Love Yourself

Love Yourself
Episode 35


__ADS_3

"Coba ulangi sekali lagi" suruh Yuda.


"Apanya?"


"Bilang sayang"


"Sayang"


Yuda mengusap puncuk kepala Tiara dan Tiara hanya tersenyum.


"Yud, pulangnya mau kapan?"


"Kamu mau pulang sekarang, Ra?"


"Iya"


"Ya udah ayo pulang"


Akhirnya mereka berdua segera pulang.


...****...


*****Skip*****


[Rumah Yuda]


Yuda menghampiri papahnya yang sedang menonton televisi.


"Malam, pah" ucap Yuda sambil tersenyum.


"Dari mana aja kamu?" tanya papah.


"Yuda habis dari acara ulang tahun temen, pah"


"Malam banget pulangnya"


"Iya soalnya selesai acara, Yuda langsung malam Minggu-an"


"Pasti malam Minggu-an sama pacar kamu ya?" tebak papah.


Yuda mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu punya pacar, Yud?" tanya mamah yang baru datang.


"Punya"


"Siapa?" tanya mamah.


"Tiara"


"Emang kalian udah resmi pacaran?"


"Udah. Barusan jadiannya"


"Pantesan aja muka kamu berseri-seri"


"Oh iya! kalau gitu Yuda ke kamar dulu ya, soalnya ngantuk banget"


"Iya"


Yuda segera pergi menuju kamarnya.


[Kamar]


Yuda mengganti pakaiannya. Setelah itu ia segera tiduran sambil memainkan ponselnya.


Lalu Yuda segera menelepon Tiara.


Tidak menunggu lama, Tiara mengangkat panggilan telepon dari Yuda.


"Ada apa, Yud?"


"Kamu belum tidur, Ra?"


"Kalau aku angkat berarti belum dong"


"Iya juga ya"


"Hmm...besok ke cafenya mau dianterin gak?"


"Gak usah"


"Ya udah kalau gitu aku tutup ya teleponnya"


"Kamu telepon cuma mau bilang itu doang?"


"Iya"


"Ya udah aku matiin ya"


"Iya"


"Hmm...nanti Senin berangkat sekolahnya bareng ya"


"Iya"


"Ra, kamu biasanya tidur jam berapa?"


"Kadang-kadang jam sepuluh atau jam sebelas"


"Oh gitu"


"Yud, katanya kamu mau matiin teleponnya"


"Nanti aja deh matiinnya, soalnya aku belum ngantuk"


"Yud, aku boleh cerita gak?"


"Boleh. Mau cerita apa?"


"Aku merasa bersalah banget sama ibu"


"Emang kenapa?"


"Jadi ada orang yang mau ngelamar ibu, tapi ibu tolak. Mungkin karena ibu tahu bahwa aku gak suka, makanya ibu tolak lelaki yang mau ngelamarnya"


"Aku merasa bersalah banget"


"Jangan merasa bersalah. Siapa tahu ibu kamu tolak lamarannya mungkin karena dia masih cinta sama almarhum ayah kamu"


"Oh gitu ya"


"Kalau boleh tahu, ayah kamu sama ibu sambung kamu nikah dari kapan?"


"Pokoknya dari waktu aku kelas 5 SD mereka nikahnya"


Tok...tok...tok


"Ra, tunggu sebentar ya!"


"Oh iya"


Yuda segera membuka pintu kamarnya.


"Ada apa, mah?"


"Tolong beliin pembalut dong"


"Gak mau!" tolak Yuda.


"Ih cepet!"


"Minta tolong ke papah aja"


"Ya udah kalau gitu mamah potong ya uang jajan kamu"


"Jangan pembalut juga kali, mah"


"Ya udah mamah potong uang jajan kamu"


"Ya udah iya"


"Yang ada sayapnya ya"

__ADS_1


"Sayap?"


"Iya"


"Ya udah mana uangnya?"


Mamah memberikan uang kepada Yuda.


Yuda segera pergi menuju minimarket terdekat.


"Hallo, Ra"


"Iya hallo"


"Oh kirain udah tidur"


"Belum kok"


"Oh iya, tadi ada apa?" tanya Tiara.


"Mamah aku nyuruh aku buat beli pembalut"


"Oh gitu"


"Emang pembalut ada sayapnya ya?"


"Ada yang pake sayap dan ada juga yang enggak"


"Fungsinya sayap buat apa?"


"Kamu cari tahu di google aja, jangan nanya aku tentang kayak gituan"


Sesampainya di minimarket, Yuda segera masuk dan ia mencari pembalut. Setelah itu, ia segera membayarnya. Kemudian ia kembali pulang ke rumahnya.


Setelah sampai di rumah, ia segera memberikan pembalut tersebut kepada mamahnya.


"Kamu lagi teleponan sama siapa?" ujar mamah.


"Sama pacar Yuda" ucap Yuda yang masih teleponan dengan Tiara.


"Teleponannya besok aja. Kasihan Tiara, pasti dia ngantuk"


Yuda berjalan menuju kamarnya.


"Ra, udah dulu ya"


"Iya"


"Good night"


"Good night too"


Yuda mematikan ponselnya dan ia segera tidur.


...****...


Keesokan harinya


[Cafe]


"Tiara" panggil bang Tegar.


"Iya"


"Tolong kasihin ini ke meja yang sebelah sana ya" tunjuk bang Tegar.


"Iya"


Tiara segera mengambil pesanan tersebut dan membawanya ke meja yang ditunjuk bang Tegar.


"Ini pesanannya" ucap Tiara sambil meletakkan makanan dan minuman pesanan pelanggan.


"Makasih"


"Iya, sama-sama"


Tiba-tiba pelayan bertanya kepada Tiara. "Eh! kamu baru kerja disini ya?"


"Masih terbilang baru lah kalau gitu"


"Iya" gugup Tiara.


"Hmm...aku boleh minta nomer kamu?"


"Buat apa?"


"Ya buat chat-an lah"


Sebenarnya Tiara tidak ingin memberikan nomernya, namun ia takut pelanggan tersebut jadi tidak datang lagi ke cafe.


Pada saat akan memberikan nomernya, tiba-tiba Yuda datang.


"Ada masalah apa?"


"Gak ada masalah apa-apa kok" ujar pelanggan.


"Ya udah berapa nomernya?" tanya pelanggan itu.


"Nomer apa ya?" tanya Yuda.


"Nomer telepon dia" ujar pelanggan.


"Buat apa minta nomer telepon dia?" ujar Yuda.


"Pingin kenalan aja" ucap pelanggan.


"Maaf ya, tapi dia pacar saya" ucap Yuda sedikit kesal.


"Oh udah punya pacar?"


Tiara mengangguk.


"Maaf ya kak, saya gak tahu"


Yuda segera pergi dan ia duduk dipojokan karena ia sedikit kesal.


Akhirnya Tiara kembali bekerja tanpa menghampiri Yuda.


Disisi lain


Yuda merasa kesal kepada Tiara, karena Tiara berniat memberikan nomernya kepada orang yang tadi.


Beberapa menit kemudian, Tiara menghampiri Yuda.


"Ini" ucap Tiara sambil meletakkan ice americano dan chocolate cake di meja.


Yuda membuang mukanya.


"Kenapa, Yud?"


"Pake nanya kenapa lagi, udah jelas-jelas gue kesel" batin Yuda.


"Kamu marah ya gara-gara tadi?"


Yuda hanya diam saja.


"Maafin aku. Aku cuma takut aja nantinya pelanggan itu gak kesini lagi, makanya aku mau ngasih nomer aku"


"Iya aku maafin"


"Ya udah kalau gitu aku kesana lagi ya"


"Iya"


"Tiara!!!" panggil Ayu sambil berjalan kearah Yuda.


"Eh Ayu" ujar Tiara.


"Tumben kesini"


"Iya soalnya tadi habis jalan-jalan, terus karena ngelewat sini makanya aku mampir kesini dulu" kata Ayu.


"Mampir kesini karena kangen sama bang Tegar kali"

__ADS_1


"Ih enggak!" ujar Ayu.


"Oh iya, Yu! mau pesen gak?" ucap Tiara.


"Mau" ucap Ayu.


"Mau pesen apa?"


"Aku mau kue kayak yang Yuda sama ice chocolate ya"


"Oke"


Tiara segera pergi untuk membuatkan pesanan.


Ayu duduk dikursi. "Kamu kenapa cemberut gitu?"


"Gak kenapa-napa kok"


"Marahan ya sama Tiara?"


"Enggak"


"Lagi berantem sama orang tua kamu?"


"Enggak, Yu"


"Btw, kamu setiap hari Sabtu sama Minggu suka kesini ya?"


"Iya"


"Gila setia banget kayaknya sama Tiara"


"Gue doa-in deh semoga Tiara cepet luluh"


...****...


Tiara menghampiri Ayu dan Yuda.


"Ini, Yu" ujar Tiara sambil meletakkan pesanan Ayu di meja.


"Makasih, Ra" ucap Ayu.


"Iya sama-sama" ucap Tiara, lalu ia segera pergi melayani pelanggan yang lain.


"Oh iya, Randy lagi Deket sama siapa sih?" tanya Ayu.


"Dia lagi deket sama Putri"


"Putri kelas mana?"


"Kelas X IPS 1"


"Masih pdkt-an ya?"


"Iya"


"Oh iya! semalem aku juga lihat dia sama Putri di alun-alun"


"Kamu malam Minggu-an di alun-alun?"


"Iya"


"Sama Tiara ya?"


"Enggak"


"Kirain bareng Tiara"


"Enggak kok, aku sendirian"


"Yud, besok ada tugas gak sih?"


"Gak tahu"


"Ra!" panggil Ayu.


Tiara berjalan kearah Ayu dan Yuda.


"Ada apa?"


"Besok ada pr gak?" tanya Ayu.


"Ada"


"Pr apa? matematika, Inggris atau biologi?"


"Matematika"


"Emang tugas yang mana sih?" tanya Yuda.


"Yang Minggu kemarin. Kan waktu itu Bu Vera nugasin soal yang belum dikerjain"


"Soal nomer 9 sama 10?"


"Iya"


"Kamu udah belum, Ra?" tanya Ayu.


"Udah. Mau lihat?"


"Emang kamu bawa bukunya?"


"Bawa kok"


"Ya udah kalau gitu aku lihat ya"


"Iya"


"Tunggu ya, aku bawa dulu bukunya" ujar Tiara, lalu ia segera pergi mengambil buku tugasnya.


Sesudah mengambil bukunya, Tiara kembali menghampiri Yuda dan Ayu.


"Ini" ujar Tiara sambil memberikan bukunya kepada Ayu.


Ayu memotret hasil jawaban Tiara.


"Makasih ya" ucap Ayu sambil mengembalikan buku milik Tiara.


"Iya sama-sama"


"Yud, kamu mau lihat gak?"


"Enggak. Aku mau ngerjain sendiri aja"


"Alah sok-sokan kamu. Paling nanti ujung-ujungnya lihat juga"


"Enggak. Aku mau ngerjain sendiri sekalian aku mau minta tutorial ngerjainnya sama guru privat aku"


"Sejak kapan kamu punya guru privat?" tanya Ayu.


Yuda melirik sekilas kearah Tiara. "Sejak Malam kemarin"


"Malam kemarin?"


"Iya. Sebenernya kemarin aku ke alun-alun buat ketemu dia"


"Kok ketemunya di alun-alun" heran Ayu.


"Emang kenapa kalau ketemunya di alun-alun?"


"Ya aneh aja, harusnya kan ketemuannya di rumah"


"Ra, emangnya aneh ya kalau ketemuan sama guru di alun-alun?" tanya Yuda sambil menahan senyumnya.


"Hmm...gak tahu" gugup Tiara.


"Yaudah guys, aku kesana lagi ya" kata Tiara, lalu ia buru-buru pergi.


"Lucu banget" gumam Yuda.


"Apanya yang lucu?"


"Itu Tiara lucu banget"

__ADS_1


__ADS_2