Love Yourself

Love Yourself
Episode 83


__ADS_3

Tidak lama, Ayu dan mamah Yuda kembali lagi.


"Yud, mamah berangkat kerja ya. Soalnya kan banyak yang nungguin kamu disini" ujar mamah Yuda, karena ia tidak mau membuat teman-teman Yuda menjadi canggung sebab ada dirinya.


"Iya" ujar Yuda.


"Kamu gak apa-apa kan kalau mamah tinggal?"


"Iya apa-apa, mah"


Pada saat mamah Yuda hendak keluar, Tiara segera mengikutinya. "Mah, Tiara anterin keluar ya"


"Iya boleh"


Tiara dan mamah Yuda pergi keluar.


Saat diperjalanan menuju parkiran, Tiara hanya diam saja karena ia tidak tahu harus berkata apa.


"Tiara, nanti tolong jagain Yuda ya. Soalnya mamah sekarang lagi sibuk banget"


"Iya, nanti Tiara sama temen-temen bakal jagain Yuda kok"


"Makasih ya"


"Iya, mah"


Mamah Yuda memberikan uang kepada Tiara. "Ini, Ra"


Tiara kebingungan karena tiba-tiba mamah Yuda memberinya uang. "Buat apa, mah?"


"Ini uang buat Yuda, kamu, Ayu, Randy sama Daffa. Takutnya kalian lapar atau haus, nanti pake uang ini aja"


Tiara menerima uang itu. "Makasih, mah"


"Iya sama-sama"


Setelah sampai di parkiran, mamah Yuda segera pergi dengan melajukan mobilnya.


Karena mamah Yuda sudah pergi, akhirnya Tiara segera kembali menghampiri Yuda dan teman-temannya.


Saat diluar ruangan, Tiara bingung kenapa Ayu sendirian diluar.


"Yu, kenapa diluar?"


"Soalnya Yuda mau buang air kecil katanya" ujar Ayu.


"Oh iya, Yu. Ini ada uang dari mamahnya Yuda"


"Buat siapa?"


"Buat Yuda, aku, kamu, Randy sama Daffa. Mamahnya Yuda bilang katanya ini buat jajan kita semua"


"Iya terus?"


"Uangnya dipegang sama kamu aja"


"Aku gak mau, takut hilang soalnya"


"Terus masa dipegang sama aku"


"Ya gak apa-apa"


Sudah lima menit Tiara dan. Ayu berada diluar. Meraka tidak akan masuk karena takutnya Yuda masuk buang air kecil. Tapi tidak mungkin juga kalau dia buang air kecil selama itu.


"Yu, mau masuk gak?"


"Enggak, kamu aja deh yang masuk" sebenarnya Ayu diluar karena yang pertama sebab Yuda ingin buang air kecil dan yang kedua karena Ayu malu jika berada didalam sebab ada Daffa.

__ADS_1


"Ya udah aku masuk ya"


Tiara masuk kedalam. Yuda, Randy dan Daffa spontan melihat kearah Tiara.


Tiara mematung karena ia canggung saat mereka bertiga menatapnya.


"Kenapa lihatin aku?"


"Gak kenapa-napa" ujar Yuda.


Tiara menghampiri Yuda, Randy dan Daffa. "Ini dari mamah kamu. Katanya ini uang buat kita semua jajan"


"Ya udah simpan aja sama kamu" kata Yuda.


"Aku takut uangnya hilang"


"Sini sama aku aja" kata Randy.


"Jangan! nanti bisa-bisa hilang" sahut Yuda.


"Oh iya, aku pamit dulu ya soalnya ada urusan" ujar Daffa.


"Makasih ya, Daff" ujar Yuda.


"Iya sama-sama" kata Daffa, lalu ia segera pergi.


"Yud, kamu mau beli sesuatu gak?"


"Enggak. Soalnya kan udah banyak makanan disini"


"Kamu udah diperiksa sama dokter belum sih?"


"Udah kok, tadi waktu kamu pulang, dokter udah periksa aku"


Ayu masuk kedalam dan ia pamit kepada Yuda dan Tiara karena ia akan pulang dulu untuk mandi. Bersamaan dengan Ayu, Randy juga pulang karena dia juga pingin mandi.


Kini didalam ruangan cuma ada Tiara dan Yuda saja. Tiara sedikit canggung, mungkin juga karena suasana rumah sakit yang damai. Sejujurnya Tiara juga sedikit takut dengan suasana seperti ini, ditambah dengan udara yang begitu dingin. Hingga membuat bulu kuduk berdiri. Apalagi saat semalam Yuda tiba-tiba ingin buang air kecil, Tiara dengan terpaksa keluar untuk menemui perawat. Sejujurnya pada malam tadi ia sangat takut karena banyak suara-suara aneh.


"Semua rumah sakit kan emang serem, Ra"


"Iya juga sih"


Tiara menatap Yuda yang tersenyum kepadanya. Tapi entah kenapa Tiara takut, ia membayangkan bagaimana jika orang yang dihadapan itu bukan Yuda.


"Yud, jangan senyum-senyum gitu. Aku jadi takut"


Karena Yuda iseng, ia menirukan suara kuntilanak. Spontan Tiara menjauh dari Yuda.


"Ra, ini aku" ujar Yuda pada saat Tiara akan pergi keluar.


"Sini" Yuda tertawa karena lucu melihat ekspresi Tiara.


Tiara kembali menghampiri Yuda. "Ini beneran kamu kan?"


"Iya lah, masa hantu"


Tiara mencubit pipi Yuda dengan keras, hingga Yuda meringis.


"Sakit, Ra"


"Oh ternyata bukan hantu"


Yuda menatap datar kearah Tiara. "Dari tadi juga udah bilang kalau aku bukan hantu.


"Habisnya tadi kamu niru suara hantu, makanya aku jadi takut"


"Ra, aku mau tidur ya. Soalnya aku ngantuk banget"

__ADS_1


"Ya udah tidur aja"


"Kalau aku tidur, kamu gak akan ninggalin aku kan?"


"Gak akan"


"Misalnya kalau aku tidur, tapi aku gak bangun-bangun gimana?"


"Kamu kok ngomong gitu sih"


"Kan misalnya. Lagian umur kan gak ada yang tahu"


"Jangan ngomong kaya gitu"


"Misalnya, Ra"


Tiara menutup mulut Yuda dengan tangannya. "Jangan ngomong lagi, udah kamu tidur aja"


Yuda memegang tangan Tiara, lalu ia menciumnya.


Spontan Tiara menjauhkan tangannya. "Kebiasaan. Main cium-cium mulu"


Yuda tersenyum, lalu ia memejamkan matanya.


Perasaan Tiara sedikit tidak enak, karena ia mengingat ucapan Yuda tadi. Tiara terus memperhatikan kearah perut Yuda, karena ia takut Yuda menjnggal. Tapi untungnya perutnya bergerak.


Mata Yuda terbuka sedikit, ia menahan tawanya saat melihat Tiara yang terus memperhatikan perut Yuda. Lalu, Yuda menahan nafasnya agar Tiara panik.


"Yuda"


Tiara menepuk-nepuk pundak Yuda tetapi Yuda tidak bangun.


"Yuda, bangun" Tiara menepuk-nepuk pipi Yuda agar ia terbangun.


Pada saat Tiara akan keluar untuk memanggil dokter, tiba-tiba Yuda tertawa.


"Yuda!" kesal Tiara sambil menghampiri Yuda.


"Kamu ngeselin banget sih! aku panik tahu gak!"


"Panik kenapa?" Yuda pura-pura tidak tahu.


"Aku kira kamu gak nafas"


"Mati dong kalau gak nafas"


"Kamu jahil banget sih, Yud"


Tiara berjalan kearah sofa dan ia duduk tanpa melihat kearah Yuda. Tiara benar-benar tak habis pikir kenapa Yuda menjahilinya seperti itu. Kalau menjahili tentang hal lain, Tiara tidak apa-apa. Tapi kalau candaan seperti tadi, Tiara sangat membencinya.


"Ra, jangan marah dong"


Tiara tidak menghiraukannya. Ia malah fokus memainkan ponselnya.


"Aww" ringis Yuda.


Tiara yakin Yuda hanya pura-pura sakit.


"Ra, tolong panggilin dokter" suruh Yuda.


"Panggil aja sendiri"


Yuda semakin meringis, sontak membuat Tiara melihat kearahnya.


"Yud, kamu bener atau cuma pura-pura sih?"


"Ya beneran lah, Ra"

__ADS_1


Tiara buru-buru pergi keluar untuk memanggil dokter.


Setelah bertemu, Tiara dan dokter itu segera masuk kedalam ruangan yang ditempati Yuda. Dokter itu pun segera memeriksa keadaan kaki Yuda.


__ADS_2