
lelaki itu menaikan alis sebelahnya.
bela yang melihat mira melindungi hera merasa kesal dan berkata merusak suasana. begitupun dengan teman mira yang lainnya.
"maaf? sory angga yugianto, gk akan minta maaf sama orang yang sangat menjijikan."ucap lelaki itu dan memajukan wajahnya ke depan mira, dan tersenyum miring mira mundur 1 langkah.
angga yugianto, adalah seorang murid baru sudah 1 minggu dia bersekolah di tempat hera. wajahnya yang tampan membuat perempuan tergila gila pada dia, tapi angga bisa di sebut dengan cowok playboy.
"dasar, baru juga murid baru sudah berani."ucap mira.
"udah udah, dia gk bakal minta maaf walaupun lo paksa."ucap dini dan memegang tangan hera, mira yang mendengarnya menghampiri mereka.
angga menaikan alis sebelahnya.
"hera, lo gk papa kan."ucap mira.
"gk papa kok."ucap hera.
lalu hera maju 1 langkah.
"maaf."ucap hera.
angga tersenyum miring.
"kok lo yg minta maaf dia kan salah her."ucap mira.
"gk papa."ucap hera dan menarik tangan dini untuk ke kelas.
"urusan kita belum selesai ya, awas aja lo ngulangin lagi."ucap mira dan melihat tajam angga dan kembali ke tempatnya.
"Menarik."ucap angga dalam hati. dan berlalu pergi di ikuti temannya.
"dia cantik ya bro, kayak bidadari."ucap salah satu teman angga.
angga hanya mengangguk.
"udah her gk usah dipikiran perkataannya."ucap dini yang kini sedang duduk di samping hera.
"lo kenal sama dia."tanya hera dan menatap dini.
dini terdiam dan melihat ke arah lain dini tidak tau mulai dari mana dini akan menceritakan semuanya. dini bingung dan kembali menatap mata hera.
"itu..itu... dia... mantan gw her."jawab dini terbata bata, dan lagi lagi mengalihkan pandangannya.
hera tersenyum melihat tingkah dini.
__ADS_1
"biasa aja kali, mantan aja kok gugup."ungkap hera yang melihat dini merasa gugup.
"lo tau gw sakit hati karna dia, sebelumnya gw gk pernah ngerasain ini, dia itu jahat, lebih dari penjahat."ucap dini dan meneteskan air matanya, lalu menghapusnya dengan kasar, dia tidak boleh lemah hanya karna cowok itu.
hera menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
hera berpikir seperti itukah yang namanya cinta, yang harus merasakan sakit hati.
karna hera belum pernah merasakan yang namanya pacaran, hera merasa bodoamat.
dini yang melihat hera kebingunan, melipat tangannya ke atas meja dan menarik napas lalu membuangnya. dini tau kalau sahabatnya ini tidak mengerti soal cinta.
"lo mau tau ceritanya."tanya dini, yang melihat papan tulis yang kosong. lalu pandangannya beralih ke hera yang sedang menatapnya. hera mengangguk, lagi lagi dini menatap papan tulis yang kosong.
"jadi gini..."ucap dini, hera bersiap untuk mendengar semuanya, hera mengambil posisi seperti dini, pandangannya fokus ke dini.
flashback on
angga melihat dini duduk di sebuah kursi yang berada di taman, lalu angga menghampirinya. dan duduk di samping dini.
"syg, kok lama banget sih."ucap dini karna sudah 15 menit dini menunggu dengan matahari yang begitu panas.
angga membuang napasnya kasar.
dan mengambil kedua tangan dini dan mereka saling pandang.
dini melongo mendengar perkataan angga, dini bingung perkataan pacarnya ini. angga melihat kebingunan dini.
"lo harus menerimanya, kalau lo gk mau, lo harus mau."ucap angga tegas dan memaksa.
lagi lagi dini bingung, dan mendengar kata lo bukan kamu, karna tidak biasanya angga tidak bicara kasar. dini berpikir ada yang tidak beres.
angga melihat dini kebingunan melepas tangan dini. dini melihat perlakuan angga yang berbeda.
angga menatap kedepan yang melihat anak kecil sedang bermain. sedangkan dini menatap angga kebingunan. angga melihat mata dini, sebentar lalu pandangannya fokus ke depan.
"gw mau putus." ungkap angga wajah yang datar.
dini lagi lagi bingung dia tidak tau harus mengatakan apa, dia berpikir kalau angga hanya bercanda.
"kamu jangan bercanda deh, panas panas gini mau bercanda? tanya dini tidak percaya
angga melihat dini sebentar lalu pandangannya lagi lagi kedepan.
"gk gw serius, mulai sekarang kita tidak ada lagi hubungan, gw udah punya pacar lagi, yang jauh lebih cantik, bagi gw dia istimewa."ungkap angga dan mengingat wajah pacar barunya itu.
__ADS_1
dini mengeluarkan air matanya merasa tidak percaya dengan perkataan angga barusan, dia berdoa semoga dia mimpi.
"mulai sekarang lo jauhin gw."ungkap angga lagi.
lagi lagi dini mengeluarkan air matanya dan berpikir ini tidak mimpi, ini nyata.
angga melihat dini yang tidak membalas perkataan angga.
"lo dengar kan."ucap angga lagi.
"kamu jangan bercanda angga, aku masih cinta sama kamu, kamu udah janji kan, kalau kamu akan merpalertahankan hubungan kita."ungkap dini dan menghapus air matanya kasar.
angga terdiam dan masih menatap dini.
dini melihat angga yang terdiam, dan tidak menjawab perkataan dini.
dini berdiri di depan angga.
"KAMU BERCANDA KAN KAMU GK BAKAL BICARA SEPERTI ITU AKU SAYANG SAMA KAMU AKU CINTA SAMA KAMU KAMU JUGA UDAH BILANG KALAU KAMU CINTA MATI SAMA AKU TAPI SEKARANG KAMU MALAH BERCANDA SEPERTI INI AKU GK SUKA ITU."ungkap dini dengar keras, semua orang memandangnya tapi dini mengabaikannya, yang terpenting sekarang adalah hubungan mereka.
angga mengepalkan tangannya.
dan berdiri di depan dini.
"CUKUP DARI TADI GW BILANG GW GK BERCANDA, GW UDAH GK CINTA SAMA LO."ungkap angga dengan kasar.
dini benar benar hancur mendengar perkataan angga yang begitu kasar, hati dini benar benar hancur.
dini mengeluarkan air matanya.
"mulai sekarang kita... putuss."ucap angga
dan berlalu pergi.
dini masih mematung di tempatnya, dia merasa sangat hancur, pikirannya melayang layang, dini terus mengeluarkan air matanya.
"kasian banget dia diputusin."ucap seseorang yang melihat dini.
"makanya mba, kalau cari pasangan, yang sederhana aja."ucap salah satu dari mereka dan berlalu pergi.
dini sangat sakit hati dia tidak percaya akan jadi seperti ini, dia malu di perhatikan banyak orang.
din menghapus air matanya kasar, dan berlalu pergi.
Flashback off
__ADS_1
tampa dini sadari air matanya jatuh begitu saja. hera mendengar cerita dari dini, merasa kasian dia tidak tega melihat sahabatnya di permainkan seperti itu.
walaupun hera tidak perna pacaran, tapi hera tau bagaimana perasaan dini yang di putuskan begitu saja, padahal dini sangat mencintai angga, tapi sekarang mungkin tidak lagi.