Love Yourself

Love Yourself
Episode 32


__ADS_3

"Yud, pingin makanan kamu dong" ucap Amanda.


"Ini ambil aja"


"Aku pingin disuapin sama kamu"


Yuda melirik sekilas kearah Tiara.


"Cepetan, Yud!" manja Amanda.


Dengan terpaksa Yuda menyuapi Amanda.


"Kalian berdua mau manas-manasin Tiara ya?" ujar Ayu.


"Manas-manasin? Enggak kok" ujar Yuda.


"Ra, kita ke kelas aja yuk! lagian udah selesai ini kan makanannya" ujar Kezia.


"Iya, lebih baik kita ke kelas aja" ucap Ayu.


Akhirnya Tiara, Ayu dan Kezia pergi.


"Percaya kan, Ran?"


Randy hanya mengangguk.


"Yud, tapi dengan ngelakuin hal tadi bisa aja Tiara jadi gak suka sama lo. Soalnya masa manggil beb ke cewek"


"Eh! iya juga ya"


"Hayo loh"


"Gara-gara lo sih pake gak percaya sama gue. Jadinya gue ngebuktiin dengan cara yang kayak gini"


"Kok jadi nyalahin gue sih"


****


[Kelas]


Tiara melamun sebab malam ini ia harus bertemu dengan calonnya ibu.


"Udah jangan mikirin soal tadi. Yuda pasti sengaja kayak gitu agar kamu cemburu" ujar Kezia.


"Aku gak mikirin itu kok"


"Terus melamun mikirin apa?"


"Aku melamun karena ngantuk, soalnya semalam aku begadang" bohong Tiara.


"Kirain lagi mikirin soal tadi"


"Enggak kok"


Tasya menghampiri Kezia. "Kezia!"


Sontak mereka bertiga menoleh kearah Tasya.


"Kenapa?" tanya Kezia.


"Aku mau ngomong sama kamu. Tapi ngomongnya diluar" ujar Tasya.


Mereka berdua segera pergi keluar.


"Ra...Ra"


"Apa?"


"Kayaknya emang Kezia deh yang ngasih tahu ke Alifa"


"Udah lah jangan bahas itu. Lagian itu bukan urusan kita"


Tiba-tiba Revan menghampiri Tiara dan Ayu.


"Guys! aku disuruh wali kelas nge-rekap absen. Kalian ada yang mau bantuin gak?" tanya Revan.


"Emang kenapa gak sama Dinda? bukannya Dinda sekretaris ya?" ujar Ayu.


"Kan Dinda gak sekolah"


"Aku gak mau ah! males soalnya" ujar Ayu.


"Ya udah aku aja yang bantuin" ujar Tiara.


"Keberatan gak?" tanya Revan.


"Enggak kok"


"Ya udah ayo disana ngerjainnya" ajak Revan.


Akhirnya Tiara dan Revan berjalan menuju kursinya Revan.


****


Saat berjalan menuju kelas, Yuda dan Randy melihat Kezia yang sedang mengintip kelas dari luar.


Randy mengagetkan Kezia. "DOR!!!"


"Ih! ngeselin banget sih" ujar Kezia.


"Kamu kenapa ngintip?"


"Tahu ah!" ujar Kezia sambil pergi.


Randy juga mengintip ke arah dalam karena penasaran.


"Yud, gebetan lo"


"Kenapa?"


"Lihat tuh! dia lagi sama Revan"

__ADS_1


Yuda melihat kedalam kelas dan ia melihat Tiara yang sedang bersama Revan.


Ia masuk kedalam kelas dan menghampiri mereka berdua.


"Lagi ngapain?"


"Lagi nge-rekap absen" ujar Revan.


"Gue gak nanya lo"


Revan langsung terdiam dan sedikit kesal dengan Yuda.


"Oh iya, Ra! pulang sekolah jadi kan?"


"Aku kayaknya mau pergi sendiri aja deh" ujar Tiara.


"Kenapa?"


"Gak kenapa-napa, aku pingin sendiri aja"


"Kamu marah ya sama aku?"


"Enggak kok"


"Terus kenapa gak mau bareng? padahal tadi pagi kan kamu mau bareng aku"


Tiara hanya diam saja.


"Beneran marah ya?"


"Enggak kok, Yud"


"Yud, lebih baik pergi deh! kalau ada kamu, kita gak kelar-kelar"


"IYA GUE PERGI!"


Yuda berjalan kearah kursinya.


"Yu, Tiara marah ya sama aku?" ucap Yuda pelan.


"Gak tahu"


"Tadi dia cemburu gak sih lihat aku sama Amanda?"


"Ya mau aku tahu, tanya sendiri aja sama dia"


Yuda mengembuskan nafas dengan kasar karena ia menyesal telah mengetes Tiara.


"Jadi kamu tadi sengaja ya bikin Tiara cemburu?"


Yuda mengangguk. "Iya, soalnya Randy gak percaya kalau Tiara udah jatuh cinta sama aku. Makanya aku ngetes Tiara"


"Yu, kalau menurut kamu Tiara udah mulai jatuh cinta belum sama aku?"


"Menurut aku sih dia udah mulai jatuh cinta sama kamu, semenjak dia cerita tentang keluarganya sama kamu"


"Sejak saat itu?"


"Oh iya! emang keluarganya kenapa sih?"


"Tiara gak cerita ke kamu?"


"Enggak"


"Sorry ya gue gak mau cerita, soalnya kan ini privasi dia"


"Berat banget ya masalah Tiara?"


Yuda hanya mengangguk.


...****...


Setelah bel pulang berbunyi, Yuda menghampiri Tiara.


Tiara menatap Yuda, lalu ia menatap sekilas pada luka di siku tangan Yuda.


"Ra, ayo bareng belinya. Kamu kan tadi udah bilang kalau belinya bareng aku"


"Ya udah ayo"


Yuda tersenyum karena akhirnya Tiara sudah tidak marah kepadanya.


Lalu mereka berdua segera pergi membeli kado untuk Kezia.


...****...


Skip


Selesai membeli kado, mereka tidak langsung pulang melainkan mereka berdua pergi ke sebuah cafe.


[Cafe]


"Sorry" tiba-tiba Yuda berkata seperti itu.


Tiara menoleh kearah Yuda. "Maaf untuk apa?"


"Ya maaf aja, soalnya udah bikin kamu marah"


"Aku gak marah kok"


"Terus waktu tadi kamu sama Revan, kenapa kamu kayak marah ke aku?"


"Hmm...soalnya kamu bawel. Makanya aku kesel"


"Oh...kirain marah karena aku bilang beb ke Amanda"


Tiara terdiam karena sebenarnya memang karena itu.


"Ternyata selama ini aku salah ngira"


"Salah ngira apa?"

__ADS_1


"Udah lupain"


Suasana menjadi canggung.


"Hmm...Yuda"


"Kenapa?"


"Gak kenapa-napa"


"Ih aneh banget"


"Habisnya kamu diem mulu"


"Ya udah kalau gitu aku joget ya sekarang, biar gak diem"


Tiara tertawa. "Jangan! nanti dilihatin orang"


"Ya gak apa-apa"


"Nanti aku yang malu"


"Kok kamu yang malu"


"Iya kan kan temen aku"


"Temen?"


"Ya iyalah. Masa buyut aku"


"Kalau mau lebih boleh?"


"Boleh. Sahabat kan?"


Yuda menghela nafas. "Kalau lebih dari sahabat?"


"Ya gak boleh" ujar Tiara sambil tertawa kecil.


Yuda menunjukkan wajah masamnya.


"Boleh...boleh"


Yuda tersenyum. "Boleh?"


"Tapi jadi kakak"


"Kakak?"


"Iya"


"Ya udah sahabat aja deh. Soalnya kakak kan gak bisa jatuh cinta ke adiknya, sedangkan sahabat kan bisa"


"Itu terus yang dibahas"


"Oh iya! ulang tahun kamu kapan?"


"Gak tahu"


"Kok gak tahu"


"Emang mau ngapain nanya ulang tahun aku?"


"Mau tahu umur kamu, kan siapa tahu lebih tua kamu"


"Emang kamu lahir tahun berapa?"


"2006"


"Oh berarti tua kamu"


"Kamu 2005?"


Tiara mengangguk.


...****...


Sesampainya di rumah, Tiara turun dari motor.


"Yud, makasih ya udah antar aku beli kado"


"Iya sama-sama"


"Oh iya, Ra! besok pergi ke sekolahnya bareng ya"


"Gak usah! aku bisa pergi sendiri"


"Pokoknya besok pagi aku kesini"


"Ya udah terserah kamu deh"


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya"


"Iya"


"Hati-hati ya, Yud"


"Iya"


"Bawa motornya lambat aja, Yud"


"Kalau lambat nanti bisa tujuh hari nyampenya"


Tiara tertawa. "Maksudnya jangan terlalu cepet"


"Oke siap"


"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya"


"Iya"


Yuda segera melajukan motornya.

__ADS_1


Setelah Yuda pergi, Tiara langsung masuk kedalam rumahnya.


__ADS_2