Love Yourself

Love Yourself
Episode 71


__ADS_3

Libur telah usai, semua siswa dan siswi SMA Kenanga akhirnya masuk sekolah dan memulai ajaran baru. Karena hari ini Tiara sudah menjadi kakak kelas, ia ingin memakai makeup ke sekolah. Lebih tepatnya cuma memakai bedak dan liptint. Kalau dulu saat ia masih kelas sepuluh, ia cuma berani memakai lipbalm, karena ia takut dianggap jelek oleh kakak kelas. Ya walaupun kakak kelas juga banyak yang memakai liptint sih, tapi tetap aja Tiara takut diomongin. Sebenarnya guru juga melarang siswanya memakai lipstik atau liptint, karena katanya kita itu mau belajar bukan mau ke pesta, jadi untuk untuk apa memakai liptint, gitu katanya. Tapi menurut Tiara, memakai lipstik atau liptint tidak ada hubungannya dengan pembelajaran, toh dia memakai liptint biar bibirnya tidak pucat. Sebenarnya Tiara sedikit malu sih memakainya, karena ia baru sekarang memakainya. Ia berharap semoga saja orang-orang tidak membicarakannya.


Ngomong-ngomong ini sudah jam setengah tujuh, tapi Yuda masih belum datang juga. Apakah Yuda belum bangun? atau masih dalam perjalanan?


Sekitar lima menit, akhirnya Yuda datang menghampiri Tiara yang dari tadi sudah menunggunya.


Yuda tersenyum sambil melihat kearah bibir Tiara. Dan Tiara yakin bahwa Yuda akan mengomentarinya.


Lalu, Tiara menutup mulutnya dengan tangannya, karena ia malu dilihatin Yuda.


"Kenapa mulutnya ditutup, Ra?" ujar Yuda.


"Soalnya aku malu"


"Cantik kok, jadi ngapain kamu malu"


"Gak terlalu kelihatan banget kan?"


"Maksud kamu lipstiknya?" ujar Yuda, lalu Tiara mengangguk.


"Kelihatan tapi gak menor kok"


"Cocok gak di aku?"


"Cocok banget, kamu jadi makin cantik"


"Makasih"


"Ya udah ayo naik"


Tiara naik ke motor Yuda. "Ganti motor, Yud?"


"Iya, emangnya kamu gak lihat?"


"Ya lihat. Makanya aku nanya sama kamu"


"Kalau lihat ngapain nanya?"


"Ayo pergi! ngomong mulu deh"


Yuda melajukan motornya menuju sekolah.


Selama diperjalanan, Yuda terus melirik Tiara dari arah spion.


"Kenapa lihatin aku mulu?"


"Aku lihatin jalan, bukan lihatin kamu" ujar Yuda, padahal memang ia melihat Tiara, karena ia pangling dengan pacarnya.


"Oh maaf...kirain lihatin aku"


"Kepedean aku udah mulai nular ke kamu ya kayaknya"


"Oh iya, Yud! kalau ngecat rambut boleh gak sih?"


"Gak boleh! nanti kamu dimarahin sama guru"


"Tapi Kezia sama gengnya pada cat rambut, tapi kok dibolehin"


"Dia juga sebenarnya dimarahin, tapi mereka anaknya keras kelapa. Jadi mereka kalau dimarahin sama guru juga gak akan menghiraukannya"


Tiara tertawa. "Keras kepala, Yud"


"Sebenarnya pake liptint kayak kamu juga dilarang sih"


"Iya, aku tahu"


"Terus kenapa kamu ngelanggar aturan?"


"Ya aku pingin kayak orang lain dan juga biar bibir aku gak pucet"


"Tapi gak apa-apa sih, lagian anak-anak kelas juga banyak yang pakai lipstik kok"


Tiara lupa kalau ini adalah hari Senin. Ia lupa membawa syal PMR. Tapi karena sudah mau sampai di sekolah, terpaksa ia tidak akan jaga hari ini.


Tidak lama, Tiara dan Yuda akhirnya sampai di sekolah. Mereka berdua buru-buru pergi menuju kelas baru mereka, karena sebentar lagi upacara akan dimulai.


Sesudah menyimpan tas, Tiara bingung mau duduk dimana, karena ia tidak mengetahui Ayu duduk dimana.


"Ra, kamu duduk bareng aku aja" kata Yuda.


"Terus Ayu gimana?"


"Paling Ayu sama Randy"


Akhirnya Tiara menyimpan tas nya disebelah tas Yuda. Sesudah itu, Tiara dan Yuda buru-buru pergi ke lapangan, karena delapan menit lagi akan dilaksanakan upacara.


...****...


Setelah upacara selesai, Tiara pergi menghampiri anak-anak PMR. Ia meminta maaf kepada ketua PMR karena ia hari ini tidak jaga. Untung saja kakak kelas itu baik, jadi dia memaafkan Tiara.


"Ayo ke kelas!" ujar Yuda yang menghampiri Tiara dan anak-anak PMR.


Sontak Tiara dan anak-anak PMR melihat kearah Yuda.


"Yuda pacarnya Tiara?" tanya kakak kelas.


"Iya" ujar Yuda.


"Pantes aja nempel mulu" kata kakak kelas, lalu Yuda hanya tersenyum.


"Ya udah ayo ke kelas" Yuda memegang tangan Tiara, sontak membuat anak-anak PMR menjadi iri.


Disaat semuanya iri, Tiara malah malu karena Yuda menggenggamnya. Tiara malu karena ia bukan tipikal orang yang suka pamer kemesraan, makanya jika Yuda melakukan hal romantis ditempat umum, Tiara akan merasa malu.


Pada saat menuju ke kelas, Tiara perlahan melepaskan tangan Yuda. "Jangan pegangan, nanti ada guru yang lihat"


Yuda hanya pasrah, karena ia tahu bahwa Tiara ini gak suka menjadi pusat perhatian.


"Maaf ya"


"Iya gak apa-apa"


"Tapi kalau diluar sekolah boleh kok"


"Apanya?" ujar Yuda, padahal ia tahu maksud dari ucapan Tiara.


"Pegangan tangan"


"Jadi kalau diluar sekolah boleh?"


"Iya boleh"


"Ya udah ayo keluar" canda Yuda.


"Ya gak gitu juga kali, kan sebentar lagi masuk"


Ketika sampai di kelas, Tiara dan Yuda duduk dikursi masing-masing. Tepat dibelakang kursi mereka berdua, ternyata ada Randy dan Ayu.


"Yud, tukeran dong! aku mau duduk sama Tiara lagi" ujar Ayu.


"Gak mau!" tolak Yuda.


Tiara melihat kearah Randy. Sepertinya ia masih galau karena putus dengan Putri. "Ran, masih galau ya?"


Perkataan Tiara membuat Yuda dan Ayu menoleh kearah Randy.


"Gak galau kok" kata Randy.


"Kalau galau, cari pacar lagi aja" ujar Yuda.


Tiara menyenggol lengan Yuda, lalu Yuda langsung terdiam.


Beberapa murid heboh karena katanya akan ada murid baru dan mereka juga bilang katanya orang itu sangat tampan.


Tak lama guru datang bersama murid baru. "Selamat pagi anak-anak!"


"Pagi, pak!"


"Hari ini kita kedatangan murid baru. Untuk itu bapak harap kalian bisa berteman baik dengan dia"


Kemudian Pak Adam meminta agar murid itu memperkenalkan diri.


"Hallo semuanya, perkenalkan nama saya Daffa"


"Hallo Daffa!" seru murid-murid kelas XI MIPA 1.


Pak Adam menyuruh Daffa agar duduk di kursi yang kosong.


...****...


Krining! Krining! Krining!


Bel istirahat berbunyi.


Tiara melihat kearah Daffa, ia sedikit kasihan kepadanya karena pasti ia merasa sendirian sebab ia belum mengenal anak-anak kelas. Ia teringat waktu pertama kali pindah kesini. Untungnya dia langsung diajak ngobrol oleh beberapa orang, jadi ia tidak begitu canggung.


Betapa terkejutnya Tiara saat Yuda yang tiba-tiba menghampiri Daffa. Sepertinya Yuda sedang mengajak Daffa untuk berkenalan.


*Kelihatannya Yuda orangnya emang se-peka itu. Ia seakan tahu isi hati seseorang.


Tiara berjalan menghampiri Yuda dan anak baru itu*.


"Eh! kenalin ini Tiara, dia pacar gue" ujar Yuda sambil merangkul bahu Tiara.


"Hai Tiara" sapa Daffa.


"Hai juga"


"Lo mau ke kantin bareng kita gak?" ujar Yuda kepada Daffa, lalu Daffa hanya mengangguk.


"Hai Daffa. Kenalin nama aku Ayu" ujar Ayu sambil mengulurkan tangannya, lalu Daffa membalas uluran tangan Ayu.


Tiara dan Yuda saling bertatapan. Baru kali ini ia melihat Ayu lemah lembut seperti itu. Ah, benar juga. Daffa kan tampan, makanya Ayu menjadi kalem.


"Ya udah ayo ke kantin"


Tiara, Yuda, Ayu dan Daffa pergi ke kantin. Sedangkan Randy, ia sepertinya sudah duluan pergi ke kantin.


Skip


Tiara, Yuda, Ayu, Randy dan Daffa menikmati makanan dan minuman pesanan masing-masing. Tadinya Tiara pikir kalau Randy sudah istirahat duluan, tapi ternyata dia malah menyiapkan tempat untuk kita semua supaya dapat istirahat di kantin.


"Oh iya! kamu asalnya sekolah dimana?" ujar Ayu kepada Daffa.


"Aku asalnya sekolah di Bogor" ujar Daffa.


Tiara menahan senyumnya, karena ia tidak percaya bahwa Ayu sepertinya menyukai Daffa. Ia tahu karena biasanya Ayu jarang mau bertanya kepada cowok, apalagi cowok yang baru ia kenal.

__ADS_1


"Kenapa senyum-senyum kayak gitu?" bisik Yuda, lalu Tiara hanya menggelengkan kepalanya.


Tiara bingung dengan Ayu, katanya dia lagi deket dengan Ardiansyah, tapi ia malah cari gebetan lain.


Apa mungkin hubungannya dengan Ardiansyah tidak berlanjut?


"Ra, kamu ngapain sih lihatin aku mulu?" heran Ayu.


"Gak kenapa-napa kok"


"Heh kalian! waktu itu kenapa gak ajak aku berenang?" ujar Randy kepada Tiara dan Ayu.


"Iya nyebelin banget kan, Ran? bukannya ajak kita" kata Yuda.


"Emang lo gak diajak?"


"Enggak"


"Kirain berenangnya bertiga sama lo"


"Enggak. Gue gak diajak"


Yuda dan Randy protes kepada Ayu saja, karena Ayu yang mengajak Tiara ke waterpark.


"Aku gak ajak kalian karena pasti kalian bakal malu-maluin" kata Ayu.


"Enak aja! yang ada kamu yang malu-maluin, waktu di Yogyakarta aja kamu..." belum juga Yuda berbicara, Ayu sudah membekapnya.


Yuda menghempaskan tangan Ayu. "Ih bau tahu gak!" canda Yuda.


"Tangan aku wangi tahu, wangi bubble gum" kata Ayu.


Randy menarik tangan Ayu dan mengendus baunya. "Lebih ke bau permen karet sih"


Ayu menatap datar kearah Randy. "Gini nih kalau bahasa Inggris nya di remedial"


"Emang bubble gum itu permen karet?" ujar Randy.


"Iya"


Disisi lain, Daffa menahan tawanya karena melihat geng yang sangat konyol ini. Daffa hanya memperhatikan saja, karena kalau ia mengobrol dengan mereka, nanti ia disangka sok kenal sok dekat.


Ketika Tiara meminum susu kotak, ia merasa aneh dengan rasa susunya. Tak lama, ia merasakan perutnya sakit.


"Aww" Tiara memegang perutnya.


"Kenapa, Ra?" Yuda khawatir saat Tiara meringis kesakitan.


"Aku mau ke toilet dulu" Tiara buru-buru pergi ke toilet. Entah kenapa ia merasa sakit perut dan mual.


Sesampainya di toilet, Tiara langsung muntah. Karena sepertinya ia meminum susu yang sudah kadaluarsa.


Tok! Tok!


"Kamu gak apa-apa kan, Ra?" tanya Ayu.


Beberapa menit kemudian, Tiara keluar dengan wajah yang sangat pucat.


"Ra, kamu kenapa?"


"Aku kayaknya minum susu basi deh"


"Ya ampun, kenapa gak lihat-lihat dulu tanggal kadaluarsanya?"


"Ya kirain susu yang dijual di kantin gak ada yang basi"


"Kalau gitu lebih baik kamu ke UKS dulu, terus istirahat" ujar Ayu.


Ayu menuntun Tiara ke UKS, Ayu sengaja menuntunnya karena ia takut Tiara pingsan.


Sesampainya di UKS, Tiara tidur di ranjang. Sedangkan Ayu, ia mengambil air minum untuk Tiara.


"Ini minum dulu" Ayu memberikan air minum kepada Tiara, lalu Tiara meminumnya.


Ayu menelpon Yuda untuk memberitahu bahwa Tiara sedang di UKS. Dan katanya Yuda akan kesini.


Tiba-tiba Bu Asri masuk kedalam UKS. "Tiara sakit apa?"


"Dia keracunan susu, bu" sahut Ayu.


"Ya udah ayo ke rumah sakit" ujar Bu Asri.


"Gak usah, bu"


"Atau mau pulang aja?" kata Bu Asri.


Tak lama Yuda datang. "Ra, kamu gak apa-apa kan?"


"Gak apa-apa gimana? orang dia keracunan" heran Ayu.


"Yud, tolong ambilin tasnya Tiara sana! terus nanti kamu anterin dia pulang" suruh bu Asri.


"Baik, bu" ujar Yuda sambil pergi menuju kelasnya.


5 menit kemudian, Yuda datang lagi ke UKS dengan membawa tas Tiara.


"Yu, ini tas nya pegang dulu" ujar Yuda sambil memberikan tas Tiara ke Ayu.


Tanpa aba-aba, Yuda menggendong Tiara. Hingga membuat Tiara terkejut. Bagaimana bisa dia melakukan hal ini didepan guru?


"Hati-hati, Yud!" ujar Bu Asri.


"Iya, bu" kata Yuda.


Tiara, Yuda dan Ayu pergi menuju parkiran.


Saat diperjalanan menuju parkiran, Tiara pura-pura tidur. Karena ia sangat malu dilihat semua orang.


Sesampainya di parkiran, Ayu memberikan tas kepada Tiara.


"Nanti kalau ada guru, bilangin kalau aku lagi nganter Tiara ya" kata Yuda.


"Iya, nanti aku bilangin" ujar Ayu.


Lalu, Yuda segera mengantarkan Tiara pulang.


...****...


Saat tiba di rumah, Yuda segera menuntun Tiara. "Kuncinya ada sama kamu kan?"


"Kuncinya dibawah keset"


Yuda mengambil kunci yang berada dibawah keset, setelah itu ia membuka pintu rumah Tiara.


Sama seperti tadi, Yuda menggendong Tiara layaknya pangeran sedang membawa putri.


"Yud, kamu kenapa pake gendong segala sih?" Tiara menahan tawanya karena memang ia sulit untuk tertawa dikarenakan perutnya sakit.


"Nanti kalau gak digendong, bisa-bisa kamu pingsan"


Saat berada di kamar, Yuda meletakkan Tiara di kasur.


"Kamu tunggu dulu disini ya, aku mau ambil minum ke dapur" ujar Yuda sambil pergi ke dapur.


Tidak salah pilih, memang Yuda lelaki idaman bagi Tiara. Saat Tiara seperti ini juga dia selalu ada untuk Tiara.


Yuda kembali ke kamar Tiara dengan membawa air minum dan ia memberikan air minum tersebut kepada Tiara.


"Makasih"


"Iya sama-sama"


"Yud, lebih baik kamu pergi lagi ke sekolah deh. Nanti bisa-bisa kamu ketinggalan pelajaran"


"Kamu gak apa-apa aku tinggal?"


"Iya gak apa-apa"


"Ya udah aku pergi ya"


"Iya"


Chup


Sebelum pergi Yuda mencium pipi Tiara.


Walaupun Yuda telah pergi, jantung Tiara masih berdegup kencang.


Tiara berpikir, apakah cuma dia saja yang jantungnya berdegup kencang?


Tiara sangat penasaran, bagaimana dengan Yuda? apakah jantung dia juga berdegup kencang setelah mencium Tiara?


Tetapi karena Yuda sudah punya banyak mantan, Tiara rasa jantung Yuda tidak berdegup kencang, sebab Tiara pikir bahwa Yuda sangat pandai dalam membuat wanita merasa deg-degan.


Cemburu, itulah yang dirasakan Tiara saat ini. Pasti dulu Yuda telah memberikan first kiss nya untuk mantannya. Tiara jadi penasaran, siapa yang mendapatkan first kiss dari Yuda? apakah Chelsea Sarah? Putri? Rindu? atau jangan-jangan Karin?


Katanya sih Yuda pacaran paling lama sama Putri. Jadi sepertinya Putri yang telah mendapatkan first kiss dari Yuda. Tiara juga ingat kalau Putri ini sudah meninggal, padahal tadinya Tiara ingin sekali bertemu dengannya. Selain Putri, Tiara juga belum pernah bertemu dengan Sarah dan Chelsea.


...****...


Yuda POV


Pada saat masuk kedalam kelas, untung saja belum ada guru yang masuk.


Yuda duduk sambil senyum-senyum sendiri, karena mengingat saat ia mencium pipi Tiara. Yuda rasanya ia tertawa melihat ekspresi Tiara tadi. Yuda tahu persis bahwa Tiara syok saat Yuda tiba-tiba menciumnya.


"Yud, dianterin sampai rumah kan?" ujar Ayu.


"Ya iyalah"


"Pacar lagi sakit, kok malah senyum-senyum kayak gitu" heran Randy.


"Gue senyum bukan karena Tiara sakit"


"Terus kenapa senyum?"


"Tadi ada kejadian yang lucu"


"Kejadian apa?"


"Lo kepo banget sih, Ran"


Setelah nanti pulang sekolah, Yuda berniat untuk kembali menghampiri Tiara. Yuda sungguh tak habis pikir dengan pacarnya, kenapa pacarnya sangat gegabah dalam memilih susu kotak. Harusnya Tiara cari dulu tanggal kadaluarsanya, tapi ini dia malah langsung ambil. Tapi ini juga bukan sepenuhnya salah Tiara, karena harusnya penjual mengecek kembali tanggal kadaluarsa minuman atau makanan. Sehingga tidak terjadi hal seperti ini lagi.


Melihat kondisi Tiara yang sekarang sepertinya Tiara besok tidak akan sekolah. Dan yang Yuda tahu bahwa orang keracunan itu akan sering sakit perut, muntah hingga demam. Sepertinya besok juga Yuda akan menghampiri Tiara dulu sebelum ia berangkat ke sekolah.


"Yud, pulang sekolah mau ke rumah Tiara gak?" ujar Ayu.

__ADS_1


"Mau"


"Kalau gitu berangkatnya bareng ya"


"Iya"


"Ran, kamu mau ikut gak?" ujar Ayu.


"Aku juga ikut" kata Randy.


"Kira-kira mau bawa makanan apa?" ujar Ayu.


"Bawa buah-buahan aja"


"Oke. Berarti nanti kita ke toko buah dulu, habis itu baru kesana" kata Ayu.


...****...


Ibu datang ke kamar Tiara. "Ra, kamu kok udah pulang jam segini"


"Tiara sakit, bu"


"Kamu sakit apa?"


"Tiara sakit perut sama muntah-muntah mulu"


"Kamu makan apa? kok bisa sakit perut sama muntah segala"


"Soalnya Tiara minum susu basi"


"Kamu ini ada-ada aja. Pantes aja kamu sakit perut"


"Habisnya Tiara gak lihat tanggal kadaluarsanya"


"Kalau gitu kita ke rumah sakit yuk"


"Gak mau!"


Tiara sangat tidak mau ke rumah sakit. Sejujurnya bukan tidak mau, hanya saja Tiara takut disuntik.


"Kalau gitu ibu beli obat dulu ya" ujar ibu sambil pergi.


Karena Tiara sangat lemas, ia memutuskan untuk tidur.


...****...


Akhirnya pelajaran terakhir selesai. Yuda, Ayu dan Randy buru-buru pergi ke parkiran karena sekarang mereka bertiga akan pergi ke rumah Tiara. Tapi sebelum ke rumah Tiara, mereka bertiga membeli buah-buahan dan obat terlebih dahulu. Sesudah membeli buah-buahan dan obat, mereka pergi ke rumah Tiara.


Saat sampai di rumahnya, Yuda langsung menelepon Tiara untuk memberitahu bahwa Yuda dan teman-temannya sudah sampai di rumah Tiara.


"Yud, masuk aja. Takutnya Tiara kenapa-napa" ujar Randy.


Karena khawatir dengan Tiara, akhirnya mereka bertiga masuk kedalam rumah dan pergi ke kamar Tiara. Dan pada saat di kamar ternyata Tiara sedang tidur.


Yuda duduk dipinggir kasur Tiara. "Bangunin jangan?"


"Jangan lah kasihan" ujar Ayu.


Tiara membuka matanya dan ia terkejut karena tiba-tiba Yuda dan teman-temannya datang.


Tiara bangun dengan posisi duduk. "Kalian kapan kesini?"


"Kita baru aja datang" ujar Ayu.


"Ra, maaf ya kita bertiga main masuk aja ke rumah kamu. Soalnya tadi kita bertiga khawatir kalau kamu pingsan"


"Iya gak apa-apa, Yud"


"Oh iya! ini makan obat dulu"


Tiara terdiam sejenak, karena tadi juga ibu akan membelikannya obat.


"Ayo makan dulu obatnya"


"Aku makan obat dari kamunya nanti aja, soalnya gak enak sama ibu. Soalnya ibu sekarang lagi ke apotek buat beliin aku obat"


"Makan dulu aja, Ra. Nanti malam baru makan obat yang dibeliin ibu. Daripada perut kamu makin sakit"


Sebenarnya Tiara tidak enak dengan keduanya. Disatu sisi ia tidak enak dengan ibu karena ibu sekarang lagi membeli obat, tapi disisi lain ia juga tidak enak dengan Yuda dan teman-temannya.


Yuda mengambilkan air minum di dapur. Setelah itu, ia kembali menghampiri Tiara.


"Ini makan dulu" Yuda memberikan obat dan air minum kepada Tiara, lalu Tiara memakan obat tersebut.


Tak lama, ibu datang ke kamar. Lalu, Yuda, Ayu dan Randy menyapa ibu Tiara sambil sambil salam kepadanya.


"Oh udah dibeliin obat ya sama kalian?" ujar ibu Tiara.


"Iya, bu" ujar Yuda.


"Makasih ya kalian bertiga udah perhatian sama Tiara" kata ibu Tiara.


"Iya sama-sama, bu" ujar Yuda, Ayu dan Randy.


Ibu menyimpan obat yang ia beli di meja. "Kalau gitu ibu ke dapur dulu ya, mau ambil air minum sama cemilan buat kalian"


"Gak usah repot-repot, bu" ujar Yuda.


"Gak repot sama sekali kok" ujar ibu, lalu ia pergi ke dapur.


"Makasih ya udah perhatian sama aku" ujar Tiara sambil tersenyum.


"Iya sama-sama" ujar Yuda, Ayu dan Randy.


"Masih mual gak?" tanya Yuda.


"Masih" kata Tiara.


"Makanya lain kali cek dulu tanggal kadaluarsanya"


"Iya maaf"


"Bilang maaf nya jangan ke aku, tapi bilang maaf nya ke diri kamu sendiri"


"Masa maaf ke diri sendiri"


"Ya iyalah! kamu yang udah ngeracunin diri kamu, jadi kamu juga yang harus minta maaf"


"Tapi kan ini diri aku, masa iya minta maaf"


"Ibaratnya gini deh. Misalnya kamu gak sengaja lukain tangan kamu. Jadi menurut kamu itu sakit gak?"


"Sakit"


"Yang ngelukain siapa?"


"Aku"


"Yang dilukain?"


"Aku juga"


"Jadi yang harus minta maaf siapa?"


"Gak ada"


Yuda hanya menatap datar kearah Tiara. "Tahu ah! kamu gak paham apa yang ada dipikiran aku"


Sebenarnya Tiara paham dengan apa yang Yuda katakan. Tapi ia pura-pura tidak paham karena ia ingin membuat Yuda kesal.


"Kamu kesal ya?"


"Aku gak kesal kok"


"Tapi kamu kelihatan kesal sama aku karena aku gak paham maksud kamu"


"Aku gak kesal, beneran deh"


"Ini kita kesini kayaknya gak ada gunanya ya" sindir Randy.


"Iya bener. Malah dikacangin kayak gini" ujar Ayu.


"Maaf ya, kita jadi ngacangin kalian"


"Kamu gak salah kok. Yang salah itu Yuda. Harusnya dia gak ajak kamu ngobrol terus-terusan" ujar Ayu.


"Sorry, aku gak inget kalau ada kalian berdua"


"Parah... sampai gak inget gitu ya" kata Randy.


"Masa cuma dikacangin doang ngambek sih"


"Bukan ngambek, tapi sakit hati"


"Ya udah kalau gitu maafin gue"


"Ra, berarti besok kamu gak sekolah dong?"


"Iya, aku kayaknya gak bakal sekolah dulu"


"Ra, nanti obatnya jangan lupa dimakan lagi ya"


"Iya, nanti aku makan kok"


Lalu ibu Tiara datang dengan membawa air minum dan cemilan untuk Yuda, Ayu dan Randy. "Ini diminum dulu"


"Makasih, bu" ujar Yuda, Ayu dan Randy.


"Iya sama-sama. Ya udah kalau gitu ibu kesana dulu ya"


"Iya" ujar semuanya.


Kemudian ibu kembali keluar kamar.


Setelah ibu pergi keluar, Yuda, Ayu dan Randy langsung meminum air minum, karena mereka kehausan.


"Oh iya, Ra! ini buah-buahan buat kamu" ujar Ayu.


"Ya ampun kalian tuh baik banget sih, padahal aku cuma sakit perut doang"


"Aku taruh disini ya buah-buahannya" ujar Ayu.


"Makasih ya semuanya, kalian emang terbaik deh"


"Iya, kita emang yang terbaik, apalagi aku" kata Yuda, lalu Ayu dan Randy hanya menatap datar kearah Yuda.


Mereka berempat mengobrol hal-hal random lainnya. Dan tak terasa mereka telah menghabiskan waktu sekitar satu jam buat mengobrol hal-hal yang tidak penting. Karena sudah satu jam, akhirnya Yuda, Ayu dan Randy memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2