
Skip
Hari Sabtu
Tiara menghampiri ibunya. "Bu, Tiara berangkat dulu ya. Soalnya Yuda udah nunggu didepan"
"Iya" ujar ibu.
"Ra, nanti kabarin ibu ya. Takutnya nanti kamu sakit atau apa gitu pas camping"
"Iya, nanti kalau ada apa-apa Tiara bakal telepon ibu kok"
"Ya udah Tiara pergi dulu ya"
"Iya"
Tiara salam kepada ibunya. Lalu ia segera pergi keluar untuk menghampiri Yuda.
"Yud, kamu bawa apa aja? kok tas kamu kembung gitu"
"Aku bawa pakaian, snack-snack sama minuman"
"Tasnya kenapa dipakai didepan?"
"Kalau tasnya aku pakai di punggung, kamu gak bisa duduk dong"
"Iya juga ya"
"Oh iya! ini helm buat kamu" ucap Yuda sambil memberikan helm kepada Tiara.
Tiara memakai helm tersebut. "Baru beli ya?"
"Iya, kemarin aku belinya"
"Padahal gak usah repot-repot beliin helm"
"Gak repot kok, lagian kan kalau terus-terusan pake helm mamah nanti aku bisa dimarahin"
"Ya udah cepet naik! soalnya bakal ada upacara pembukaan dulu katanya" kata Yuda.
Tiara menaiki motornya Yuda. Habis itu, Yuda melajukan motornya menuju sekolah.
...****...
[Sekolah]
Saat ini Tiara merasa pusing melihat orang-orang yang berlalu-lalang di lapangan sekolah. Mungkin karena kebiasaannya yang terlalu sering sendiri, hingga saat melihat banyak orang, dirinya merasa lelah.
"Ra, duduk disana yuk!" ajak Yuda.
Baru saja Yuda mengajak Tiara duduk, tiba-tiba saja seorang guru berkata melalui speaker dan dia menyuruh semua murid berbaris sesuai kelas masing-masing.
Sebagian murid yang telah hadir baris sesuai kelasnya masing-masing.
Posisi Yuda sekarang tepat berada dibelakang Tiara. Karena Yuda sangat jahil, ia memainkan rambut Tiara.
"Yud, ngapain sih?"
"Aku mau kepang rambut kamu" ucap Yuda sambil mengepang rambut Tiara namun acak-acakan.
"Aku gak mau dikepang"
"Ya udah gak jadi kepangnya"
"Pacaran mulu kalian" ucap Bayu.
Sontak Tiara dan Yuda melihat kearah Bayu.
"Kenapa? iri ya?" sinis Yuda.
"Sinis amat lo, padahal gue cuma ngomong gitu doang" ujar Bayu.
"Yud, jangan berisik! ada guru tuh" ucap Tiara sambil meletakkan jari telunjuknya didepan mulutnya.
"Iya, aku gak akan berisik" bisik Yuda ditelinga Tiara.
Guru-guru mengarahkan agar perwakilan cowok dan cewek dalam satu kelas untuk membagi kelompok dalam satu tenda. Dan dalam satu tenda diharuskan untuk ditempati sekitar 7 sampai 10 orang.
Di kelas X MIPA 1 sendiri yang hadir sekitar 7 orang cowok 8 orang cewek.
Setelah bergabung dengan kelompoknya, para siswa dan siswi segera memasukkan barang-barangnya ke tenda.
"Ih sempit banget deh" keluh Kezia.
"Kalau gak mau sempit, lebih baik kamu tidur di kelas aja" ujar Ayu.
"Emang boleh tidur dikelas?" tanya Kezia.
"Karena kamu anak kepala sekolah, pasti boleh lah" ujar Ayu.
"Guys! tidur dikelas yuk!" ajak Kezia kepada Tasya dan Anya.
"Gak mau! dikelas horor tahu" ucap Anya.
Tiba-tiba Yuda datang menghampiri tenda anak cewek kelas X MIPA 1.
"Permisi, ada pacar aku gak?" tanya Yuda.
"Pacar?!" kaget Kezia.
Tiara keluar menghampiri Yuda. "Ada apa, Yud?"
Kezia, Anya dan Tasya terkejut saat mengetahui bahwa Yuda dan Tiara pacaran.
"Jadi kalian pacaran?" tanya Kezia.
"Iya" kata Yuda.
"Oh iya, Ra! ini snack sama minuman buat kamu" ujar Yuda sambil memberikan kantong plastik berisi snack dan minuman.
"Yud, gak usah repot-repot"
"Aku gak repot kok, malah aku senang"
"Ya udah ini ambil"
Tiara mengambil snack dan minuman pemberian Yuda. "Makasih ya"
"Iya sama-sama"
"Ya udah kalau gitu aku ke tenda dulu ya" ujar Yuda.
"Iya"
Yuda pergi menuju tenda anak kelas X MIPA 1.
Setelah Yuda pergi, Tiara segera masuk kedalam tenda.
"Tiara" panggil Kezia sambil duduk disebelah Tiara.
"Ada apa?"
"Kamu beneran pacaran sama Yuda?"
Tiara hanya mengangguk.
"Ya ampun! aku kira kamu naksir sama Revan"
"Ya enggak lah"
"Terus waktu itu kenapa kamu duduk disebelah Revan?"
"Oh waktu itu aku disuruh Revan buat bantuin dia nge-rekap absen"
"Oh gitu ya, berarti aku salah sangka dong sama kamu"
"Jadi kamu gak main lagi sama aku karena itu ya?"
Kezia hanya mengangguk. "Tapi kamu tenang aja, sekarang aku bakal main lagi kok sama kamu. Eh, bukan kamu doang sih, tapi main sama semua circle yang ada dikelas"
"Katanya mau ngehindar dari Tasya dan Anya" sindir Tiara.
"Tadinya emang mau ngehindar. Tapi disisi lain, aku juga butuh mereka. Soalnya bagaimanapun dia udah lama temenan sama aku"
"Jangan dimasukin ke hati ya soal omongan yang barusan, aku cuma bercanda doang. Tapi bagus banget loh kalau kamu mau bergabung sama orang-orang yang ada dikelas, jadi kan makin banyak orang yang suka sama kepribadian kamu"
"Ra, makasih ya. Berkat kamu, aku jadi berubah menjadi lebih baik"
"Bukan berkat aku, tapi itu berkat diri kamu sendiri"
"Pingin peluk boleh?" pinta Kezia.
Tiara mengangguk.
__ADS_1
Lalu Kezia memeluk Tiara, dan Tiara juga memeluk Kezia.
"Ada apa nih peluk-pelukan segala?" tanya Ayu.
"Ih kepo" ujar Kezia sambil melepaskan pelukannya.
Tiba-tiba terdengar suara keributan dari luar. "APAAN SIH LO!!"
"Eh! itu kenapa?" ujar Ayu.
Tiara, Ayu dan Kezia segera keluar dari tenda.
"Sorry gak sengaja" ujar Alifia.
"Udah jelas-jelas lo sengaja nabrak gue" kesal Tasya.
"Sya, udah!" ujar Kezia sambil menarik Tasya ke suatu tempat.
"Dasar pho" kesal Alifia.
"Fia, udah! lihat tuh orang-orang jadi pada ngelihatin kearah sini" ujar Ayu.
Alifia segera masuk kedalam tenda.
Kemudian Tiara dan Ayu menghampiri Alifia.
"Kamu pasti masih kesel ya sama Tasya?" tanya Ayu.
"Ya iyalah! orang dia udah rebut Bayu dari aku" kata Alifia.
Tiba-tiba seseorang masuk kedalam tenda. "Tadi ada apa?"
"Tadi Alifia ribut sama Tasya" jelas Ayu.
"Risa" panggil Tiara.
"Iya kenapa, Ra?" ujar Risa.
"Dinda gak ikut?"
"Enggak, soalnya dia takut nyusahin katanya"
"Nyusahin?"
"Iya, kan dia sering sakit-sakitan"
"Emang Dinda sakit apa sih?"
"Aku gak tahu, Ra"
Trining...trining
"Handphone siapa tuh?" tanya Ayu.
"Kayaknya handphone aku deh" ujar Tiara, lalu ia segera membuka tasnya untuk mengambil ponsel.
"Siapa, Ra?" tanya Ayu.
"Ibu aku" ucap Tiara, lalu ia segera keluar dari tenda dan mencari tempat yang jauh dari lapangan, sebab takut suaranya tidak terdengar.
Sesampainya ditempat yang agak jauh dari lapangan, Tiara langsung mengangkat panggilan telepon dari ibu.
"Hallo, bu"
"Ra, kamu sampai hari Minggu kan di sekolahnya?"
"Iya, bu. Emang kenapa ya?"
"Ibu mau ke rumah saudar ibu"
"Oh ya udah kesana aja, bu. Lagian pasti ibu bosen kalau sendirian di rumah"
"Kalau misalnya kamu udah pulang, nanti telepon ibu aja ya"
"Iya, bu"
"Ya udah kalau gitu ibu tutup teleponnya ya"
"Iya"
Ibu mematikan panggilan teleponnya.
"DOR!!!" teriak seseorang.
Tiara terkejut saat ada yang mengagetkannya.
"Sorry" ujar Revan.
"Lagi ngapain disini?"
"Aku habis teleponan sama ibu"
"Kayaknya kamu manja banget ya sama ibu kamu?"
"Enggak juga sih"
"Oh iya, Van. Kamu bisa gak jangan deket-deket sama aku"
"Kenapa? Yuda cemburu?"
"Bukan, tapi Kezia"
"Kamu takut dibully dia ya?"
"Enggak"
"Ara!!" panggil Yuda yang tiba-tiba muncul dibelakang.
Pada saat Tiara menoleh kebelakang, ia melihat Yuda yang menatap tajam kearah nya.
Tiara mendekat kearah Yuda. "Kita berdua cuma ngobrol doang kok"
"Aku gak nanya loh" ucap Yuda.
"Ya udah ayo ke lapangan" ucap Yuda lagi.
Akhirnya Tiara dan Yuda pergi menuju lapangan.
"Yud, kamu marah ya?"
"Enggak"
"Katanya gak akan cemburu lagi"
"Siapa juga yang cemburu"
"Tapi ekspresi kamu kayak marah"
Yuda tersenyum sambil menatap Tiara. "Aku gak marah"
"Tapi tadi ekspresi kamu bukan kayak gitu"
"Terus kayak gimana?"
Tiara memperagakan ekspresi Yuda.
"Emang tadi ekspresi aku kayak gitu?"
"Iya"
"Oh iya, tadi kamu habis dari mana? kok tiba-tiba muncul dibelakang"
"Tadi aku minjem sapu dikelas XII, terus aku kembaliin lagi ke kelas. Waktu aku mau balik, aku lihat kamu lagi berduaan sama Revan" jelas Yuda.
"Aku gak berduaan sama Revan. Tadi itu aku habis teleponan sama ibu, terus selesai teleponan tiba-tiba Revan samperin aku"
"Revan suka ya sama kamu?"
"Enggak kok" bohong Tiara, padahal sebenarnya ia tahu bahwa Revan menyukainya.
"Kalau gak suka tapi kok dia deketin kamu mulu" heran Yuda.
"Tuh kan! katanya kamu gak akan cemburu lagi"
"Aku gak cemburu! aku itu cuma nanya doang"
"Yang bener?"
"Iya" ucap Yuda sambil tersenyum.
"Padahal sebenarnya aku lebih suka kamu cemburuan tahu" ucap Tiara, lalu ia segera berlari menuju tendanya.
Yuda tersenyum saat melihat Tiara berlari. "Lucu banget pacar aku"
__ADS_1
...****...
Karena waktu telah menunjukkan jam 9 pagi, semua siswa dan siswi diperbolehkan untuk memakan makanan yang telah disediakan sekolah.
Semuanya mengantri untuk mengambil makanan dan minuman yang telah disediakan.
Setelah selesai mengambil makanan, Tiara berjalan menuju tenda.
Tiara dan teman sekelompoknya menikmati makanan dan minuman diluar tendanya.
"Ini yang masak makanannya siapa ya?" tanya Ayu.
"Semua guru perempuan kali"
Cekrek
Spontan Tiara dan teman-teman satu tendanya melihat kearah seseorang yang sedang memotret mereka.
"Ih bapak! jangan difoto!" ujar Anya.
"Gak apa-apa, soalnya ini buat dokumentasi" ujar pak Reza.
"Hapus foto yang tadi, pak. Soalnya tadi pasti muka kita jelek karena gak nyadar kamera" ujar Kezia.
"Iya hapus, pak" sahut Ayu.
"Iya bapak akan hapus deh" ucap pak Reza.
"Ya sudah sekarang pose yang cantik" perintah pak Reza.
Mereka berpose secantik mungkin.
Cekrek
"Sudah" ujar pak Reza.
"Foto lagi dong, pak" ujar Kezia.
"Sekarang bapak mau foto kelas lain dulu" ucap pak Reza, lalu ia segera pergi.
Ting
Tiara mengambil ponselnya yang ia simpan disaku celananya.
"Ngapain dia nge-chat?" batin Tiara.
Lalu Tiara membuka WhatsApp dari Yuda.
Yuda:
Lucu banget 😂
...
...
Tiara melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan Yuda.
Setelah ketemu, Tiara langsung memberikan tatapan tajam kearah Yuda.
"Ngeselin" gumam Tiara.
Ayu melihat kearah pandangan Tiara dan ternyata Tiara sedang melihat Yuda. "Yuda ngeselin, Ra?"
"Iya"
"Emang dia berbuat apa sampai bikin kamu kesel?"
Tiara menunjukkan foto yang dikirim Yuda. "Ini lihat!"
"Lucu banget, Ra"
"Lucu dari mananya coba? orang mangap gitu"
"Walaupun lagi makan tetap cantik kok"
"Emang iya?" tanya Tiara sambil terus memperhatikan fotonya.
"Iya"
Semakin lama dilihat, Tiara merasa foto dirinya sangat jelek.
...****...
Sesudah acara makan-makan, semua siswa dan siswi berkumpul sesuai kelompok masing-masing dan mereka disuruh untuk membuat yel-yel. Dan untuk yel-yel kelompok terbaik akan memenangkan sebuah hadiah.
"Guys, ada yang bisa buat yel-yel gak?" tanya Ayu.
"Aku gak bisa" ucap yang lainnya.
"Terus gimana dong? masa kelompok kita gak bikin" ujar Ayu.
"Gimana kalau kita cari di yout*be aja"
"Ide bagus tuh! nanti kita ubah aja nama kelompoknya jadi nama kelompok kita" ujar Kezia.
"Emang nama kelompok kita apaan?" tanya Ayu.
"Kelompok 2!" sahut semuanya.
"Yu, itu ditenda kita ada kertas yang tulisan kelompok 2 loh" ucap Risa.
"Eh iya ya" ucap Ayu sedikit malu.
"Ya udah ayo cari yel-yel nya" ujar Alifia.
"Pake handphone siapa?"
"Handphone kamu aja deh" ucap Alifia.
Tiara membuka aplikasi Yout*be nya dan ia mencari yel-yel untuk kelompoknya.
"Mau yang mana?"
"Sini! biar aku yang pilih" ucap Kezia.
Tiara memberikan ponselnya kepada Kezia. Lalu Kezia memilih yel-yel untuk kelompok 2.
"Yang ini aja ya" ujar Kezia sambil menunjukkan video yel-yel kepada anggota kelompok 2.
"Jangan! jelek soalnya yel-yel nya" ucap Alifia.
"Ya udah cari sendiri!" kesal Kezia sambil memberikan ponsel Tiara kepada Alifia.
Alifia memilih video yel-yel. "Yang ini aja, soalnya bagus"
"Enggak! jelek banget gitu" ujar Kezia.
Tiara dan Ayu saling bertatapan karena mereka bingung sebab anggota kelompoknya sama sekali tidak akur.
"Guys! kalau yel-yel nya belum dibikin, nanti kelompok kita kena hukuman" kata Ayu.
"Iya bener" ucap Tari.
"Ya udah pilihin aja sama kamu" ucap Alifia sambil memberikan ponsel milik Tiara kepada Ayu.
"Pokoknya kalau aku udah milih, kalian gak usah protes ya. Soalnya ini waktunya mepet banget, belum lagi dihapal sama kita" ujar Ayu.
"Ya udah cepet cari, Yu" ujar Tari.
Ayu mencari yel-yel nya. "Yel-yel nya yang ini aja"
"Ya udah cepet tulis dikertas" ucap Risa.
"Sama siapa nulisnya?"
"Sama kamu aja" ujar Anya.
"Perasaan aku mulu deh" batin Tiara.
"Ya udah cepet tulis" ujar Risa.
Tiara segera menulis yel-yel tersebut dikertas.
Sesudah ditulis, kelompok 2 menghapal yel-yel tersebut.
"Pengumuman...pengumuman! untuk semua kelompok silahkan kumpulkan yel-yel nya dan juga tulis nama ketua kelompoknya beserta anggota-anggotanya" ujar Bu Dewi.
"Ketua kelompoknya siapa?"
"Kamu aja" ucap Ayu.
__ADS_1
Tiara hanya pasrah saat kelompoknya terus-menerus mengandalkan dirinya.
Akhirnya Tiara segera menulis nama ketua kelompok beserta anggota-anggotanya. Setelah itu, ia segera mengumpulkan kertas tersebut.