
Besoknya, Tiara pergi dengan menggunakan ojek online, karena Yuda katanya sedang tidak bisa berangkat bersama Tiara. Mungkin ada hal yang membuat ia tidak bisa berangkat bareng dengan Tiara.
Ketika sampai di sekolah, Tiara buru-buru membayar ongkos. Karena ia melihat Yuda yang sedang berada di parkiran.
Tiara berlari menghampiri Yuda. "Yuda!"
Yuda menoleh kearah Tiara.
"Ayo ke kelas, Yud"
"Ra, kamu ke kelas duluan aja"
"Emang kamu mau kemana dulu?"
"Aku mau ke toilet dulu"
"Ya udah sini tasnya, biar aku yang bawa tas kamu ke kelas"
"Gak usah, nanti kamu keberatan"
"Ya udah deh kalau gitu aku ke kelas duluan ya"
"Iya"
Tiara bergegas pergi ke kelasnya.
Tiba di kelas, Tiara melihat teman-temannya sedang berkerumun. Karena penasaran, akhirnya Tiara ikut nimbrung bersama mereka.
Tiara mendengarkan percakapan mereka yang katanya maling yang mengambil dompet dan coklat Tiara adalah anak kelas XII IPS 1. Ia tidak meyangka bahwa orang yang mencuri dompet dan coklatnya adalah seorang perempuan.
Sesudah mendengarkan percakapan mereka, Tiara memilih untuk duduk dikursinya.
Tidak lama, Yuda datang menghampiri Tiara dan. ia duduk dikursinya.
"Kok cepet dari toiletnya" heran Tiara.
"Gak jadi soalnya"
"Kenapa gak jadi?"
"Ya jadi gak mau ke toilet"
"Oh iya, Yud! kamu tahu gak?"
"Tahu apa?"
"Ternyata kamu loh yang bener"
"Bener apa?"
"Ternyata malingnya itu cewek"
"Iya, aku tahu"
"Kamu udah tahu?"
"Iya udah tahu, soalnya kemarin Randy bilang ke aku"
Tiara memikirkan orang itu, pasti orang itu sangat malu sekarang. Tapi ya karena dia yang melakukan, dia juga yang harus tanggung jawab atas perbuatannya.
Tiara menoleh kearah Yuda. "Makan apa, Yud?"
"Permen" ucapnya tanpa melihat kearah Tiara.
"Aku mau dong"
Yuda mengambil permen didalam tasnya. "Ini ambil aja"
"Banyak banget permennya"
"Iya soalnya aku lagi suka permen"
Tiara mengambil satu permen. "Jangan sering-sering makan permen, nanti diabetes"
Yuda hanya menunduk.
__ADS_1
Tiara bingung dengan Yuda, mengapa saat ia berbicara seperti itu, Yuda seolah-olah bete. Padahal kan memang benar kalau terlalu banyak memakan permen akan menyebabkan diabetes.
Tiba-tiba Randy datang menghampiri Tiara dan Yuda. "Ra, kamu mau putusin sahabat aku ya?"
"Putusin?"
Yuda berdiri, lalu ia menarik Randy agar menjauhi Tiara.
Bingung, itu yang dirasakan Tiara. Mengapa tiba-tiba Randy menuduhnya akan memutuskan Yuda?
Apa jangan-jangan Yuda mengira kalau Tiara ingin putus sama dia gara-gara kejadian kemarin*?
Apakah Yuda sakit hati mendengar saat Tiara tidak ingin dicium?
Sepertinya memang itu alasannya.
Meskipun Yuda waktu itu mencium Tiara, tapi Tiara tidak ada sedikitpun niat untuk memutuskan dia. Cuma Tiara ingin Yuda memeluknya saja, ia tidak ingin dicium oleh Yuda, sebab jika seorang lelaki mencium perempuan itu menandakan bahwa lelaki itu sedang nafsu dan Tiara tidak ingin Yuda menjadi orang yang seperti itu. Tiara takut jika Yuda sangat nafsu, Yuda akan melewati batasan*.
"Yud, kenapa sih?" ujar Tiara kepada Yuda yang kembali menghampiri.
"Gak kenapa-napa kok"
"Kamu pasti mikirin soal kemarin ya?"
"Enggak"
"Jangan bohong"
"Beneran enggak kok"
Entah kenapa Tiara merasa percakapan ini sangat terbalik. Waktu itu Yuda yang sering bertanya seperti itu kepada Tiara, namun sekarang malah Tiara yang bertanya seperti itu kepada Yuda.
"Jangan marah dong, Yud" Tiara menunjukkan puppy eyes nya.
Yuda menatap Tiara sambil tersenyum. "Aku gak marah, sayang"
"Terus kamu kenapa sikapnya beda gitu ke aku?"
"Beda apanya sih? orang sikap aku gini-gini aja"
"Tadi kamu kayak cuek gitu"
"Emang sih dari tadi kamu ngejawab, tapi ngejawabnya kan gak sambil natap aku"
"Ini natap kamu kok"
"Maksudnya tadi. Tadi kamu gak sambil natap aku"
Bukannya dijawab, Yuda malah melamun. Entah apa yang ia pikirkan.
"Kamu kenapa sih, Yud? melamun mulu perasaan"
"Aku ngantuk, Ra"
"Yud, tadi yang diomongin Randy maksudnya apa?"
"Randy cuma bercanda doang, Ra"
"Bohong ya?"
"Serius. Tanya aja kalau gak percaya"
"Terus kenapa kamu tadi bawa Randy keluar?"
"Soalnya aku mau ngomong sesuatu sama dia"
"Mau ngomongin apa?"
"Biasalah masalah pribadi"
"Kamu punya masalah, Yud?"
Yuda terdiam sejenak. "Iya punya"
"Kamu selalu nyuruh aku buat cerita kalau aku ada masalah. Tapi kamu kenapa gak cerita ke aku?"
__ADS_1
"Hmm...soalnya...aku gak ingin kamu mikirin masalah aku"
Tiara cemberut. "Jadi yang pacar kamu itu aku atau Randy sih?"
"Ya kamu lah! masa aku pacaran sama cowok"
"Kalau kamu pacar aku, harusnya kamu cerita ke aku, bukan hanya cerita ke sahabat kamu"
Yuda menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya udah aku cerita deh"
Tiara sangat penasaran dengan masalah Yuda. Sepertinya masalahnya sangat berat sehingga ia tidak menceritakannya kepada Tiara.
"Jadi..." Yuda berpikir sejenak karena sebenarnya ia tidak ada masalah, masalah yang ia hadapi sekarang adalah rasa tidak percaya dirinya.
"Apa?"
"Aku kemarin dimarahin sama mamah" bohong Yuda.
"Dimarahin kenapa?"
"Soalnya aku...sering ngambil uang di cafe"
"Terus?"
"Aku disuruh ganti"
"Masa ke anak sendiri disuruh ganti" heran Tiara.
"Iya bener. Mamah nyuruh aku ganti uangnya"
"Emang seberapa banyak kamu ambil uang di cafe?"
"Kalau dihitung-hitung sekitar dua jutaan"
"Banyak banget. Emang kamu gak pernah dikasih jajan gitu, sampai harus ngambil di cafe segala"
"Dikasih, cuma uangnya kurang cukup aja. Makanya aku ambil di cafe"
"Tapi sebaiknya kamu bilang dulu sebelum ngambil, siapa tahu kan mamah kamu jadi gak marah kalau uangnya diambil kamu"
"Kalau aku bilang juga tetap dimarahin, Ra"
"Oh gitu ya"
"Iya"
"Oh iya, aku ada uang sekitar satu jutaan. Nanti kamu pakai aja ya, biar mamah kamu gak marah"
"Enggak...enggak!" tolak Yuda.
"Nanti pulangnya anterin aku ke bank dulu ya"
"Gak usah"
"Gak apa-apa, Yud. Kan sekali-kali aku bantuin kamu. Lagian saat kamu pakai uang yang diambil di cafe, pasti uang itu juga dipake buat jajanin aku kan?"
"Gak usah. Aku ada uang kok"
"Tadi katanya gak ada uang"
"Sebenarnya masih ada sih"
"Pokoknya nanti aku bakal kasih uang satu juta aku ke kamu"
"Udah aku bilang gak usah!"
"Tapi kamu beneran ada uang kan?"
"Iya ada"
"Nanti jangan jajanin aku terus ya, soalnya aku gak enak. Oh iya! nanti istirahat aku traktir kamu ya"
"Aku yang bakal traktir kamu, Ra"
"Sekali-kali aku yang bayar"
__ADS_1
"Pokoknya aku yang bayar"
Keduanya sama sekali tidak ada yang mau mengalah.