
[Kelas]
"Oh iya, Yud. Maaf ya semalam aku ketiduran"
"Iya gak apa-apa" ucap Yuda.
"Ngomong-ngomong Ayu udah sembuh belum?"
"Aku gak tahu"
"Saudaranya tapi kok gak tahu"
"Kamu juga temennya tapi kok gak tahu. Bukannya tanyain lewat chat, ini malah nanya ke saudaranya"
"Aku gak chat Ayu karena aku gak mau ganggu dia, takutnya dia masih sakit"
"Alasan"
"Ya udah kalau gitu aku telepon dia deh"
Ketika Tiara menelpon Ayu, tiba-tiba Ayu masuk kedalam kelas.
"Eh! baru juga mau ditelepon"
"Kenapa telepon, Ra?" tanya Ayu.
"Aku cuma mau nanya keadaan kamu"
Ayu duduk dikursinya. "Oh kirain ada hal yang penting, makanya kamu telepon aku"
"Yah! gak jadi duduk bareng deh" keluh Yuda.
"Kemarin kalian pasti duduk bareng ya?" tebak Ayu.
"Iya"
Speaker yang berada didalam kelas berbunyi. "Pengumuman...pengumuman! untuk ketua kelas dari masing-masing kelas X, XII, dan XII diharapkan segera menuju aula bawah"
"Ada apa ya?"
"Gak tahu" ujar Ayu.
Beberapa menit kemudian...
Revan masuk kedalam kelas. "Guys duduk dulu! aku mau menyampaikan informasi"
Semua duduk dikursinya masing-masing.
"Jadi nanti hari Sabtu dan Minggu, sekolah akan mengadakan camping untuk memperingati ulang tahun sekolah. Selain itu untuk mempererat kekeluargaan antara murid dan guru" ujar Revan.
"Tapi jika kalian tidak diperbolehkan oleh orang tua, maka tidak apa-apa" ujar Revan lagi.
"Kalau kita pingin ikut tapi orang tua ngelarang gimana?" tanya Tari.
"Lebih baik turutin apa kata orang tua deh, soalnya nanti takut orang tua kamu marah ke guru-guru" kata Revan.
"Oh iya, ini formulirnya! jadi kalau kalian dibolehin camping, kalian suruh orang tua kalian buat tanda tangan di formulir ini" ucap Revan, lalu ia segera membagikan formulir kepada teman-temannya.
Yeay!!!!
Terdengar suara teriakan dari kelas sebelah.
"Kok kelas lain heboh gitu sih" heran Yuda.
"Mungkin karena mereka senang ikut camping"
"Ra, kamu mau ikut gak?"
"Gak tahu. Soalnya kan aku belum ijin sama ibu"
"Yu, ikut gak?" tanya Yuda.
"Ya ikut dong!" kata Ayu.
"Lokasi campingnya disini atau diluar sekolah?"
"Disini" ujar Yuda.
"Btw, pak Angga masuk gak sih?" tanya Ayu.
"Gak tahu"
"Van! pak Angga masuk gak?" tanya Ayu kepada Revan.
"Kayaknya gak masuk deh, soalnya gurunya lagi rapat mengenai camping" ujar Revan.
"Ra, ke kantin yuk! guru nya lagi rapat ini" kata Ayu.
"Ya udah ayo"
"Aku ikut!" ujar Yuda.
"Kamu ngikutin Tiara mulu deh, Yud" kata Ayu.
"Gak apa-apa lah! lagian Tiara nya juga gak masalah. Iya kan, Ra?" kata Yuda.
"Masalah sih sebenernya" canda Tiara.
"Oh gitu, ya udah sih' kesal Yuda.
"Bercanda, Yud"
Yuda berjalan kearah Randy.
"Ra, harus sabar ya. Soalnya Yuda emang kekanak-kanakan orangnya" ucap Ayu.
"Iya gak apa-apa, lagian aku udah tahu sifat dia"
"Ekhem! dulu aja nolak, sekarang kayaknya udah bisa menerima kekurangan dia ya" sindir Ayu.
Tiara hanya mengangguk.
"Yuda dari dulu sampai sekarang dia emang dimanja anaknya, makanya dia sifatnya kayak bocah" ujar Ayu.
"Beruntung banget ya, Yuda"
"Beruntung karena dimanja?" tanya Ayu.
"Iya"
"Ya udah ayo ke kantin! gue lapar nih" kata Ayu.
"Ya udah ayo"
Tiara dan Ayu pergi menuju kantin.
[Kantin]
Tiba di kantin, mereka langsung membeli mie ayam dan ice tea. Sesudah itu, mereka berdua duduk ditempat yang telah disediakan.
"Udah lama gak makan mie ayam" ucap Ayu sambil menatap mangkuk berisi mie ayam.
"Ngomong-ngomong Yuda beneran marah ya tadi?"
"Enggak lah! dia cuma pura-pura biar kamu minta maaf ke dia"
"Kirain beneran ngambek"
"Yuda orangnya gak gampang ngambek kok"
"Yu, kamu mau ikut gak?"
"Kemana?"
"Ke rumah aku"
"Pulang sekolah?"
"Iya. Yuda juga ikut kok"
"Gak mau! nanti aku dikacangin kalau Yuda ikut"
"Aku gak pernah ngacangin kamu kok"
"Tapi kan Yuda pasti terus-menerus ngobrol sama kamu, terus nanti aku dikacangin"
"Tenang aja, Yuda pasti ngobrolnya sama ibu aku. Soalnya kan ibu aku pasti nanya-nanya mulu sama Yuda"
"Oh iya, nanti kita makan-makan di rumah aku"
"Randy ikut gak?" tanya Ayu.
"Gak tahu. Soalnya belum aku ajak"
Saat membicarakan Randy, tiba-tiba Randy dan Yuda muncul. Dan keduanya menghampiri Tiara dan Ayu.
Ketika Yuda duduk, Tiara hanya bisa menatapnya.
Yuda menahan tawanya. "Apa lihat-lihat?"
"Siapa juga yang lihatin kamu"
"Ran, pesenin makanan dong!" suruh Yuda.
"Jangan mau, Ran" ucapan Tiara semakin membuat Yuda kesal.
Yuda segera pergi membeli makanan.
"Kenapa dia?" bingung Randy.
"Dia tadi kesel sama Tiara gara-gara Yuda ngintilin Tiara mulu, ditambah lagi tadi Tiara bilang kayak gitu. Pasti makin kesel tuh Yuda nya" jelas Ayu.
"Oh gitu" ucap Randy.
"Ran, mau ikut gak pulang sekolah?" tanya Ayu.
"Kemana?" tanya Randy.
"Ke rumah aku" ujar Tiara.
"Mau ngapain?"
"Makan-makan"
"Kalau soal makan-makan sih gue pasti ikut"
"Oh iya! gue beli makanan dulu ya, soalnya lapar" ucap Randy, lalu ia segera pergi.
5 menit kemudian, Yuda datang menghampiri Tiara dan Ayu. Dan ia duduk disebelah Tiara.
"Masih marah ya?" ujar Tiara sambil menatap Yuda. Sedangkan Yuda, ia hanya diam tidak menjawab ucapan Tiara.
"Yu, kok Yuda makin ganteng ya" ucap Tiara yang masih menatap Yuda.
Yuda menjadi salah tingkah saat mendengar ucapan Tiara.
"Gitu doang salah tingkah" sindir Ayu.
"Siapa juga yang salah tingkah" kata Yuda.
"Terus kenapa nahan senyum?" ujar Ayu.
"Ya terserah aku lah" kata Yuda.
"Udah jangan pada ribut"
"Oh iya, Yud! Ayu sama Randy juga mau ikut ke rumah aku"
"Ngapain ngajak mereka?" tanya Yuda.
"Biar seru"
Yuda hanya menatap datar kearah Tiara. "Kan ibu kamu ngajak aku makan karena pingin lebih deket sama aku, masa ngajak mereka sih. Nanti yang ada ibu kamu malah lebih tertarik ke Randy lagi daripada aku"
"Ya ampun, Yuda! masa cemburu sama sahabat kamu sendiri sih"
"Bukan cemburu sih, lebih tepatnya takut ditikung. Kan waktu itu Randy juga pernah suka sama kamu" ujar Yuda.
"Randy pernah suka sama Tiara?" tanya Ayu.
"Iya pernah" kata Yuda.
"Bukannya waktu itu aku udah pernah bilang itu ya ke kamu" ucap Yuda.
"Emang iya?" tanya Ayu.
"Iya pernah" ucap Yuda.
Tiara menahan senyumnya. "Yud, udah gak ngambek lagi ya?"
"Aku masih ngambek tahu" ujar Yuda.
Randy datang menghampiri Tiara, Yuda dan Ayu. Lalu ia duduk disebelah Ayu.
"Kok kamu gak istirahat sama Putri" heran Ayu.
"Putri masih sakit" kata Randy.
"Emang kemarin dia sakit?" tanya Ayu.
"Iya, kemarin Putri sakit" kata Randy.
"Guys, aku mau bilang sesuatu" ujar Yuda,
Ucapan Yuda membuat Tiara, Ayu dan Randy menoleh kearahnya karena penasaran dengan apa yang ingin Yuda katakan.
"Kemarin aku kaget tahu denger kalimat yang diucapkan Tiara" ucap Yuda sambil tersenyum.
"Kalimat apa?" tanya Ayu dan Randy bersamaan. Sedangkan Tiara bingung dengan kalimat apa yang kemarin ia ucapkan.
"Emang kalimat apa?"
Yuda berbisik di telinga Tiara. "I love you"
"Ih jangan dikasih tahu ke mereka!" rengek Tiara.
"Apaan sih?" bingung Ayu dan Randy.
"Kasih tahu ya, soalnya ini peristiwa langka" ujar Yuda.
"Jangan!"
"Jadi..."
"Jadi apa?" ujar Ayu.
"Kemarin Tiara bilang I love you ke aku" ujar Yuda.
"Yaelah, masa cuma bilang i love you doang disebut langka" ujar Randy.
"Langka lah! soalnya baru sekali dia bilang I love you ke gue" kaya Yuda.
"Kasihan banget cuma sekali" ledek Randy.
"Emang Putri ngomong setiap hari?" tanya Ayu.
"Iya, bahkan tiap hari ngomong I love you ke gue" jelas Randy.
"Kalau setiap hari sih gue juga pernah, tapi dulu" ujar Yuda.
"Sama mantan yang mana?"
Yuda melihat kearah Tiara. "Ya sama semua mantan aku lah"
"Oh gitu"
"Bahkan kita sering video call sampe ketiduran" ucap Yuda memanas-manasi Tiara.
"Gak nanya"
Ayu dan Randy tertawa setelah mendengar ucapan Tiara. Sedangkan Yuda, ia hanya menunjukkan ekspresi cemberutnya.
"Kalau kamu pingin cari cewek yang sering ngucapin I love you, lebih baik kamu putusin aja aku. Terus cari deh cewek yang lain"
"Kok kamu ngomong gitu sih"
"Habisnya kamu kayaknya lebih suka cewek yang romantis"
Ayu dan Randy menatap satu sama lain karena mereka canggung sebab Tiara dan Yuda yang berdebat.
"Aku lebih suka kamu dibanding cewek lain" ucap Yuda sambil menatap tulus Tiara.
Tiara hanya diam saja.
"Jangan marah dong" ujar Yuda.
"Aku gak marah"
"Terus kenapa ngomong kayak gitu?"
"Ya takutnya kamu bosen sama aku, karena aku gak romantis kayak cewek lain"
"Aku gak bosen sama kamu, Ra"
...****...
Bel masuk berbunyi, semua siswa dan siswi masuk ke kelasnya masing-masing.
[Kelas]
"Ra, kayaknya aku gak jadi deh ke rumah kamunya" ucap Ayu.
"Kenapa gak jadi?"
"Aku cuma masih pusing aja, mungkin gara-gara sakit kemarin" kata Ayu.
Pundak Tiara dipegang oleh Yuda, hingga membuat Tiara menoleh kebelakang.
"Kenapa, Yud?"
"Maafin aku ya"
"Perasaan kamu gak salah apa-apa deh"
"Tadi aku salah karena udah bahas mantan aku"
"Kamu gak salah kok"
"Oh iya, Yud. Kamu suka makanan apa?"
"Aku suka apa aja sih"
"Yang paling favorit apa?"
"Aku suka ayam goreng"
Tiara segera mengirim pesan kepada ibunya.
"Emang kenapa, Ra?" tanya Yuda.
"Ibu nyuruh aku buat tanya makanan kesukaan kamu"
"Kalau makanan favorit kamu apa?" tanya Yuda.
"Makanan favorit aku mie"
"Mie ayam?"
"Apa aja sih yang penting mie. Tapi aku lebih suka mie instan yang pedes"
"Jangan kebanyakan makan mie, nanti usus buntu"
"Itu cuma mitos"
"Itu fakta bukan mitos"
"Buktinya aku sering makan mie tapi aku gak kenapa-napa tuh"
__ADS_1
"Selamat siang anak-anak" ucap bu Dewi.
Tiara langsung menoleh kedepan saat guru tiba-tiba datang.
"Siang, bu" ujar semua murid yang ada di kelas.
"Silahkan keluarkan kertas dua lembar!" perintah bu Dewi.
"Ulangan ya bu?" tanya semua murid.
"Iya" kata bu Dewi.
"Ibu kenapa gak ngasih tahu sih kalau mau ulangan" keluh murid-muridnya.
"Walaupun ngasih tahu juga pasti kalian gak akan ngapalin kan?" tebak bu Dewi.
Semuanya terdiam karena ucapan bu Dewi memang benar.
"Lagian mata pelajaran bahasa Indonesia mudah kok. Jadi kalian pasti bisa" ujar bu Dewi.
"Gampang sih, cuma sering keliru aja sama jawabannya" gerutu Ayu.
"Ya udah cepet keluarin kertasnya dan juga jangan lupa kasih nama dan kelas" ujar bu Dewi.
"Baik, bu" ucap semuanya.
...****...
Selesai mengerjakan ulangan, anak-anak X MIPA 1 diperbolehkan untuk pulang.
"Guys, aku pulang duluan ya" ucap Ayu.
"Iya"
Tari menghampiri Tiara. "Ra, mau latihan gak?"
"Enggak"
"Kenapa enggak?" tanya Tari.
"Hmm...soalnya ada acara keluarga"
"Oh gitu" ujar Tari.
"Nanti tolong ijinin ya, Tar"
"Oke" kata Tari, lalu Tari segera pergi.
"Acara keluarga?" ujar Yuda sambil tertawa.
Tiara ikut tertawa. "Berisik, Yud"
"Emang aku keluarga kamu?" tanya Yuda.
"Bukan"
"Terus kenapa bilangnya acara keluarga?"
"Soalnya aku bingung harus pakai alasan apa"
"Oh iya! Randy mau ikut gak, Yud?"
"Randy gak jadi ikut katanya" kata Yuda.
"Oh gitu ya"
"Ya udah ayo pulang" ajak Yuda.
Lalu Tiara dan Yuda segera pergi menuju parkiran.
[Parkiran sekolah]
"Yud" panggil Tiara.
"Iya, kenapa?" kata Yuda.
"Kamu bosen gak sama aku?"
Yuda memegang pundak Tiara dengan kedua tangannya. "Udah aku bilang enggak"
"Beneran?"
"Iya beneran. Masa gak percaya sama aku sih"
"Ya siapa tahu aja kamu bosen. Waktu sama Karin juga kamu kan bosen"
"Kalau sama Karin kan beda. Sama dia aku bosen karena dia setiap kali aku ajak keluar, dia malah bilang gak bisa karena katanya lagi belajar. Selain itu kalau di sekolah, dia sering ngajak aku belajar terus setiap hari. Makanya aku bosen sama dia" jelas Yuda.
"Oh gitu"
"Ya udah ayo naik" ucap Yuda sambil menaiki motornya.
"Ini helmnya pakai dulu" kata Yuda sambil memberikan helm kepada Tiara.
Tiara segera memakai helm tersebut. Setelah itu, ia naik ke motor Yuda. Kemudian Yuda segera melajukan motornya.
...****...
Sesampainya di rumah, Tiara turun dari motornya Yuda.
"Yud, masukin aja motornya" ucap Tiara sambil membukakan pagar.
Yuda menuruti ucapan Tiara.
Kemudian Tiara dan Yuda masuk kedalam rumah.
Yuda melihat kesekitar. "Ibu kamu udah pulang belum?"
"Udah"
"Oh iya! kamu tunggu disini dulu ya" ucap Tiara, lalu ia pergi ke dapur.
[Dapur]
"Ibu" panggil Tiara.
"Ada apa?" tanya ibu yang sedang memasak.
"Yuda udah datang"
"Ya udah suruh ke ruang makan aja"
Tiara kembali menghampiri Yuda. "Yud, ayo ke ruang makan"
"Ra, tas aku taruh disini aja ya" ujar Yuda.
"Oh iya"
Yuda menaruh tasnya di sofa. Setelah itu Tiara dan Yuda pergi ke ruang makan.
[Ruang makan]
Saat di ruang makan, Yuda melihat kearah dapur.
"Hallo, tante" sapa Yuda, sambil menghampiri ibu Tiara yang sedang memasak.
"Iya hallo juga, Yuda" ucap ibu.
Lalu Yuda salam pada ibu Tiara.
"Tante, Yuda bantu bawa makanannya ke meja makan ya" kata Yuda.
"Iya boleh" ujar ibu.
Yuda mengambil makanan dan membawanya ke meja makan.
"Ra, ayo bantuin! malah senyum-senyum lagi" ucap Yuda sambil meletakkan makanan di meja.
Tiara dan Yuda membantu membawakan makanan ke meja.
Skip
Kini Tiara, Yuda dan ibu sedang menikmati makanan.
"Enak banget tante makanannya" ujar Yuda.
"Syukur deh kalau enak" ujar ibu.
"Mamah Yuda mana bisa buat makanan seenak ini" kata Yuda.
"Malah ngejelekin mamah lagi"
"Kan itu fakta, Ra" kata Yuda.
"Kalian kayaknya sering berantem ya?" tanya ibu.
"Enggak kok, tan. Kita gak gak pernah berantem" kata Yuda.
"Emang iya?" tanya Tiara.
"Loh! jadi pernah berantem atau enggak nih?" tanya ibu.
"Gak pernah kok, tan" kata Yuda.
"Oh iya, tante! kapan-kapan main dong ke rumah Yuda, mamah sering nyuruh Yuda agar ajak tante ke rumah loh" kata Yuda.
"Emang mamah kamu nyuruh ibu ke rumah kamu?"
"Iya. Katanya pingin makan bareng sama ibu kamu, terus katanya pingin shopping bareng" kata Yuda.
"Gimana? mau gak, tan?" tanya Yuda.
"Kalau sekedar makan sih tante mau, tapi kalau shopping enggak deh. Soalnya kan tante banyak pengeluaran buat diri tante dan Tiara, jadi tante mau irit buat gak belanja barang-barang" ujar ibu.
"Oh gitu" ujar Yuda.
Tiara terdiam karena merasa menjadi beban dalam hidup ibu sambungnya.
...****...
"Ra, kamu kenapa dari tadi diam mulu?" ujar Yuda.
"Enggak kenapa-napa, kok"
"Aku ada salah ngomong ya ke kamu?" kata Yuda.
"Enggak kok"
"Apa kamu gak enak badan ya? makanya jadi diam"
"Aku baik-baik aja, Yud"
"Tapi aku gak ada salah kan?"
"Gak ada, Yud"
"Syukur deh kalau gitu, takutnya aku ada salah tadi"
"Ya udah aku pulang dulu ya, Ra" ujar Yuda.
"Iya"
Yuda menaiki motornya. Setelah itu, ia segera melajukan motornya.
Setelah Yuda pergi, Tiara langsung menutup pagar rumahnya. Lalu ia segera masuk kedalam rumah.
Tiara menghampiri ibunya yag berada di dapur. "Biar Ara aja yang cuci, bu"
"Gak usah, biar ibu aja"
"Gak apa-apa, biar Tiara aja" ucap Tiara, lalu Tiara segera mencuci gelas dan piring yang telah digunakan dirinya, ibu dan Yuda.
...****...
Malam hari
Tiara melamun sambil memikirkan dirinya dan Yuda.
Ia merasa dirinya memiliki perbedaan yang sangat besar dengan Yuda.
Yuda mempunyai keluarga yang harmonis, sedangkan ia tidak. Selain itu, Yuda juga sangat kaya namun Tiara malah sebaliknya.
Tiara berpikir kembali apakah dirinya pantas untuk Yuda atau tidak. Ia juga takut bahwa ternyata Yuda menyukainya sebab merasa iba dengan Tiara.
Banyak sekali pikiran yang sedang Tiara pikirkan saat ini. Belum lagi ia memiliki masalah dengan ibu kandungnya dan saudaranya.
Rasanya ia ingin sekali mengakhiri hidupnya karena hidupnya tidak seperti yang ia inginkan.
Trining...trining
Tiara melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Yuda.
Ia membiarkan ponselnya berdering. Karena kalau ia menjawab panggilan itu, pasti Yuda akan tahu kalau Tiara baru saja menangis. Sebab biasanya kalau Tiara habis menangis, suaranya akan menjadi serak. Dan Tiara tidak mau Yuda mengetahui bahwa ia baru saja menangis.
Ting
Tiara kembali melihat ponselnya dan ternyata Yuda mengirim pesan kepadanya. Lalu Tiara membuka pesan tersebut.
Yuda :
Good night, semoga mimpi indah ✨
Tak lama Yuda kembali mengirim pesan kepada Tiara.
Yuda :
Loh! belum tidur ya?
Kok pesannya dibaca doang sih
Lalu Tiara segera membalas pesan dari Yuda.
^^^Tiara :^^^
^^^Iya belum tidur^^^
Yuda :
Tadi telepon aku kenapa gak dijawab?
^^^Tiara :^^^
^^^Tadi aku lagi ada di kamar mandi, makanya gak ke angkat teleponnya^^^
Yuda :
Ra, aku mau ngomong sesuatu
^^^Tiara :^^^
^^^Ya udah ngomong aja^^^
Yuda :
Maaf ya kalau aku sering cemburuan
^^^Tiara :^^^
^^^Iya gak apa-apa^^^
Yuda :
Aku janji deh gak akan cemburuan lagi
^^^Tiara :^^^
^^^Jangan janji juga kali, nanti diingkari lagi^^^
Yuda :
Kali ini aku pingin ngerubah sikap aku, biar aku jadi dewasa
Yuda :
Mau tahu gak kenapa aku pingin berubah?
^^^Tiara :^^^
^^^Emang kenapa?^^^
Yuda :
Aku takut kamu risih sama sifat kekanak-kanakan aku
^^^Tiara :^^^
^^^Sebenarnya ya aku gak risih kok^^^
Yuda :
Yang bener?
^^^Tiara :^^^
^^^Iya, aku gak risih sama sekali^^^
Yuda :
Walaupun kamu gak risih, tapi aku akan tetap berubah kok
^^^Tiara :^^^
^^^Ya udah terserah kamu aja^^^
Yuda :
Btw, kamu suka cowok yang kayak gimana sih? soalnya biar nanti aku bisa memperbaiki sikap aku
^^^Tiara :^^^
^^^Gak usah memperbaiki sikap kamu.^^^
^^^Cukup jadi Yuda yang aku kenal^^^
Yuda :
Aku jadi terharu loh
^^^Tiara :^^^
^^^Terharu?^^^
Yuda :
Iya, terharu karena kata-kata "cukup jadi Yuda yang aku kenal"
Yuda :
Ra, teleponan aja yuk!
Soalnya kalau chat, capek ngetiknya
^^^Tiara :^^^
^^^Aku gak mau teleponan^^^
Yuda :
Kenapa?
^^^Tiara :^^^
^^^Aku malas ngomong^^^
^^^Tiara :^^^
^^^Yud, aku tidur duluan ya^^^
__ADS_1
^^^Soalnya aku ngantuk^^^
Yuda :
Oh ya udah
...****...
Keesokan paginya, Tiara berangkat sekolah dengan diantar ojek. Karena baru tadi pagi Yuda menelponnya dan bilang bahwa hari ini Yuda tidak akan masuk sekolah sebab Yuda akan pergi ke luar kota.
[Sekolah]
Sesampainya didepan sekolah, Tiara turun dari motor dan ia tidak lupa membayar ongkos kepada tukang ojek. Setelah itu, ia berjalan menuju kelasnya.
Pada saat diperjalanan menuju kelas, tiba-tiba seseorang memanggil Tiara. "Tiara!!"
Spontan Tiara menoleh kearah belakang. Dan orang yang memanggilnya adalah Revan.
Revan berlari kearah Tiara. "Formulirnya udah di tanda tangan sama orang tua belum?"
"Ya ampun! aku lupa belum bilang"
"Hayo gimana loh! sekarang loh dikumpulkannya" ucap Revan sambil menakut-nakuti Tiara.
"Terus gimana dong?"
"Coba sekarang telepon orang tua kamu, supaya tahu kalau orang tua kamu setuju atau enggak soal camping yang diadakan di sekolah"
"Kalau misalnya setuju, terus tanda tangannya gimana?"
"Pakai tanda tangan palsu aja"
"Emang boleh ya pake tanda tangan palsu?"
"Gak boleh sih, cuma ya gak ada cara lain lagi. Masa iya harus pulang lagi ke rumah"
"Ya udah kalau gitu aku gak ikut aja deh"
"Jangan dong! semua anak kelas X MIPA 1 pada ikut loh, masa kamu gak ikut" bohong Revan, padahal sebenarnya ia ingin Tiara ikut camping.
"Tapi kalau pakai tanda tangan palsu, aku takut dimarahin"
"Gak bakal kok, lagian guru-guru juga gak akan tahu tanda tangan orang tua kamu"
"Ya udah lebih baik sekarang kamu telepon ibu kamu" suruh Revan
Tiara menelpon ibunya.
Tak lama ibu menjawab panggilan telepon dari Tiara.
"Ada apa, Ra?" tanya ibu.
"Bu, Tiara lupa bilang ke ibu"
"Lupa bilang soal apa?"
"Jadi nanti hari Sabtu sama Minggu ada camping di sekolah"
"Iya terus?"
"Ibu ngijinin Tiara gak?"
"Ya ngijinin lah, lagian kan itu acara sekolah. Jadi ibu pasti ngijinin"
"Ya udah kalau gitu Tiara tutup lagi ya teleponnya. Soalnya Tiara cuma mau ngomong itu"
"Iya"
Tiara menutup teleponnya.
"Gimana? ngijinin gak?" tanya Revan.
"Ngijinin kok" kata Tiara.
"Ya udah cepet tanda tangan"
"Nanti aja deh tanda tangannya kalau aku udah sampai di kelas"
"Ya udah ayo ke kelas" ajak Revan.
Tiara dan Revan melanjutkan perjalanan menuju kelas.
[Kelas]
Tiara duduk dikursinya, lalu ia segera mengambil formulir yang ada didalam tasnya.
"Ra, kok belum di tanda tangan" ujar Ayu.
"Iya, soalnya aku lupa"
"Terus gimana dong? bukannya harus di tanda tangan ya?"
"Kata Revan sih dia nyaranin buat tanda tangan palsu"
Tiara segera menandatangani formulir tersebut.
"Yuda, mana? kok gak bareng kamu" heran Ayu.
"Yuda ijin katanya"
"Ijin kemana?"
"Ke Bandung"
"Guys! ayo kumpulkan formulir yang kemarin" perintah Revan.
Beberapa orang langsung mengumpulkan formulirnya ke Revan.
"Ra, cepet kumpulin" ujar Ayu.
"Iya, sebentar"
Tiara berjalan menghampiri Revan. "Van, ini formulirnya"
Revan menahan tawanya.
"Kenapa?" tanya Tiara saat melihat raut wajah Revan yang seperti sedang menahan tawa.
"Lucu tanda tangannya"
Tiara hanya tersenyum, lalu ia kembali duduk dikursinya.
Ting
Tiba-tiba ada pesan masuk dari Yuda.
Lalu Tiara membuka pesan tersebut.
Yuda :
Kangen gak?
Tiara membalas pesan dari Yuda.
^^^Tiara :^^^
^^^Gak kangen sama sekali^^^
Yuda :
Masa gak kangen sih
^^^Tiara :^^^
^^^Satu hari gak ketemu, pasti gak akan kangen lah^^^
Yuda :
Berarti aku harus lama ya di Bandung nya, biar kamu kangen
^^^Tiara :^^^
^^^Gak akan kangen juga sih walaupun lama^^^
Yuda :
Pasti kangen lah! soalnya kalau gak ada aku, kamu pasti jadi pendiem banget di sekolah
^^^Tiara :^^^
^^^Enggak juga^^^
^^^Tiara :^^^
^^^Di Bandung ada acara apa, Yud?^^^
Yuda :
Nikahan
^^^Tiara :^^^
^^^Siapa yang nikah?^^^
Yuda :
Temennya papah
Tidak lama, guru masuk kedalam kelas.
Tiara buru-buru memasukan ponselnya kedalam tas.
"Selamat pagi anak-anak" ujar pak Sonny.
"Pagi, pak" jawab semuanya.
"Silahkan buka buku catatan pkn Minggu lalu" suruh pak Sonny.
Semuanya langsung membuka buku catatannya masing-masing.
"Silahkan hapalkan pasal-pasalnya, nanti kalau sudah hapal silahkan ke depan" kata pak Sonny.
"Baik, pak" ucap semuanya.
"Paling males deh kalau tentang hapalan kayak gini" keluh Ayu.
"Sama, aku juga males kalau hapalan. Lebih baik ngerjain matematika kan ya?"
Ayu menatap datar kearah Tiara. "Enggak juga sih, malah lebih males matematika"
"Tiara, Ayu! jangan ngobrol!" ujar pak Sonny.
"Maaf, pak" ucap Tiara dan Ayu bersamaan.
Tiara segera membaca sambil menghapal pasal-pasal yang ada dibuku catatannya.
"Ra" panggil Ayu dengan suara yang pelan.
"Apa?"
"Pak Sonny mirip orang India ya" ucap Ayu.
"Ucapan kamu random banget sih, Yu" ucap Tiara sambil menahan tawanya.
"Tapi pak Sonny mirip kan sama orang India?"
"Aku gak tahu, Yu"
"Ih mirip tahu, Ra"
"Iya kali, soalnya kan aku gak pernah nonton film India. Jadi aku gak tahu gimana muka orang India"
...****...
Jam istirahat
Tiara dan Ayu membeli makanan dan minuman. Setelah itu, mereka berdua menghampiri Randy dan Putri.
"Kita berdua boleh gabung gak?" tanya Ayu.
"Ya boleh lah" ujar Putri.
Tiara dan Ayu duduk dan menikmati makanan dan minuman yang telah dibeli.
"Put, kamu sakit ya kemarin?" tanya Ayu.
"Iya. Mungkin karena kecapean kali ya habis dari vila" ujar Putri.
"Aku juga hari Senin sakit" kata Ayu.
"Oh ya?" tanya Putri.
"Iya" kata Ayu.
"Kalau Tiara sakit gak?" tanya Putri.
"Enggak"
"Guys, sebenernya aku mau ngomong sesuatu sama kalian" kata Putri.
"Mau ngomong apa?" tanya Tiara dan Ayu bersamaan.
"Waktu tidur di vila, aku ngedenger suara diatap vila" jelas Putri.
Tiara dan Randy saling menatap satu sama lain.
"Put, kamu waktu itu lagi haid gak?"
"Iya, aku lagi haid" kata Putri.
"Pantes aja"
"Pantes aja apa, Ra?" bingung Putri.
"Gak jadi deh"
"Ih apa sih?" tanya Putri penasaran.
"Gak ada apa-apa, beb. Tiara cuma nanya doang" kata Randy.
"Yakin gak ada apa-apa?" tanya Putri.
"Iya gak ada apa-apa kok, Put"
"Sebenarnya aku juga waktu itu denger ada yang ngetuk jendela kamar sih" ucap Ayu.
Sontak Tiara, Randy dan Putri menoleh kearah Ayu.
"Serius?" tanya Putri.
"Iya serius" kata Ayu.
"Apa jangan-jangan emang bener ya omongan Tiara" ucap Putri.
"Emang aku ngomong apa?"
"Yang waktu itu kamu bilang katanya kalau ada suara tokek, berarti itu ada hantu" kata Putri.
"Aku kemarin cuma bercanda kok, biar kalian pada takut aja" ucap Tiara.
"Iya, Tiara cuma pura-pura takut doang kok" ucap Randy.
"Oh iya, kamu mau ikut camping gak?" tanya Tiara agar mengalihkan pembicaraan.
"Aku ikut kok, soalnya kan Randy juga ikut" kata Putri.
"Kalau kamu sama Ayu ikut gak?" tanya Putri.
"Kita berdua ikut kok"
"Kalau Yuda?"
"Yuda juga ikut"
"Ngomong-ngomong Yuda kemana? kok gak istirahat"
"Yuda lagi ke luar kota"
"Oh gitu, kirain dia gak istirahat"
"Guys, katanya nanti bakal ada perlombaan loh waktu camping" ujar Randy.
"Lomba apa?"
"Aku gak tahu, cuma aku denger aja dari OSIS" kata Randy.
"Nanti kalau camping, tidurnya di tenda atau dikelas?"
"Di tenda lah" ujar Randy.
"Emang cukup tendanya?"
"Kayaknya sih cukup, soalnya katanya kelas XII kebanyakan gak ikut camping"
"Oh gitu"
Trining....trining
Tiara mengambil ponselnya yang ia simpan disaku roknya.
"Yuda, ya?" tanya Ayu.
"Iya"
Lalu Tiara segera mengangkat panggilan telepon dari Yuda.
"Hallo, Yud"
"Kamu lagi istirahat ya, Ra?"
"Iya"
"Istirahat bareng Ayu doang atau sama Randy juga?"
"Sama Ayu, Randy dan Putri"
"Ra, tolong bilangin ke Randy supaya baca chat aku ya"
"Iya, nanti aku bilangin ke dia"
"Ya udah kalau gitu aku tutup ya teleponnya"
"Cuma mau ngomong gitu doang?"
"Iya. Emang kamu masih mau teleponan sama aku ya?"
"Enggak juga sih"
"Terus kenapa kayak sedih gitu saat aku mau tutup teleponnya?"
"Siapa juga yang sedih"
"Ya udah kalau gitu pulang sekolah aja ya teleponannya"
"Terserah deh"
"Kalau gitu aku tutup dulu ya teleponnya"
"Iya"
Yuda mematikan teleponnya.
"Ran, kata Yuda katanya tolong baca chatnya"
"Oh oke" ucap Randy sambil membuka pesan dari Yuda.
__ADS_1