
Tiara mengetuk pintu ruangan yang ditempati Yuda. Setelah itu ia segera masuk kedalam. Ternyata didalam ada mamahnya Yuda yang sedang menyuapi Yuda.
"Pagi, mah"
"Iya, pagi juga" ujar mamah Yuda.
"Yud, ini buah-buahan buat kamu" Tiara meletakkan buah-buahan tersebut di rak sebelah ranjang yang ditiduri Yuda.
"Makasih ya, Ra" ujar Yuda.
"Iya sama-sama, Yud"
"Oh iya, Randy sama Ayu mana?"
"Randy sama Ayu lagi beli makan" ujar Yuda.
"Tiara udah makan belum?" ujar mamah Yuda.
"Udah kok, mah"
Tiara hanya berdiri sambil melihat Yuda yang disuapi oleh mamahnya. Entah kenapa terlihat Yuda seperti bayi kalau lagi disuapi seperti itu.
"Kenapa senyum-senyum kayak gitu?" ujar Yuda.
"Aku gak senyum-senyum kok"
"Tapi tadi kamu senyum-senyum" ujar Yuda.
"Tiara ngetawain kamu kali, soalnya kan kamu lagi disuapin mamah" ujar mamah Yuda.
"Ngeledek mulu deh" ujar Yuda.
"Aku gak ngeledek kok. Aku senyum karena lucu lihat kamu kayak bayi yang lagi disuapin"
"Iya aku tahu kalau aku lucu" ucap Yuda dengan percaya diri.
"Percaya diri banget kamu" mamah Yuda tertawa.
"Kan Yuda emang lucu, mah" kata Yuda.
"Iya deh iya, biar kamu senang"
Karena Tiara sedikit pegal sebab kelamaan berdiri, akhirnya ia meminta ijin kepada mamahnya Yuda untuk duduk di sofa. "Mah, Tiara ijin duduk ya. Soalnya pegel"
"Kalau mau duduk ya duduk aja, Ra" mamah Yuda tertawa kecil, lalu Tiara duduk di sofa.
Tiara bilang seperti itu karena ia tidak enak kalau tiba-tiba duduk di kursi. Soalnya mamahnya Yuda sedang berdiri, jadi ia tidak enak jika langsung duduk.
"Yud, lucu banget ya Tiara" ujar mamah Yuda.
"Iya, pacar Yuda emang lucu" kata Yuda.
Senyuman terukir diwajah Tiara. Sebab mamah Yuda dan Yuda memujinya.
Tiara berpikir, pasti nanti yang jadi jodohnya Yuda beruntung banget, soalnya Yuda dan kedua orang tuanya sangat baik. Tiara kira jika orang yang kaya akan sombong, tapi ternyata tidak semua orang kayak seperti itu. Buktinya Yuda dan keluarganya sangat ramah.
Jujur Tiara pingin sekali menjadi jodoh Yuda, tapi ia tahu bahwa belum tentu orang selama ini bersama dengannya itu nanti akan menjadi jodohnya.
Tetapi jika yang menjadi jodoh Yuda itu orang lain, Tiara berharap semoga orang itu bisa membuat Yuda bahagia.
*Cklek
Pintu dibuka oleh Ayu dan Randy*.
"Eh! udah datang aja" ujar Ayu kepada Tiara.
__ADS_1
Ayu dan Randy duduk di lantai, karena mereka berdua mau makan.
Karena merasa tidak enak, akhirnya Tiara ikut duduk di lantai.
"Ra, ngapain?" Yuda tertawa saat melihat Tiara yang tadinya duduk disofa sekarang duduk dilantai.
"Gak ngapa-ngapain"
"Kenapa duduknya jadi dilantai?" ujar Yuda.
"Gak kenapa-napa, aku cuma pingin dilantai aja"
"Ra, mau gak?" Ayu dan Randy menawarkan makanan kepada Tiara.
"Enggak"
"Kamu udah makan?" tanya Ayu.
"Iya, udah"
"Guys, denger-denger katanya Dinda meninggalnya karena penyakit jantung" ujar Randy dengan nada serius.
"Kata siapa?"
"Kata Revan" ujar Randy.
"Yang meninggal itu temen sekelas kalian?" ujar mamah Yuda.
"Iya, tante" ujar Randy.
"Kasihan banget" ujar mamah Yuda.
Tiara teringat saat Kezia, Anya dan Tasya bergosip tentang Dinda. Ternyata omongan mereka benar kalau Dinda punya penyakit yang para.
Tapi anehnya, kenapa mereka waktu itu pernah mem-bully Dinda? emang mereka tidak kasihan gitu terhadap Dinda.
"Terus gue duduk sama siapa dong?" keluh Randy.
"Duduk sama Daffa lah" kata Yuda.
"Kalau kamu gak mau duduk sama Daffa, nanti kamu duduk sama Tiara aja" ujar Ayu.
"Terus kamu duduk sama Dafa gitu?" ujar Ayu.
"Ya iyalah" kata Ayu.
"Kamu suka ya sama Daffa?" ujar Randy.
"Iya" ujar Ayu terus terang.
"Terus Ardiansyah gimana?" ujar Yuda.
"Aku udah gak suka sama dia" kata Ayu.
"Pantes aja jomblo, orang plin-plan gitu milih cowoknya" kata Yuda.
Bukan hanya Yuda, tetapi Tiara juga heran dengan Ayu. Waktu ituAyu bilang katanya dia suka sama bang Tegar karena ia pernah memimpikan nya, terus suka sama Ardiansyah, habis itu suka sama kakak kelas yang rambutnya seperti oppa-oppa Korea dan sekarang dia malah suka sama Daffa.
Pantas saja dia sulit untuk berhubungan dengan seseorang, orang tipenya Ayu berbeda-beda setiap saat. Mungkin juga karena Ayu sering menonton berbagai genre film, makanya tipe cowoknya pun jadi berubah-ubah sesuai film yang Ayu tonton.
*Tok! Tok! Tok!
Seseorang mengetuk pintu.
Karena Tiara menganggur atau tidak melakukan apa-apa, jadi ia membuka pintunya.
__ADS_1
Pada saat dibuka, ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Daffa.
Ayu yang tadinya makan dengan kaki yang diangkat satu, kini langsung menurunkan kakinya agar terlihat anggun*.
"Siapa?" bingung mamah Yuda.
"Temen Yuda, mah" kata Yuda.
Pada saat Daffa sudah masuk, Tiara kembali menutup pintu.
"Hallo, tante" sapa Daffa.
"Iya, hallo" ujar mamah Yuda.
"Nama kamu siapa? perasaan tante baru pertama kali lihat" ujar mamah Yuda.
"Nama aku Daffa, tante" ujar Daffa.
"Oh yang tadi diomongin" ujar mamah Yuda.
"Diomongin apa, tante?" bingung Daffa.
"Iya, tadi katanya Ayu bilang kalau dia-"
"TANTE!!!!" Ayu memotong pembicaraan mamah Yuda.
Ayu menghampiri mamah Yuda, lalu ia menarik tangan mamah Yuda agar pergi keluar.
Tiara hanya tersenyum saat Ayu yang terlihat ketakutan.
"Yud, ini makanan buat kamu" ujar Daffa sambil menaruh makanan di rak.
"Makasih ya" ujar Yuda.
"Iya sama-sama" kata Daffa.
"Daffa, kok kamu bisa tahu kalau Yuda di rumah sakit" heran Tiara.
Daffa menjelaskan bahwa semalam ia melihat story nya Ayu yang menunjukkan video Yuda yang terbaring di rumah sakit dan akhirnya dia bertanya kepada Ayu tentang dimana Yuda dirawat dan akhirnya Daffa memutuskan untuk datang ke rumah sakitnya esok hari.
.
"Oh iya, kalian ngomongin aku ya?" ujar Daffa.
"Iya, tapi bukan ngomongin yang jelek-jelek kok"
"Terus ngomongin apa?" Daffa penasaran.
"Ayu katanya suka sama kamu" sahut Randy.
Daffa terdiam, ia sedikit syok. Lagipula masa tiba-tiba ada seseorang yang menyukainya, padahal kan dia baru saja pindah.
"Randy, kok dikasih tahu ke Daffa sih"
"Kan Ayu emang suka sama Daffa" kata Randy.
"Kalau dikasih tahu,. nanti Daffa ngehindar dari Ayu"
"Aku gak akan ngehindar kok" ujar Daffa.
"Janji ya jangan ngehindar, soalnya kasihan Ayu"
"Iya, aku janji" kata Daffa.
"Nanti kamu pura-pura gak tahu aja ya"
__ADS_1
Daffa hanya mengangguk.