Love Yourself

Love Yourself
Episode 75


__ADS_3

Sudah dua hari Tiara mengabaikan chat dan telepon dari Yuda. Bahkan saat ini, Tiara lebih memilih untuk berangkat ke sekolah dengan menggunakan ojek online.


Sejujurnya Tiara tidak tega mengabaikan Yuda. Tapi karena ini demi kebaikan kita berdua, akhirnya Tiara memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengannya.


Semua orang pasti menganggap Tiara aneh, karena harusnya dia semakin cinta dengan Yuda setelah Yuda menciumnya. Tapi karena Tiara memiliki trust issue, makanya dia sedikit takut. Apalagi dia pernah dilecehkan oleh anak tiri ibu kandungnya.


Sampai saat ini pun Tiara masih sering takut bertemu dengan orang itu. Selain itu, Tiara juga sering bermimpi buruk gara-gara kejadian itu.


...****...


Sesampainya di kelas, Tiara langsung duduk dan menyimpan tasnya di meja.


"Yuda mana? kok gak datang bareng kamu?" heran Ayu


Tiara hanya diam saja.


"Kalian lagi berantem ya?"


"Enggak kok"


"Oh iya! ini coklatnya. Sesuai taruhan waktu itu" Ayu memberikan coklat kepada Tiara.


"Makasih" Tiara mengambil cokelat itu.


"Iya sama-sama"


"Ini, Ra" Randy juga memberikan coklat kepada Tiara.


"Makasih ya"


"Iya, sama-sama"


Tak lama, Yuda datang menghampiri Tiara. Lalu ia duduk dikursinya.


Yuda menghadap kearah Tiara. "Kamu kenapa sih?"


"Kenapa apanya?"


"Dua hari kamu nyuekin aku. Bahkan aku telepon juga gak diangkat"


"Soalnya aku lagi sibuk, Yud"


Yuda yang tadinya kesal berubah menjadi menyesal. "Oh sibuk ya, maaf deh kalau gitu. Kirain kamu sengaja gak angkat telepon dari aku"


"Oh iya! terus kenapa tadi berangkat duluan?"


"Aku takut terlambat, makanya berangkat duluan. Lagian sekarang kan upacara, jadi aku harus jaga"


"Oh gitu"


"Ya udah kalau gitu aku ke lapangan duluan ya, soalnya pasti anak-anak PMR pasti udah ada di lapangan"


"Oh ya udah"


Tiara pergi menuju lapangan, karena memang dia harus mempersiapkan tandu untuk berjaga-jaga siapa tahu ada yang pingsan.


Pada saat di lapangan, sudah ada petugas upacara, dan beberapa anggota PMR. Lalu, Tiara berlari menuju teman-temannya


"Maaf ya baru datang"


"Iya gak apa-apa"


...****...


Selesai upacara bendera, Tiara pergi menuju kelasnya.


"Ara!" panggil Yuda sambil berjalan menghampiri Tiara.


Tiara menjauh satu langkah dari Yuda. "Ada apa, Yud?"


Yuda mengerutkan keningnya karena ia heran mengapa Tiara seperti menghindari Yuda. "Kamu kenapa sih, Ra?"


"Maksudnya?"


"Kamu kayak yang ngehindarin aku"


"Enggak kok. Kalau ngehindarin kamu, mungkin aku udah kabur dari kamu"


"Iya juga sih" batin Yuda.


Tiara tidak ingin bilang kepada Yuda mengenai ia yang sedikit takut. Sebab kalau dibicarakan kepada Yuda, takutnya Yuda sakit hati.


"Ya udah ayo ke kelas" ujar Yuda.


Tiara dan Yuda melanjutkan perjalanan menuju kelasnya.


Saat berjalan Yuda mendekat kearah Tiara, sedangkan Tiara menjauh hingga satu meter.


Yuda bingung, kenapa saat Yuda mendekat, tiba-tiba Tiara menjauh.


Karena penasaran, Yuda terus mendekat dan begitupun dengan Tiara, Tiara semakin menjauh hingga pada akhirnya Tiara menabrak tembok.


Bugh!


"Aww!"


"Kamu kenapa sih?" Yuda tidak tahan lagi, ia bingung dengan sikap Tiara.


"Aku kena tembok"


"Bukan itu maksudnya!"


"Terus apa?"


"Kamu kayaknya emang ngehindar dari aku ya?"

__ADS_1


"Enggak kok"


"Terus kenapa jaga jarak dari aku?"


"Hmm...soalnya aku pingin lega, aku gak suka kalau orang ngedempet ke aku"


Yuda menatap datar kearah Tiara, karena penjelasannya tidak masuk akal.


"Oh iya! mana coklatnya?"


"Oh coklat...ada kok didalam tas aku"


Tidak sampai satu menit, mereka sampai di kelas.


Yuda mengambil coklat didalam tasnya.


"Ini coklatnya" Yuda memberikan coklat itu kepada Tiara.


"Simpan aja di meja, Yud"


Yuda menyimpan cokelat-cokelat itu di meja. Lalu, Tiara mengambil coklat itu dan memasukkannya kedalam tas.


Yuda menghela nafasnya saat melihat tingkah Tiara. Dari sikap Tiara yang seperti ini, Yuda yakin bahwa dirinya melakukan kesalahan kepada Tiara.


"Maafin aku ya" Yuda meminta maaf, padahal sebenarnya ia tidak tahu kalau dia salah apa.


Tiara terdiam sejenak. "Iya, aku udah maafin"


Dugaan Yuda ternyata benar, ia telah melakukan kesalahan kepada Tiara. Tapi ia masih bingung terkait masalahnya. Perasaan Yuda merasa dirinya tidak membuat Tiara sakit hati atau sebagainya. Kalau ditanyakan terkait masalahnya kepada Tiara, Yuda takut dia semakin kesal. Harusnya sebagai lelaki yang dianggap peka oleh Tiara, Yuda seharusnya sudah tahu apa salahnya. Tapi kali ini sepertinya ia belum menyadari apa salahnya.


*Yuda berusaha mengingat kejadian terkahir kali saat ini bersama Tiara. Karena kejadian terakhir itu waktu malam Sabtu, kemungkinan besar Tiara marah karena saudara Yuda.


Apakah Tiara masih mengira bahwa Yuda benar-benar mempunyai wanita lain?


Tapi pada saat itu Tiara juga sudah percaya karena mamah menjelaskan kepada Tiara kalau yang mengangkat telepon itu adalah saudaranya Yuda. Sepertinya kalau masalah itu udah selesai dan juga waktu itu Tiara kembali bersikap biasa saja kepada Yuda.


Apa jangan-jangan Tiara marah kepada Yuda saat Yuda menciumnya?


Tapi itu tidak mungkin, sebab waktu itu Tiara juga dicium Yuda saat berada diparkiran, tapi Tiara tetap baik-baik saja ke Yuda.


Jadi masalahnya apa? bahkan Yuda sama sekali tidak bisa mengetahui alasan kenapa sikap Tiara seperti itu.


Apa mungkin Tiara kesal karena waktu itu Yuda kelamaan sehingga dia jadi tidak mood untuk memakan mie goreng???


"Aku mau ke perpustakaan dulu ya. Nanti kalau ada guru, tolong ijinin"


"Iya"


Tiara segera pergi menuju perpustakaan, karena ia ingin meminjam novel. Sebenarnya istirahat juga bisa, tapi karena gurunya belum datang-datang, akhirnya Tiara memilih untuk ke perpustakaan.


Dalam perjalanan menuju perpustakaan, Tiara bertemu dengan Zahra.


"Tiara" panggil Zahra.


"Mau kemana?"


"Mau ke perpustakaan"


"Ya udah ayo sekalian, soalnya aku juga mau kesana"


Akhirnya mereka pergi ke perpustakaan bersama.


"Aku boleh tanya sesuatu gak?"


"Boleh. Mau tanya apa?"


"Kamu pakai liptint apa? kok bagus banget warnanya"


Tiara menyebutkan nama liptint yang ia pakai.


"Bukannya liptint itu gampang ngebuat bibir kering ya?"


"Dibibir aku gak bikin kering kok"


"Kalau aku ya suka pakai liptint yang mahal gitu, soalnya bibir aku gampang ngelupas kalau pakai yang murah"


Sejujurnya Tiara sangat kesal dengan ucapan Zahra. Tiara tahu kalau Zahra orang kaya, terbukti dari motor yang ia gunakan. Tetapi walaupun kaya, harusnya dia tidak merendahkan orang.


"Ra, kamu beruntung banget sih jadi orang" ucapnya tiba-tiba.


"Beruntung apanya?"


"Kamu cantik, terus kamu punya sahabat-sahabat yang baik sama kamu"


Tiara yakin setelah ini Zahra pasti menjatuhkannya lagi. Orang seperti ini selalu membuat orang terbang lalu setelah itu ia akan menjatuhkan lawan bicaranya.


"Dan kamu beruntung banget punya pacar kayak Yuda"


"Iya, aku beruntung banget" ujar Tiara agar orang itu semakin iri kepada Tiara.


"Aku jadi penasaran, apa ya yang membuat Yuda suka kamu?"


"Zahra, aku masuk ke perpustakaan duluan ya" ujar Tiara sambil buru-buru masuk kedalam perpustakaan.


Saat masuk kedalam perpustakaan, Tiara segera memilih novel yang ingin ia pinjam.


"Kamu suka novel genre fantasi ya?" ujar seorang cowok.


"Iya, suka"


Cowok itu merekomendasikan novel-novel horor kepada Tiara. Lalu Tiara memilih novel yang orang itu rekomendasikan.


"Oh iya, nama kamu siapa?"


"Nama aku Tiara, kak"

__ADS_1


"Kamu pacarnya Yuda ya?"


"Iya"


Tiara tahu kalau kakak kelas tersebut adalah anak basket dan tentu saja ia mengenal Yuda.


...****...


Tiara, Yuda, Ayu, Randy dan Daffa sedang menikmati makanan dan minuman di kantin. Jujur saja Tiara saat ini sedang menjauh dari Yuda dan Daffa. Bahkan saat ini Tiara duduk disamping Ayu, lalu yang duduk dihadapannya ialah Randy.


"Kalian berantem?" ujar Daffa kepada Tiara dan Yuda.


Tiara, Yuda, Ayu dan Randy spontan melihat kearah Daffa. Mereka terkejut karena baru kali ini Daffa membuka pembicaraan.


"Enggak kok" ucap Tiara dan Yuda bersamaan.


"Tapi kok jauhan duduknya, biasanya juga duduk berhadapan atau bersampingan" ucap Randy.


"Emang gak boleh jauhan?"


"Boleh sih. Cuma aneh aja, biasanya juga suka nempel kayak perangko" kata Randy.


Ayu berbisik ke telinga Tiara. "Ada kakak kelas yang rambutnya kayak oppa-oppa Korea"


Spontan Tiara menundukkan kepalanya, karena ia takut Yuda marah seperti waktu itu.


"Bisik-bisik apaan sih?" ujar Randy.


"Palingan bisik-bisik tentang kakak kelas yang waktu itu" ucap Yuda karena kakak kelas tersebut baru saja lewat.


"Kok bisa tahu sih" heran Ayu.


"Orangnya kan barusan lewat, ya pastinya kamu ngomongin kakak kelas itu" kata Yuda.


"Oh kakak kelas yang waktu itu bikin lo cemburu" kata Randy.


"Gue gak cemburu" kata Yuda, padahal memang waktu itu ia sempat kesal.


"Gak cemburu tapi marahin Tiara"


"Jangan dibahas, lagian udah lama juga"


Tiara melirik kearah Yuda. Dari raut wajah Yuda, sepertinya ia menyesal karena kejadian waktu itu.


"Yud, makasih ya" ujar Tiara karena tadi ia tidak semapat mengucapkan terima kasih saat Yuda memberinya coklat.


"Makasih buat apa, Ra?"


"Tadi kan kamu kasih aku coklat dan tadi aku lupa bilang makasih ke kamu"


"Oh iya sama-sama"


Pada saat Daffa melirik kearah Tiara, Tiara langsung menunduk karena ia sangat takut dengannya. Memang dia sangat baik, tapi saat tahu dia anak geng motor, Tiara jadi sedikit takut padanya.


"Tiara" panggil Daffa.


"Kenapa?" Tiara masih menunduk.


"Setiap kali gue lihat lo, lo kok nunduk mulu" heran Daffa.


"Ra, kamu suka sama Daffa ya?" tuduh Randy.


"Bukan gitu!" Yuda tak terima saat Randy menuduh Tiara suka kepada Daffa.


"Terus pacar lo kenapa nunduk mulu?" heran Randy.


"Daff, lo jangan marah ya" kata Yuda.


"Iya gak bakal. Emang dia kenapa?" kata Daffa.


"Dia takut sama lo" jelas Yuda.


"Kenapa dia takut sama gue?" bingung Daffa.


"Iya. Ada rumor katanya lo anak geng motor terus lo gebukin orang"


"Jadi gara-gara itu dia takut sama gue?"


"Iya" kata Yuda.


"Emang benar Daff?" ujar Ayu.


"Benar"


Tiara, Yuda , Ayu dan Randy melotot karena mendengar pengakuan dari Daffa.


"Kenapa bisa gebukin orang?" tanya Ayu.


"Soalnya waktu itu gue emosi banget, karena orang yang gue gebukin ngehina gue" jelas Daffa.


"Ngehina apa?" Ayu makin penasaran.


"Gue gak mau jelasin, soalnya ini privasi" kata Daffa.


"Daffa, maaf ya" Tiara merasa bersalah.


"Iya gak apa-apa. Lagian cewek-cewek pasti takut lah, apalagi kalau denger anak geng motor, pasti mikirnya negatif" ucap Daffa.


"Tapi lo sekarang masih takut gak setelah gue jelasin kayak gini?" ucap Daffa lagi.


"Udah enggak sih, soalnya kan udah tahu alasan mukulnya karena apa"


"Sebagai cowoknya Tiara, gue minta maaf ya. Dia orangnya emang penakut"


"Iya gak apa-apa"

__ADS_1


__ADS_2