Love Yourself

Love Yourself
Episode 57


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 19.10 WIB. Namun sampai saat ini Yuda masih belum mengirimnya pesan.


Tiara pergi keluar, siapa tahu Yuda sedang menunggunya didepan.


"Ara!" panggil ibu.


Tiara menoleh kebelakang. "Ada apa, bu?"


"Tadi Yuda chat ke ibu, katanya dia mau ajak kamu jalan-jalan ya?"


"Iya, bu. Boleh gak?"


"Iya, boleh. Tapi jangan terlalu malam ya pulangnya"


"Iya"


"Oh iya, kado dari ibu udah dibuka belum sama kamu?"


"Udah kok. Makasih ya, bu"


"Iya sama-sama"


Tingtong...tingtong


Sepertinya orang yang menekan bel tersebut adalah Yuda.


Lalu, Tiara pergi keluar untuk menemuinya.


Pada saat sampai diluar, Tiara mematung saat melihat ibu kandungnya berdiri dihadapannya. Padahal Tiara sama sekali tidak pernah memberitahu alamat rumah kepada ibu kandungnya.


Tin...tin


Tiara melihat Yuda yang baru datang. Kemudian ia buru-buru menghampiri Yuda dan menaiki motor Yuda.


"Yud, ayo pergi!"


"Tiara!" panggil ibu kandungnya yang baru turun dari mobil.


"Itu siapa, Ra?" tanya Yuda.


"YUD, CEPET!"


Akhirnya Yuda melajukan motornya.


...****...


Kini Yuda dan Tiara berada di Timezone.


Tadinya Yuda membawa Tiara kesini untuk bersenang-senang, namun sepertinya ia tidak suka sebab sedari tadi Tiara hanya diam saja.


"Ra, mau pergi lagi gak?"


"Pergi kemana?"


"Kemana aja, asal jangan disini. Soalnya aku lihat kamu kayak gak senang ada disini"


Tiara tersenyum agar tidak mengecewakan Yuda. "Aku senang kok"


"Ya udah ayo! aku pingin main capit boneka" ujar Tiara sambil menarik tangan Yuda.


Senyuman terukir diwajah Yuda, sebab baru kali ini Tiara memegang tangannya.


"Yud, taruhan yuk"


"Taruhan?"


"Iya, yang dapat boneka nanti boleh minta apapun ke yang gak dapat boneka"


"Ayo! siapa takut"


Tiara dan Yuda bertarung untuk mendapatkan boneka. Namun sudah 10 menit berlalu, tetapi mereka tidak mendapatkan bonekanya.


Tak lama, Yuda mendapatkan boneka beruang. "Yeay! aku dapat"

__ADS_1


Tiara menyesal telah bertaruh dengan Yuda. Alhasil dia sendiri yang kalah dalam tantangannya.


"Kamu mau apa?"


"Sebenarnya aku gak mau apa-apa sih"


"Tapi kan kita udah taruhan, Yud"


Yuda berpikir sejenak. "Hmm...aku pingin dipeluk aja deh sama kamu"


Tiara melihat kesekitar. "Jangan disini, aku malu"


"Gimana sih, katanya tadi mau taruhan"


"Ya udah deh" ujar Tiara sambil tersenyum, lalu ia memeluk Yuda dan Yuda juga membalas pelukan Tiara.


"Oh iya, ini bonekanya" Yuda memberikan boneka kepada Tiara.


"Ini kan punya kamu"


"Masa aku main boneka sih, Ra"


Tiara tertawa kecil, lalu ia mengambil boneka tersebut. "Makasih"


"Iya sama-sama, sayang"


Ucapan Yuda membuat Tiara tersipu malu.


"Eh, kamu katanya bakal panggil aku sayang, tapi kok aku belum denger tuh kamu panggil aku dengan sebutan itu" ujar Yuda.


Dengan malu-malu Tiara berkata. "Sayang, kesana yuk!" tunjuk Tiara pada ruang karaoke.


Yuda tersenyum lebar. "Ayo!"


Sehabis main capit boneka, mereka berdua masuk kedalam ruang karaoke.


"Kamu mau nyanyi gak, Ra?" ujar Yuda.


Akhirnya hanya Yuda yang bernyanyi. Sedangkan Tiara, ia hanya melihat kearah Yuda.


Sebenarnya Tiara saat ini sangat mengantuk, tapi ia berusaha untuk tidak tidur.


Yuda yang mengetahui bahwa Tiara mengantuk langsung berhenti menyanyi.


"Ngantuk ya, Ra?"


"Enggak kok"


"Jangan bohong, kelihatan tahu dari mata kamu"


"Sebenarnya aku emang ngantuk sih"


"Ya udah ayo pulang"


"Gak mau"


"Katanya ngantuk, tapi kok gak mau pulang"


"Gak mau aja"


"Masih kangen ya, makanya kamu gak mau pulang"


"Ih percaya diri banget"


"Terus kenapa gak mau pulang?"


"Ada ibu kandung aku"


"Jadi yang tadi ibu kandung kamu?"


Tiara hanya mengangguk mengiyakan ucapan Yuda.


"Emang kenapa gak mau ketemu sama ibu kamu?"

__ADS_1


Mata Tiara mulai berkaca-kaca. "Aku masih kecewa sama ibu aku"


"Karena dia dulu ninggalin kamu ya?"


"Sebenarnya selain itu ada lagi yang buat aku kecewa"


"Ibu kamu nikah lagi sama suaminya yang sekarang? makanya kamu ngambek sama ibu kamu?" tebak Yuda.


Tiara mulai meneteskan air matanya. "Sebenarnya saat ibu sama ayah belum bercerai, ibu selingkuh sama lelaki itu"


"Dan bodohnya aku, aku malah merahasiakan hubungan ibu sama lelaki itu. Aku takut ibu sama ayah bercerai, makanya aku gak bilang ke ayah soal itu" ucap Tiara sambil menangis sesenggukan.


Pengakuan Tiara tadi membuat Yuda terdiam. Ia terkejut bahwa ternyata itulah alasan Tiara kecewa sama ibu kandungnya sendiri.


"Udah jangan dilanjutin lagi" ujar Yuda sambil memeluk Tiara.


Tiara tak berhenti menangis. Sebab setiap mengingat itu, ia sering merasakan sesak pada dadanya.


Yuda mengelus rambut Tiara. "Ra, aku cuma mau bilang kalau kamu itu hebat banget. Kamu bisa nahan rasa sakit selama bertahun-tahun, bahkan saat masih kecil, yang belum tahu apa-apa, yang harusnya mikirin sekolah tapi kamu malah mikirin masalah keluarga"


"Aku tahu buat ngehilangin trauma itu gak mudah, bahkan buat bersikap baik-baik aja itu berat banget. Dan kamu udah bertahan, itu benar-benar keren banget. Mungkin kalau aku ada diposisi kamu, aku gak akan sekuat dan setegar kamu"


Setelah dirasa sudah tenang, akhirnya Yuda melepaskan pelukannya. "Udah jangan nangis lagi ya" ucapnya sambil mengusap air mata Tiara.


Tiara hanya mengangguk.


"Nanti kalau kamu mau cerita tentang masalah kamu, cerita aja ke aku. Jangan dipendam sendiri, okay?" ujar Yuda, lalu Tiara mengangguk.


Yuda mencium puncuk kepala Tiara sekilas. "Ya udah kita jalan-jalan ketempat lain yuk!" ajak Yuda sambil menggenggam erat tangan Tiara.


Kemudian mereka pergi dari tempat itu dan melanjutkan perjalanan menuju suatu tempat.


Selamat diperjalanan, Tiara hanya diam saja. Tetapi ia lumayan merasa tenang setelah tadi ia mendengar perkataan Yuda. Jujur saja baru kali ini ia tersentuh terhadap ucapan seseorang.


Disisi lain, Yuda bingung karena Tiara hanya diam saja. Ia takut dari ucapannya tadi membuat Tiara merasa kalau Yuda mengasihaninya. Padahal sebenarnya Yuda cuma ingin memberikan kata-kata penyemangat dan tidak bermaksud mau mengasihani Tiara.


"Yuda"


"Kenapa, Ra?"


"Hmm...aku boleh peluk gak?"


"Boleh" ucap Yuda sambil tersenyum.


Tiara memeluk Yuda dengan erat.


Ada perasaan lega setelah Tiara berbicara seperti itu. Karena itu, berarti Tiara tidak marah kepadanya.


"Jangan tidur ya, nanti jatuh"


"Aku gak tidur kok"


Pertama kali ia melihat Tiara manja kepadanya. Mungkin juga karena sebenarnya emang manja, cuma karena ia cuek, jadi sifat manja nya tidak terlihat.


"Ra, kita kemana ya sekarang?"


"Kemana aja, asalkan jangan pulang dulu"


"Emang sekarang jam berapa?"


"Setengah sembilan"


"Kamu mau ke pantai gak?"


"Ngapain ke pantai malam-malam?"


"Ya buat menikmati pantai dimalam hari lah, sekalian nanti kita beli jagung bakar disana"


"Emang ada yang jual jagung bakar?"


"Ada"


"Ya udah kita ke pantai aja deh"

__ADS_1


__ADS_2