Love Yourself

Love Yourself
Episode 26


__ADS_3

Ketika bel masuk berbunyi, semua siswa dan siswi segera pergi menuju kelasnya masing-masing.


Saat masuk kedalam kelas, tiba-tiba ada tangan yang merangkul pundak Tiara.


Tiara melihat kearah orang itu.


Pada saat Tiara menatapnya, Yuda hanya tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum?"


"Gak kenapa-napa"


Tiara berjalan menuju kursinya. Setelah itu, ia duduk dikursinya.


"Ra, nanti pulangnya anterin gue beli kado yuk!" ajak Ayu.


"Kado buat Kezia?"


"Iya"


"Aku juga ikut ya" sahut Yuda.


"Iya" kata Ayu.


"Ya udah beli kadonya bareng Yuda aja. Soalnya aku mau beli kadonya nanti" kata Tiara.


"Oh ya udah deh aku bareng Yuda aja" ucap Ayu.


"Eh! Aku juga nanti aja deh beli kadonya" kata Yuda.


"Kok gitu sih...tadi katanya mau ikut" keluh Ayu.


"Iya kan itu tadi, kalau sekarang aku gak mau" ucap Yuda.


"Bilang aja pingin ikut karena tadi Tiara juga pingin ikut" ucap Ayu.


Yuda hanya cengengesan saat mendengar ucapan saudaranya.


"Kamu bareng Ayu aja beli kadonya, kasihan dia" kata Tiara kepada Yuda.


"Ya udah iya" ucap Yuda.


"Oh iya, Ra! kata mamah katanya kamu jangan kerja waktu hari-hari biasa, nanti takutnya kamu sakit lagi" ujar Yuda.


"Kata mamah atau kata Yuda?" sahut Ayu.


"Kata mamah"


"Aku jadi gemes deh lihat kalian berdua. Yang cowoknya ngejar-ngejar mulu, sedangkan yang ceweknya malah santai aja dan gak gampang baper"


Tiara hanya tersenyum karena sebenarnya ia sedikit terbawa perasaan saat Yuda memeluknya.


Lagipula mana ada cewek yang gak baper saat ada cowok yang memeluknya.


"Ra, kamu gak pernah baper gitu sama aku?" tanya Yuda.


Tiara menggelengkan kepalanya padahal sebenarnya ia pernah baper.


"Susah ya buat kamu jadi suka ke aku"


"Harus banyak sabar, Yud" ucap Ayu.


"Aku selalu sabar kok"


Tiara hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Yuda.


"Kenapa senyum?"


"Hah?"


"Kamu kenapa senyum?"


"Aku gak senyum kok"


"Tadi kamu senyum"


"Enggak kok"


****


Tiara berjalan menuju ke depan gerbang.


"Ara!"


Tiara menoleh kearah belakang.


"Kenapa, Van?"


"Mau nunggu ojek ya?" tanya Revan.


"Iya"


"Ya udah bareng sama aku aja, sekalian aku pingin tahu rumah kamu"


"Gak usah, Van"


"Udah kamu tunggu disini ya, soalnya aku mau ambil motor diparkiran"


Revan segera pergi menuju parkiran.


Beberapa menit kemudian, Revan menghampiri Tiara.


"Ayo naik!"


Tiara segera menaiki motor Revan.

__ADS_1


Kemudian Revan langsung melajukan motornya.


Sepanjang perjalanan Tiara hanya diam saja karena ia tidak begitu dekat dengan Revan.


"Ternyata bener ya kalau kamu itu pendiam orangnya"


"Hah?" kata Tiara karena ia tidak mendengar jelas ucapan Revan.


"Kenapa, Van?"


"Enggak kok"


"Ara, kayaknya Yuda suka sama kamu" ucap Revan dengan keras agar Tiara dapat mendengarnya.


"Iya, dia emang suka sama aku"


"Jadi kamu udah tahu?"


"Iya udah"


"Berarti kalian pacaran dong?"


"Enggak kok"


"Kenapa enggak?"


"Soalnya aku gak mau pacaran"


"Oh gitu"


"Ra, kita berhenti sebentar ya" ucap Revan sambil memberhentikan motornya.


"Shella!" panggil Revan.


"Kak Revan" ucap Shella.


"Kamu bukannya pulang ke rumah, ini malah pacaran" ucap Revan.


"Ini juga mau pulang kok" ucap Shella.


"Kalau mau pulang itu arahnya kesana, bukan kesini" kata Revan.


"Kakak bilangin ke papah ya kalau kamu main sama cowok" kata Revan.


"Ih, kak Revan!"


"Makanya pulang"


"Kakak juga main sama cewek"


"Tapi kan kakak gak lagi pacaran"


"Alah bohong!"


"Iya bawel"


Revan kembali menghampiri Tiara.


"Maaf ya lama" ucap Revan sambil menaiki motor.


"Enggak lama kok"


"Ya udah ayo naik"


Tiara segera naik ke motor.


Revan kembali melajukan motornya.


"Yang tadi adik kamu ya?"


"Iya"


"Oh iya! kamu mau datang gak nanti ke acara ulang tahun Kezia?" tanya Tiara.


"Gak tahu, gimana nanti aja"


"Datang aja, Van! soalnya Kezia pasti senang kalau kamu datang"


"Kalau kamu mau datang gak?"


"Mau"


...******...


Sesampainya di rumah, Tiara turun dari motor.


"Makasih ya, Van"


"Iya sama-sama"


"Oh iya! nanti ka acara ulang tahunnya bareng ya"


"Tapi aku mau bareng Ayu"


"Oh gitu ya"


"Ya udah deh kalau gitu aku pulang dulu ya"


"Iya"


Revan segera melajukan motornya.


Setelah Revan pergi, Tiara masuk kedalam rumahnya.


Sesudah itu, ia mandi karena tubuhnya sangat berkeringat.

__ADS_1


Skip


Sehabis mandi, Tiara memasukan buku pelajaran untuk besok.


Trining...trining


"Kezia?"


Tiara segera mengangkat panggilan tersebut.


"Hallo, Zia"


"Ra, kamu suka ya sama Revan?" tanya Kezia.


"Enggak kok"


"Terus tadi kenapa pulang bareng Revan?"


"Soalnya tadi Revan maksa aku supaya pulang sama dia"


"Jadi Revan nya yang suka sama kamu?" tanya Kezia.


"Enggak"


"Ra, kan kamu tahu sendiri kalau aku suka Revan. Harusnya kamu ngertiin perasaan aku dong" kata Kezia.


"Maaf ya, Zia"


"Ya udah gak apa-apa. Tapi nanti jangan pulang bareng sama Revan lagi ya, soalnya aku cemburu kalau dia deket sama cewek" ujar Kezia.


"Iya, aku gak akan pulang sama Revan lagi kok"


"Oh iya! kamu sibuk gak?" tanya  Kezia.


"Enggak"


"Gimana kalau sore kita nonton di bioskop?" ajak Kezia.


"Hmm...aku lagi males keluar rumah"


"Yah! terus aku ajak siapa dong" keluh Kezia.


"Ajak Tasya atau Anya aja"


"Gak mau!" tolak Kezia.


"Kamu kan tahu sendiri kalau aku lagi jaga jarak sama mereka"


"Emang kamu gak akan main sama mereka lagi ya?"


"Iya. Soalnya kalau main sama mereka, aku jadi nakal banget"


"Jadi aku mau jaga jarak"


Tok...tok...tok


"Zia, aku tutup dulu ya teleponnya" ucap Tiara sambil mematikan panggilan teleponnya.


Tiara berjalan kearah pintu dan ia membuka pintu kamarnya.


"Ada apa, bu?"


"Ibu mau bicara sesuatu sama kamu"


"Mau bicara apa, bu?"


"Hmm..."


"Ada apa, bu?"


"Hmm...jadi ada guru SMP yang suka sama ibu"


Tiara yang mengerti maksud arah perkataan ibu hanya bisa pasrah jika ibunya ingin menikah lagi.


"Jadi maksudnya ibu mau menikah lagi?" tanya Tiara.


"Kalau kamu gak setuju, ibu bakal tolak lamaran kok"


"Ara setuju kok, bu"


"Kamu gak apa-apa kalau ibu menikah lagi?"


"Asalkan ibu senang, Ara bakal ngedukung kok" ucap Tiara sambil tersenyum padahal sebenarnya ia sedikit tidak terima karena posisi ayahnya telah digantikan.


"Tapi lelaki itu baik kan sama ibu?" tanya Tiara.


"Dia baik kok"


"Syukur deh, Ara seneng dengernya"


"Oh iya, bu! Ara mau main keluar" ucap Tiara.


"Main sama siapa?"


"Hmm...sama Ayu"


"Ayu atau Yuda?"


"Iya, sama mereka berdua"


"Ya udah hati-hati ya"


"Iya"


Tiara mengambil tas dan dompetnya. Lalu ia segera pergi.

__ADS_1


__ADS_2