
"Guys, aku duluan ke kelas ya. Soalnya mau ngumpulin tugas"
"Ya udah ayo bareng. Aku juga mau ngumpulin" ujar Yuda.
"Loh! masa ninggalin aku sih" keluh Ayu.
"Kan masih ada Randy sama Putri" ujar Yuda.
"Ya udah deh sana!" ucap Ayu.
Tiara dan Yuda segera pergi menuju kelasnya.
Dalam perjalanan menuju kelas, Yuda memperhatikan raut wajah Tiara.
"Kamu ngambek ya gara-gara disebut cuma temen?" kata Yuda.
"Enggak kok"
"Itu juga yang aku rasain waktu aku cuma dibilang temen"
"Udah aku bilang kalau aku gak ngambek"
"Terus ekspresi wajah kamu kenapa kayak gitu?"
"Aku sakit perut, Yud"
"Kirain ngambek gara-gara disebut teman"
"Enggak kok"
"Ya udah kalau sakit perut ke toilet aja. Nanti tugasnya biar aku yang kumpulin"
"Perut aku sakit kayak melilit gitu, bukan sakit perut karena mau bab" jelas Tiara.
"Kamu punya maag ya?"
"Iya"
"Ya pantes lah!" ujar Yuda.
"Makanya kalau makan itu jangan pedas-pedas, udah tahu punya penyakit maag"
"Tapi kan aku suka pedes"
"Jangan dibiasakan makan pedes"
"Oh iya, Yud! pulang sekolah kamu latihan basket ya?"
"Iya"
"Kalau kamu latihan PMR gak?" tanya Yuda.
"Latihan"
"PMR latihannya ngapain aja sih?"
"Bikin tandu, pembalutan, terus biasanya sambil belajar sejarahnya"
"Emang sejarahnya kayak gimana?"
"Aku lupa"
Ketika sampai di kelas, mereka segera menyimpan tugasnya di meja guru.
"Kalian berdua kemana aja sih? tadi aku nyariin" ucap Revan.
"Ngapain nyariin kita?" tanya Yuda.
"Soalnya kan cuma kalian yang belum ngumpulin tugasnya, makanya aku nyariin" ucap Revan.
"Maaf ya, kamu pasti lama nungguin kita ngumpulin tugasnya"
"Gak apa-apa kok" ucap Revan, lalu ia segera pergi.
Lalu Tiara segera duduk di kursinya. Sedangkan Yuda duduk dikursi Ayu.
"Perut kamu masih sakit gak?" ujar Yuda.
"Udah gak sakit kok"
"Dinda!" panggil Tiara.
Dinda menoleh kearah Tiara. "Iya, kenapa?"
"Kamu gak istirahat?"
"Enggak"
"Kenapa gak istirahat?"
"Gak kenapa-napa" ujar Dinda, lalu ia kembali membaca buku.
"Yud"
"Kenapa?"
"Dinda ngingetin aku sama diri aku yang dulu deh"
"Sebenarnya ya dulu itu dia gak pendiam kayak gitu. Tapi semenjak dibully sama Kezia dan temen-temennya, dia jadi pendiam kayak gitu" ucap Yuda pelan.
"Kayaknya dia trauma ya?"
"Iya kayaknya"
"Waktu Kezia ulang tahun, dia datang gak?"
"Gak tahu. Tapi aku gak lihat dia sih" ujar Yuda.
"Oh iya, Ra! kamu pernah ke rooftop gak?"
"Gak pernah"
"Mau kesana gak?"
"Emang mau ngapain kesana?"
"Ya lihat pemandangan aja"
"Ya udah aku mau kesana"
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pergi menuju rooftop.
Tiba di rooftop, mereka melihat dua orang yang sedang berpacaran.
Sontak kedua orang tersebut menoleh kearah Tiara dan Yuda. Setelah itu, dua orang itu pergi karena mungkin ada Tiara dan Yuda.
"Yud, mereka pergi karena ada kita ya?"
"Iya kayaknya"
Mereka berdua melihat pemandangan dari rooftop.
"Kayaknya kalau pagi hari lebih sejuk ya"
"Iya"
"Eh! itu Kezia sama Anya bukan sih?" tunjuk Tiara ke bawah.
Yuda memfokuskan pandangannya. "Iya itu merekal"
"Cewek emang aneh ya, padahal waktu itu katanya Kezia gak mau deket-deket sama Anya atau Tasya. Tapi kok sekarang deket lagi" heran Yuda.
"Mereka kan sahabatan, Yud. Makanya susah kalau mau menjauh"
"Tapi harusnya waktu itu dia gak jelek-jelekin Tasya atau Anya. Eh tapi sekarang malah dia yang kembali deketin mereka"
"Udah lah biarin aja"
"Masalahnya nanti pasti ada masalah lagi di kelas kalau mereka bergabung bertiga"
"Emang dulu sering ada masalah ya?"
"Iya"
"Masalah bully sama pemalakan ya?"
"Kok kamu bisa tahu kalau mereka pernah malak"
"Iya soalnya waktu itu Risa cerita"
"Btw, Kezia kan anak kepala sekolah. Tapi kok dia malak sih" heran Tiara.
"Sebenarnya bukan Kezia sih yang malak, tapi Anya. Kezia cuma ngikut-ngikut aja"
"Selain itu ada kasus apa lagi?"
"Kamu kok jadi kepo gitu. Biasanya kalau masalah orang kamu gak pingin tahu"
"Soalnya aku penasaran"
"Gak boleh penasaran. Karena itu masalah orang" nasehat Yuda.
"Ya udah gak jadi penasaran deh"
Yuda hanya tertawa. "Kamu pingin tahu?"
"Gak jadi"
"Ya udah ke kelas lagi yuk! soalnya sebentar lagi masuk"
"Sebentar! kita foto dulu" ujar Yuda.
"Kamu mau foto-foto?"
"Kamu sendiri aja deh fotonya, soalnya aku lagi jelek"
"Segitu cantiknya masa dibilang jelek"
"Tunggu sebentar" ucap Tiara, lalu ia mengambil lipbalm yang berada didalam saku roknya.
Lalu Tiara memakai lipbalm tersebut.
"Kok gak ada warnanya" heran Yuda.
"Iya soalnya ini lipbalm, bukan lipstik"
"Ya udah ayo foto"
Pada saat Yuda membuka ponselnya, Tiara melihat foto Yuda dan dirinya yang dijadikan sebagai wallpaper handphone Yuda.
"Wallpaper nya pake foto yang itu?"
"Iya"
Kemudian Tiara dan Yuda berfoto bersama.
Selesai berfoto-foto, mereka segera kembali menuju kelasnya.
[Kelas]
"Kalian dari mana?" ujar Ayu.
"Dari rooftop" ujar Tiara sambil duduk.
"Ngapain ke rooftop?"
"Pingin lihat-lihat pemandangan aja"
Drttt...drrrttt
(Ponsel Tiara bergetar)
"Siapa, Ra?" kata Ayu.
"Gak tahu" ucap Tiara, lalu ia segera menolak telepon tersebut.
"Kenapa ditolak?"
"Soalnya pasti orang yang gak dikenal"
"Siapa tahu saudara atau temen kamu yang dari sekolah dulu"
"Aku gak punya saudara"
Ucapan Tiara membuat Ayu langsung terdiam.
"Ra" panggil Yuda.
Tiara menoleh kearah Yuda. "Apa?"
__ADS_1
"Kata mamah paling besok tasnya sampai"
"Tas?" bingung Tiara.
"Iya. Kan kemarin mamah bilang kalau mau beli tas buat kamu"
"Yud, mamah kamu baik banget sih. Aku jadi ngerasa gak enak"
"Tante Sisilia emang baik banget, Ra. Waktu dulu aja aku dikasih sepeda gunung"
"Oh ya?"
"Iya"
...****...
Tiara dan Tari pergi ke kelas XII MIPA 1 untuk kumpulan PMR.
Setelah sampai, mereka berdua duduk sambil menunggu anggota PMR lainnya.
"Ra, gimana kalau ke kantin dulu? soalnya kan masih belum datang yang lainnya" ujar Tari.
"Emang dibolehin?"
"Ya boleh aja asal kita ijin"
"Ya udah ayo"
Tiara dan Tari menghampiri kakak kelasnya.
"Kak, kita boleh ijin ke kantin dulu gak? soalnya kita haus"
"Oh iya, boleh" ucap kakak kelas.
Tiara dan Tari segera pergi ke kantin.
Sesampainya di kantin mereka membeli minum.
"Kamu beli dua minumnya?"
"Iya"
"Dua-duanya buat kamu?"
"Enggak, yang satu lagi buat seseorang"
"Siapa?"
"Nanti juga kamu tahu"
Sesudah membayar air mineral, mereka berdua segera pergi menuju kelas tadi melewati lapangan basket.
"Tari, tunggu sebentar ya" ucap Tiara, lalu ia segera menghampiri Yuda yang sedang duduk dipinggir lapangan.
"Yud!"
Yuda menengok kebelakang. "Eh! ada apa?"
"Ini buat kamu" ucap Tiara sambil memberikan air mineral kepada Yuda.
Yuda tersenyum sambil mengambil air mineral itu. "Makasih"
"Iya sama-sama"
"Pacar lo, Yud?" tanya teman Yuda.
"Iya, pacar gue" kata Yuda.
"Ya udah aku pergi dulu ya"
"Iya" ujar Yuda.
Tiara kembali menghampiri Tari.
"Lo pacaran sama Yuda?" tanya Tari.
Tiara hanya mengangguk.
"Katanya waktu itu bilangnya gak pacaran"
"Kan waktu kamu nanya emang belum pacaran"
"Emang pacarannya sejak kapan?"
"Waktu malam Minggu"
"Setelah ulang tahun Kezia?"
"Iya"
"Ya udah ayo ke kelas! nanti kakak kelas marah lagi kalau kitanya kelamaan" ucap Tiara.
Mereka mempercepat langkahnya menuju kelas XII MIPA 1.
...****...
Skip
"Oke, karena waktu sudah menunjukkan jam 6 sore. Maka kita akhiri pertemuan hari ini dengan membaca doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing"
"Berdoa dimulai"
Semua anggota PMR berdoa.
"Selesai"
Akhirnya mereka segera meninggalkan kelas.
Pada saat keluar kelas, Tiara menghampiri Yuda.
"Yud, udah lama ya nunggu aku?"
"Enggak sih, baru lima menit" ucap Yuda.
"Kenapa gak pulang langsung aja?"
"Kalau aku pulang, nanti kamu kasihan gak ada yang nganter pulang"
"Kan aku bisa naik ojek"
__ADS_1
"Udah lah! ayo pulang!" ajak Yuda.
Mereka berdua segera menuju parkiran.