Love Yourself

Love Yourself
Episode 66


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Jadi kini waktunya Yuda untuk mengantarkan Tiara pulang ke rumah.


Sebelum pulang, Tiara berpamitan kepada bibi dan kedua orang tua Yuda. Setelah itu, Yuda mengantarkan Tiara pulang.


Diperjalanan pulang, Tiara melihat seseorang yang ia kenal.


"Yud, tadi aku ngelihat temen kamu"


"Siapa?"


"Yang waktu itu aku cerita sama kamu"


"Yang mana sih?"


Tiara kembali mengingat nama orang itu. "Alfi"


"Aku udah bilang kalau aku gak punya temen yang namanya Alfi" jelas Yuda.


Kemudian Tiara berpikir, apakah waktu itu ia salah mendengar atau apa Yuda yang tidak ingat temannya.


"Apa aku salah denger namanya ya?"


"Iya salah denger kali. Dari TK, SD, SMP, perasaan aku gak punya temen yang namanya Alfi"


"Kalau gitu berarti aku salah denger" ulang Tiara.


Dua puluh lima menit kemudian, Tiara dan Yuda sampai di rumah Tiara.


Tiara turun dari motor. "Yud, nanti aku kembalikan ya pakaian kamu"


"Iya"


"Kalau gitu aku masuk dulu ya, Yud"


"Iya"


Bukannya masuk, Tiara malah diam saja.


"Ya udah cepet masuk!" suruh Yuda.


"Kamu pergi dulu, baru nanti aku masuk kedalam"


"Ya udah aku pulang ya" ujar Yuda, lalu Tiara hanya mengangguk.


Yuda melajukan motornya.


Pada saat Yuda pergi, Tiara masuk kedalam rumah.


Saat masuk, Tiara berjalan menghampiri ibunya.


Karena Tiara waktu sore sudah mengirim pesan kepada ibu, jadi ibu tahu bahwa ia habis dari rumah Yuda.


"Itu pakai pakaian siapa?"


"Pakaian punya Yuda, bu. Soalnya kan sore hujan, jadi Yuda pinjemin pakaiannya ke Ara"


"Oh iya, bu! baju seragam Tiara masih basah"


"Ya udah mana seragamnya, nanti biar ibu keringkan"


Tiara memberikan kantong plastik yang berisi seragam kepada ibu.


"Bu, Ara ke kamar dulu ya. Soalnya Ara mau mandi"


"Kamu mau mandi jam segini?"


"Iya, soalnya dari sore Tiara kan belum mandi"


"Mau pakai air hangat gak mandinya?"


"Gak usah, bu"


Tiara pergi menuju kamarnya.


...****...


Keesokan haginya, Tiara buru-buru keluar rumah karena ia kesiangan.


Ia merasa bersalah kepada Yuda karena Yuda sudah menunggu lama.


"Yud, maaf ya lama" Tiara buru-buru menaiki motor Yuda.


"Helmnya gak dipakai?"


"Helmnya ada di kamar"


"Ambil dulu sana helmnya!" perintah Yuda.


"Udah berangkat aja"


"Cepet ambil! lagian kita udah kesiangan juga"


Tiara melihat kearah jam tangannya dan waktu menunjukkan pukul setengah delapan.


"Gerbangnya udah ditutup ya?"


"Ya iyalah, sekarang kan udah jam setengah delapan"


"Maaf. Gara-gara aku, kamu jadi telat" Tiara merasa bersalah.


"Iya gak apa-apa. Ya udah ambil dulu sana helmnya"


Tiara segera mengambil helm di kamarnya. Setelah mengambil helm, ia kembali menghampiri Yuda.


Tiara menaiki motor Yuda. "Maaf ya, Yud"


"Iya, aku maafin" ujar Yuda sambil melajukan motornya.


Skip


Sesampainya di depan sekolah, mereka berdua langsung turun dari motor.


"Pak, buka dong pagarnya!" ujar Yuda kepada pak satpam.


"Sebutkan nama sama kelas kalian?"


"Saya Yuda dari kelas X MIPA 1"


"Kalau kamu?" tanya pak satpam kepada Tiara.


"Nama saya Tiara dari kelas X MIPA 1"


Karena nama dan kelasnya sudah ditulis oleh pak satpam, akhirnya Tiara dan Yuda diperbolehkan masuk.


Yuda segera memarkirkan motornya


"Kalian berdua sini dulu" ujar pak satpam.


Tiara dan Yuda berjalan menghampiri pak satpam.


"Ada apa, pak?" tanya Yuda.


"Jalan bebek sampai ke deket pohon itu" tunjuk pak satpam.


Dengan terpaksa Tiara dan Yuda mengikuti perintah pak satpam.


Setelah selesai berjalan bebek, Tiara dan Yuda diperbolehkan untuk ke kelasnya.


Saat sampai di kelas, ternyata teman-temannya tidak ada di kelas.


"Kok gak ada siapa-siapa"


"Kan sekarang pelajaran TIK" kata Yuda.


"Oh iya"


Tiara dan Yuda meletakkan tasnya. Setelah itu, mereka segera pergi ke lab komputer.


[Lab komputer]


Tok...tok...tok


Yuda mengetuk pintu lab komputer. Setelah itu, ia membukanya.


Yuda dan Tiara masuk kedalam. "Pak, maaf kita berdua kesiangan"


"Kenapa? kok bisa kesiangan?" tanya pak Angga.


"Tadi kita ke bengkel dulu, pak. Soalnya motor saya mogok" bohong Yuda.


"Bohong, pak! pastinya mereka jalan-jalan dulu, makanya kesiangan"


"Beneran, pak! kalau gak percaya tanya aja tukang bengkelnya"


Teman-teman Yuda tertawa mendengar ucapan Yuda.


"Ya sudah cepet duduk!" perintah pak Angga.


Tiara dan Yuda segera duduk.


Pak Angga kembali menerangkan materi kepada murid-muridnya.


"Yud, kamu kenapa gak jujur ke pak Angga?"


"Ya kalau jujur nanti kamu dong yang disalahin"


"Gak apa-apa, kan emang salah aku"


"Kalau dalam keadaan kayak gini gak apa-apa bohong juga"


"TIARA, YUDA!!!" teriak pak Angga saat melihat Tiara dan Yuda yang sedang mengobrol.


"Iya kenapa, pak?"


"Kalau mau ngobrol lebih baik luar aja sana!"


"Maaf, pak. Kita ngobrol karena heran aja sama bapak"


Yuda menatap Tiara, ia bingung dengan ucapan Tiara.


"Heran kenapa?" bingung pak Angga.


"Tadi kita ngobrol karena heran sama bapak, makin hari makin ganteng"


Semuanya menahan tawanya karena mendengar ucapan Tiara.


Pak Angga yang tadinya marah, sekarang malah terlihat malu-malu. "Bisa aja kamu"


Yuda menggigit bibir bawahnya agar tidak tertawa.


Skip


Jam kedua telah selesai, anak-anak kelas X MIPA 1 segera kembali menuju kelasnya.


Pada saat di kelas, semuanya kembali membahas kelucuan saat di lab komputer.


"Ra, kamu bener-bener bikin ngakak tahu gak" ujar Ayu sambil tertawa.


"Maksudnya?"


"Gara-gara omongan kamu tadi, pak Angga jadi salah tingkah"


"Aku sengaja ngomong kayak gitu, biar pak Angga gak marah sama aku dan Yuda"


"Iya gue juga tahu"


"Ayu" panggil Yuda.


Spontan Tiara dan Ayu menoleh kearah Yuda.


"Aku manggilnya Ayu, bukan kamu" ujar Yuda sambil tersenyum.


Tiara hanya cengengesan karena ia sedikit malu.


"Apa, Yud?"


Dari sudut mata Tiara, ia melihat Yuda yang sedang berbisik ke Ayu.


Tiara sangat penasaran dengan apa yang Yuda bicarakan.


"Ngomongin aku ya?"


"Enggak kok" ujar Yuda.


"Terus ngomongin apa?"


"Dasar kepo"


Tiara mengerucutkan bibirnya.


"Jangan manyun! jadi tambah gemes soalnya"


"Ra, nanti kamu istirahatnya bareng Yuda ya" kata Ayu.


"Kamu gak istirahat?"


"Mau"


"Terus kenapa gak bareng?"


Ayu tersipu malu. "Soalnya mau istirahat bareng temennya Yuda"


"Randy?"


"Bukan!"


"Terus siapa?"


"Pokoknya anak basket"


Tiara mengerti sekarang, jadi tadi Yuda pasti berbisik ke Ayu karena ia membicarakan anak basket.


"Siapa namanya?"


"Ardiansyah"


...****...


Bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi SMA Kenanga bergegas menuju kantin.

__ADS_1


[Kantin]


Saat di kantin, ramai sekali orang yang sedang membeli jajanan.


"Ra, nanti kita makannya di kelas aja ya" ujar Yuda karena semua tempat duduk yang ada di kantin penuh.


"Iya"


Sesudah membeli makanan dan minuman, Tiara dan Yuda kembali ke kelasnya.


"Yud, makan bareng Dinda yuk!" ajak Tiara karena Dinda makan sendirian.


"Berdua aja makannya" ujar Yuda.


"Kasihan dia sendirian"


"Ya udah deh terserah"


Tiara dan Yuda menghampiri Dinda yang sedang menikmati bekalnya.


"Dinda, kita boleh makan bareng gak?"


Dinda melihat kearah Tiara dan ia juga melihat kearah Yuda sekilas. "Boleh"


Tiara dan Yuda duduk di kursi depan Dinda. Lalu mereka menikmati makanan dan minuman yang telah mereka beli.


"Ra, jidat kamu kenapa?"


"Ini kejedot pintu" bohong Tiara.


"Oh iya! kamu kenapa gak bareng Revan lagi?"


"Soalnya kan perjanjiannya udah selesai"


"Perjanjian?" bingung Yuda.


"Iya, perjanjian tentang pacar pura-pura"


"Tapi walaupun udah berakhir, tapi harusnya tetap deket dong"


"Nanti kalau deket, orang-orang pasti masih ngira kalau kita pacaran" kata Dinda.


"Ngomong-ngomong kamu gak diganggu Kezia, Anya sama Tasya lagi kan?"


"Enggak kok, sekarang Meraka gak bully aku" jelas Dinda.


"Syukur deh kalau gitu"


"Mereka bertiga dulu emang kekanak-kanakan banget sih. Masa kesel ke Dinda cuma gara-gara Revan deket sama Dinda" ujar Yuda.


"Mungkin dia kayak gitu karena ngira Revan suka sama aku" kata Dinda.


"Kalau dia tahu Revan suka sama kamu, mungkin kamu bakal dibully kali ya sama dia" ujar Yuda kepada Tiara.


"Revan suka sama Tiara?" tanya Dinda.


"Enggak kok!" sahut Tiara.


"Katanya waktu itu Revan suka sama kamu"


Tiara menatap tajam kearah Yuda dan Yuda terdiam setelah mendapatkan tatapan tajam dari Tiara.


"Wajar sih Revan suka Tiara, secara Tiara cantik banget" ujar Dinda.


"Enggak kok! masih cantikan kamu"


"Ya lebih cantik kamu lah, Ra"


Yuda heran karena saat cewek saling memuji tentang kecantikan, mereka pasti merendah. Tapi beda lagi kalau cowok, mereka pasti saling berkata bahwa dirinya memang tampan.


Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka bertiga.


"Aku boleh gabung gak?"


Spontan Tiara, Yuda dan Dinda melihat kearah orang itu.


"Gak boleh!" sewot Yuda.


Tiara menyenggol lengan Yuda.


"Boleh kok, duduk aja" ujar Dinda.


Saat Revan duduk disamping Dinda. Yuda malah pindah ke kursinya.


"Dia cemburu ya sama aku?" tanya Revan kepada Tiara, lalu Tiara hanya mengangguk pelan.


"Jadi beneran kamu suka sama Tiara?" tanya Dinda.


"Iya, aku pernah suka"


Tiara bingung, antara harus pergi menghampiri Yuda atau tetap disini. Ia tidak enak soalnya tadi ia yang ingin makan bareng Dinda. Tapi disisi lain ia juga tidak mau kalau Yuda marah kepadanya.


"Hmm...aku makannya bareng Yuda ya, soalnya dia kayaknya marah sama aku" ujar Tiara kepada Dinda.


"Oh ya udah" kata Dinda.


Tiara mengambil makanan dan minumannya, lalu ia menghampiri Yuda.


Tiara duduk disebelah Yuda. "Jangan marah"


Yuda tidak menghiraukan Tiara, ia malah terus memakan makanannya.


Lalu, Tiara memikirkan cara agar Yuda mau memaafkannya.


"Yud, jangan ngambek dong. Masa orang ganteng ngambek" dengan sengaja Tiara memujinya agar Yuda tidak marah lagi.


"Bilang sayang dulu, baru aku gak bakal ngambek lagi"


"Sayang, udah ya ngambeknya" Tiara geli sendiri saat mengucapkan itu. Sedangkan Yuda, ia malah kesenangan.


"Yud, cemburu ya sama gue?" teriak Revan yang duduk disebelah Dinda, tetapi Yuda tidak menghiraukan ucapan Revan.


Ting!


Tiara melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari grup PMR. Lalu, ia segera membaca pesan tersebut.


"Chat dari siapa?"


"Dari ketua PMR"


"Apa katanya?"


"Katanya hari ini gak akan latihan PMR" jelas Tiara.


Speaker yang berada di kelas X MIPA 1 berbunyi. "Pengumuman...pengumuman! untuk siswa dan siswi bernama Yuda dan Tiara dari kelas X MIPA 1, diharapkan segera menghampiri Bu Vini di aula atas"


Tiara dan Yuda menatap satu sama lain.


"Ada apa, Yud? kok kita dipanggil"


"Kan kita tadi kesiangan, Ra. Makanya sekarang kita dipanggil"


"Berarti kita bakal dihukum dong?"


"Iya"


"Aduh gimana dong?"


"Sekali lagi, untuk siswa dan siswi yang bernama Yuda dan Tiara kelas X MIPA 1 diharapkan untuk menemui Bu Vini ke aula atas"


"Ih berisik banget itu speaker!" kesal Yuda.


"Ya udah ayo kesana!"


Akhirnya Tiara dan Yuda segera menemui Bu Vini di aula atas.


[Aula atas]


"Itu Bu Vini?" tanya Tiara sambil melihat kedalam aula.


"Iya"


Tiara dan Yuda segera menghampiri Bu Vini. Lalu mereka salam kepada Bu Vini.


"Yuda sama Tiara ya?"


"Iya, bu" ujar Tiara dan Yuda bersamaan.


"Kamu tahu gak kenapa saya manggil kalian kesini?"


"Tahu, bu. Karena kita kesiangan kan datangnya?" tebak Yuda.


"Iya. Jadi sekarang saya minta kalian buat ngoreksi ulangan-ulangan kakak kelas kalian"


"Hukumannya bukan bersihin toilet atau aula, bu?" ujar Tiara karena kata Yuda biasanya hukumannya membersihkan toilet atau aula.


"Jadi kalian mau itu hukumannya?"


"Eh! enggak, Bu! kita mau ngoreksi ulangan aja" ujar Yuda.


"Ya sudah silahkan koreksi. Kalau udah selesai mengoreksi, nanti kertas ulangannya tolong simpan di meja ibu ya"


"Baik, bu" ujar Tiara dan Yuda.


Bu Vini segera meninggalkan Tiara dan Yuda.


Kemudian, Tiara dna Yuda segera mengoreksi ulangan harian kakak kelasnya.


...****...


Setelah menyelesaikan tugasnya, Tiara dan Yuda segera pergi ke ruag guru untuk menyimpan kertas ulangan.


[Ruang guru]


"Mejanya yang mana ya?" gumam Yuda.


"Tanya coba ke guru lain"


"Kamu aja deh yang nanya"


"Pak, mejanya Bu Vini yang mana ya?" tanya Tiara kepada pak Dani.


"Yang itu" tunjuk pak Dani.


"Makasih, pak" ujar Tiara.


Lalu, Tiara dan Yuda berjalan menuju meja Bu Dini untuk menyimpan kertas ulangan yang telah mereka koreksi.


Sesudah menyimpan ulangan-ulangan tersebut, mereka berdua kembali ke kelas.


Setelah sampai, mereka berdua langsung masuk kedalam kelas.


"Kalian habis dari mana?" tanya Bu Asri.


"Tadi kita habis disuruh sama Bu Vini buat ngoreksi ulangan-ulangan kakak kelas, bu"


"Ya sudah cepat duduk!"


Tiara dan Yuda segera duduk dikursi masing-masing.


"Kirain kalian berdua dihukum" ujar Ayu.


"Kita emang dihukum dan hukumnya ngoreksi ulangan-ulangan"


"Ih enak banget. Kalau aku kesiangan sih seringnya bersihin aula"


"Mungkin karena aula nya udah bersih kali, makanya nyuruhnya jadi ngoreksi ulangan"


...****...


KRINGG!!! KRINGG!!!


Bel pulang berbunyi.


"Yud, hari ini latihan basket kan?" tanya Ayu.


"Iya"


"Aku boleh lihat anak basket latihan gak?" kata Ayu.


"Oh mau modus ya?" tebak Yuda, lalu Ayu hanya cengengesan.


"Aku boleh lihat gak?"


"Jangan!" larang Yuda.


"Kenapa jangan?"


"Soalnya takut kamu tertarik sama anak basket yang lain"


"Udah ikut aja, Ra. Sekalian temenin aku" kata Ayu.


"Pinginnya sih ikut, tapi Yuda ngelarang"


"Yud, jadi cowok itu jangan terlalu posesif. Nanti bisa-bisa kamu diputusin loh sama Tiara"


"Emang kamu bakal putusin aku, Ra?" tanya Yuda memastikan.


"Enggak"


"Tuh! denger sendiri kan? lagian Tiara itu suka sama cowok yang cemburuan"


"Kamu gak risih, Ra?" ujar Ayu.


"Enggak"


Mungkin kebanyakan orang tidak mau cowok yang posesif, tapi Tiara malah sebaliknya. Ia sangat suka cowok yang cemburuan dan manja seperti Yuda. Karena menurutnya cowok itu terlihat lucu saat ia sedang cemburu.


"Udah lah kalian emang cocok deh, menerima satu sama lain" ujar Ayu saat menatap datar kearah Tiara.


"Ra, aku ke toilet dulu ya. Soalnya mau ganti baju" ujar Yuda.


"Iya"


Lalu, Yuda segera pergi ke toilet.


Tiara hanya tersenyum. Ia heran dengan Yuda, padahal waktu itu Yuda janji untuk tidak cemburu, namun ternyata ia tetap cemburuan.


"Kenapa senyum-senyum?" heran Ayu.

__ADS_1


"Aneh aja sama Yuda"


"Aneh?"


"Iya, waktu itu dia bilang katanya mau bersikap dewasa. Tapi tetap aja dia cemburuan"


"Namanya juga janji cowok, pasti cuma omong doang" ucap Ayu.


"Ngomong-ngomong kamu beneran gak risih sama Yuda?"


"Beneran kok. Aku gak risih sama sekali" jelas Tiara.


"Ra, ayo ke lapangan! pasti sebagian anak basket udah pada kumpul" ajak Ayu.


"Kalau Yuda marah gimana?"


"Dia itu bukan beneran marah, Ra. Kalau Yuda beneran marah itu ketika dia ngomong kasar"


"Kalau diem berarti gak marah?"


"Biasanya kalau diem cuma kesel doang"


"Yuda pernah marah yang bener-bener marah gak?"


"Pernah"


"Waktu dulu dia berantem sama anak cowok dari kelas lain. Tapi kayaknya anak cowok itu udah pindah deh"


"Berantem gara-gara apa?"


"Kalau itu aku gak tahu, soalnya Yuda gak mau cerita soal itu"


"Oh gitu ya"


"Ya udah ayo ke lapang!" ajak Ayu.


Lalu mereka berdua segera pergi menuju lapangan basket.


Ketika berada di lapangan basket, Tiara dan Ayu duduk dipinggir lapangan sambil menyaksikan anak-anak basket latihan.


Tiara melihat kearah Ayu yang sedang senyum-senyum sendiri ketika melihat gebetannya.


"Yu, aku mau ke kantin. Kamu mau nitip gak?"


"Mau"


"Mau nitip apa?"


"Nitip air mineral yang dingin"


"Oh iya, ini uangnya"


"Gak usah! biar gue aja yang bayar, lagipula cuma air mineral doang"


"Makasih"


"Iya"


Tiara pergi menuju kantin untuk membeli air mineral.


Pada saat berada di kantin, ia bertemu dengan Kezia.


"Kamu kok belum pulang" heran Kezia.


"Iya soalnya aku mau lihat Yuda latihan. Kalau kamu, kenapa belum pulang?"


"Soalnya aku nunggu papah. Dia lagi rapat sama guru-guru"


"Rapat? emang ada apa?"


"Kan hari Senin UAS"


"Oh iya! aku kesana dulu ya, soalnya mau beli minum"


"Iya"


Tiara segera pergi membeli air mineral.


Sesudah itu, Tiara kembali menghampiri Kezia.


"Kamu mau ikut lihat yang main basket gak?"


Kezia berpikir sejenak.


"Ayo ikut aja, daripada disini sendirian"


"Ya udah deh"


Tiara dan Kezia pergi ke lapangan basket.


Sesampainya di lapangan basket, Tiara dan Kezia duduk dipinggir lapangan.


"Yu, ini air mineralnya" Tiara memberikan air mineral kepada Ayu.


"Makasih"


"Iya sama-sama"


"Loh! kok ada Kezia"


"Kenapa? gak suka ya kalau ada aku disini?" ujar Kezia.


"Aku cuma nanya kali" kata Ayu.


"Udah jangan ribut"


"Aku gak ribut, dia nya aja yang sewot"


"Udah jangan diperpanjang" bisik Tiara ke telinga Ayu.


Tiba-tiba Yuda menghampiri Tiara. "Kok disini"


Tiara hanya cengengesan. "Aku pingin lihat kamu latihan"


"Minta minum dong, aku haus" kata Yuda.


"Ini, aku sengaja beli minum buat kamu" Tiara memberikan air minum kepada Yuda.


Yuda mengambil air minum tersebut dan meminumnya.


"Makasih" ucap Yuda sambil mengembalikan air mineral.


"Iya sama-sama"


Kemudian Yuda kembali latihan bersama teman-temannya.


"Ngomong-ngomong kamu kan lihat basket karena ada Yuda. Kalau Ayu, karena ada siapa?"


"Kepo banget" sewot Ayu.


"Ardiansyah ya?" tebak Kezia.


"Kok kamu bisa tahu" heran Tiara.


"Tahu lah, kan waktu istirahat mereka berdua makan bareng. Mana suap-suapan lagi" ucap Kezia dilebih-lebihkan.


"Bohong! aku gak suap-suapan kok" kata Ayu.


"Cie Ayu"


"Enggak! sumpah deh" ujar Ayu.


"Bahkan mereka sampai ciuman" heboh Kezia.


"Serius?!"


"BOHONG!!" teriak Ayu.


Kezia tertawa karena melihat ekspresi polos Tiara dan juga ekspresi marah Ayu.


"Ra, kamu mudah dibohongi banget sih jadi orang. Mau aja percaya sama dia" ujar Ayu.


"Jadi gak ciuman?"


"Ya enggak lah!" kata Ayu.


"Ngomong-ngomong rasa ciuman itu gimana sih?" tanya Tiara dengan polosnya.


"Gak tahu lah, orang aku belum pernah" ujar Ayu.


"Kezia pernah gak?"


"Belum"


"Bohong! dia pernah kayaknya" ujar Ayu.


"Sok tahu!" kata Kezia.


Karena waktu menunjukkan jam 6 sore, akhirnya anak-anak basket menyudahi latihannya.


Yuda menghampiri Tiara dan Ayu. "Kezia mana? bukannya tadi ada dia ya?"


"Kezia udah pulang"


"Pacarnya ada disini, tapi kok nanyain Kezia" Ayu memanas-manasi Tiara.


"Apaan sih, Yu. Orang cuma nanya doang" ucap Yuda.


"Ya udah ayo pulang, Ra" Yuda merangkul pundak Tiara dan ia membawa Tiara menuju parkiran.


Selama diperjalanan menuju parkiran, Tiara hanya melamun memikirkan kenapa disetiap drakor percintaan yang ia tonton selalu ada adegan ciumannya. Tapi pada kenyataannya, tidak begitu.


"Eh tapi pernah sih walaupun kening doang" gumam Tiara.


"Apa, Ra?" Yuda tidak mendengar jelas ucapan Tiara.


"Enggak kok"


"Tadi kamu kayak ngomong sesuatu"


"Aku gak ngomong apa-apa kok"


"Kamu kesel ya gara-gara aku nanyain Kezia?"


"Enggak kok, mana ada aku kesel"


"Terus kenapa dari tadi kamu melamun?"


"Aku lagi kepikiran sesuatu"


"Lupakan aja kejadian waktu itu. Anggap aja itu gak pernah terjadi" Yuda mengira bahwa Tiara mengingat kejadian waktu di rumah ibu kandungnya.


"Aku bukan kepikiran soal itu"


"Terus kepikiran apa?"


"Ada deh pokoknya"


Sesampainya di parkiran, Tiara dan Yuda segera menaiki motor. Kemudian Yuda melajukan motornya menuju rumah Tiara.


Selama diperjalanan, Tiara heran karena seperti Yuda semakin tinggi.


Karena waktu itu ia masih bisa melihat kearah depan, namun sekarang kepala is tidak bisa sebab kepala Yuda menghalanginya.


"Yud, kamu kayaknya tambah tinggi ya?"


"Emang iya?"


"Iya kayaknya"


"Bagus dong kalau gitu, berarti aku tumbuh keatas bukan kesamping" ucap Yuda sambil tertawa.


"Kok aku kayak pernah denger kalimat itu ya"


"Ya pasti pernah denger lah, soalnya itu iklan di tv"


"Pantes aja kayak familiar"


"Yud, kalau aku jadi tambah tinggi gak?"


"Aku lihat sih enggak"


"Cara biar tinggi itu harus main basket ya?"


"Gak cuma main basket doang kok, ada cara yang lain juga.


"Cara lainnya apa?"


Yuda mempunyai ide untuk mengerjai Tiara.


"Minum susu sapi"


"Kalau itu aku sering"


"Maksud aku dari sapi nya langsung"


"Hah?!"


Yuda berusaha menahan tawanya. "Beneran. Kalau mau tinggi emang harus minum susu dari sapi nya langsung"


"Kamu bohong ya?"


"Serius"


"Gak pingin tinggi deh kalau gitu"


Yuda tertawa mendengar ucapan Tiara.


"Kamu pasti bohong ya?" ucap Tiara karena Yuda tertawa.


"Beneran" ucap Yuda sambil tertawa.


"Kalau beneran kenapa ketawa?"


"Pingin aja"


Ketika sampai di rumah, Tiara turun dari motor Yuda.


"Aku pulang dulu ya" ujar Yuda.

__ADS_1


"Iya. Hati-hati ya"


"Iya" ujar Yuda.


__ADS_2