Love Yourself

Love Yourself
Episode 41


__ADS_3

Skip


Hari Jumat


[Parkiran sekolah]


"Guys! kalian udah beli makanan sama minuman belum buat disana?" tanya Amanda.


"Kita belum beli" ujar Randy.


"Ya udah kalau gitu kita beli dulu yuk!" ujar Amanda.


"Eh lebih baik kita patungan aja, biar pengeluarannya gak terlalu banyak" ujar Ayu.


Mereka patungan membeli kebutuhan untuk dibawa ke vila.


Sesudah itu, mereka segera pergi ke supermarket.


...****...


Selesai berbelanja kebutuhan, mereka segera pergi menuju vila milik orang tuanya Amanda.


Skip


Jam 18.50 wib


[Vila]


Sesampainya di vila, mereka langsung beristirahat sejenak karena perjalanan sangat jauh.


"Nanti anak cowok tidurnya di kamar depan ya" kata Amanda.


"Oke" ucap Yuda dan Randy bersamaan.


"Nanti anak cewek pake kamar mandi yang deket dapur ya, soalnya kamar mandi yang disini buat cowok" ujar Amanda.


"Oke" ucap cewek-cewek.


"Ya udah kita berdua ke kamar dulu ya, soalnya mau beres-beres barang" ucap Yuda.


"Iya"


Yuda dan Randy segera pergi menuju kamar depan.


"Guys, siapa yang mau mandi duluan?" tanya Amanda.


"Aku" sahut Ayu.


"Ya udah sana!" suruh Amanda.


Ayu segera mengambil pakaian dan alat-alat mandinya. Kemudian ia segera pergi menuju kamar mandi belakang.


"Kita bawa barang-barangnya ke kamar yuk!" ajak Putri.


"Ayo"


Tiara segera membawa tas miliknya dan juga tas milik Ayu.


Lalu mereka bertiga segera pergi ke kamar.


[Kamar Cewek]


Tiara, Putri dan Amanda merapihkan barang-barang.


"Tiara" panggil Amanda.


"Iya, kenapa?" ucap Tiara dan Putri bersamaan.


"Kalian canggung ya sama aku?"


"Hmm...sedikit"


"Jangan canggung. Anggap aja kita udah kenal lama" ujar Amanda.


"Oh iya! sekalian nunggu Ayu mandi, gimana kalau kita masak?" usul Amanda.


"Ayo"


"Ya udah ayo bawa bahan-bahan masakannya" ucap Amanda.


Mereka bertiga kembali ke ruang tengah untuk mengambil bahan makanan.


"Mau masak ya?" tanya Yuda yang hendak masuk ke ke kamar mandi yang ada di ruang tengah.


"Iya"


"Yang enak ya masaknya" kata Yuda.


"Iya siap, Yud" ucap Amanda.


Tiara, Putri dan Amanda berjalan kearah dapur.


...****...


Jam 20.00 wib


Setelah selesai makan, mereka menonton televisi.


"Pindahin dong channel nya" kata Ayu.


"Udah ini aja, seru tahu sinetronnya" kata Randy.


"Guys, aku keluar dulu ya"


"Mau apa keluar?' tanya Yuda.


"Aku mau masukin sepatu-sepatu, takutnya hilang"


"Mau aku temenin gak?" kata Yuda.


"Gak usah, lagian cuma mau masukin sepatu doang kok" ujar Tiara, lalu ia segera pergi keluar.


Pada saat diluar, ia segera mengambil sepatu-sepatu dan memasukkannya kedalam vila.


Tiara melihat ke langit dan banyak sekali bintang-bintang.


Akhirnya ia memutuskan untuk duduk di kursi yang ada diluar sambil melihat kearah langit.


"Jadi kangen ayah" gumamnya.


Hawa diluar menjadi sangat dingin, hingga membuat Tiara jadi teringat ucapan ibu sambung.


Tiba-tiba ada tangan yang menyentuh pundak Tiara.


"Aaaaa!!!!" teriak Tiara sambil menutup mata dengan kedua tangannya.


"Ra, ini aku" ujar Yuda.


Tiara perlahan menoleh kebelakang dan ia langsung memukul bahu Yuda. "Ih! ngagetin tahu gak!"


Yuda duduk disebelah Tiara. "Kamu pikir aku hantu gitu?"


"Iya"


"Kamu ngapain duduk sendirian diluar?"


"Aku pingin lihat langit"


"Udah masuk aja yuk! dingin loh diluar"


"Nanti aja deh, soalnya aku masih pingin disini"


Yuda melepaskan jaketnya dan ia segera memakaikan jaket tersebut ke Tiara.


Tiara tersenyum tipis.


"Disini agak serem ya kalau malam"


Tiara terdiam karena dipikir-pikir ucapannya Yuda ada benarnya juga.


Padahal sebelumnya ia tidak merasa ketakutan, tapi setelah Yuda berbicara seperti itu membuat Tiara ketakutan.


"Yud, masuk yuk! dingin banget soalnya" ujar Tiara, padahal sebenarnya ia sangat takut.


"Ya udah ayo"


Tiara dan Yuda masuk kedalam vila. Dan tak lupa, Tiara mengunci pintu.

__ADS_1


Tiara mengembalikan jaket milik Yuda. "Ini jaket kamu"


"Kamu bawa selimut gak?"


Tiara menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak.


"Ya udah pakai aja jaketnya, soalnya nanti waktu tidur pasti dingin"


"Terus kamu gimana?"


"Gak gimana-gimana"


"Maksud aku, kalau kamu kedinginan gimana?"


"Gak akan kedinginan. Soalnya kan aku sering tidur pake AC, jadi udah biasa"


"Yuda!!!" teriak Randy dari arah ruang tengah.


Akhirnya Tiara dan Yuda pergi ke ruang tengah untuk menghampiri teman-temannya.


"Ada apa?" Yuda duduk disebelah Randy.


"Kalian berdua ngapain diluar?" ujar Randy.


"Kita lagi lihat langit" kata Yuda.


Yuda melihat kearah Tiara. "Ra, sini duduk!" ujar Yuda sambil menepuk lantai.


Tiara duduk disebelah Yuda.


"Ngomong-ngomong kalian berdua pacaran ya?" tanya Putri.


"Enggak, beb. Mereka cuma temen" kata Randy.


"Kita pacaran kok" ucap Yuda.


"Alah! ngaku-ngaku" sahut Ayu.


"Ra, terima aja kali Yuda nya. Kasihan aku lihatnya" kata Amanda.


"Kita emang pacaran kok"


Perkataan Tiara berhasil membuat Ayu, Randy dan Amanda menjadi terkejut.


"SERIUS??"


Tiara hanya mengangguk mengiyakan bahwa dirinya memang berpacaran dengan Yuda.


"Sejak kapan pacaranya?" tanya Amanda penasaran.


"Sejak malam Minggu" ujar Yuda.


Randy terkejut. "Lah! berarti barengan dong"


"Iya"


"Kalian kenapa gak ngasih tahu dari kemarin-kemarin sih" ujar Ayu.


"Aku udah jelasin kali. Kamu sama Randy nya aja yang gak percaya" kata Yuda.


"Pajak jadiannya mana nih?" kata Amanda.


"Nanti ya kalau udah masuk sekolah"


"Kita juga ditraktir kan?" kata Ayu.


"Kamu sama Randy kan udah waktu hari Senin"


"Jadi kamu traktir kita berdua karena kalian pacaran?" kata Ayu.


"Iya" ucap Yuda.


"Setelah cukup lama, akhirnya jadian juga" kata Amanda.


Tiara hanya tersenyum mendengar ucapan teman-temannya.


"Emang Yuda udah lama ya naksir Tiara?" tanya Putri.


"Sebenarnya setelah beberapa hari setelah Tiara pindah, aku jadi mulai suka sama dia" jelas Yuda.


"Yuda dari dulu emang kayak gitu. Jadi kalau ketemu cewek baru yang sesuai tipenya, dia langsung suka" kata Ayu.


"Terus kalau ada cewek lain yang baru kenal dan dia sesuai tipenya Yuda? Yuda bakal selingkuh gitu?" kata Putri.


"Ya enggak lah!" kata Yuda.


Tiara menatap wajah Yuda karena ia sedikit khawatir dengan ucapan Putri.


"Ra, gak usah khawatir! Yuda gak bakal selingkuh kok" ucap Randy karena tahu kalau Tiara meragukan Yuda.


Yuda meyakinkan Tiara. "Aku janji gak akan selingkuh"


"Janji?"


"Iya, aku janji" ucap Yuda sambil tersenyum.


Tiara merasa lega setelah mendengar ucapan Yuda.


"Udah dong jangan tatap-tatapan, aku jadi baper nih" ujar Amanda.


"Kenapa jadi kamu yang baper?" heran Yuda.


"Aku juga gak tahu. Mungkin efek jomblo, makanya jadi mudah baper" kata Amanda.


"Guys, aku tidur duluan ya. Soalnya ngantuk banget" ujar Putri.


"Ya udah kamu tidur duluan aja" ucap Randy.


"Aku juga mau tidur duluan ya" ucap Amanda.


Putri dan Amanda segera pergi menuju kamar.


"Eh! emangnya kasurnya muat gitu?' tanya Randy.


"Muat kok. Soalnya kita tidurnya menghadap samping" ucap Ayu.


"Bantalnya berdua-berdua gitu?" kata Randy.


"Iya"


"Ya udah kalau gitu kalian tidur di kamar depan aja" kata Yuda.


"Terus kalian tidur dimana?"


"Kita tidur disini" kata Yuda.


"Kalau tidur dilantai nanti masuk angin"


"Tenang aja. Kita berdua gak akan masuk angin kok"


"Yu, tolong bikinin kopi dong!" suruh Randy.


"Bikin aja sendiri" kata Ayu.


"Kamu mau kopi, Ran?"


"Iya mau, Ra" kata Randy.


"Ya udah aku bikinin dulu ya"


"Jangan, Ra! biar dia aja yang bikin" ujar Yuda.


"Gak apa-apa, biar aku aja"


"Oh iya! kalian berdua mau gak? nanti mau sekalian dibikinin"


"Gak ngerepotin kan?" tanya Yuda memastikan.


"Gak ngerepotin kok"


"Ya udah aku mau" kata Yuda.


"Yu, kamu mau gak?"


"Enggak" ujar Ayu.


Tiara berjalan menuju dapur.

__ADS_1


Pada saat berada di dapur, ia sedikit ketakutan. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke ruang tengah.


"Kenapa, Ra? kok balik lagi" heran Randy.


"Ayu, anter yuk!"


Yuda menahan tawanya. "Kamu takut ya, Ra?"


"Enggak"


"Terus kenapa ngajak Ayu?"


"Ya biar ada temen ngobrol waktu di dapur"


Yuda berdiri dan menghampiri Tiara.


"Dasar penakut" ucap Yuda sambil mengacak-acak rambut Tiara.


"Aku gak takut"


Yuda menahan tawanya. "Ya udh ayo ke dapur"


Tiara dan Yuda segera pergi menuju dapur.


Saat berada di dapur, Tiara buru-buru membuatkan kopi.


"Kamu mau minum kopi juga?" tanya Yuda karena Tiara membuat tiga kopi.


"Iya"


Karena Yuda sangat ingin mengusili Tiara. Ia mempunyai ide untuk menakut-nakuti Tiara..


"Ra" panggil Yuda.


Tiara menoleh kearah Yuda. "Kenapa?"


"Itu dibelakang kamu apa?" ucap Yuda dengan ekspresi ketakutan.


Tiara segera mendekat kearah Yuda tanpa melihat kearah belakang. "Ih Yuda! jangan nakut-nakutin"


Tiba-tiba lampu menjadi mati.


"YUDA!!!" teriak Tiara sambil memegang tangan Yuda.


"Yah! mati lampu lagi" ujar Yuda.


"Yud, ayo ke ruang tengah"


"Gimana cara kesananya? kan mati lampu, jadi gak akan kelihatan"


"Aku takut"


"Jangan takut, kan ada aku" ucap Yuda.


"HAAAA"


Randy tiba-tiba muncul dengan senter yang diarahkan ke wajahnya.


"Aaaaa!!!!!" teriak Tiara.


Yuda sedikit terkejut sama halnya dengan Tiara. Namun disisi lain ia juga bahagia sebab Tiara memeluknya.


"Ra, itu Randy" ucap Yuda.


Tiara menoleh kearah samping dan ternyata memang benar bahwa itu Randy.


Spontan Tiara melepaskan pelukannya.


Tiara merasa sedikit malu sebab ia memeluk Yuda.


"Maaf"


"Kenapa minta maaf?" heran Yuda.


"Aku kira tadi hantu"


"Masa ganteng-ganteng gini disebut hantu" ujar Randy.


"Oh iya! kopinya udah jadi belum?" tanya Randy.


"Udah"


"Ya udah ayo bawa kopinya ke ruang tengah" kata Yuda.


Mereka bertiga segera membawa kopi masing-masing.


[Ruang tengah]


Tiara, Yuda dan Randy duduk sambil menikmati kopi.


"Ayu mana?"


"Ayu di kamar depan" kata Randy.


"Kok dia ninggalin sih" batin Tiara.


Tiba-tiba lampu kembali menyala.


"Akhirnya nyala juga lampunya"


"Ra, kayaknya kamu penakut banget ya?" kata Randy.


"Enggak kok"


"Bohong!" ucap Yuda sambil tertawa kecil.


"Aku tadi itu cuma kaget doang karena tiba-tiba Randy muncul, mana mukanya disenterin segala lagi"


"Sebelumnya juga takut waktu aku bilang ada sesuatu dibelakang kamu" kata Yuda.


"Emang tadi dibelakang aku ada apa?"


"Gak ada apa-apa sih. Aku cuma iseng aja, biar kamu takut"


"Ih ngeselin banget jadi orang"


"Maaf, aku bercanda tadi"


"Kalau aku jantungan gimana coba"


"Maaf, Ra"


"Hayo loh! Tiara nya jadi marah" ujar Randy.


"Lo jangan ngomporin deh" kata Yuda.


Tiara menggigit bibir bawahnya karena ia ingin buang air kecil.


"Yud"


"Kenapa, Ra?"


"Anterin aku ke kamar mandi ujung yuk!"


"Kenapa gak ke kamar mandi yang disini?"


"Soalnya aku mau sikat gigi sekalian mau buang air kecil"


"Ya udah ayo aku antar"


Yuda mengantar Tiara menuju kamar mandi.


"Yud, kamu tunggu disini ya! awas loh kalau ninggalin"


"Ya udah iya"


Tiara segera masuk kedalam kamar mandi.


Selesai buang air kecil dan menggosok gigi, Tiara keluar dari kamar mandi.


"Ra, aku minta pasta giginya dong. Soalnya aku lupa beli"


Tiara masuk lagi kedalam dan ia mengambil pasta gigi.


"Ini" ucap Tiara sambil memberikan pasta giginya kepada Yuda, lalu Yuda mengambil pasta gigi tersebut.


Kemudian mereka segera kembali menghampiri Randy yang berada di ruang tengah.

__ADS_1


__ADS_2