
Tiara tertawa. "Ngakak banget sumpah"
"Kamu kenapa ngaku-ngaku jadi pacar aku?" tanya Yuda.
"Soalnya biar dia emosi, sebab dia kelihatannya belum move on sama kamu" ucap Tiara.
"Btw, mantan kamu cantik banget" ucap Tiara.
"Enggak sih, biasa aja" ucap Yuda.
"Udah jadi mantan aja bilangnya biasa aja" ucap Tiara.
"Ngomong-ngomong mantan kamu yang paling cantik siapa?"
"Hmm...mungkin Karin" ucap Yuda.
"Iya sih, Karin emang cantik" ucap Tiara.
"Tapi kalau menurut aku lebih cantik gebetan aku" ucap Yuda.
"Kamu punya gebetan?" tanya Tiara.
Yuda hanya mengangguk.
"Siapa? anak kelas mana?" tanya Tiara.
"Aku gak mau ngasih tahu" ucap Yuda.
"Kenapa gak mau ngasih tahu?" heran Tiara.
"Soalnya kan ini privasi" ucap Yuda.
"Oh gitu ya, padahal aku penasaran banget" ucap Tiara.
"Oh iya, Yud! udah ini pulang aja deh, soalnya takut besok kesiangan" ucap Tiara.
"Oh ya udah deh" ucap Yuda.
"Gak apa-apa kan?" tanya Tiara memastikan.
"Iya gak apa-apa" ucap Yuda.
"Aww"
"Kenapa?" tanya Yuda.
"Perut aku sakit" ucap Tiara.
"Lagi dapet ya?" tanya Yuda.
"Iya" ucap Tiara.
Setelah itu, Tiara melanjutkan makannya lagi.
"Udah gak sakit lagi?" tanya Yuda.
"Iya udah enggak, tapi nanti pasti sakit lagi" ucap Tiara.
"Emangnya sakit banget ya?" tanya Yuda.
"Iya sakit banget" ucap Tiara.
Setelah selesai makan, Yuda segera mengantarkan Tiara pulang.
[Diperjalanan]
"Ra!" panggil Yuda namun tidak dijawab oleh Tiara.
Yuda memberhentikan motornya dipinggir jalan.
"Ara!!" panggil Yuda.
Tiara membuka matanya. "Hah? kenapa?" tanya Tiara.
"Jangan tidur, bahaya!" kata Yuda.
"Maaf" ucap Tiara.
Yuda kembali melajukan motornya.
Skip
Sesampainya di rumah, Tiara turun dari motor Yuda.
"Yud, makasih ya traktirannya" ucap Tiara.
"Perasaan kamu bilang makasih mulu deh" heran Yuda.
"Oh iya, kalau gitu aku pergi dulu ya" ucap Yuda.
"Iya, hati-hati ya" ucap Tiara.
__ADS_1
"Iya" ucap Yuda.
Lalu Yuda melajukan motornya.
Setelah Yuda pergi, Tiara masuk kedalam rumah dan mengunci pagarnya.
"Ra, kunciin pagar sama pintu" suruh ibu.
"Iya, ini juga Tiara mau kunciin pintu" ucap Tiara sambil mengunci pintu.
"Gimana?" tanya ibu.
"Gimana apanya?" bingung Tiara.
"Kamu ditembak sama Yuda gak?" tanya ibu.
"Ditembak?" bingung Tiara.
"Yuda ngajak kamu makan karena dia mau nembak kamu kan?" kata ibu.
"Enggak kok. Dia ngajak Ara makan karena dia habis dikasih uang sama orang tuanya makanya dia traktir Ara" ucap Tiara.
"Jadi kalian gak pacaran?" tanya ibu.
"Enggak. Kita cuma temen, bu" jelas Tiara.
"Kamu gak peka banget sih jadi cewek, masa gak nyadar kalau Yuda suka sama kamu" ucap ibu.
"Ibu apaan sih, Yuda itu udah ada gebetan" ucap Tiara.
"Siapa?" tanya ibu.
"Ya Tiara gak tahu" ucap Tiara.
"Ya udah Tiara ke kamar dulu ya soalnya ngantuk banget" ucap Tiara.
"Ya udah sana" ucap ibu.
Lalu Tiara pergi menuju kamarnya.
****
[Rumah Yuda]
Yuda menghampiri mamahnya dan duduk disampingnya.
"Habis dari mana?" tanya mamah.
"Habis makan diluar" jawab Yuda.
"Sama Ara" jawab Yuda.
"Kalian udah jadian?" tanya mamah.
"Belum" ucap Yuda.
"Kalau suka bilang dong! nanti keburu diambil orang" ucap mamah.
"Masalahnya dia suka sama orang lain" ucap Yuda.
"Suka sama siapa?" tanya mamah.
"Revan" jawab Yuda.
"Dia temen kamu juga?" tanya mamah.
"Iya" jawab Yuda.
"Yud, kamu dari mana?" tanya papah sambil menghampiri Yuda.
"Dia habis makan diluar sama orang yang dia suka, pah" ucap mamah.
"Oh yang karyawan mamah itu kan?" tanya papah.
"Iya" ucap mamah.
"Namanya siapa?" tanya papah.
"Tiara" jawab Yuda.
"Dia suka sama kamu juga gak?" tanya papah.
"Enggak. Dia sukanya sama temen Yuda" ucap Yuda.
"Maksud kamu Randy?" tanya papah.
"Bukan" ucap Yuda.
"Terus siapa?" tanya papah.
"Revan" jawab Yuda.
__ADS_1
"Kalau gitu kamu terus deketin dia aja, siapa tahu nanti dia jadi naksir ke kamu" ucap papah.
"Iya bener kata papah, dulu mamah juga sukanya ke orang lain. Tapi karena papah kamu deketin mamah terus, mamah jadi suka deh" ucap mamah.
"Kamu udah mengungkapkan perasaan kamu belum?" tanya papah.
"Belum" jawab Yuda.
"Ya udah mulai besok kamu ungkapin aja" ucap papah.
"Gak mau, pah. Yuda takut ditolak" ucap Yuda.
"Ungkapin dulu! nanti masalah ditolak atau enggaknya itu urusan belakangan" ucap papah.
"Iya bener kata papah. Lagian kan kamu sering pacaran, masa cuma soal kayak gini dipikirin" heran mamah.
"Tapi kan ini beda" ucap Yuda.
"Bedanya apa?" tanya papah.
"Dulu kan mantan-mantan Yuda emang lagi gak suka sama orang, sedangkan Tiara kan suka sama Revan. Jadi kemungkinan ditolaknya besar" ucap Yuda.
"Bener juga sih apa kata kamu" ucap papah.
"Udah lah, lebih baik sekarang kamu tidur sana!" ucap mamah.
"Ya udah iya" ucap Yuda.
Lalu Yuda segera pergi menuju kamarnya.
****
[Rumah Revan]
"Kak Revan!!" teriak adiknya.
"Kenapa?" tanya Revan yang sedang menonton televisi.
"Lihat pianika sama recorder Shella gak?" tanya Shella.
"Pianika sama recorder kamu ada dikamar" ucap Revan.
"Kalau pinjem tuh bilang-bilang dulu dong" kesal Shella.
"Habisnya kemarin kamu nya gak ada di rumah" ucap Revan.
Lalu Shella pergi menuju kamar Revan.
"Van!" panggil papah.
"Iya kenapa, pah?" tanya Revan.
"Besok papah sama mamah mau pergi ke luar kota, jadi nanti kamu jagain Zahra sama Shella" ucap papah.
"Iya" ucap Revan.
Walaupun Revan anak kedua, namun papahnya selalu percaya kepadanya sebab Revan bisa diandalkan dan juga dia adalah anak lelaki satu-satunya, maka dari itu ia harus menjaga kedua saudara perempuannya.
"Shella!" panggil papah.
"Iya, pah" ucap Shella.
"Kamu kenapa belum tidur?" tanya papah.
"Soalnya tadi Shella nyari alat musik, eh tahunya ada di kamar kak Revan" jelas Shella.
"Oh iya, papah besok mau ke luar kota sama mamah. Jadi nanti kamu jangan main keluar mulu" perintah papah.
"Kalau main dirumah temen boleh gak, pah?" tanya Shella.
"Temennya cewek atau cowok?" tanya papah.
"Cewek" jawab Shella.
"Kalau cewek ya boleh" ucap papah.
"Kalau cowok emang gak boleh ya, pah?" tanya Shella.
"Iya, gak boleh" ucap papah.
"Ya udah kamu tidur sana!" perintah papah.
Shella segera pergi menuju kamarnya.
"Van, kamu juga tidur sana!" perintah papah.
"Revan belum ngantuk, pah" ucap Revan.
"Van, kamu pacaran sama Dinda ya?" tanya papah.
"Enggak kok" ucap Revan.
__ADS_1
"Kata adik kamu katanya kamu pacaran sama dia" ucap papah.
"Papah ngapain percaya sama Shella sih, udah tahu dia tuh suka bohong orangnya" ucap Revan.