena ini makanan favoritnya, Tiara dengan lahap memakannya.
"Kamu mau ikut ke acara pernikahan temen ibu gak?"
"Enggak deh, Bu. Tiara mau di rumah aja"
"Ya udah kalau gitu nanti pintunya jangan lupa dikunci ya"
"Iya, Bu"
Skip
Kini Tiara sendirian di rumah, karena ibunya telah pergi ke acara pernikahan temannya.
Tiba-tiba, bel rumah berbunyi.
Tingtong! Tingtong!
Perasaan takut menyelimuti Tiara. Untung saja pintunya telah ia kunci, Jadi ia tidak terlalu ketakutan.
Trining! Trining!
Ponsel Tiara berdering dan ia langsung menjawab panggilan telepon.
"Hallo, Yu"
"Ra, aku sekarang ada didepan rumah kamu"
"Oh jadi kamu yang tekan bel?"
"Iya"
"Ya udah aku keluar sekarang"
Tiara mematikan teleponnya dan ia segera pergi keluar untuk menemui Ayu.
Sesampainya diluar, Tiara menghampiri Ayu dan membuka pagar rumahnya. Setelah itu keduanya masuk kedalam rumah.
"Oh iya, Ra! ini oleh-oleh buat kamu" ujar Ayu sambil memberikan oleh-oleh kepada Tiara.
"Makasih"
"Iya sama-sama"
"Jadi kamu kesini karena kamu mau ngasih oleh-oleh doang?"
"Enggak. Aku mau sekalian ajak kamu jalan-jalan"
"Jalan-jalan?"
"Iya. Temenin aku ya"
"Emang mau jalan-jalan kemana?"
"Aku pingin renang"
"Tapi aku gak bisa renang, Yu"
"Gak bisa renang?"
"Iya, aku gak bisa renang"
"Ya udah kalau gitu nanti aku ajarin supaya kamu jago renang"
"Tapi nanti aku bakal bisa berenang kan, Yu?"
"Mungkin"
"Kalau aku tenggelam gimana?"
"Nanti aku bantuin"
"Janji ya? awas kalau gak bantuin"
"Iya janji"
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu aku siap-siap dulu"
"Aku ikut ke kamarnya ya"
"Ya udah ayo"
Tiara dan Ayu pergi ke kamar.
Saat Tiara membereskan barang-barang, Ayu malah sedang berdandan.
Entah kenapa dia berdandan, padahal kan nanti juga makeup nya akan luntur bila terkena air.
Sejujurnya Tiara sangat malas untuk berenang, selain itu ia juga takut jika ia tenggelam. Karena waktu dulu Tiara pernah tenggelam. Untung saja waktu itu ada seorang bapak-bapak yang menolongnya.
"Ra, kamu mau pake celana panjang?"
"Iya"
"Masa berenang pakai celana panjang, emang gak berat?"
"Terus pakai yang mana?"
Ayu memilih celana pendek untuk Tiara. "Yang ini aja"
"Ini terlalu pendek gak kalau buat renang?"
"Enggak lah"
"Nanti kita mau berenang dimana?"
"Di waterpark. Soalnya udah lama juga aku gak kesana, terakhir mungkin kelas sembilan"
"Oh iya, Amanda sama Putri ikut gak?"
"Enggak. Soalnya mereka gak mau"
"Kenapa gak mau?"
"Kalau Putri mungkin gak mau karena dia kan udah putus sama Randy, terus dia pasti berpikiran ngapain main lagi sama temen-temennya Randy. Tapi kalau Amanda katanya dia lagi gak enak badan"
Sebelum pergi, Tiara mengirim pesan kepada ibunya untuk meminta ijin sekalian ia ingin memberitahu bahwa nanti kunci rumah akan di simpan Tiara dibawah keset.
...****...
Skip
Saat di kolam renang, Ayu terus saja membawa handphone yang sudah ia masukkan kedalam plastik. Ayu terus mengabadikan foto bersama Tiara.
Tiara yakin tujuan Ayu kesini bukan untuk berenang tapi ia kesini karena ingin berfoto.
Mereka bergiliran berfoto dan kini Tiara yang memotret Ayu.
Pada saat mundur kebelakang, tiba-tiba Tiara terpeleset dan ia tenggelam.
Ayu buru-buru berenang menghampiri Tiara dan orang-orang disekitarnya ikut membantu menolong Tiara.
"Ra, kamu gak apa-apa kan?"
Tiara tidak menjawab ucapan Ayu, karena ia begitu terkejut.
Memang kedalaman airnya se-dada Tiara, tapi karena ia tidak bisa berenang, ia jadi tenggelam.
"Lebih baik naik dulu keatas" ujar bapak-bapak.
Tiara dibantu oleh bapak-bapak itu untuk naik ke permukaan.
Ayu merasa bersalah, harusnya ia tadi fokus saja mengajari Tiara, bukan malah menyuruhnya untuk berfoto.
Tanpa sadar, Tiara meneteskan air matanya karena ia teringat saat temannya mendorongnya ke kolam renang.
"Ra, maafin gue"
Tiara menatap lurus kedepan. "Iya, gak apa-apa"
"Kak, ini handphone kakak ya?" ucap seseorang sambil memberikan ponsel milik Ayu.
"Oh iya! makasih ya" kata Ayu.
"Iya sama-sama, kak" ujar orang itu, lalu orang itu segera pergi.
"Handphone kamu kebasahan gak?"
"Enggak kok, lagian kan ini pake plastik"
__ADS_1
"Syukur deh kalau gitu"
"Ra, kalau mau marah, marah aja. Gak apa-apa kok, lagian aku emang salah. Harusnya aku gak nyuruh-nyuruh kamu buat foto aku"
"Kamu gak salah kok"
"Jangan dibilangin ke Yuda soal ini ya, soalnya aku takut dia marahin aku"
"Tenang aja, aku gak akan bilang kok. Lagian ngapain juga aku ngadu ke Yuda"
"Ya udah sekarang berenangnya di kolam anak-anak aja yuk! takutnya kamu tenggelam lagi"
"Ya udah ayo"
Tiara dan Ayu pergi menuju kolam anak-anak.
Sebenarnya cukup malu karena dilihat oleh orang-orang, tapi bagaimana lagi, Tiara tidak bisa berenang seperti yang lain.
...****...
Akhirnya Tiara sampai di rumah. Ia segera mandi lagi karena tadi waktu di waterpark, ia mandinya hanya menggunakan shampo saja.
Selama mandi, Tiara terus memikirkan kejadian tadi. Sebenarnya Tiara tidak apa-apa, cuma ia hanya terkejut saja.
Skip
Selesai mandi, Tiara melihat ponselnya untuk memastikan apakah foto-foto waktu di waterpark sudah dikirim atau belum. Dan ternyata foto itu sudah Ayu kirim dari beberapa menit yang lalu.
Tiara membagikan foto tersebut ke story WhatsApp nya.
Tak lama setelah Tiara memposting foto tersebut, tiba-tiba Yuda mem-video call nya.
Otomatis Tiara menolaknya, sebab ia tidak menyukai video call. Karena menurutnya video call tidak cocok untuk orang yang mudah insecure seperti Tiara. Apalagi jika orang yang mem-video call nya itu cowok. Kalau cewek sih sebenarnya ia pasti akan mengangkat video call nya karena ia tidak akan canggung jika dengan cewek.
Mungkin Yuda ingat kalau Tiara tidak suka di video call, makanya ia menelpon Tiara.
Karena itu telepon, jad Tiara segera menjawabnya.
Saat teleponan, Yuda mengeluh kepada Tiara. Yuda mengeluh karena ia ingin sekali ikut.
"Lain kali ajak dong"
"Tapi kan bukan aku yang ngajak, jadi kamu jangan nyalahin aku"
"Emang ngeselin tuh si Ayu. Harusnya dia itu ajak aku"
"Kamu kan cowok, Yud. Emang kamu mau disangka banci karena main sama cewek"
"Kan nanti aku bisa ajak Randy"
"Tapi kan Ayu gak mau kalau ada cowoknya"
"Kenapa gak mau?"
"Gak tahu"
"Oh iya! tadi Amanda sama Putri ikut juga ya?"
"Enggak kok, tadi kita cuma berdua doang"
"Emang seru gitu kesana cuma berdua?"
"Seru dong, soalnya kan kalau ada Ayu jadi ramai. Bahkan mengalahkan dua puluh orang"
"Jadi maksud kamu Ayu berisik?"
"Iya. Tapi jangan dibilangin lagi ya, soalnya takut marah dia nya"
"Aku bilangin ya"
"Jangan dong, nanti dia marah"
"Gak apa-apa, soalnya aku suka pertengkaran. Apalagi yang berantem pacar sama saudara aku"
"Kamu gak ada akhlak banget sih, masa mau adu domba"
"Sekali-kali berantem dong, bosen lihat kalian damai mulu"
"Aku gak akan berantem kalau orang itu baik sama aku"
"Berarti kalau jahat kamu akan berantem?"
"Enggak juga sih. Aku bakal lebih milih diam walaupun orang itu jahat sama aku"
__ADS_1
"Baik banget sih pacar aku"