
Tubuh Tiara menggigil, entah karena cuaca pagi ini dingin atau emang Tiara yang kurang enak badan. Tapi sepertinya emang ia kurang enak badan, sebab semalam ia berada di pantai yang anginnya sangat kencang.
Dengan berat hati, Tiara harus berjalan menuju kamar mandi karena hari ini ia harus pergi ke sekolah.
Tiara baru sadar, saat ini ia memakai jaket milik Yuda.
Semalam memang ia lupa tidak mengembalikan jaket tersebut.
Tok...tok...tok
Ibu mengetuk pintu kamar Tiara.
Saat hendak masuk kamar mandi, Tiara melihat kearah pintu kamarnya. Dan ia langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.
"Ada apa, bu?"
"Ra, kamu sakit ya?" ujar ibu saat melihat wajah Tiara yang pucat.
"Ara cuma gak enak badan doang kok, bu"
"Ya berarti itu sakit dong"
Ibu memegang kening Tiara. "Panas banget loh badan kamu"
Tiara ikut memegang keningnya.
"Lebih baik kamu jangan sekolah dulu ya" ujar ibu, lalu Tiara hanya mengangguk.
"Ya udah kalau gitu ibu beli bubur sama obat dulu ya buat kamu"
"Iya, bu"
Setelah ibu pergi, Tiara kembali ke kasurnya dan ia menyelimuti tubuhnya karena memang ia sangat kedinginan.
Tiara mengambil ponselnya dan ia mengirim pesan kepada Yuda untuk memberitahu Yuda bahwa ia tidak akan sekolah. Tak lupa ia juga mengirim pesan kepada ketua kelas karena biasanya murid yang ijin atau sakit harus memberitahu ketua kelas ataupun wali kelas.
Beberapa menit setelah ia mengirim pesan kepada Yuda, Yuda pun menelpon Tiara. Lalu, Tiara menjawab panggilan telepon tersebut.
"Hallo, Yud"
"Kamu sakit apa?" ujar Yuda.
"Aku kayaknya masuk angin deh"
"Maafin aku ya, harusnya semalam aku gak bawa kamu ke pantai" Yuda merasa bersalah.
"Gak usah minta maaf, Yud"
"Kamu udah sarapan belum?"
"Belum"
"Ya udah sarapan dulu gih!"
"Iya nanti"
"Sekarang, jangan nanti!"
"Kan ibu aku lagi beli bubur, jadi makannya nanti kalau buburnya udah ada"
"Oh gitu, kirain emang gak mau makan"
"Mau kok"
"Oh iya, nanti pulang sekolah aku ke rumah kamu ya"
"Jangan!"
"Kok jangan sih"
"Iya jangan"
__ADS_1
"Ngejenguk kok dilarang" heran Yuda.
"Masalahnya nanti ibu aku kan pergi ke sekolah. Nanti kalau kamu kesini waktu ibu belum datang, takutnya tetangga ngomongin"
"Nanti aku datangnya sama Ayu kok"
"Oh sama Ayu"
"Iya sama Ayu"
"Ya udah kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya, soalnya aku mau berangkat ke sekolah"
"Iya"
Yuda mematikan teleponnya.
Tak lama, ibu datang menghampiri Tiara dengan membawa bubur ayam, air minum dan obat.
"Ini makan dulu" ucap ibu sambil menaruh bubur, air minum dan obat di meja.
"Makasih ya, bu"
"Iya sama-sama, sayang" ucap ibu.
"Lalu gitu ibu siap-siap dulu ya, soalnya ibu mau berangkat ke sekolah"
"Iya, bu"
Sebelum pergi, ibu mencium kening Tiara. "Cepet sembuh ya" ucapnya, lalu setelah itu ibu keluar dari kamar Tiara.
Tiara melihat kearah ibunya yang keluar dari kamar. Ia bahkan sempat berpikir, kok ada orang sebaik ibu. Padahal cuma ibu sambung, tapi caranya memperlakukan Tiara seperti kepada anak kandungnya sendiri.
Tiara sering kali kepikiran, akankah ia bisa sukses? Jika suatu saat ia sukses, Tiara janji akan mengabulkan keinginan ibu sambungnya, sebab ibu sambungnya lah yang merawatnya sampai sekarang. Ia juga berharap semoga ibu sambungnya diberikan umur yang panjang, karena jika ibu tidak ada, mungkin Tiara akan sangat merasa kehilangan. Karena untuk saat ini cuma ibu sambungnya lah yang selalu ada untuk Tiara.
Ia tidak bisa membayangkan jika suatu saat ibu sambungnya sudah tidak ada. Bahkan Tiara sempat berpikir untuk bunuh diri, agar menyusul ayah dan ibu sambungnya jikalau ibu sambungnya sudah tidak ada.
Kedengeran memang gila, tapi karena ia sering depresi, percobaan bunuh diri sering kali terlintas dipikiran Tiara.
Waktu dulu, ia juga sering mengkonsumsi obat tidur. Karena ia sulit sekali untuk tidur, sebab terlalu banyak sekali hal yang Tiara pikirkan. Belum lagi ada suara berisik yang terus-menerus mengganggu pikiran Tiara.
...****...
[Sekolah]
Yuda menaruh tasnya dimeja Tiara.
"Yud, Tiara gak sekolah ya?" tanya Ayu karena Yuda duduk dikursi Tiara.
"Iya, gak sekolah. Soalnya dia lagi sakit"
"Emang Tiara sakit apa?"
"Kayaknya sih dia masuk angin gara-gara semalam aku ajak ke pantai"
"Ngapain malam-malam ke pantai?"
"Ya mau lihat pantai lah, masa mau main air"
"Maksudnya kenapa ke pantai malam-malam? kenapa gak ke tempat lain aja"
"Sebenarnya malam kita main ke Timezone, terus habis dari Timezone, kita ke pantai. Soalnya semalam Tiara gak mau pulang dulu, makanya aku ajak jalan-jalan ke pantai"
"Yud, kamu kayaknya jago banget ya menaklukkan cewek. Sampe-sampe Tiara yang cuek pun jadi nyaman sama kamu"
"Iya dong, Yuda gitu loh"
"Nanti pulangnya jenguk Tiara yuk! soalnya aku mau sekalian kasih kado"
"Ayo! tadinya juga aku mau ajak kamu buat jenguk Tiara"
"Yuda!" panggil Bayu.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Itu diluar ada yang nyariin lo" kata Bayu.
"Siapa?"
"Gak tahu"
Akhirnya Yuda keluar untuk menemui orang yang dimaksud Bayu.
Tiba-tiba seseorang mendekati Yuda. "Kamu Yuda kan?" ucap orang itu.
"Iya"
Jujur saja ia tidak tahu siapa cewek yang ada dihadapannya.
"Ini dari orang tua aku. Nanti tolong kasihin ke orang tua kamu ya"
Yuda semakin bingung karena untuk apa dia memberikannya kepada Yuda, kenapa gak langsung ke rumah saja dan memberikannya kepada papah dan mamah.
"Emang orang tua kamu siapa?"
"Papah aku Arifin dan mamah aku Ayudia. Kamu kenal kan?"
"Iya, aku kenal kok"
"Ya udah nanti tolong kasihin ke orang tua kamu ya" ucapnya lagi, setelah itu cewek tersebut pergi.
Yuda menatap beberapa kotak kue. "Ini gak diracun kan makanannya" batinnya.
Ia berpikir begitu karena trauma, sebab sewaktu kecil pernah ada yang memberikan makanan pada orang tuanya, tapi waktu itu Yuda yang memakannya. Dan pada saat itu Yuda masuk rumah sakit, karena ternyata orang yang memberi makanan itu orang yang berniat jahat kepada orang tuanya. Mungkin juga karena mereka iri dengan kesuksesan orang tua Yuda.
"Apa itu, Yud?"
"Kue"
"Dari siapa?"
"Dari temennya papah"
"Temen papah kamu datang kesini?"
"Enggak, tadi anaknya yang datang kesini"
"Anaknya cewek atau cowok?"
"Cewek"
"Kenapa gak langsung kasih ke orang tua kamu?" heran Ayu.
"Mungkin karena orang tua aku jarang di rumah kali, makanya dititip ke aku"
"Apa jangan-jangan temennya papah kamu sengaja, biar kamu deket sama anaknya"
"Ya enggak lah"
"Kalau emang beneran dia mau deketin anaknya ke kamu gimana?"
"Ya aku bakal gak mau lah, lagipula aku udah punya pacar"
"Yud, kalau misalnya kamu dijodohin gimana?"
"Aku bakal nolak, soalnya aku gak mau dijodohin sama orang yang gak aku suka"
"Kalau seandainya kamu suka sama cewek lain gimana?"
"Enggak lah! aku bukan orang yang suka selingkuh"
"Kamu bisa aja sekarang ngomong gitu, tapi belum tentu kan kalau nanti. Soalnya kan cowok suka selingkuh"
"Gak semua cowok suka selingkuh kali. Sekarang tuh jamannya cewek yang suka selingkuh"
__ADS_1
"Enggak! cewek jarang loh yang selingkuh"
Yuda menatap datar kearah Ayu. "Jarang matamu!"