
Tiara dan Yuda berebutan untuk membayar bakso. Tidak ada satupun yang mengalah. Orang-orang disekitarnya pun kebingungan dengan tingkah mereka.
Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya ibu kantin mengambil uang keduanya.
"Bu, kok diambil dua-duanya"
"Habisnya kalian berantem mulu! orang-orang kasihan tuh pada ngantri" ucap ibu kantin.
Sontak Tiara dan Yuda menengok kebelakang dan memang benar bahwa banyak sekali yang mengantri, bahkan ada guru juga yang mengantri.
"Ya udah siniin uang yang satunya, bu" ujar Yuda.
Ibu kantin memberikan uang kepada Yuda.
"Ayo cepet, Ra" bisik Yuda
Keduanya buru-buru pergi ke penjual jus, karena dari awal katanya Tiara ingin jus mangga.
"Sekarang giliran aku yang bayar" ujar Yuda.
"Pokoknya aku yang bayar"
"Udah nurut aja! tadi kan kamu udah bayarin aku" ujar Yuda sambil ngegas.
"Ya udah deh iya, biar kamu aja yang bayar" ujar Tiara sambil pergi.
"Ara!" panggil Yuda, tapi Tiara tidak menghiraukannya.
Tiara berjalan menghampiri Ayu dan Daffa.
"Randy mana? kok gak bareng kalian"
"Dia masih ngantri makanan kali" ujar Ayu.
Tiara memakan bakso yang tadi ia beli.
"Kalau Yuda mana?" ujar Daffa.
"Dia lagi beli jus"
"Kamu masih takut sama aku ya, Ra?" ujar Daffa karena Tiara menjawab tapi tidak melihat kearahnya.
"Sekarang enggak takut kok"
"Terus kenapa gak berani natap aku?"
Tiara menatap kearah Daffa. "Aku udah gak takut, Daff"
Yuda menghampiri Tiara, Ayu dan Daffa. Lalu ia duduk disebelah Tiara.
"Jus nya mana?"
"Masih dibuat"
"Kalau jus nya nanti diambil orang gimana?"
"Gak akan! lagipula tadi aku udah minta tolong agar nanti jus nya dikesiniin"
"Loh! kok gak pada nungguin" ujar Randy sambil duduk disebelah Daffa.
"Habisnya kamu lama banget" ujar Ayu.
Tiara menatap Yuda, ia merasa bersalah kepadanya. Harusnya Tiara menolak saat Yuda menawarkan sesuatu.
Ia menatap kearah cincin dijari manisnya. Apakah ia harus menjual cincin pemberian ayahnya ya supaya bisa membayar hutang-hutangnya kepada Yuda. Tapi kalau dijual, pasti tidak ada lagi kenang-kenangan pemberian ayah.
__ADS_1
Apakah ia harus bekerja lagi, supaya mendapatkan uang? Tapi kalau bekerja, nanti ibu akan melarangnya.
"Tiara!" panggil Yuda.
Spontan Tiara melihat kearah Yuda. "Kenapa?"
"Kenapa gak dimakan baksonya?"
"Oh iya, aku lupa" Tiara segera memakan bakso tersebut.
Saking pusing memikirkan cara mendapatkan uang, hingga ia lupa untuk memakan makanannya.
"Kamu pasti mikirin soal masalah aku ya, Ra?"
"Enggak kok, Yud"
"Emang kamu punya masalah apa, Yud?" Ayu penasaran.
Yuda sangat kebingungan, ia tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya dia tidak punya masalah apapun, cuma karena Tiara penasaran tentang apa yang Yuda dan Randy bicarakan, akhirnya Yuda mengatakan bahwa ia sedang mempunyai masalah.
"Yud, jawab dong! kok malah bengong" heran Ayu.
"Gak usah kepo, soalnya ini privasi"
"Pasti ada hubungannya sama Tiara ya? makanya kemarin Tiara jaga jarak"
"Gak ada hubungannya sama Tiara kok"
Tiara pikir itu memang ada hubungan dengannya. Karena pasti uang yang Yuda pakai untuk mentraktirnya adalah uang yang ia ambil dari cafe.
Penjual jus datang menghampiri mereka berlima. "Ini jusnya" ujarnya sambil memberikan jus mangga kepada Tiara dan Yuda.
"Makasih"
"Iya sama-sama" kata ibu penjual jus. Setelah itu, ibu itu pergi.
"Udah ambil lagi aja uangnya, Ra" kata Yuda.
"Gak mau!" Tiara meletakkan uang itu di meja.
"Kalian berdua kenapa sih, masa gara-gara uang segitu sampai debat segala" heran Randy.
"Ambil aja, Ra. Lagian Yuda uangnya banyak, jadi gak apa-apa biar dia yang traktir aja" kata Ayu.
Tiara percaya kalau uang Yuda banyak, tetapi ia tidak mau terus-menerus ditraktir oleh Yuda. Sejujurnya Tiara tahu bahwa Yuda sangat mengasihi Tiara, sehingga Yuda tidak ingin membuat Tiara mentraktirnya. Tapi kalau seperti itu terus, ia tidak mau. Nanti yang ada dia disebut cewek matre karena terus saja Yuda yang mengeluarkan uang.
"Terima aja uangnya, Yud" ucap Daffa.
Disaat Ayu menyuruh Tiara mengambil uang, Daffa malah menyuruh Yuda mengambil uang Tiara. Daffa tahu kalau Tiara tidak ingin dibayarkan terus oleh Yuda.
Disisi lain, Yuda heran dengan Daffa, mengapa dia mengirim pesan dan bilang agar ia menerima uang Tiara.
"Cepet ambil, Yud" suruh Daffa.
Yuda mengambil uang tersebut. "Makasih ya"
"Iya"
...****...
Sepulang sekolah, Tiara menyuruh Yuda untuk memberhentikannya di sebuah bank, namun ia tidak ingin memberhentikan motornya karena ia tahu bahwa Tiara akan mengambil uang.
"Yud, berhenti!"
"Gak mau!"
__ADS_1
"Aku lompat nih kalau kamu gak mau berhenti"
"Kayak yang iya aja mau lompat"
"Aku beneran mau lompat, satu dua..."
"Tiga empat lima" bukannya berhenti, Yuda malah melanjutkan menghitung.
"Yuda!"
Yuda malah tertawa mendengar kekesalan Tiara.
"Kita jalan-jalan dulu yuk!"
"Gak mau!" kesal Tiara.
"Ra, kamu tersinggung karena aku bayarin terus ya?" ujar Yuda, tetapi Tiara hanya diam saja.
Dibalik diamnya Tiara, Yuda sudah mengetahui kalau memang benar bahwa Tiara tersinggung karena dibayar oleh Yuda terus.
"Ya udah mulai sekarang, kalau kita makan-makan, kita bayar sendiri-sendiri aja. Tapi janji ya kamu jangan ngambil uang kamu dibank"
"Tapi kan harus bayar ke kamu"
"Gak apa-apa, lagian aku ikhlas. Masa bayarin pacar makan gak ikhlas"
"Serius gak apa-apa kalau aku gak ganti?"
"Iya, gak apa-apa"
"Makasih ya" tanpa aba-aba, Tiara langsung memeluk Yuda dari belakang.
"Iya sama-sama"
"Padahal tadinya aku mau jual cincin pemberian ayah aku"
"Eh! jangan dong! masa ngejual cincin dari ayah kamu"
"Habisnya aku gak mau kalau kamu dimarahin mamah kamu"
"Udah tenang aja, lagian aku punya banyak uang. Jadi sekarang aku juga mau bayar ke mamah"
"Tadi pagi kamu gak jemput aku karena kamu dimarahin ya sama mamah kamu?"
"Hmm...iya aku dimarahin mamah. Makanya aku suruh kamu berangkat duluan"
"Tapi kok malah kamu yang duluan datang ke sekolah sih" heran Tiara.
"Mungkin karena aku ngebut, makanya jadi aku yang duluan"
"Jangan ngebut-ngebut bawa motornya, nanti kamu jatuh lagi kayak waktu kelas sebelas"
"Kalau misalnya lagi buru-buru gimana? kan pasti harus ngebut"
"Walaupun buru-buru, kamu harus tetap pelan bawa motornya"
"Tapi kalau pelan, bakal lama"
"Gak apa-apa lama, yang penting selamat sampai tujuan"
"Berarti kalau misalnya ada seseorang yang diculik, terus aku bawa motornya harus pelan gitu?"
"Kalau misalnya ada orang yang diculik, kamu tinggal foto plat motor atau mobil penculiknya dan kamu gak usah ngejar. Soalnya kalau kamu ngejar, nanti yang ada kamu hajar sama penculiknya"
"Masa cuma foto plat motor atau mobilnya, harusnya kan bantuin ngejar"
__ADS_1
"Kalau soal penculikan lebih baik lapor polisi aja, atau kamu cari bantuan, biar kamu gak kenapa-napa. Kan kalau kamu sendirian bahaya"