Love Yourself

Love Yourself
Episode 60


__ADS_3

Ayana yang tadinya tertidur, kini terbangun saat mendengar bel rumahnya yang berbunyi.


Ia melihat kearah jam dindingnya dan ia yakin bahwa orang yang menekan bel adalah Yuda dan Ayu.


Dengan badan yang masih lemas, ia berjalan kearah luar untuk menemui mereka.


Sesampainya diluar, ia melihat dua orang cowok.


"Ayo masuk!" perintah cowok itu agar Tiara masuk kedalam mobil.


"Siapa ya?"


"Anak tirinya ibu kandung kamu"


Tiara baru sadar, ternyata orang itu adalah anak suaminya ibu.


Saat Tiara berniat menutup pagar, tiba-tiba orang itu menarik tangan Tiara.


"Ih lepasin!!"


"Ayo ikut!"


"Gak mau!"


Tiara menggigit tangan orang itu.


"Anj*ng sakit!!!"


Tiara berlari untuk meminta bantuan tetangga.


"Tolong!!!"


Tiara terus meminta tolong, namun tidak ada seorangpun yang keluar rumah. Mungkin karena tetangganya sedang bekerja.


Karena tidak ada seorangpun, akhirnya ia terus berlari sebab kedua orang itu mengejar Tiara dengan menggunakan mobil.


Tiara merasa dadanya sangat sesak dan penglihatannya mulai kabur.


BRUK!


Tiara tergeletak di tanah.


Lalu kedua orang itu turun dari mobil dan mereka membawa Tiara kedalam mobil.


...****...


Sepulang dari sekolah, Yuda dan Ayu pergi menuju rumah Tiara.


Entah kenapa saat dalam perjalanan menuju rumah Tiara, Yuda merasa perasaannya tidak enak. Kemungkinan karena terlalu khawatir dengan Tiara, maka perasaan pun menjadi tidak enak.


Skip


Sesampainya di rumah Tiara, Yuda dan Ayu turun dari motornya masing-masing.


"Tiara!" teriak Ayu.


Beberapa kali Ayu memanggil Tiara, namun Tiara masih belum datang menghampiri Ayu dan Yuda.


"Tidur kali ya" ujar Ayu.


"Enggak deh. Pintunya juga kebuka, masa iya dia tidur"


Ayu berkali-kali menelpon Tiara, namun tidak dijawab.


"Ibu Tiara ada di rumah gak sih?" tanya Ayu.


Yuda mengirim pesan kepada ibunya Tiara. Tak lama, ibu Tiara membalas dan mengatakan bahwa dirinya masih berada di sekolah.


Yuda buru-buru masuk kedalam rumah karena ia khawatir jika terjadi apa-apa dengan Tiara.


"TIARA!!'


Yuda memanggil Tiara, namun Tiara tak kunjung menemui Yuda.


Pintu kamar Tiara juga terbuka dan Yuda tidak melihat Tiara didalam kamar.


"Tiara kemana sih" gumam Yuda.


Akhirnya Yuda kembali keluar untuk menemui Ayu.


Pada saat diluar, ada anak kecil sedang bersama Ayu.


"Yud, kata anak kecil ini katanya waktu tadi ada dua orang cowok, terus dia bawa Tiara masuk kedalam mobil" ujar Ayu.


"Beneran, dek?"


"Iya, kak. Tadi waktu aku lihat di jendela, ada dua orang cowok yang bawa orang yang tinggal disini" ucap anak kecil yang kira-kira usianya 7 tahun.


"Kamu tadi sempat foto mobilnya gak?"


"Aku gak foto mobilnya, kak"


Yuda menelpon ibunya Tiara dan melaporkan bahwa Tiara diculik oleh seseorang.


...****...


Tiara membuka kedua matanya.


Tiara tahu pasti bahwa sekarang ia berada di rumah suami ibu kandungnya.


Ia berjalan menuju kearah pintu. Pada saat ia menarik gagang pintu, ternyata pintunya dikunci.


Tiba-tiba seseorang membuka pintu dari luar, spontan Tiara memundurkan langkahnya.


Dan ternyata orang yang membuka pintu adalah ibu kandungnya.


Ibu langsung memeluk Tiara. "Ra, mulai saat ini kamu tinggal disini ya"


"Gak mau!"


"RA! KAMU ITU ANAK KANDUNG IBU!!" bentak ibu.


Tiara menangis, karena sejujurnya ia tidak mau tinggal disini.


"Tiara mau pulang, Tiara gak mau tinggal disini"


"Ra, sebenarnya kamu kenapa sih gak mau tinggal bareng ibu?"


"KARENA IBU SELINGKUH! TIARA GAK MAU TINGGAL BARENG IBU! IBU UDAH NYAKITIN AYAH"


Emosi Tiara meledak karena sekarang ia baru mengungkapkan fakta itu.


"Kata siapa? ibu gak selingkuh dari ayah"


"KATA SIAPA?? ARA LIHAT SENDIRI, BU!!"


"Ara lihat chat ibu sama lelaki ber*ngsek itu"

__ADS_1


PLAKK


Satu tamparan mendarat di pipi Tiara.


Tiara semakin menangis, karena ia baru pertama kali ditampar oleh ibu kandungnya.


Lalu ibu keluar dan ia kembali mengunci Tiara didalam kamar.


Tiara terus memohon kepada ibunya agar dibukakan pintu, namun ibunya tidak mau menuruti apa kata Tiara.


...****...


Sementara itu, Yuda, Ayu dan ibu Tiara sibuk mencari Tiara. Bahkan ibu Tiara juga sudah melaporkan ke kepolisian terkait penculikan Tiara.


Yuda memberhentikan motornya dipinggir jalan dan ia menelpon Randy untuk meminta bantuan.


Tak lama, Randy menjawab panggilan telepon dari Yuda.


"Hallo, Yud"


"Ran, boleh minta tolong gak?"


"Minta tolong apa?"


"Tolong bantu gue buat cari Tiara"


"Tiara hilang?"


"Iya, kata anak kecil katanya Tiara diculik sama dua orang cowok"


"Lo sekarang dimana, Yud?"


"Gue di jalan Anggrek yang deket pom bensin"


"Ya udah gue kesana sekarang" ujar Randy, lalu ia mematikan panggilan teleponnya.


Beberapa menit kemudian...


Randy datang menghampiri Yuda.


"Yud, udah ketemu belum?"


"Belum, Ran"


Kemudian Yuda dan Randy sepakat untuk mencari Tiara secara berpisah.


...****...


Jam 18.20 WIB


Waktu sudah menjelang malam, Tiara ingin sekali pulang. Lebih tepatnya pulang ke rumah ibu sambungnya.


Ia sangat takut berada di rumah ini. Walaupun ada ibu kandungnya, tapi ia merasa ketakutan. Rasanya Tiara ingin mati saja daripada harus tinggal disini.


Tiara berusaha membuka jendela kamar, namun jendela tersebut sulit terbuka. Karena tidak bisa dibuka, akhirnya Tiara lebih memilih diam.


Cklek


Pintu kamar dibuka oleh seseorang. Spontan Tiara melihat kearah pintu.


"Ayo makan dulu" ujar ibu.


Tiara hanya diam saja. Ia tidak nafsu untuk makan walau sebenarnya dari siang ia belum makan.


"AYO MAKAN!" bentak ibu.


"YA UDAH IYA IBU MINTA MAAF!! IBU SALAH!"


Ucapan ibu membuat Tiara terdiam.


"Maafin ibu"


Jujur saja walaupun ibu kandungnya sudah minta maaf, namun Tiara masih belum memaafkannya sebab ia sangat kecewa.


Kenapa baru sekarang ibu meminta maaf? kenapa gak minta maaf dari dulu saja?


Itu lah yang dipikirkan oleh Tiara sekarang. Harusnya dari dulu ibu meminta maaf kepada dan mengakui perbuatannya.


...****...


Yuda POV


Sudah dari siang Yuda mencari Tiara namun hingga saat ini Tiara masih belum ditemukan.


Karena sudah malam, Yuda mengirim pesan kepada Randy dan Ayu agar menyudahi pencariannya.


Kemudian, Yuda segera kembali ke rumah Tiara untuk memastikan apakah Tiara sudah ditemukan atau belum.


Sesampainya di rumah Tiara, Yuda turun dari motornya dan ia menghampiri ibu Tiara yang berada diteras rumah.


"Yud, gimana? Tiara udah ketemu belum?"


"Belum, bu"


"Tadi juga Ayu sama Randy nyari, tapi mereka juga gak ketemu sama Tiara"


"Apa jangan-jangan Tiara dibawa sama saudara dari ayahnya ya"


"Saudara ayahnya?"


"Iya, soalnya setelah ayah Tiara meninggal, saudara ayahnya minta harta warisan"


Yuda juga tahu soal saudara Tiara yang itu, sebab waktu itu ia juga pernah bertemu dengan anak dari saudara ayahnya Tiara.


"Bu, alamatnya dimana ya? soalnya Yuda mau kesana sekarang"


"Besok lagi aja carinya. Soalnya sekarang udah malam, takutnya orang tua kamu nyariin"


"Ya udah kalau gitu Yuda pulang dulu ya, bu. Besok Yuda janji bakal cari Tiara lagi"


"Makasih ya udah bantu cari Tiara"


"Iya sama-sama, bu"


Yuda salam kepada ibu Tiara, lalu ia segera pulang ke rumahnya.


[Rumah]


"YUDA!!! Kamu dari mana sih? mamah khawatir tahu, dari siang telepon tapi kamu gak angkat-angkat teleponnya" ujar mamah.


"Mah, tadi Yuda nyari Tiara. Tiara diculik orang, mah"


"TIARA DICULIK?!"


"Iya, mah. Sampai sekarang polisi juga belum nemuin Tiara"


Raut wajah khawatir terlihat diwajah mamah, karena Yuda juga tahu bahwa mamah sangat mencemaskan Tiara. Selain itu mamah juga sudah menganggap Tiara seperti anaknya sendiri, jadi dia pasti sangat khawatir.

__ADS_1


"Yud, sekarang kamu mandi sana! habis itu baru makan, soalnya kan kamu dari tadi pasti belum makan"


Yuda berjalan menuju kamarnya dengan perasaan bersalah. Harusnya tadi siang ia lebih cepat datang ke rumah Tiara. Mungkin kalau lebih cepat, ia akan menyelamatkan Tiara.


SKIP


Saat ini Yuda sedang makan di ruang makan bersama kedua orang tuanya.


"Yud" panggil papah.


Yuda menoleh kearah papahnya.


"Kirim foto Tiara" suruh papah.


"Buat apa, pah?"


"Papah mau sebarin ke karyawan-karyawan papah, siapa tahu ada yang lihat dia"


Yuda segera mengirimkan foto Tiara.


"Yud, kamu tenang aja. Tiara pasti ketemu kok" ujar mamah.


"Kata ibunya Tiara, kemungkinan Tiara dibawa sama saudara dari mendiang ayahnya Tiara"


"Kalau itu bukan diculik dong namanya, kan mereka saudaraan" ujar papah.


Karena biar orang tuanya tahu, akhirnya Yuda menceritakan tentang permasalahan antara Tiara dan saudara-saudara ayahnya.


"Ya ampun kasihan banget Tiara. Harusnya kalau ada yang meninggal itu kita merasa kasihan bukan malah mau warisan bapaknya aja" kesal mamah.


"Justru itu, mah. Makanya Tiara jadi ikut sama ibu sambungnya dibandingkan sama saudara dari ayahnya"


"Terus kenapa Tiara gak bareng ibu kandungnya aja?" tanya papah.


Yuda hany diam saja.


"Kan waktu itu Yuda udah jelasin, pah. Tiara gak mu ikut ibu kandungnya karena ibu kandungnya udah bahagia sama keluarga barunya" sahut mamah.


"Ya tapi kan gimana pun dia masih punya orang tua, jadi harusnya dia tinggalnya bareng orang tua kandungan"


"Papah gak akan ngerti. Soalnya ini udah menyangkut mental, pah" kata Yuda.


"Maksudnya?"


Akhirnya Yuda menjelaskan semuanya kepada orang tuanya.


"Ibu macam apa kayak gitu. Harusnya dia lebih milih anak dan suaminya dong, masa ini lebih milih cinta pertamanya sih" mamah emosi setelah mendengarkan penjelasan Yuda mengenai ibunya Tiara. Sedangkan papah hanya diam saja, karena ia juga merasa bersalah sebab tadi berkata seperti itu. Padahal ia belum tahu kebenarannya.


"Papah!" panggil mamah.


"Apa?" kata papah.


"Papah lebih milih mana? cinta pertama atau anak dan istri?"


"Ya anak dan istri lah, mah"


"Awas ya kalau sampai papah selingkuhin mamah"


"Enggak lah! mana mungkin papah selingkuh"


"Ya siapa tahu aja gitu papah selingkuh"


"Mamah kali yang selingkuh, mana wallpaper handphone nya foto cowok"


"Ini artis k-pop bukan selingkuhan"


Yuda heran terhadap kedua orang tuanya. Bukannya membahas tentang Tiara, ini mereka malah berdebat karena takut salah satunya selingkuh.


Selesai makan, Yuda berjalan ke kamarnya. Lalu ia mengambil kue didalam tas nya. Setelah itu, ia kembali menghampiri orang tuanya yang masih di ruang makan.


"Yud, foto Tiara udah papah sebar di grup. Nanti kalau ketemu, mereka akan ngabarin papah katanya" ujar papah.


"Makasih ya, pah"


"Iya sama-sama" ujar papah.


Yuda meletakkan beberapa box kue di meja. "Oh iya, pah! ini dari om Billy"


"Tadi kamu ketemu om Billy?' tanya mamah.


"Enggak, tadi anaknya yang kasih waktu di sekolah"


"Kuenya jangan dimakan, soalnya takut kejadian kayak dulu" ujar mamah.


"Enggak lah, mah. Lagian ini dari Billy, bukan dari Agung" ujar papah.


"Yud, kamu masih inget gak waktu SD kamu pernah keracunan makanan?"


"Masih lah, mah"


"Kamu masih inget?" tanya papah.


"Iya masih, Yuda hampir mati kan waktu itu?"


Papah dan mamah terdiam karena memang itu kejadian buruk bagi mereka.


"Pah, mah! Yuda ijin pergi ya, soalnya Yuda mau cari Tiara lagi"


"Nyari Tiara nya besok aja, soalnya ini udah malam" ujar mamah.


"Iya, carinya besok aja. Lagian kalau nyari sekarang juga belum tentu ketemu" kata papah.


"Yud, kamu udah ngasih tahu temen-temen sekelas kamu belum soal Tiara yang hilang?" tanya mamah.


"Belum, mah"


"Ya udah sekarang kamu kasih tahu di grup kelas kamu. Siapa tahu ada yang ngelihat Tiara" kata mamah.


Yuda segera mengirim pesan di grup kelas.


Setelah mengirim pesan tersebut, semua anak kelas tidak ada yang melihat Tiara.


"Emang Tiara hilangnya dari kapan, Yud?" tanya papah.


"Waktu siang"


"Tiara emang pulangnya gak bareng kamu, Yud?" tanya mamah.


"Tadi Tiara gak sekolah, mah. Soalnya dia lagi sakit"


"Tadinya setelah pulang sekolah, Yuda sama Ayu mau jenguk Tiara. Tapi waktu sampai di rumah Tiara, Tiara nya gak ada"


"Ada yang lihat Tiara waktu diculik gak?" tanya mamah.


"Ada. Tapi yang lihat anak kecil"


"Anak kecil itu juga yang ngasih tahu Yuda dan Ayu kalau Tiara dibawa sama dua orang cowok"

__ADS_1


__ADS_2