Love Yourself

Love Yourself
Episode 28


__ADS_3

Jam 19.00 wib


"Ra, gue anter ya pulangnya" ucap Yuda sambil berjalan.


Yuda segera melajukan motornya sambil mengikuti Tiara.


"Ra, kamu kenapa jalan kaki?"


"Gak kenapa-napa. Aku cuma pingin jalan aja"


"Tapi rumah kamu jauh loh"


"Iya, gak apa-apa"


Yuda terus mengikuti Tiara dari samping.


"Yud, kamu kenapa sih ngikutin aku terus?"


"Aku takut aja kamu kenapa-napa"


"Udah urus aja gebetan kamu, jangan ngurusin aku"


"Kamu cemburu ya?"


"Enggak" ucap Tiara dengan pandangan kedepan.


Tiba-tiba motor Yuda berhenti.


"Yah! bensinnya habis lagi" ucap Yuda sambil turun dari motor.


"Ra, anter aku ke pom bensin yuk! Soalnya malu kalau bawa motor mogok sendirian" ujar Yuda.


"Gak mau! aku mau pulang" ucap Tiara sambil berjalan.


"Ra, aku mau pakai permintaan yang waktu itu"


Tiara berhenti berjalan dan ia menoleh kearah Yuda.


"Permintaan apa?" bingung Tiara.


"Waktu itu kan kamu janji bakal turutin kemauan aku karena aku udah baik sama kamu"


"Oh soal itu"


"Iya, jadi sekarang kamu harus tepatin janji kamu"


"Emang kamu mau apa?"


"Aku mau kamu temenin aku untuk bawa motor aku ke pom bensin"


"Aku kan bilangnya kamu boleh minta barang apapun"


"Enggak deh, waktu itu kamu cuma bilang mau nurutin apa aja"


"Ya udah iya, aku temenin kamu ke pom bensin" pasrah Tiara.


Yuda tersenyum penuh kemenangan. "Nah! gitu dong"


Akhirnya mereka berdua berjalan menuju pom bensin.


"Ra, kamu lagi ada masalah ya?"


"Enggak"


"Tapi wajah kamu kayak murung gitu"


"Enggak kok"


"Gini-gini aku bisa merasakan aura seseorang loh"


"Aura?" ucap Tiara sambil tertawa.


"Iya. Misalnya ada seseorang yang lagi sedih, aku bisa merasakan aura kesedihannya" ujar Yuda.


Tiara hanya tersenyum tipis.


"Jangan senyum, nanti aku baper"


"Apaan sih, Yud"


"Tapi serius kamu manis banget kalau lagi senyum"


"Yud, aku laporin ke gebetan kamu loh"


"Ngapain dilaporin? kan gebetan aku itu kamu"


"Dasar playboy"


"Aku gak playboy"


"Gak playboy tapi kok godain cewek sana sini"


"Ra, kalau misalnya aku jadian sama cewek, kamu bakal jauhin aku gak?"


"Jauhin sih enggak, tapi pasti aku bakal jaga jarak sama kamu"


"Kenapa jaga jarak?"

__ADS_1


"Soalnya aku takut cewek kamu cemburu"


Tin..tin


Tiba-tiba pengendara motor berhenti di depan mereka.


Lalu pengendara itu menghampiri Tiara.


"Akhirnya ketemu juga"


Tiara memegang tangan Yuda dengan erat.


Yuda menatap Tiara dengan ekspresi kebingungan.


"Heh! dasar anak durhaka"


"Lo itu masih punya ibu, harusnya lo itu tinggal bareng ibu lo. Bukan malah tinggal sama orang asing"


Yuda emosi mendengar ucapan yang dilontarkan orang itu. "Heh jaga omongan lo!"


"Lo jangan ikut campur! ini bukan urusan lo"


Orang itu menarik tangan Tiara.


Kemudian Yuda mendorong orang itu. "Bisa gak sih jangan kasar sama cewek!"


"Lo siapa sih? ikut campur aja"


"Gue cowoknya! kenapa?"


"Lebih baik lo cari cewek lain sana! dia bukan cewek baik-baik"


"Sama ibu kandungnya sendiri dia sikapnya kayak gitu"


Tiara hanya bisa meneteskan air matanya.


"Lo bisa pergi gak! atau mau gue teriakin maling biar orang-orang gebukin lo"


"Segitunya belain cewek yang gak tahu diri"


BUGH


Satu pukulan mendarat di pipi orang itu.


"Yud! udah!"


Tiara menari tubuh Yuda.


"Lebih baik lo pergi sana!"


"CEPET PERGI!" teriak Tiara.


"Hiks...hiks" Tiara menangis sesenggukan.


"Ra..."


Tangisan Tiara semakin menjadi-jadi.


Yuda mendekati Tiara dan ia memeluk Tiara sambil menenangkannya. "Udah jangan didengerin omongan orang itu"


Yuda membawa Tiara untuk duduk di pinggir jalan.


"Udah jangan nangis" ucap Yuda sambil menatap Tiara.


Trining...trining


Yuda melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya.


Lalu ia mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, mah"


"Yud, kamu dimana?" tanya mamah.


"Dijalan"


"Lagi ngapain di jalan?"


"Motor Yuda mogok, mah"


"Nah! itu tuh karma akibat kamu ngambil uang mamah" ujar mamah.


"Tapi kan ini mamah yang kasih"


"Mamah kasih karena kamu kan bilang mau main sama Randy"


"Oh iya, mah! mamah kenapa telepon Yuda?"


"Mamah cuma mau nyuruh kamu pulang aja, soalnya bentar lagi papah kamu pulang"


"Bentar lagi Yuda pulang kok"


"Ya udah cepet ya"


"Iya, mah"


Lalu mamah mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


Yuda segera memesankan ojek online untuk Tiara.


Yuda menatap kearah tangan Tiara yang gemetar. Kemudian ia memegang kedua tangan Tiara. "Udah lupain kejadian yang tadi"


Mendengar ucapan Yuda justru membuat Tiara semakin menangis.


"Kenapa ya hidup aku kayak gini" lirih Tiara.


"Kamu gak boleh ngomong gitu, Ra"


"Kenapa aku gak mati aja"


"Ra! jangan ngamong gitu!"


"Dari kecil sampai sekarang aku gak pernah bahagia, Yud. Jadi untuk apa aku hidup"


Tanpa sadar mata Yuda berkaca-kaca setelah mendengar ucapan bahwa Tiara tidak pernah bahagia.


Tin...tin


"Ra, ini ojek online nya udah datang. Kamu pulang duluan aja"


"Aku gak pesen ojek online"


"Aku yang pesen"


"Jadi sekarang lebih baik kamu pulang dan tenangkan diri kamu"


"Terus kamu gimana?"


"Nanti aku juga pulang kok, lagian pom bensin nya gak terlalu jauh dari sini"


Tiara hanya diam saja.


"Ya udah sana! kasihan abang gojeknya kelamaan nunggu"


"Ya udah kalau gitu aku pulang ya"


"Iya"


"Kamu hati-hati ya"


Yuda tersenyum. "Iya"


Tiara segera pergi menghampiri abang ojek online.


Setelah Tiara pergi, Yuda kembali mendorong motornya menuju pom bensin.


...****...


[Rumah Yuda]


Yuda menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berada di ruang makan.


"Lama banget kamu pulangnya" ujar papah.


"Soalnya motor dia mogok, pah" sahut mamah.


Yuda mengambil menikmati makanan sambil melamun.


"Kamu kenapa, Yud?" tanya mamah.


"Gak kenapa-napa, mah" ucap Yuda dengan mata yang berkaca-kaca.


"Loh! kok kamu kayak mau nangis" ujar papah.


"Enggak kok, pah! siapa juga yang mau nangis"


"Kamu ada masalah, Yud?" tanya mamah.


"Enggak kok, mah"


"Oh iya! ini uangnya, Yuda gak jadi pakai" ucap Yuda sambil mengembalikan uang mamahnya.


"Gak usah, buat jajan kamu aja"


Tanpa sadar air mata Yuda terjatuh.


"Yud, kamu nangis?" tanya papah.


Yuda hanya diam saja.


"Kalau ada masalah cerita, Yud" ujar mamah.


"Yuda gak nangis kok"


"Jangan sok kuat kamu. Kalau mau nangis, nangis aja kali" ujar papah.


"Mah, pah"


Kedua orangtuanya menatap Yuda. "Ada apa?"


"Hmm...gimana ya agar bisa nyemangatin seseorang biar dia ngerasa hidupnya berharga"


"Mamah gak tahu kalau soal itu"


"Kalau gitu kamu harus terus-menerus bilang ke dia bahwa dirinya sangat berharga, mungkin dengan kamu bilang kayak gitu dia akan semangat dalam menjalani hidupnya" ujar papah.

__ADS_1


"Dan jangan lupa bilang ke dia agar lebih mencintai dirinya sendiri"


__ADS_2